Pendapatan Meroket 286%, TPIA Catat Laba Bersih Rp2,47 Triliun di Kuartal I/2026

Pendapatan Meroket 286%, TPIA Catat Laba Bersih Rp2,47 Triliun di Kuartal I/2026

PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mencatat laba bersih Rp2,47 triliun pada kuartal I/2026, pendapatan meroket 286% YoY menjadi Rp40,74 triliun.

(Bisnis.Com) 01/05/26 12:29 208510

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten afiliasi Prajogo Pangestu, yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) membukukan laba bersih sebesar US$146,13 juta atau setara Rp2,47 triliun sepanjang Januari-Maret 2026. Perseroan sukses membalikkan rugi bersih pada periode sebelumnya sejalan dengan pendapatan yang meroket.

Melansir laporan keuangan triwulan pertama 2026 yang tidak diaudit, TPIA meraup total pendapatan US$2,40 miliar atau setara Rp40,74 triliun. Pendapatan ini melejit 284,4% year on year (YoY) dari pendapatan periode sebelumnya sebesar US$662,09 juta.

Pendapatan perseroan paling besar tertumpu pada penjualan komoditas ke luar negeri. Penjualan energi yang pada kuartal I/2025 tidak ada, di tahun ini tercatat sebesar US$1,45 miliar. Sedangkan penjualan kimia tumbuh 180,9% YoY menjadi US$548,13 juta.

Sementara itu, pendapatan dari penjualan ke pasar domestik kompak koreksi. Penjualan energi turun 0,4% YoY menjadi US$2,56 juta dan penjualan kimia koreksi 14,8% YoY menjadi US$338,44 juta.

Kemudian, pendapatan segmen infrastruktur untuk pasar domestik melejit 120,2% YoY menjadi US$59,29 juta, sementara untuk pasar luar negeri yang tahun lalu nihil dalam kuartal I/2026 membukukan nilai US$4,41 juta.

Di sisi lain, terdapat sejumlah komponen beban seperti bahan baku, beban produksi dan manufaktur yang meningkat 215,8% YoY menjadi US$1,87 miliar, beban penyusutan melambung 239,2% YoY, dan beban penjualan yang naik 95,4% YoY menjadi US$19,74 juta. Sementara itu, terdapat keuntungan kurs mata uang US$8,91 juta, melejit 406,3% YoY seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Walau sejumlah pos beban mengalami kenaikan, pertumbuhan pendapatan yang signifikan membuat TPIA mencatat laba sebelum pajak sebesar US$230,51 juta, berbalik dari rugi sebelum pajak sebesar US$31,86 juta pada periode sebelumnya.

Sementara itu, laba periode berjalan yang dibukukan TPIA mencapai US$205,08 juta, membaik dibandingkan dengan rugi periode berjalan sebesar US$23,58 juta pada kuartal I/2025.

Dari sisi bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih tercatat sebesar US$146,13 juta. Angka ini juga berbalik positif dibandingkan dengan rugi bersih US$25,64 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Menilik neraca keuangan perseroan, aset TPIA triwulan pertama 2026 meningkat 1,5% year to date (YtD) menjadi US$12,51 miliar. Total liabilitas perseroan turun 0,2% YtD menjadi US$7,65 miliar, sedangkan total ekuitas naik 4,3% YtD menjadi sebesar US$4,86 miliar.

#tpia-laba-bersih #pendapatan-tpia #chandra-asri-pacific #laba-kuartal-2026 #penjualan-komoditas-luar-negeri #penjualan-energi #penjualan-kimia #pendapatan-infrastruktur #beban-produksi #keuntungan-kur

https://market.bisnis.com/read/20260501/192/1970660/pendapatan-meroket-286-tpia-catat-laba-bersih-rp247-triliun-di-kuartal-i2026