Bisnis.com, JAKARTA— PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) memberikan klarifikasi terkait kelanjutan aksi korporasi dan rencana strategis perusahaan pasca berakhirnya masa Penawaran Tender Wajib (MTO) oleh PT Morris Capital Indonesia (MCI).
PIPA menegaskan tidak ada rencana untuk memperpanjang masa tender tersebut meski target kepemilikan belum tercapai.
Berdasarkan surat jawaban permintaan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen PIPA menyampaikan beberapa poin mengenai arah bisnis ke depan.
Hingga saat ini, PT Morris Capital Indonesia (MCI) selaku pemegang saham pengendali tidak memiliki rencana untuk memperpanjang pelaksanaan Penawaran Tender Wajib.
Meskipun hasil tender belum memenuhi target kepemilikan MCI sebesar 57,37%, PIPA menilai hal tersebut tidak memberikan kendala signifikan terhadap operasional perusahaan.
Beberapa faktor yang dinilai mempengaruhi absennya pemegang saham yang melakukan tender antara lain, preferensi pemegang saham untuk tetap mempertahankan kepemilikan, dan persepsi positif terhadap prospek usaha perseroan di masa depan. Selain itu, kondisi pasar modal yang dinamis dan harga penawaran yang mungkin belum sesuai ekspektasi.
Sebagai bagian dari strategi masa depan, PIPA tengah menyiapkan rencana besar berupa perubahan nama, logo, serta penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
Langkah rebranding ini bertujuan untuk mencerminkan arah bisnis dan pengembangan usaha baru, sementara penambahan KBLI dimaksudkan untuk memperluas ruang lingkup kegiatan usaha.
“Perseroan menargetkan untuk meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang direncanakan akan diselenggarakan sebelum akhir semester I/2026,” tulis pengumuman manajemen PIPA.
Selain pengembangan usaha, PIPA juga mengkonfirmasi adanya rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Rencana penambahan modal melalui mekanisme HMETD tersebut tentu disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan pasar yang ada. Oleh karena itu, manajemen terus mencari alternatif mekanisme penambahan modal dan atau pendanaan lain untuk memperkuat struktur keuangan.
Saat ini, jumlah dana dan jadwal pelaksanaan masih dalam tahap kajian internal dan akan segera diumumkan setelah mendapatkan persetujuan regulator serta internal perusahaan.
Menanggapi pantauan Bursa terkait Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek, PIPA menjelaskan bahwa saat ini sedang melakukan proses identifikasi dan verifikasi data Pemilik Manfaat (Ultimate Beneficial Owner) tingkat perorangan.
Belum tercantumnya nama individu secara spesifik disebabkan oleh struktur kepemilikan yang saat ini masih berbentuk badan hukum.
Perseroan memastikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat informasi atau kejadian material lainnya yang dapat memengaruhi harga efek perusahaan yang belum diungkapkan kepada publik.