D3 Academy & Studio di Medan menghidupkan kembali warisan tari Indonesia dengan pendekatan modern, menggabungkan pendidikan, talenta, dan konten kreatif untuk panggung global. [555] url asal
Bisnis.com, MEDAN – Dunia tari Indonesia memiliki harapan baru dengan hadirnya D3 Academy & Studio yang bermimpi besar membawa seni budaya Indonesia ke panggung internasional maupun ruang digital global.
Didirikan oleh tiga praktisi tari berpengalaman di Indonesia, D3 Academy & Studio memperkenalkan diri sebagai sanggar tari yang tak biasa yang memadukan antara pendidikan tari, pengembangan talenta, dan produksi konten kreatif dalam satu ekosistem profesional.
Executive Director D3 Academy & Studio Lusy Ekawati yang juga merupakan salah satu penggagas berdirinya sanggar tari ini mengatakan kehadiran D3 Academy & Studio merupakan cita-cita lama. Berawal dari pertemuan silaturahmi komunitas tari Padepokan Tari Bagong Kussudiardja dan LKB Saraswati bimbingan I Gusti Kompyang, Lusy menyebut timbul kerinduan dari para alumni untuk kembali menari dan membangun akademi profesional yang relevan dengan perkembangan zaman.
Apalagi, lanjutnya, para guru mereka yang merupakan maestro seni Indonesia berpesan agar warisan seni tersebut dapat diteruskan ke generasi muda dan ditampilkan ke pentas dunia. Hal ini yang menjadi landasan visi besar D3 Academy & Studio untuk mencetak penari dan performer berkelas dunia.
”Apa yang diwariskan para guru kepada kami ingin kami teruskan kepada generasi berikutnya. Kami ingin melanjutkan warisan tersebut melalui ekosistem yang kuat, pemanfaatan teknologi, dan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masa kini,” kata Lusy dalam keterangan yang diterima Bisnis, Minggu (7/6/2026).
Direktur sekaligus Koreografer Tari Tradisional D3 Academy & Studio, Wiwiek Santoso menjelaskan bahwa akademi ini mengusung pendekatan pembelajaran yang berbeda dari sanggar tari konvensional. Penekanan pembelajaran di D3 Academy & Studio adalah pada pengalaman praktik dan kesempatan tampil di atas panggung.
”Kami percaya bahwa belajar tari tidak cukup hanya melalui latihan di studio. Karena itu, kami memberikan porsi besar pada praktik dan pengalaman pentas,” ujar Wiwiek.
Wiwiek sendiri telah berkecimpung lebih dari 30 tahun sebagai penari profesional, pengajar, dan koreografer. Dia menilai pelestarian tari tradisional membutuhkan sistem pendidikan yang lebih terstruktur dan profesional. Hal ini karena tari tradisional adalah warisan berharga bangsa yang harus dijaga keberlanjutannya dari generasi ke generasi.
Akademi sanggar tari yang baru berdiri ini pun disebutnya mengajarkan tari dengan metode yang lebih modern, sistematis, profesional, dan bersertifikat.
”Kami percaya setiap orang memiliki potensi menjadi bintang, dan tugas kami adalah melatih, membimbing, serta mengantarkan mereka menuju panggung yang lebih besar," tambah Wiwiek.
Menjawab Era Digital dan Generasi Kreatif
Direktur Koreografer Tari Modern D3 Academy & Studio Rinda Soemarno menyebut perkembangan dunia digital telah membuka peluang baru bagi seni tari untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Rinda yang berpengalaman lebih dari tiga dekade di dunia tari, termasuk sepuluh tahun berkarya di Amerika Serikat saat bertugas sebagai diplomat Indonesia di Washington DC, memahami bagaimana seni pertunjukan dapat berkembang melalui pemanfaatan media digital.
"Saat ini tari menjadi salah satu media ekspresi yang sangat diminati generasi muda. Melalui tari, mereka dapat membangun kepercayaan diri, berekspresi, tampil di berbagai panggung, bahkan dikenal dunia melalui media sosial," ujar Rinda.
Menjawab kebutuhan tersebut, D3 Academy & Studio menghadirkan berbagai program pengembangan talenta yang dirancang untuk membentuk performer profesional sekaligus kreator konten yang mampu bersaing di era digital.
Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah Foreigners Class for Mastering Traditional Dances, sebuah kelas khusus bagi wisatawan mancanegara, diplomat, ekspatriat, dan profesional asing yang tinggal atau bekerja di Indonesia.
"D3 Academy & Studio ingin memberikan pengalaman yang unik. Peserta akan dilatih dari nol hingga mampu menguasai tarian tradisional, tampil percaya diri di depan publik, bahkan memiliki peluang untuk dikenal melalui platform digital hanya dalam waktu satu bulan," jelas Rinda.
Penari Surabaya dan Bali juara iForte Dance Competition 2026, ajang yang menginspirasi generasi muda dalam melestarikan budaya Indonesia [648] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Ratusan talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan rangkaian Road to Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya 2026 yang berlangsung pada 25–26 April 2026 di Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju salah satu pertunjukan seni budaya terbesar di Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa pagelaran ini telah berkembang menjadi ekosistem budaya yang relevan dan diminati generasi muda. Tiga agenda utama yang dihadirkan meliputi Grand Final iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri”, Parade Inspirasi Diri, serta Grand Final “The Audition” Pagelaran Sabang Merauke.
Kompetisi iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri” menjadi tahap awal dalam menjaring talenta muda terbaik dari seluruh Indonesia. Setelah melalui seleksi di 13 regional, sebanyak 30 tim pelajar dan mahasiswa tampil di Grand Final yang digelar di Main Atrium Grand Indonesia. Para peserta menampilkan karya tari bertema Nusantara dengan kualitas yang semakin meningkat. Ajang ini tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi, tetapi juga membuka peluang bagi para pemenang untuk tampil di panggung Cultural Fair Pagelaran Sabang Merauke 2026.
Pada kategori SMA/K, juara pertama diraih oleh Semata dari SMKN 5 Denpasar, diikuti oleh Spots dari SMA Cita Hati East Campus Surabaya sebagai juara kedua, dan Dixie.49 dari SMAN 49 Jakarta di posisi ketiga. Sementara pada kategori mahasiswa, Jaguwar dari Universitas Negeri Surabaya meraih juara pertama, disusul Katis Dance Company dari ISI Padang Panjang dan Naraya dari Universitas Pendidikan Indonesia. Selain itu, penghargaan khusus juga diberikan untuk kategori Best Costume, Most Favorite Group, dan The Most Ethnic Group. Para pemenang mendapatkan apresiasi berupa hadiah uang, beasiswa pendidikan, kesempatan magang, serta emas sebagai bentuk penghargaan atas prestasi mereka.
Parade Inspirasi Diri di Car Free Day Jakarta
Pada hari berikutnya, Parade Inspirasi Diri yang digelar di kawasan Car Free Day Jakarta menghadirkan lebih dari 350 penampil dari berbagai daerah. Parade ini memadukan seni tari, musik, kostum, dan pertunjukan budaya modern di ruang publik, menciptakan suasana penuh energi dan semangat kebersamaan. Acara diawali dengan penampilan musikal dari Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, dan The Resonanz Children’s Choir, dilanjutkan dengan berbagai atraksi seperti marching band, barongsai, hingga Jember Fashion Carnaval yang semakin menyemarakkan suasana. Parade kemudian berakhir di Bundaran HI dengan rangkaian pertunjukan kolaboratif yang menampilkan berbagai repertoar budaya Nusantara.
Parade ini menjadi simbol nyata dari semangat keberagaman dan kreativitas generasi muda dalam melestarikan sekaligus mengembangkan ekspresi budaya Indonesia. Momentum ini juga menjadi pembuka menuju Grand Final “The Audition” Pagelaran Sabang Merauke yang digelar pada hari yang sama.
Foto bersama seluruh Grand Final iForte National Dance Competition "Inspirasi Diri"
Dalam Grand Final “The Audition”, sebanyak 50 finalis terpilih dari total 676 peserta dari seluruh Indonesia yang menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Para finalis membawakan koreografi wajib dan koreografi bebas yang dinilai langsung oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi seni dan profesional di bidangnya. Dari proses tersebut, terpilih 27 finalis yang akan bergabung dengan ratusan penari lainnya untuk tampil dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026 yang akan digelar pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Senayan.
Para juri menilai bahwa kualitas peserta terus mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun, baik dari segi teknik maupun kreativitas. Ajang ini juga dinilai sebagai wadah positif bagi generasi muda untuk berekspresi sekaligus mengembangkan potensi mereka di bidang seni budaya. Pesan yang disampaikan kepada para peserta, baik yang terpilih maupun belum, adalah untuk terus berkembang dan tidak berhenti meningkatkan kualitas diri.
Sebanyak 27 finalis terpilih berasal dari 10 provinsi di Indonesia, mencerminkan keberagaman latar belakang budaya yang menjadi kekuatan utama pagelaran ini. Kehadiran para talenta muda tersebut diharapkan mampu membawa warna baru dalam pertunjukan mendatang sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya Indonesia di kancah nasional maupun internasional.
Rangkaian acara ini ditutup dengan kebersamaan antara peserta, juri, dan penonton, yang menegaskan semangat kolaborasi dan apresiasi terhadap seni budaya Indonesia. Secara keseluruhan, Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan seleksi, tetapi juga ruang inspiratif bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya Nusantara.
Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Jakarta angkat tema 'Hikayat Srikandi Nusantara', menyoroti peran perempuan dalam budaya Indonesia. Acara berlangsung 21-23 Agustus. [922] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - iForte dan Protelindo Group kembali menggelar ‘Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya’ 2026. Pertunjukan seni budaya kolosal tersebut dilaksanakan pada 21-23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Selatan.
Tahun ini, ‘Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya’ mengangkat tema ‘Hikayat Srikandi Nusantara’ yang menyoroti kisah perempuan dalam berbagai cerita rakyat Indonesia.
Presiden Direktur & CEO iForte & Protelindo Group F. Aming Santoso mengatakan pagelaran ini terlaksana seiring meningkatnya minat generasi muda terhadap budaya Indonesia. Dia pun menilai ‘Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya’ menjadi wadah untuk menyalurkan aspirasi sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya.
“Kita harus menyediakan wadah bagi mereka untuk menyatukan aspirasi mereka, dan kita harus membuat masyarakat Indonesia dan generasi muda jatuh cinta dengan kebudayaannya sendiri,” kata Aming dalam konferensi pers 'Road to Pagelaran Sabang-Merauke 2026' di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).
Lebih lanjut, tema ‘Hikayat Srikandi Nusantara’ akan menghadirkan kisah perempuan Nusantara yang sarat nilai keteladanan serta inspirasi kehidupan. Nilai yang diangkat meliputi keberanian, keteguhan, dan kontribusi perempuan dalam kehidupan bermasyarakat melalui pendekatan artistik.
Pertunjukan yang digelar satu tahun sekali tersebut memadukan semua unsur seni, termasuk tari, musik, desain, busana, hingga teater dalam satu kesatuan pementasan budaya yang utuh. ‘Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya’ menjadi ruang refleksi peran perempuan dalam membentuk narasi kebudayaan Nusantara yang inspiratif.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan ‘Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya’ menjadi salah satu pertunjukan berbasis budaya yang konsisten menghadirkan kekayaan tradisi Indonesia di panggung modern.
“Pagelaran Sabang-Merauke hanya ada di Indonesia. Kita melihat banyak panggung festival saat ini. Namun, saya yakin acara yang berbasis budaya hanyalah Pagelaran Sabang Merauke. Ini merupakan bentuk regenerasi untuk memastikan budaya Indonesia tetap ada dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Sutradara 'Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya', Rusmedie Agus, mengatakan tema tahun ini 'Srikandi Nusantara' didedikasikan kepada sosok perempuan.
‘Pagelaran Sabang Merauke Hanya Indonesia yang Punya’ juga dipersembahkan kepada perempuan-perempuan Nusantara yang terus menghadirkan keindahan bagi Indonesia. Peran perempuan Nusantara itu dinilai menjadi bagian penting yang membuat Indonesia tetap terlihat begitu indah hingga sekarang.
“Srikandi itu adalah Ibu kita semua, jadi Pagelaran Sabang Merauke tahun ini kita dedikasikan kepada perempuan Nusantara. Yang melesatkan panahnya dan panah itu adalah kita yang duduk berdiri sampai saat ini,” katanya.
Sementara itu, Executive Producer Pagelaran Sabang Merauke, Silvi Liswanda, menilai sosok Srikandi menginspirasi semua untuk terus memberikan yang terbaik dari kemampuan yang dimiliki. Dia juga mendorong setiap orang untuk terus berjuang dan menjadi sosok yang dibutuhkan dalam berbagai peran kehidupan.
“Menurut saya, Srikandi ini menginspirasi kita semua untuk terus memberikan yang terbaik dari apa yang kita bisa. Terus berjuang, terus menjadi sosok yang saat itu memang dibutuhkan,” ujarnya.
Penyanyi Yura Yunita memandang Srikandi sebagai kemampuan setiap individu untuk menemukan sosok ‘Srikandi’ dalam diri masing-masing. Banyak pelajaran yang ia petik, terutama terkait menemukan kekuatan di tengah kelebihan dan kekurangan diri.
Yura, yang selalu mengenakan kebaya dan baju khas Indonesia saat di panggung, mengatakan bahwa Srikandi mampu menemukan cahaya dalam dirinya yang tidak hanya menerangi diri sendiri, tetapi juga dibagikan kepada Srikandi lainnya.
“Srikandi itu bisa menemukan cahaya dalam dirinya yang bisa menerangi dirinya, memberi cahaya pada dirinya, bukannya pada dirinya. Justru Srikandi yang sesungguhnya juga bisa berbagi terang untuk para Srikandi yang ada di luar sana dan mendapatkan kekuatan dari para Srikandi yang ada di lingkungannya,” ucap Yura.
Pada tahun ini, penyanyi Rais Andriana menjadi salah satu juri The Audition, yang merupakan rangkaian acara Road to Pagelaran Sabang-Merauke 2026. The Audition merupakan ajang untuk menjaring penari berbakat dari seluruh Indonesia dengan latar belakang budaya dan genre yang beragam.
Raisa mengaku bangga terpilih menjadi salah satu juri, meski dirinya berasal dari dunia vokal. Meski demikian, dia sangat familier dengan Pagelaran Sabang Merauke pada tahun-tahun sebelumnya.
"Pada akhirnya, menurutku, semua bentuk seni, baik tari, suara, musik, dan lain-lain, kita bisa melihat dan merasakan dari soul-nya,” tutur Raisa.
Penyanyi Yura Yunita tampil memeriahkan acara Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Jakarta, Jumat (24/4/2026). JIBI/Feni Freycinetia
The Audition hingga National Dance Competition
Seperti perhelatan pada tahun lalu, iForte menyelenggarakan tiga acara penting sebagai bagian dari Road to Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya. Ketiga acara ini dirancang untuk membuka kesempatan partisipasi publik secara lebih luas, yaitu:
1. iForte National Dance Competition Inspirasi Diri
2. The Audition - Pagelaran Sabang Merauke
3. Parade Inspirasi Diri
iForte National Dance Competition Inspirasi Diri merupakan ajang kompetisi tari antarsekolah dan universitas yang ditujukan bagi pelajar SMA/SMK dan mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Sebanyak 30 tim terbaik dari 13 regional akan tampil pada Grand Final yang akan diselenggarakan pada Sabtu (25/4/2026) di Main Atrium Grand Indonesia East Mall, Jakarta mulai pukul 10.30 WIB. Pemenang Grand Final berkesempatan untuk tampil di panggung Cultural Fair ‘Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya’ 2026.
Untuk acara The Audition, sebanyak 50 finalis terpilih yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia akan mengikuti tahap Grand Final pada Minggu (26/4/2026) di Main Atrium Grand Indonesia East Mall, Jakarta mulai pukul 10.30 WIB hingga 19.00 WIB.
Pada tahap ini, sebanyak 27 penari terbaik akan dipilih untuk mengikuti pelatihan intensif bersama para koreografer selama 3 bulan di Yogyakarta yang kemudian tampil dalam pertunjukan utama ‘Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya’ 2026.
Terakhir, Parade Inspirasi Diri, yang menampilkan 143 penari dari 30 grup finalis National Dance Competition serta 50 finalis The Audition, akan mengikuti pawai pada Minggu pagi (26/4/2026) di area publik Car Free Day pada pukul 06.30 WIB hingga 09.00 WIB.