Bisnis.com, JAKARTA - PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) telah merealisasikan belanja modal senilai Rp200 miliar pada tahun ini seiring dengan beroperasinya ritel baru perseroan yakni Shopping Center 23 atau Mall 23 di Semarang.
Direktur Keuangan INPP Surina mengatakan pembangunan proyek ritel tersebut sudah dilakukan sejak 2 tahun lalu dan menjadi fokus utama yang dikebut penyelesaiannya hingga tahun ini. Proyek ini akan memperluas portofolio iconic lifestyle yang dimiliki oleh perseroan.
Tak hanya itu, realisasi proyek ini juga akan memperbesar kontribusi recurring income yang ditargetkan tetap berada di kisaran 70% sepanjang 2026.
Selain penyelesaian proyek 23 Semarang Shopping Center, perseroan akan fokus kepada pengembangan 88 Plaza Balikpapan sebagai bagian dari strategi memperkuat pendapatan berulang.
"Jadi tahun ini alokasi Capex Rp400 miliar, untuk proyek di Semarang separuhnya [Rp200 miliar], sisanya akan kami gunakan untuk memulai proyek di Balikpapan," ujarnya kepada Bisnis, Senin (25/6/2026).
Rencananya, 23 Semarang Shopping Center dikembangkan sebagai mixed-use lifestyle retail destination dengan luas pengembangan lebih dari 65.000 m2. Kawasan ini mengintegrasikan pengalaman belanja modern, ruang sosial, hiburan keluarga, creative community hub, hingga experiential retail concept.
Hingga kini, perseroan juga mengaku tetap optimistis terhadap daya beli masyarakat. Menurut Surina, konsep pusat perbelanjaan saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat belanja, melainkan destinasi hiburan dan leisure experience.
Perseroan telah merancang agar seluruh tenant mix menghadirkan pengalaman retail dan lifestyle yang lebih lengkap.
Selain itu, 23 Semarang juga menghadirkan salah satu foodcourt terbesar di Semarang dengan pilihan kuliner halal dan non halal yang dikurasi untuk menjangkau berbagai segmen pengunjung.
“Jadi strategi kami dengan memperbesar porsi tenant food and beverage untuk menarik trafik pengunjung. Leisure mall dan destination. Jadi bukan sekadar tempat belanja, tapi tempat orang datang untuk menikmati pengalaman,” imbuhnya.
Presiden Direktur sekaligus CEO INPP Anthony Prabowo Susilo menilai strategi pengembangan bertahap penting karena industri properti sangat bergantung pada keseimbangan antara modal dan penguasaan lahan. Anthony juga menegaskan pusat perbelanjaan besar tetap memiliki pasar tersendiri dalam jangka panjang.
Menurutnya, di setiap kota besar biasanya hanya ada tiga hingga empat mal utama yang benar-benar dominan. Oleh karena itu, pihaknya tetap percaya diri mengembangkan proyek mal bahkan di tengah pandemi maupun perlambatan ekonomi.
Selama kuartal I/2026 INPP membukukan pendapatan Rp326,90 miliar, di antaranya Rp157 miliar dari segmen komersial, Rp136 miliar dari hospitality, serta Rp34 miliar dari penjualan properti. Perusahaan juga mencatat laba bersih sebesar Rp44,07 miliar pada kuartal I/2026, dari sebelumnya rugi bersih Rp132,87 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, EBITDA Paradise Property tercatat mencapai Rp101 miliar atau naik sekitar 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.