Bisnis.com, MATARAM – Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang dilaksanakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (28/11/2025) melaporkan pertumbuhan ekonomi NTB tetap positif yang didorong oleh sejumlah sektor unggulan daerah.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Ignatius Adhi Nugroho menjelaskan bahwa perekonomian NTB tetap terjaga dan tumbuh 2,82% pada triwulan III 2025 setelah terkontraksi pada tiga triwulan sebelumnya.
Perkembangan positif tersebut ditopang oleh akselerasi kinerja konsumsi dan investasi yang tetap tumbuh kuat.
Sementara secara sektoral, akselerasi industri pengolahan seiring dimulainya komersialisasi emas granula serta berlanjutnya kinerja positif sektor perdagangan dan pertanian berhasil mendorong akselerasi ekonomi nontambang mencapai 7,86%.
“Tangguhnya ekonomi NTB di tahun 2025 juga didukung oleh stabilitas sistem keuangan yang tetap solid yang tercermin dari pertumbuhan kredit tahunan yang mencapai 26,56% dengan kualitas kredit yang tetap terjaga dengan NPL di bawah 2%,” jelas Adhi dalam sambutannya di acara PTBI, Jumat (28/11/2025).
Dari sisi inflasi, tekanan inflasi NTB selama tahun 2025 juga tercatat terkendali. Hingga Oktober 2025, inflasi tahunan Provinsi NTB tercatat sebesar 2,96%.
Capaian inflasi yang tetap terjaga tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga stabilitas harga di Provinsi NTB.
Bank Indonesia bersama TPID level provinsi dan kabupaten/kota senantiasa bersinergi dalam berbagai program pengendalian inflasi meliputi koordinasi intensif dalam High Level Meeting, rapat koordinasi, peningkatan kapabilitas, Gerakan Pangan Murah (GPM), dan peningkatan produktivitas melalui pengembangan dan perluasan tanam bibit unggul.
Bank Indonesia secara aktif bersinergi dengan pemerintah daerah dan otoritas terkait untuk mengakselerasi transformasi ekonomi melalui percepatan reformasi struktural, peningkatan daya saing, serta perluasan lapangan kerja guna mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dengan tetap menjaga stabilitas.
Sepanjang 2025, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB telah melaksanakan berbagai program strategis antara lain promosi perdagangan dan investasi untuk mendukung realisasi investasi dan ekspor nontambang.
Kemudian adapula penguatan peran UMKM naik kelas, penguatan ekonomi dan keuangan syariah, pemenuhan ketersediaan uang Rupiah layak edar serta akselerasi digitalisasi pembayaran melalui perluasan akseptasi QRIS baik untuk transaksi komersial, sosial, dan transaksi pemerintah daerah.
Selain itu, Bank Indonesia juga aktif meningkatkan ekspor komoditas non tambang seperti memfasilitasi ekspor kemiri, vanili, home decor, dan craft ke sejumlah negara.
Kemudian memfasilitasi promosi komoditas potensial ekspor melalui pameran shoppe object di New York, Amerika Serikat.
Kemudian untuk meningkatkan investasi Bank Indonesia mempromosikan proyek investasi clean and clear melalui NTB investment challenge. BI NTB juga aktif mempromosikan produk UMKM melalui program Karya Kreatif Indonesia (KKI).
“Kami juga aktif melakukan peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), kemudian meningkatkan kapabilitas dan pembiayaan melalui bootcamp UMKM,” kata Adhi.