Bisnis.com, JAKARTA — Emiten milik anak Tommy Soeharto, PT Intra Golflink Resorts Tbk. (GOLF) tengah menyusun strategi korporasi untuk memenuhi ketentuan terbaru terkait peningkatan porsi saham publik oleh Bursa Efek Indonesia atau free float hingga 15%.
Komisaris Independen GOLF Royani mengatakan masih memiliki waktu yang cukup panjang sesuai tenggat yang diberikan regulator untuk merealisasikan target tersebut.
Dia melanjutkan saat ini perseroan dalam kategori emiten yang wajib meningkatkan free float secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, berbagai opsi aksi korporasi mulai dibahas secara internal guna menentukan langkah yang paling efektif dan menguntungkan bagi perusahaan maupun pemegang saham.
"Memang ada ketentuan baru yang mengharuskan perusahaan meningkatkan free float sampai 15%. Kebetulan kami masuk dalam kriteria 3 yang diberikan waktu sekitar tiga tahun untuk memenuhi ketentuan tersebut," ujarnya dalam Public Expose, Selasa (2/6/2026).
Meski demikian, perseroan belum memutuskan bentuk aksi korporasi yang akan ditempuh. Saat ini, manajemen masih melakukan kajian mendalam terhadap berbagai alternatif yang tersedia sebelum mengambil keputusan final.
Berdasarkan laporan perseroan, saat ini struktur kepemilikan GOLF dimiliki oleh PT Bali Pecatu Graha Graham sebesar 88,49%, selanjutnya sebesar 1,150% dimiliki oleh PT Mandalapratama Permai, sisanya sebesar 10,01% dimiliki oleh publik. H. Hutomo Mandala Putra adalah pemilik manfaat akhir.
Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan GOLF hingga kuartal I/2026 secara tahunan menjadi Rp28,82 miliar dari Rp28,45 miliar. Melihat sisi bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih GOLF melonjak 20,6% yoy ke level Rp1,59 miliar dari Rp1,32 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Sementara itu, dari sisi bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih GOLF melonjak 20,6% yoy ke level Rp1,59 miliar dari Rp1,32 miliar pada periode yang sama pada 2025.
Kontributor utama dari pendapatan perusahaan di awal 2026 ini berasal dari segmen golf yang meraih Rp 22,74 miliar. Pertumbuhan ini dinilai terdorong oleh meningkatnya daya tarik lapangan golf milik perusahaan, seiring adanya penambahan fasilitas pendukung.
Intra Golflink Resorts mengaku akan terus menjaga momentum jumlah rounds yang solid, baik di New Kuta Golf Bali maupun Palm Hill Golf Sentul. Lebih lanjut, segmen restoran menempati posisi kedua dengan kontribusi sebesar Rp 4,06 miliar, turun dibanding kuartal I-2025 yang sebesar Rp 4,50 miliar.
Sementara itu, segmen lainnya (others) meraup pendapatan Rp 2,03 miliar, naik 10,8% yoy dari kuartal I tahun lalu sebesar Rp1,83 miliar. Di sisa tahun ini, Intra Golflink Resorts melakukan sejumlah upaya untuk menyeimbangkan recurring revenue dan pengembangan real estat.
Dari sisi segmen properti, GOLF menetapkan target marketing sales sekitar Rp200 miliar untuk klaster kedua dari proyek The Links Golf Villa Bali.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.