Bisnis.com, JAKARTA — Kesadaran terhadap kesehatan otak dan kualitas hidup jangka panjang kian meningkat secara global seiring bertambahnya usia harapan hidup, dengan gaya hidup sehari-hari dipandang sebagai faktor penting dalam menjaga fungsi tubuh dan otak tetap optimal hingga usia lanjut.
dr Gary Small, M.D.,Dewan penasehat nutrisi Herbalife menilai kesehatan bukan semata ditentukan faktor genetik, tetapi sangat dipengaruhi pilihan hidup yang dijalani setiap hari.
“Memang ada faktor genetik yang kita warisi dari orang tua, tetapi bagi kebanyakan orang, faktor non-genetik seperti gaya hidup justru punya dampak besar terhadap seberapa lama dan seberapa baik kita hidup,” ujar dr Gary Small, M.D.
Dia menekankan, fungsi otak menjadi salah satu aspek paling krusial dalam kualitas hidup karena memengaruhi kemampuan berpikir, mengingat, dan mengambil keputusan.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan otak memerlukan pendekatan menyeluruh yang mencakup aktivitas fisik, latihan mental, pengelolaan stres, dan pola makan bernutrisi.
Menurut dr Gary, gaya hidup sehat tidak hanya soal asupan makanan, tetapi juga kebiasaan harian yang mendukung keseimbangan tubuh dan pikiran.
“Menjaga aktivitas fisik, menghindari rokok dan alkohol, membangun hubungan sosial yang baik, serta cukup istirahat dan tidur adalah bagian penting dari kesehatan otak,” katanya.
Aktivitas fisik disebut sebagai salah satu fondasi utama dalam menjaga fungsi otak. dr Gary menjelaskan, olahraga sederhana seperti berjalan kaki, berlari ringan, atau berenang dapat merangsang produksi protein otak yang membantu sel saraf berkomunikasi lebih efektif.
“Latihan fisik bukan hanya soal kebugaran tubuh, tetapi juga membuat otak bekerja lebih baik dan lebih efisien,” ujarnya.
Dia menambahkan, riset menunjukkan berjalan kaki sekitar 30 menit setiap hari dapat menurunkan risiko penyakit Alzheimer di kemudian hari.
Selain latihan aerobik, latihan kekuatan dan keseimbangan juga dinilai penting, terutama bagi kelompok usia lanjut. Kehilangan massa otot dan risiko jatuh disebut dapat berdampak serius terhadap kesehatan otak dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Tak hanya fisik, latihan mental juga berperan besar dalam menjaga ketajaman kognitif. Oktrianto menyebutkan, aktivitas belajar, berdiskusi, dan mencoba hal baru membantu menjaga koneksi antarsel saraf tetap aktif.
“Kesehatan mental dan fungsi eksekutif seperti fokus, pemecahan masalah, serta kemampuan sosial saling berkaitan dan menentukan bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dewan penasehat nutrisi Herbalife itu menambahkan, nutrisi berperan sebagai pendukung penting dalam menjaga kesehatan otak, terutama ketika kebutuhan harian sulit dipenuhi sepenuhnya dari makanan.
Suplemen dapat berfungsi sebagai pelengkap untuk membantu memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.
“Intinya adalah keseimbangan, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, relaksasi, hingga cara kita merespons stres sehari-hari,” ujar dr Gary.
Menurutnya, kemampuan untuk melakukan reframing atau mengubah sudut pandang terhadap situasi stres juga berkontribusi besar terhadap kesehatan otak.
Dr Gary menegaskan, menjaga kesehatan otak sebaiknya dimulai sedini mungkin dan dapat dilakukan pada usia berapa pun.
“Lebih mudah melindungi otak yang sehat dibandingkan memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi,” tutupnya.