Bisnis.com, JAKARTA - Minat masyarakat terhadap parfum premium di Indonesia menunjukkan tren yang kian meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tak lagi sekadar pelengkap penampilan, parfum kini telah menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus bentuk ekspresi diri, terutama di kalangan urban.
Fenomena ini juga menarik perhatian pelaku industri global, termasuk jenama wewangian asal Singapura, BestPerfume.Store, yang mulai memperluas pasar ke Indonesia. Ekspansi ini dilakukan melalui peluncuran platform daring serta pembangunan fasilitas produksi dan distribusi di Bekasi.
Founder BestPerfume.Store, Josh Frost, melihat Indonesia sebagai pasar yang menjanjikan di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, pertumbuhan tidak hanya terjadi pada parfum kelas menengah, tetapi juga pada segmen premium yang semakin diminati.
"Di Singapura, kami melihat bahwa konsumen kami tersebar hingga ke Filipina, Indonesia, dan Malaysia. Ketiganya kini menjadi tiga pasar terbesar kami," katanya di Jakarta, Rabu, (29/4/2026)
Indonesia memiliki prospek jangka panjang karena jumlah penduduk besar dan permintaan pasar yang terus tumbuh. Jalur distribusi parfum dari Eropa ke Indonesia juga menunjukkan kebutuhan yang tinggi.
Namun, untuk memenangkan pasar Asia Tenggara, diperlukan pendekatan yang berbeda, terutama terkait karakter iklim. Banyak parfum yang diproduksi di negara seperti Perancis dirancang untuk cuaca dingin, sehingga formulanya tidak selalu cocok untuk wilayah tropis.
Di negara dengan suhu lebih rendah, konsentrasi parfum yang kecil sudah cukup untuk menghasilkan aroma yang kuat. Sebaliknya, di iklim tropis seperti Indonesia, parfum membutuhkan konsentrasi lebih tinggi agar wanginya tetap terasa meski menghadapi panas dan kelembapan.
Menjawab tantangan tersebut, pihaknya mengklaim menghadirkan parfum dengan konsentrasi bahkan hingga 50 persen. Angka ini melampaui standar Eau de Parfum yang umumnya berada di kisaran 15 persen.
Meski demikian, ketahanan aroma parfum tidak hanya bergantung pada konsentrasi semata. Cara penggunaan yang tepat juga memiliki peran penting dalam memastikan wangi parfum dapat bertahan lebih lama.
Salah satu tips yang kerap disarankan adalah penggunaan lotion sebelum menyemprot parfum, namun metode ini tidak selalu ideal karena berpotensi menimbulkan reaksi pada kulit. Alternatif yang lebih aman adalah dengan menyemprot parfum dua kali dalam jeda waktu tertentu.
"Teknik ini dilakukan dengan menyemprotkan parfum terlebih dahulu, lalu menunggu sekitar lima menit sebelum mengaplikasikannya kembali. Cara ini membantu parfum lebih menyerap ke kulit sehingga aromanya bisa bertahan lebih lama." imbuhnya.
Selain itu, pemilihan titik semprot juga menjadi faktor penting. Area seperti pergelangan tangan, leher, dan belakang telinga merupakan titik nadi yang efektif untuk menyebarkan aroma.
Jika ingin hasil yang lebih maksimal, parfum juga bisa disemprotkan di belakang lutut atau pada pakaian. Namun, perlu diingat bahwa kain cenderung menyimpan aroma lebih lama, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan.