Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) membukukan peningkatan pendapatan dan laba bersih sepanjang tahun 2025. TPIA mencetak laba bersih sebesar US$1,09 miliar atau setara dengan Rp18,22 triliun (kurs Jisdor BI Rp16.720 per dolar AS 31 Desember 2025).
Dalam laporan keuangannya, TPIA mencatatkan pendapatan bersih sebesar US$7,02 miliar atau setara dengan Rp117,37 triliun. Pendapatan ini meningkat hingga 293,2% dibandingkan dengan 2024 yang sebesar US$1,78 miliar.
Pendapatan ini diperoleh dari refinery sebesar US$3,66 miliar, chemical sebesar US$3,23 miliar, dan infrastruktur sebesar US$121,2 juta.
Di sisi profitabilitas, Chandra Asri membukukan laba bersih sebesar US$1,09 miliar, atau setara dengan Rp18,22 triliun sepanjang 2025. Capaian ini berbanding terbalik dengan rugi bersih sebesar US$68,6 juta pada 2024.
Andre Khor, Group Chief Financial Officer Chandra Asri Group mengatakan Chandra Asri Group memberikan kinerja tahun 2025 yang kuat, menghasilkan profitabilitas sebesar US$1,4 miliar dengan tetap menjaga neraca keuangan yang tangguh dengan likuiditas lebih dari US$3 miliar.
“Hal ini menegaskan kekuatan platform terintegrasi dan eksekusi disiplin kami. Kami tetap fokus pada penguatan tiga pilar strategis kami, Energi, Kimia, dan Infrastruktur, sambil menanamkan keberlanjutan sebagai inti dari pertumbuhan kami untuk mendorong penciptaan nilai jangka panjang,” ujar Andre, Kamis (26/3/2026).
Dia melanjutkan TPIA memasuki 2026 dengan momentum yang kuat, didukung oleh kinerja operasional yang solid dan kontribusi awal dari inisiatif strategis terbaru kami.
“Meskipun kondisi pasar tetap dinamis, platform terintegrasi dan eksekusi disiplin kami memposisikan kami dengan baik untuk kuartal pertama yang tangguh dan kinerja berkelanjutan di masa depan,” ucapnya.
Dia menjelaskan di sektor energi, TPIA mempercepat transformasinya melalui integrasi Aster Chemicals and Energy (ACE), yang sebelumnya merupakan Shell Energy & Chemicals Park, yang diakuisisi melalui kemitraan dengan Glencore.
Menurutnya, kompleks kilang dan petrokimia kelas dunia ini memperkuat jalur dekarbonisasi dan ambisi keberlanjutan jangka panjang TPIA.
TPIA juga berekspansi secara regional melalui akuisisi jaringan ritel bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura, yang didukung oleh solusi pembiayaan khusus senilai US$750 juta dari KKR. Setelah penandatanganan SPA Bersyarat pada Oktober 2025, transaksi diselesaikan dengan cepat pada 1 Januari 2026.
Transaksi ini memajukan strategi Grup untuk membangun platform energi Asia Tenggara yang terintegrasi.
Di sektor kimia, TPIA memperluas portofolio hilirnya dengan akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals, yang kini berganti nama menjadi Aster Polymer Solutions (APS). Fasilitas HDPE berkapasitas 400 KTA ini segera memberikan nilai tambah (value-accretive) dan memperluas fungsi pemasaran terintegrasi Grup di seluruh Asia Tenggara, Cina, dan Australia.
Di dalam negeri, proyek Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai kurang lebih US$800 juta telah mencapai penyelesaian lebih dari 50% dan tetap berada pada jalur yang tepat untuk mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027.
Proyek ini diharapkan dapat memperkuat rantai nilai industri Indonesia, khususnya di sektor pertambangan dan pengolahan alumina.
Menurutnya, partisipasi Danantara dan INA senilai US$200 juta dalam proyek CA-EDC Chandra Asri Group menegaskan dukungan strategis untuk memperkuat sektor kimia hilir Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Dari segi infrastruktur, melalui PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), Chandra Asri Group memperkuat platform infrastrukturnya, memposisikannya sebagai mesin pertumbuhan utama di seluruh sektor energi, air, pelabuhan & penyimpanan, serta logistik, dengan beberapa tonggak penting yang berhasil dicapai.
Untuk pilar pelabuhan & penyimpanan, Chandra Asri Group telah mengamankan izin konsesi dari Kementerian Perhubungan RI untuk meningkatkan layanan bagi pelanggan eksternal.
Di bidang logistik, armada telah berkembang menjadi 14 kapal gas dan kimia serta lebih dari 200 truk. Pada saat yang sama, perluasan kapasitas listrik dan air terus berlanjut untuk mendukung permintaan industri yang terus meningkat.