Bisnis.com, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu alasan 74,1% masyarakat puas terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran.
Hal ini berdasarkan hasil temuan survei oleh Poltracking Indonesia periode 2-8 Maret 2026. Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amwari lebih dulu memaparkan bahwa sebanyak 74,1% puas terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran dan 24,1,% tidak puas.
Sedangkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto sebanyak 74,9% dan 23,5% merasa tidak puas.
Masrudi menjelaskan untuk alasan kepuasan terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran (74,1%) salah satunya karena Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Jadi kalau kita perhatikan jadi alasan publik puas terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran, 23% itu disokong oleh kepuasan terhadap Makan Bergizi Gratis," jelasnya dalam siaran langsung di akun YouTube Survei Poltracking, Senin (13/4/2026).
Alasan lainnya adalah bantuan pemerintah tepat sasaran sebanyak 13,8%; kepemimpinan tegas dan berwibawa sebanyak 10,2%; ekonomi yang stabil 7,8%; kinerja yang terbukti 7,0%; jaminan layanan kesehatan sebanyak 5,9%; hingga harga BBM stabil 2,2%.
Selain itu, Masduri juga memaparkan bahwa sebanyak 75,1% publik percaya terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran dan 21,2% tidak percaya.
"Ini tentu menjadi modal politik persepsi publik yang baik bagi pemerintah karena di tengah ketegangan isu global dan dampaknya terhadap berbagai aspek, baik di ekonomi ataupun aspek-aspek lain yang secara langsung merupakan konsekuensi dari ketegangan politik global yang terjadi. Tapi kita melihat tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran masih cukup tinggi di 75,1%," ucapnya.
Di sisi lain, Peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro menjelaskan metodologi yang digunakan yaitu populasi survei yaitu warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih, yang berumur 17 tahun atau sudah menikah.
"Metode sampel kita itu menggunakan metode multistage randomsampling dengan jumlah sampel 1220 responden dengan margin of error 2,9% dengan tingkat pekerjaan 95%," ucapnya di kesempatan yang sama.
Pengumumpulan informasi menggunakan wawancara tatap muka langsung dengan responden terpilih pada tanggal 2-8 Maret 2026. Tim surveyor merupakan mahasiswa yang sudah mendapatkan pelatihan dari tim pusat.
Populasi pemilih dikelompokkan berdasarkan provinsi untuk selanjutnya sampel dipilih secara berjenjang di masing-masing provinsi. Primary Sampling Unit (PSU) pada survei ini adalah tingkat desa/kelurahan dengan jumlah responden pada masing-masing PSU adalah 10 responden.
Dari masing-masing kelurahan/desa terpilih, didaftarkan populasi RT yang ada untuk dipilih lima RT secara acak. Dari masing-masing RT terpilih, dipilih secara random dua KK. Kemudian dari setiap KK terpilih didaftarkan anggota keluarga yang sudah memiliki hak pilih untuk kemudian dipilih secara random satu orang laki-laki/perempuan yang akan diwawancarai.
"Sementara validasi datanya yaitu membandingkan data demografi yang disurvei dengan data khusus BPS tahun 2020," ucapnya.