Wagub Jatim Emil Dardak meninjau perbaikan kendaraan brebet di Surabaya akibat BBM Pertalite. Pertamina siap investigasi dan sediakan 32 bengkel rekanan. [567] url asal
Bisnis.com, SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, meninjau langsung proses perbaikan kendaraan bermotor yang brebet atau tersendat di bengkel, yang diduga terjadi usai mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.
Pantauan Bisnis, Emil menengok proses perbaikan sepeda motor di salah satu bengkel rekanan yang ditunjuk Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus untuk melayani keluhan konsumen di Bengkel Libra, Jalan Menur Pumpungan, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (5/11/2025) siang.
Dalam kunjungannya, Emil juga didampingi oleh Deny Sukendar, Region Manager Retail Sales Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga.
Emil pun juga sempat melihat BBM Pertalite yang telah dikuras oleh mekanik bengkel dari tangki bensin sepeda motor masyarakat yang melapor untuk dimasukkan ke dalam sebuah galon plastik bekas air mineral kemasan.
Walau dirinya secara visual tidak menemukan zat cair berwarna bening yang terpisah dari cairan BBM Pertalite di wadah tersebut, tetapi Emil menegaskan dirinya tetap mendorong proses investigasi secara menyeluruh.
"Artinya BBM yang sedang masalah, Pertamina bekerja keras mencari ke akar masalahnya. Pertalite tadi ada yang dikuras, dimasukin. Kita lihat kalau yang viral itu kan katanya kelihatan ada yang bening. Kalau ini enggak ada tuh, lihat tadi kan? Cuman tetap harus dicek, kenapa menyebabkan terjadinya (kendaraan brebet)," kata Emil seusai kunjungan.
Emil juga mengapresiasi sikap terbuka dari Pertamina dalam menghadapi permasalahan yang terjadi dan menimpa masyarakat pengguna BBM Pertalite di Jawa Timur.
Dia menegaskan, rantai pelaporan dugaan kasus kendaraan brebet saat ini terkesan jauh dari kata birokratis dan terdapat puluhan bengkel rekanan Pertamina yang siap menangani permasalahan kendaraan bermotor.
"Nah, waktu itu keputusan kolektif Pertamina, Pemprov Jawa Timur, daripada birokratis harus lapor ke posko-posko SPBU, lapor lagi, bawa kertas lagi, langsung saja di bengkel. Di bengkel itu bisa langsung dicek, bisa langsung ditangani. Jadi, enggak dua kali kerja gitu. Nah, inilah yang sudah dilakukan oleh Pertamina dengan gercep (gerak cepat), dan sekarang ada total 32 bengkel yang tersebar di berbagai kota," ujar Emil.
Politikus Partai Demokrat ini juga mengungkapkan bahwa permasalahan pada kendaraan bermotor yang diduga terjadi usai mengisi BBM jenis Pertalite tersebut menimpa tangki penyimpanan hingga bagian filter BBM kendaraan bermotor.
"Kebanyakan memang betul mengalami masalah dengan tangki atau dengan filternya kemudian gitu, tapi secara keseluruhan alhamdulillah masyarakat menggunakan istilahnya layanan ini dengan baik yang disediakan oleh Pertamina," ucap dia.
Mantan Bupati Trenggalek ini pun berharap permasalahan tersebut agar dapat ditemukan solusi dan jalan keluarnya.
Dirinya menyebut bahwa fenomena kendaraan brebet di Jatim saat ini telah menjadi atensi publik secara nasional serta berdampak secara ekonomis bagi masyarakat pengguna bensin subsidi pemerintah itu.
"Kami justru berharap Pertamina bisa menyegerakan, mencari betul duduk permasalahannya ada di mana karena kalau enggak segera selesai, pertama kasihan yang harus ngisi biasanya Pertalite, ngisi yang lain. Itu kan beban ekonominya luar biasa. Terus terang ini sudah menjadi atensi nasional ya. Jadi, kami siap membuka kerja sama, yang terpenting sekarang adalah siapapun yang mengisi bensin itu, kalau merasakan hal yang berbeda dari motornya atau mobilnya silakan datang langsung ke bengkel (rekanan Pertamina)," kata Emil.
1762389987_b7ee5608-f1e0-4822-a252-789fcdaa79e4.
Emil pun memohon maaf kepada masyarakat Jawa Timur atas fenomena kendaraan bermotor yang brebet hingga mogok tersebut.
Pihaknya beserta para pemangku kepentingan terkait tetap berkomitmen untuk memberikan solusi terbaik bagi masyarakat.
"Harapannya tetaplah mengisi BBM. Kalau ada masalah, jangan sungkan-sungkan datang, ada 32 titik (bengkel) yang bisa didatangi. Mohon maaf kalau ada kerepotan yang muncul dengan permasalahan mesin atau harus datang. Kita terus berupaya memberikan solusi yang terbaiklah untuk masyarakat," pungkasnya.
REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memperluas layanan pengaduan masyarakat dengan menambah titik posko penanganan keluhan menjadi 15 lokasi di wilayah Jawa Timur. Ini demi memastikan setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat dan terukur, menyusul munculnya keluhan terkait gangguan mesin kendaraan usai pengisian bahan bakar jenis Pertalite.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi, menjelaskan posko tersebut bagian dari mekanisme pelayanan terbuka yang disiapkan untuk memastikan proses investigasi berjalan menyeluruh. Penambahan dilakukan dari tiga titik awal menjadi lima belas titik posko yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Gresik, Bojonegoro, dan Tuban.
“Prioritas utama kami adalah menjamin keamanan suplai serta mutu produk BBM yang diterima masyarakat sesuai regulasi yang berlaku. Setiap tahapan distribusi dilakukan berdasarkan standar yang telah ditetapkan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga,” ujar Ahad di Surabaya, dikutip Kamis (30/10/2025).
Pertamina Patra Niaga juga mengatur mekanisme pelaporan berjenjang bagi konsumen. Masyarakat dapat melapor langsung ke petugas SPBU dengan membawa bukti transaksi untuk diinput dalam formulir pengaduan resmi. Bila ditemukan indikasi kerusakan kendaraan akibat bahan bakar, konsumen akan diarahkan ke bengkel resmi yang ditunjuk Pertamina untuk pemeriksaan lanjutan, dan biaya perbaikan ditanggung oleh perusahaan.
Tim lapangan kemudian akan meneruskan laporan ke wilayah operasional terkait agar dapat segera dilakukan pemeriksaan mutu dan kuantitas BBM di lokasi. Prosedur ini menjadi bagian penting dari langkah investigatif yang kini sedang berjalan di seluruh area terdampak.
Sebagai bagian dari proses verifikasi teknis, Pertamina Patra Niaga telah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap produk Pertalite dari Terminal BBM Tuban dan Terminal BBM Surabaya, dua titik suplai utama untuk wilayah Jawa Timur. Hasilnya, bahan bakar dinyatakan on spec atau memenuhi spesifikasi mutu yang berlaku.
“Saat ini sedang berjalan investigasi lanjutan untuk pengecekan Quality and Quantity di tingkat SPBU sebagai titik distribusi akhir kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas dan kesesuaian produk sampai di tangan konsumen,” kata Ahad.
Pertamina juga membuka kanal pelaporan tambahan bagi masyarakat di luar lokasi posko melalui SPBU terakhir tempat pembelian bahan bakar, atau melalui Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, dan pesan langsung ke akun Instagram @pertamina.135.