Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak menyiapkan insentif khusus untuk kelas menengah pada tahun ini, meski jumlahnya terus menyusut.
Adapun, berdasarkan data yang diolah dari survei sosial ekonomi nasional 2025 milik Badan Pusat Statistik (BPS), Mandiri Institute mencatat 1,2 juta penduduk kelas sosial tersebut 'turun kasta' sepanjang 2025.
Purbaya menilai fenomena kontraksi jumlah kelas menengah terus merupakan konsekuensi logis dari perlambatan ekonomi, terutama sejak pandemi Covid-19 pada 2020. Menurutnya, pandemi telah memukul sektor formal, tempat mayoritas kelas menengah menggantungkan hidup.
"Kan sejak Covid-19 melambat terus tuh [perekonomian], otomatis yang punya kerja [pekerjaan] formal kan hilang karena perusahaan tutup," ungkapnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Alih-alih memberikan bantuan sosial tambahan atau insentif pajak khusus kelas menengah, Purbaya menekankan bahwa strategi utama pemerintah adalah menggenjot pertumbuhan ekonomi makro.
Bendahara negara meyakini, jika ekonomi tumbuh maka ruang bagi usaha baru akan terbuka sehingga diharapkan dapat menyerap kembali tenaga kerja ke sektor formal, yang pada akhirnya akan melahirkan kembali kelas menengah baru.
"Jadi strategi utamanya adalah penciptaan pertumbuhan ekonomi, yang menciptakan ruang bagi usaha baru bangkit, dan ada orang-orang yang berpenghasilan lebih formal lagi. Itu adalah penciptaan kelas menengah," jelasnya.
Saat dikonfirmasi kembali mengenai apakah ada alokasi insentif fiskal khusus tahun ini untuk menjaga eksistensi kelas yang mendorong konsumsi utama tersebut, Purbaya memastikan tidak ada.
"Enggak ada. Insentifnya pertumbuhan ekonomi, biar mereka gampang cari kerja," ucapnya.
Laporan Mandiri Institute
Laporan Mandiri Institute bertajuk Demographic Insights: Dinamika Kelas Menengah di 2025 mencatat jumlah penduduk kelas menengah menyusut dari 47,9 juta jiwa pada 2024 menjadi 46,7 juta jiwa pada tahun ini.
Penurunan ini menyebabkan proporsi kelas menengah terhadap total populasi tergerus menjadi 16,6%, dari posisi 17,1% pada tahun sebelumnya.
"Kelas menengah nasional mengalami penurunan di 2025. Di sisi lain, aspiring middle class [kelompok calon kelas menengah] meningkat signifikan," tulis laporan Mandiri Institute, dikutip Senin (9/2/2026).
Data menunjukkan, ketika kelas menengah menyusut, kelompok calon kelas menengah atau aspiring middle class justru membengkak tajam. Kelompok ini bertambah 4,5 juta jiwa, naik dari 137,5 juta jiwa pada 2024 menjadi 142,0 juta jiwa pada 2025.
Perkembangan tersebut menempatkan aspiring middle class sebagai kelompok mayoritas yang mendominasi 50,4% dari total penduduk Indonesia. Sejalan, kelompok rentan (24,1%) meningkatkan sekitar 200 ribu orang, dari 67,7 juta menjadi 67,9 juta.
Di sisi lain, jumlah kelompok miskin (8,5%) turun 1,4 juta, dari 25,2 juta menjadi 23,9 juta. Kelompok kelas atas (0,4%) juga meningkat sekitar 100 ribu orang dari 1,1 juta menjadi 1,2 juta.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa mereka yang terdegradasi dari kelas menengah tidak jatuh miskin, melainkan masuk ke zona rentan atau 'turun kasta' menjadi calon kelas menengah.
Secara spasial, penurunan jumlah kelas menengah tidak merata. Provinsi Sumatera Selatan mencatatkan penurunan terdalam alias rapor merah dengan kehilangan 693.000 jiwa kelas menengah.
Penurunan tajam juga terjadi di Banten yang berkurang 268.000 jiwa dan Jawa Tengah berkurang 161.000 jiwa. Jakarta pun tak luput dari tren negatif ini dengan penurunan kelas menengah sebanyak 119.000 jiwa.
Sebaliknya, beberapa provinsi di Pulau Jawa justru mencatatkan perbaikan. Jawa Barat memimpin dengan penambahan kelas menengah sebanyak 358.000 jiwa, disusul Jawa Timur dengan 152.000 jiwa, dan D.I. Yogyakarta bertambah 63.000 jiwa.
Adapun, Mandiri Institute mengklasifikasi kelas mengikuti definisi World Bank alias Bank Dunia berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan relatif terhadap garis kemiskinan: miskin (<1x), rentan (1,0-1,5x), calon kelas menengah (>1,5-3,5x), kelas menengah (>3,5-17x), dan kelas atas (>17x).