#30 tag 24jam
Tutup 2025, Ini Daftar Kunjungan Kenegaraan Prabowo Subianto Selama Menjabat
Presiden Prabowo Subianto aktif dalam diplomasi global 2025, mengunjungi negara-negara seperti China, AS, Rusia, dan Uni Emirat Arab untuk memperkuat hubungan ekonomi dan politik. [1,536] url asal
#prabowo-subianto #kunjungan-kenegaraan #diplomasi-indonesia #politik-luar-negeri #hubungan-bilateral #forum-multilateral #investasi-indonesia #hubungan-indonesia-china #hubungan-indonesia-amerika #hub
(Bisnis.Com - Terbaru) 31/12/25 07:30
v/89266/
Bisnis.com, JAKARTA – Tahun 2025 ditutup Presiden Prabowo Subianto dengan satu ciri yang menonjol: diplomasi bergerak. Dari Beijing hingga Moskow, dari Riyadh sampai Washington, dari forum ekonomi global hingga kunjungan kemanusiaan di Timur Tengah, langkah Prabowo sepanjang tahun ini memperlihatkan arah politik luar negeri Indonesia yang aktif, personal, dan sarat pesan geopolitik.
Dalam tempo kurang dari satu tahun penuh masa pemerintahannya, Prabowo menjelma menjadi salah satu kepala negara dengan intensitas kunjungan luar negeri tertinggi di kawasan. Lawatan itu tidak semata seremoni, melainkan dirangkai dengan pertemuan bilateral, forum multilateral, penandatanganan perjanjian strategis, hingga diplomasi simbolik—dari parade militer hingga tabur bunga di makam korban perang.
Diplomasi ini menandai gaya kepemimpinan Prabowo: keras dalam kepentingan nasional, lentur dalam pergaulan global, dan konsisten membawa satu narasi utama—Indonesia sebagai negara besar Global South yang mengusung prinsip seribu kawan, tanpa musuh.
Babak Awal: Asia Timur dan Amerika Serikat
Berdasarkan data yang dirangkum Bisnis, Prabowo mengawali lawatan internasionalnya ke Beijing, China pada 8 November 2024, hanya tiga pekan setelah dilantik. Setelah itu, rangkaian diplomasi berlanjut ke Amerika Serikat, Brasil, Uni Emirat Arab, hingga ke Eropa dan Timur Tengah.
Langkah awal diplomasi Prabowo dibuka di Beijing pada November. Dalam kunjungan ke China, ia bertemu langsung dengan Presiden Xi Jinping, Perdana Menteri Li Qiang, dan Ketua Kongres Rakyat Nasional Zhao Leji. Di balik protokoler kenegaraan, pembahasan mencakup isu konkret pendidikan, perdagangan, hingga program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi salah satu ikon kebijakan domestik Prabowo.
Puncaknya adalah penandatanganan nota kesepahaman bisnis Indonesia–China senilai lebih dari US$10 miliar. Ini bukan hanya angka investasi, tetapi penegasan bahwa hubungan Jakarta–Beijing tetap menjadi salah satu poros ekonomi Asia.
Dari Beijing, Prabowo terbang ke Washington, D.C. Di Gedung Putih, ia bertemu Presiden Joe Biden, Menteri Pertahanan Lloyd Austin, hingga Direktur CIA William J. Burns. Isu Indo-Pasifik, transisi energi, rantai pasok global, serta konflik Gaza dan Laut China Selatan menjadi menu utama perbincangan. Kunjungan ini menegaskan keseimbangan politik luar negeri Indonesia: menjaga hubungan erat dengan China, tanpa menjauh dari Amerika Serikat.
Ritme diplomasi Prabowo berlanjut ke forum-forum global. Dia hadir di KTT APEC di Lima, Peru, lalu melanjutkan ke KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil. Di dua forum ini, Prabowo menempatkan Indonesia sebagai suara negara berkembang yang menuntut keadilan ekonomi global dan reformasi tata kelola internasional.
Desember 2024 ditutup dengan lawatan ke Kairo untuk menghadiri KTT Developing Eight (D-8). Mesir bukan hanya mitra ekonomi, tetapi juga simpul penting diplomasi dunia Islam. Di sana, Prabowo menegaskan posisi Indonesia dalam isu Palestina dan solidaritas kemanusiaan global.
Salah satu lawatan paling disorot adalah kunjungan Prabowo ke Britania Raya. Bertemu Raja Charles III dan Perdana Menteri Keir Starmer, Prabowo membawa isu lingkungan dan pengelolaan hutan berkelanjutan ke jantung monarki Inggris. Lawatan ini juga menghasilkan komitmen investasi senilai US$8,5 miliar.
Dari London, Prabowo terbang ke Abu Dhabi. Hubungan dengan Uni Emirat Arab menjadi salah satu pilar strategis diplomasi Prabowo. Bersama Presiden Mohammed bin Zayed, ia membahas perdamaian Timur Tengah, stabilitas kawasan, serta kerja sama ekonomi jangka panjang.
Rangkaian kunjungan ke Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania pada April 2025 memperlihatkan diplomasi intensif Prabowo di kawasan konflik. Dari Ankara hingga Amman, isu Gaza, kemitraan strategis, dan solidaritas dunia Islam menjadi benang merah.
Asean dan Asia Tenggara: Rumah Besar Diplomasi
Asia Tenggara tetap menjadi halaman depan diplomasi Indonesia. Sepanjang 2025, Prabowo tercatat berulang kali mengunjungi Malaysia—baik dalam kapasitas pribadi, silaturahmi Idulfitri, hingga forum resmi Asean.
Dia menghadiri KTT Asean ke-46 dan ke-47 di Kuala Lumpur, menyaksikan pengukuhan Timor Leste sebagai anggota penuh Asean, serta menegaskan komitmen Indonesia terhadap integrasi kawasan, ekonomi digital, dan keberlanjutan.
Kunjungan ke Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, dan Filipina (melalui forum regional) menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai jangkar stabilitas Asean.
Salah satu penanda penting diplomasi Prabowo adalah penguatan hubungan dengan Rusia dan negara-negara Eropa Timur. Di Saint Petersburg International Economic Forum, Prabowo tampil sebagai pembicara utama dan bertemu Presiden Vladimir Putin.
Kesepakatan yang dibahas meliputi pertahanan, energi nuklir, perdagangan, teknologi, hingga pendidikan. Indonesia juga mendorong kemajuan kerja sama perdagangan bebas dengan Eurasian Economic Union (EAEU). Prabowo juga menyempatkan diri menabur bunga di Piskaryovskoye Memorial Cemetery—gestur simbolik yang kuat dalam diplomasi Rusia.
Di Belarus, dia bertemu Presiden Aleksandr Lukashenko untuk membahas pasokan pupuk, isu krusial bagi ketahanan pangan Indonesia.
Sementara itu, kehadiran Prabowo di KTT BRICS di Brasil mempertegas posisi Indonesia di Global South. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya kerja sama Selatan-Selatan dan menolak politik blok.
Simbol dan Pesan: Bastille Day, Expo Osaka, dan PBB
Diplomasi Prabowo juga kaya simbol. Dia menjadi tamu kehormatan Presiden Emmanuel Macron dalam parade militer Hari Bastille di Paris. Kontingen gabungan TNI–Polri yang berparade di Champs-Élysées menjadi pesan kuat bahwa Indonesia adalah mitra strategis, bukan sekadar tamu.
Di Osaka, Prabowo meninjau Paviliun Indonesia di Expo 2025, membawa wajah ekonomi kreatif dan inovasi nasional ke panggung dunia.
Sementara di New York, dia tampil di Sidang Majelis Umum PBB ke-80, menyampaikan pidato tentang solusi dua negara untuk Palestina dan menegaskan komitmen Indonesia pada multilateralisme.
Menjelang akhir tahun 2025, Prabowo mengunjungi Australia, Pakistan, dan Rusia. Di Sydney, ia bertemu PM Anthony Albanese dan mengumumkan substansi perjanjian keamanan bilateral baru. Di Islamabad, ia memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Pakistan.
Tahun ditutup di Moskow, saat Prabowo kembali bertemu Vladimir Putin di Istana Kremlin—menjadi penanda bahwa hubungan Indonesia–Rusia tetap strategis di tengah dinamika global.
Tabel: Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Subianto
No | Tanggal (perkiraan) | Negara | Kota | Jenis kunjungan / Agenda utama | Hasil / catatan ringkas |
1 | 8–10 Nov 2024 | China (RRC) | Beijing | Kunjungan kerja/kenegaraan: pertemuan bilateral dengan pimpinan RRT; agenda investasi & kerja sama | Penandatanganan nota/kerja sama ekonomi — bagian dari lawatan pembukaan rangkaian kunjungan luar negeri perdana. |
2 | 10–12 Nov 2024 | Amerika Serikat | Washington, D.C. | Pertemuan bilateral dengan pejabat AS (agenda: hubungan bilateral, investasi) | Pertemuan tingkat tinggi; bagian dari lawatan multinegara. |
3 | 12–16 Nov 2024 | Peru | Lima | Hadir pada rangkaian kegiatan APEC 2024 | Partisipasi pada forum APEC; pertemuan multilateral & bilateral. |
4 | 16–20 Nov 2024 | Brasil | Rio de Janeiro | Hadir pada KTT G20 / forum bilateral Indonesia-Brasil | Forum investasi dan business forum; agenda perdagangan. |
5 | 20–23 Nov 2024 | Britania Raya | London | Kunjungan bilateral / pertemuan dengan pemimpin UK | Agenda: pertemuan tingkat tinggi (termasuk pertemuan protokoler dengan tokoh UK). |
6 | 23–24 Nov 2024 | Uni Emirat Arab | Abu Dhabi | Pertemuan bilateral tingkat tinggi | Penguatan kerja sama ekonomi/strategis. |
7 | 23–27 Jan 2025 | India | New Delhi | Kunjungan kenegaraan; Chief Guest peringatan Hari Republik India | Penandatanganan serangkaian MoU kerja sama, perbincangan pertahanan, ekonomi, kesehatan. |
8 | 19 May 2025 | Thailand | Bangkok | Kunjungan kenegaraan resmi — peningkatan hubungan jadi Strategic Partnership | Pengumuman peningkatan hubungan menjadi Strategic Partnership dan beberapa MoU kerjasama. |
9 | 18–20 Jun 2025 | Rusia | St. Petersburg | Kunjungan resmi / pertemuan bilateral (ikut forum/agenda ekonomi) | Pertemuan dengan Presiden Putin; pernyataan kemitraan strategis dan beberapa nota kerja sama. |
10 | 17–18 Jun 2025* | Republik Ceko (transit) | Praha | Transit resmi / pertemuan transit dengan pejabat | Catatan transit/protokoler (dilaporkan dalam ringkasan kunjungan Eropa). |
11 | 1–3 Jul 2025 | Arab Saudi | Jeddah / Riyadh | Kunjungan kenegaraan awal lawatan luar negeri (agenda kerja sama, diplomasi haji/energi) | Dialog strategis, pertemuan tingkat tinggi; rencana tindak lanjut kerja sama. |
12 | 13–15 Jul 2025 | Prancis | Paris | Kunjungan kenegaraan / menghadiri peringatan Bastille Day (undangan) & pertemuan bilateral | Penguatan kemitraan strategis; serangkaian pertemuan tingkat tinggi, penghargaan diplomatik (liputan luas). |
13 | (Juni–Jul 2025) — rangkaian Eropa | Beberapa kota Eropa | Paris, (kunjungan lain tercatat) | Rangkaian pertemuan dengan pemimpin Uni Eropa dan negara Eropa | Pertemuan multilater/ bilateral; penguatan kerja sama perdagangan dan pertahanan. |
14 | Sep 2025 (mid-Sep) | Jepang | Osaka | Kunjungan/kunjungan resmi dan meninjau Paviliun Indonesia di Expo Osaka 2025 | Kunjungan pameran, promosi investasi dan budaya. |
15 | 20–23 Sep 2025 | Amerika Serikat | New York | Hadir di Sidang Umum PBB (debate general) → lanjut ke Ottawa (pertemuan bilateral) | Pidato di Sidang Umum PBB; pertemuan bilateral di Ottawa dan pengumuman investasi/kerja sama. |
16 | 24 Sep 2025 | Kanada | Ottawa | Melakukan pertemuan dengan Gubernur Jenderal Mary Simon dan Perdana Menteri Mark Carney | Menyaksikan penandatanganan Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), serta membahas isu perdagangan, pertahanan, hubungan masyarakat, Indo-Pasifik, dan Palestina |
17 | 25—26 Sep 2025 | Belanda | Amsterdam | Melakukan pertemuan resmi dengan Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch | Membahas penguatan hubungan bilateral dan kerja sama strategis Indonesia–Belanda. |
18 | 13 Okt 2025 | Mesir | Sharm El-Sheikh | Menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Abdel Fattah El-Sisi di Istana Al Ittihadiyah, | Membahas isu kemanusiaan dan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dalam rangka memperkuat diplomasi regional dan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Mesir. |
19 | 25—28 Okt 2025 | Malaysia | Kuala Lumpur | Melakukan kunjungan kenegaraan ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 Asean | Berpartisipasi dalam sesi pembukaan, penandatanganan pengukuhan Timor Leste sebagai anggota penuh Asean, sejumlah pertemuan pleno dan bilateral, serta menyampaikan komitmen Indonesia terhadap penguatan kerja sama kawasan, inklusivitas, keberlanjutan, dan pengembangan ekonomi digital |
20 | 30 Okt—1 Nov 2025 | Korea Selatan | Gyeongju | Menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 dan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Lee Jae-myung | Membahas kerja sama ekonomi dan pertahanan termasuk proyek KF-21 Boramae, serta menghadiri jamuan kenegaraan |
21 | 11-12 Nov 2025 | Australia | Sydney | Menghadiri upacara kenegaraan, bertemu Perdana Menteri Anthony Albanese untuk membahas penguatan kemitraan strategis serta kerja sama ekonomi, pendidikan, dan pertahanan, meninjau kapal HMAS Canberra | Mengumumkan poin substantif perjanjian keamanan bilateral baru, dan menghadiri jamuan serta pertemuan dengan sejumlah tokoh Australia |
22 | 8—9 Des 2025 | Pakistan | Islamabad | Memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden Asif Ali Zardari, Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dan pimpinan militer Pakistan, | Menandatangani sejumlah nota kesepahaman yang mencakup bidang perdagangan, pertahanan, kesehatan, pendidikan, teknologi, dan kerja sama budaya |
23 | 10 Des 2025 | Rusia | Moskow | Melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin | Membahas penguatan kerja sama strategis Indonesia–Rusia di bidang politik, ekonomi, energi, dan perdagangan |
Sumber: berbagai sumber diolah penulis secara mandiri
Satu Tahun Prabowo-Gibran, RI Aktif Manuver dalam Diplomasi Internasional
Presiden Prabowo aktif dalam diplomasi internasional selama setahun masa pemerintahannya dengan mencapai kesepakatan diplomatik, perdagangan, serta investasi. [903] url asal
#prabowo-diplomasi #diplomasi-internasional #kunjungan-luar-negeri #perjanjian-dagang #investasi-indonesia #forum-multilateral #perdamaian-gaza #artefak-indonesia #prabowo-gibran #indonesia-peru #indon
(Bisnis.Com - Terbaru) 20/10/25 09:40
v/9245/
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto tercatat aktif melakukan manuver politik luar negeri sepanjang satu tahun masa pemerintahannya pada rentang 20 Oktober 2024 - 20 Oktober 2025.
Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis dari berbagai sumber resmi, tercatat ada 6 negara yang dikunjungi Prabowo pada awal pemerintahannya. Negara-negara Yang dikunjungi Prabowo meliputi China, AS, Peru, Brasil, Inggris, hingga Uni Emirat Arab pada rentang waktu 8-23 November 2024.
Adapun, secara keseluruhan Presiden Prabowo melaksanakan 33 lawatan luar negeri selama setahun kepemimpinannya. Kunjungan tersebut mencakup kawasan Asia, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika.
Gaya diplomasi luar negeri Prabowo yang lebih aktif terlibat langsung dibandingkan dengan masa pemerintahan sebelumnya juga telah membawa sejumlah hasil, baik dari sisi ekonomi maupun politik.
Berikut adalah beberapa pencapaian diplomasi luar negeri yang berhasil dicapai Prabowo lewat manuver-manuvernya selama setahun terakhir:
Buka Akses Pasar Baru Lewat Perjanjian Dagang
Salah satu capaian paling menonjol adalah terwujudnya kesepakatan perdagangan strategis. Pada 11 Agustus 2025, Indonesia dan Peru resmi menandatangani perjanjian dagang Indonesia-Peru Economic Partnership Agreement (IP-CEPA). Prabowo menyebut perjanjian ini akan memperluas kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.
Kemudian, pada 23 September 2025, Indonesia dan Uni Eropa menyelesaikan negosiasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan menandatangani kesepakatan pokok yang membuka jalan bagi penghapusan tarif pada sebagian besar pos ekspor Indonesia.
Kesepakatan tersebut berhasil tercapai setelah melalui perundingan panjang yang berlangsung sejak 2016 dan dipandang mampu meningkatkan akses komoditas strategis Indonesia — dari produk pertanian hingga mineral untuk teknologi hijau.
Hampir bersamaan, pada 24 September 2025 Indonesia dan Kanada menyaksikan penandatanganan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Penandatanganan ini menandai babak baru hubungan ekonomi bilateral dan akan memperbesar aliran investasi serta perdagangan dua arah.
'Oleh-oleh' Komitmen Investasi
Dalam kunjungan kenegaraan perdananya pada 8-23 November 2024, Prabowo memastikan membawa komitmen investasi senilai US$18,57 miliiar atau sekitar Rp294,80 triliun (asumsi kurs Rp15.880 per US$) dari lawatannya ke lima negara dalam 2 pekan terakhir.
Secara terperinci, komitmen investasi tersebut terdiri atas China sebesar US$10,07 miliar, dari British Petroleum (BP) sebesar US$7 miliar, dan US$1,5 miliar berasal dari CEO Roundtable Forum di Inggris.
Kemudian, pada awal Juli 2025, Indonesia dan Arab Saudi menyepakati komitmen investasi sebesar US$27 miliar. Dalam pernyataan bersama, Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman MBS, menyatakan aspirasi bersama untuk memperkuat kerja sama di sektor kesehatan, khususnya terkait dengan layanan kesehatan haji dan umrah.
Kedua negara juga berkomitmen mendukung investasi di bidang farmasi, vaksin, teknologi kesehatan, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan.
Kemudian, dalam kunjungan singkatnya ke Paviliun Indonesia pada World Expo 2025 Osaka di Jepang, Indonesia berhasil mencatatkan komitmen investasi sebesar US$23,8 miliar atau sekitar Rp380 triliun.
Aktif di Forum Multilateral: Dari BRICS Hingga PBB
Diplomasi luar negeri Prabowo yang lebih aktif juga terlihat dari sejumlah forum multilateral yang dia Sambangi. Tercatat, Dalam satu tahun, Prabowo menghadiri sejumlah forum strategis global seperti KTT G20 di Brasil, APEC 2024 di Peru, BRICS Summit di Rio de Janeiro, hingga KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh di Mesir.
Pada Januari 2025 lalu, Indonesia juga telah resmi bergabung dengan blok negara BRICS yang diprakarasi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Keanggotaan BRICS diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperluas basis geopolitik perdagangan Indonesia.
Puncaknya, Prabowo menghadiri Sidang Umum PBB di New York, pada September 2025 lalu. Ini menjadi pertama kalinya Presiden Indonesia menghadiri Sidang Umum PBB setelah selama 10 tahun sebelumnya selalu diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri.
Dalam pidatonya, Prabowo mengangkat isu perdamaian dan diplomasi multilateral, serta mengaitkan narasi keamanan global dengan peluang kerja sama ekonomi. Pidato Prabowo dalam sidang itu juga menjadi panggung untuk menyampaikan citra Indonesia sebagai mitra konstruktif dalam penyelesaian konflik dan sekaligus mendorong perdagangan yang berkelanjutan.
Perdamaian Gaza
Prabowo juga aktif mendorong perdamaian di Gaza menyusul konflik yang terjadi sejak 2023 lalu. Dalam setiap kesempatan, Prabowo aktif menyuarakan gencatan senjata di Gaza dan menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang tidak berpihak pada blok mana pun, tetapi berpihak pada kemanusiaan.
Teranyar, Prabowo hadir langsung di Mesir untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang di Gaza bersama sejumlah pemimpin negara lain.
Adapun, Prabowo juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi lebih jauh dalam proses perdamaian Timur Tengah, termasuk dengan mengirimkan pasukan penjaga perdamaian (peacekeeping force) di Palestina jika diminta oleh pihak terkait.
“Saya ditanya oleh pihak-pihak yang merupakan pihak katakanlah mediator kunci, Amerika Serikat, dengan Turki, Qatar, Mesir, negara-negara yang langsung berurusan sama Palestina. Mereka bertanya, bagaimana kesiapan Indonesia, kami katakan kami siap,” tutur Prabowo.
Pulangkan Artefak Indonesia
Dalam kunjungannya ke Belanda pada akhir September lalu, Prabowo menuturkan Belanda akan mengembalikan 30.000 artefak bersejarah yang sebelumnya dibawa dari Indonesia.
Prabowo menilai langkah Belanda itu mencerminkan niat baik sekaligus komitmen untuk menjaga hubungan erat antara kedua negara.
“Saya kira etika baik dari Belanda ingin memelihara hubungan baik dengan kita,” ujarnya.
Sebelumnya dalam kesempatan terpisah Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Gouke Moes menjelaskan Belanda akan mengembalikan koleksi fosil era kolonial ke Indonesia.
Berdasarkan kesimpulan komite penasihat independen bahwa fosil-fosil tersebut diperoleh secara tidak sah pada era kolonial. Keputusan pengembalian ini juga sudah ditegaskan dalam surat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Gouke Moes yang ditujukan kepada pemerintah.
Koleksi yang digali di Indonesia pada akhir abad ke-19 itu kini dikelola oleh Pusat Keanekaragaman Hayati Naturalis di Leiden, Belanda. Koleksi ini mencakup sebuah tengkorak, sebuah gigi geraham, dan sebuah tulang paha yang berkaitan dengan Homo erectus, spesies penting dalam rantai evolusi manusia.
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)