Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama & CEO PT Bakrie & Brothers Tbk, Anindya Novyan Bakrie tak menampik bahwa pengembangan kendaraan listrik komersial oleh VKTR sejauh ini masih bertumpu pada kekuatan internal grup, termasuk mendapat dukungan kebijakan dari pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Anindya dalam keterangan pers menjelang peresmian Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik oleh Presiden Prabowo Subianto di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
Menjawab pertanyaan mengenai keterlibatan pemerintah dalam bentuk investasi langsung, Anindya menjelaskan bahwa perjalanan bisnis otomotif Grup Bakrie telah dimulai sejak puluhan tahun lalu dan berkembang secara bertahap hingga saat ini.
Menurutnya, orientasi kebijakan yang lebih kuat pada kendaraan komersial dapat menjadi kunci untuk mendorong Indonesia tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai produsen kendaraan listrik.
Dalam kesempatan itu, Anindya juga menyinggung pesan penting yang diharapkan dapat menjadi perhatian dalam peresmian pabrik oleh Presiden. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan industri komponen dalam negeri melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Tahun lalu kita sudah mencapai TKDN 40%, tahun ini mudah-mudahan mendekati 60%. Dan ini semua dengan komponen-komponen lokal. Ada yang kita buat sendiri, ada yang juga bekerjasama dengan yang lain. Jadi buat teman-teman yang di industri bus sama truk atau kendaraan komersil mudah-mudahan kita bisa sama-sama bangkit memanfaatkan di tengah ya perekonomian sangat-sangat penuh tantangan,” tuturnya.
Dia menilai, situasi global yang penuh ketidakpastian justru harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempercepat industrialisasi nasional berbasis nilai tambah.
Minat tersebut, lanjutnya, didorong oleh potensi efisiensi biaya operasional sekaligus perkembangan teknologi yang semakin matang. Selain sebagai produsen kendaraan, VKTR juga memposisikan diri sebagai perusahaan teknologi dengan kepemilikan sejumlah hak kekayaan intelektual, termasuk dalam teknologi konversi (retrofit) kendaraan berbasis listrik.
Dari sisi pasar, Anindya mengungkapkan bahwa respons terhadap kendaraan listrik komersial cukup positif, terutama dari pemerintah daerah, operator transportasi publik, hingga sektor korporasi.
“Saya rasa bus sama truk listrik ini animonya dari Pemda, dari Transjakarta, dan juga dari korporasi ingin sekali melakukan karena bisa melakukan penghematan dari sisi operasional. Dan apalagi ke depan dengan teknologi yang kita buat juga sendiri dan satu lagi, VKTR itu mempunyai 14 hak cipta atau Intellectual Property termasuk untuk retrofit dan ini juga suatu yang kami banggakan bahwa bukan saja VKTR menjadi manufaktur tapi juga menjadi perusahaan teknologi,” pungkasnya.