Bisnis.com, JAKARTA — Chief Technology Officer (CTO) Sigit Puji Santosa mengungkapkan bahwa pertemuan yang digelar di Istana Kepresidenan RI pada Jumat (1/5/2026) berfokus pada pembahasan luas terkait riset dan pengembangan (R&D) sejumlah program pemerintah.
Sigit menjelaskan, rapat tersebut tidak membahas isu spesifik seperti alat utama sistem persenjataan (alutsista), melainkan lebih bersifat diskusi terbuka atau brainstorming.
“Diskusi membahas banyak hal tentang ekonomi, tentang Danantara, dan lain-lain,” ujarnya kepada awak media.
Dia juga menambahkan bahwa pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri serta tim pakar dari berbagai bidang. Namun, Sigit tidak merinci secara spesifik siapa saja yang terlibat maupun agenda detail yang dibahas.
Menurutnya, pendekatan brainstorming menjadi bagian penting dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah.
"Kami selalu brainstorming, mencari solusi buat banyak hal,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa fokus utama diskusi kali ini mencakup pengembangan program R&D, program edukasi, serta inisiatif edukasional lainnya.
"Program-program kita, program R&D, program edukasi, dan lain-lain,” tandas Sigit.
Bank BJB memperluas akses finansial bagi perempuan dan pekerja migran melalui edukasi dan layanan inklusif, mendukung target inklusi keuangan 93% pada 2029. [491] url asal
Bisnis.com, CIREBON - Komitmen PT Bank Jabar Banten Tbk. (BJBR) atau Bank BJB dalam memperluas akses keuangan bagi kelompok perempuan dan pekerja migran terus menguat.
Melalui program edukasi dan layanan keuangan inklusif, Bank BJB berperan aktif mempercepat target inklusi keuangan nasional menuju 93% pada 2029.
Langkah konkret tersebut ditunjukkan lewat keterlibatan Bank BJB dalam kegiatan Diseminasi Data Nasional Terpilah Gender (DNTG) dan Inovasi Layanan Inklusi Perempuan yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Kota Cirebon, Jumat (31/10/2025).
Agenda ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat inklusi keuangan yang sensitif terhadap isu gender dan pemberdayaan perempuan.
Dalam kegiatan tersebut, Bank BJB menerima apresiasi untuk kategori Edukasi PMI Perempuan dari Kemenko Perekonomian. Penghargaan itu menandai kontribusi lembaga keuangan daerah ini dalam meningkatkan literasi keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) perempuan, mulai dari calon migran hingga purna migran.
Pemimpin Bank BJB Kantor Cabang Cirebon Ofik Taufik Robiyana menjelaskan edukasi keuangan menjadi salah satu pilar penting pemberdayaan masyarakat.
"Melalui pelatihan dan pendampingan, PMI diarahkan untuk memahami pengelolaan keuangan secara produktif agar mampu membangun usaha mandiri setelah kembali ke daerah asal," ujarnya.
Program yang dijalankan Bank BJB tidak hanya sebatas penyuluhan. Melalui inisiatif PESAT (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu), bank bjb menyiapkan pelatihan kewirausahaan dan literasi digital yang menyasar sektor perempuan dan pekerja migran.
Tujuannya menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Selain edukasi, Bank BJB juga menyediakan berbagai layanan finansial yang ramah bagi PMI dan keluarga mereka, seperti tabungan khusus, layanan DPLK BJB SIAP, transaksi luar negeri, pembiayaan usaha produktif, serta platform digital DIGI Bank BJB.
Pendekatan tersebut memperkuat integrasi layanan konvensional dan digital demi memperluas jangkauan inklusi keuangan hingga ke lapisan masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh sektor perbankan.
Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian Erdiriyo menilai upaya Bank BJB sejalan dengan agenda nasional pembangunan ekonomi inklusif.
"Inklusi keuangan yang responsif gender dipandang sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi berkeadilan, terutama di daerah dengan kontribusi besar tenaga migran seperti Cirebon dan sekitarnya," kata Eridiyo.
Menurutnya, peningkatan literasi keuangan menjadi strategi utama bank bjb dalam memperluas akses layanan perbankan.
Melalui sinergi dengan pemerintah dan lembaga mitra seperti Bank Syariah Indonesia, PNM, Pegadaian Syariah, Mercy Corps Indonesia, dan World Woman Bank, bjb membangun jejaring kolaboratif untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan.
Corporate Secretary Bank BJB Herfinia menegaskan inklusi keuangan yang merata berperan besar bagi ketahanan ekonomi nasional.
Menurutnya, akses keuangan bukan hanya urusan layanan perbankan, melainkan juga tentang pemerataan kesempatan agar setiap individu memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat.
"Bank bjb terus mengedepankan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial dalam menjalankan bisnisnya. Program edukasi dan layanan untuk perempuan serta PMI menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang inklusif, produktif, dan berkeadilan," katanya.
Dengan pengakuan dari pemerintah pusat, bank bjb mempertegas perannya sebagai mitra strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat.
Melalui pengembangan literasi dan akses keuangan, lembaga ini berupaya menjadikan inklusi finansial sebagai instrumen utama pemberdayaan dan pertumbuhan ekonomi daerah.