Bisnis.com, JAKARTA — Film animasi legendaris 5 Centimeters Per Second akan kembali tayang di bioskop Indonesia mulai 16 Januari 2026. Pemutaran ulang ini menjadi momen penting bagi penggemar karya Makoto Shinkai sekaligus penanda perjalanan salah satu film paling berpengaruh dalam sejarah anime modern.
Terlebih, pada tahun ini, 5 Centimeters Per Second juga resmi diangkat ke layar lebar dalam versi live action yang disutradarai oleh Yoshiyuki Okuyama. Versi tersebut telah dirilis di Jepang pada Oktober 2025 dan direncanakan akan segera menyapa penonton di jaringan bioskop Indonesia.
Dirilis pertama kali pada 2007, film ini dikenal lewat pendekatan emosional yang sunyi dan reflektif. Kisah Takaki dan Akari, dua sahabat yang terpisah oleh jarak dan waktu, telah melekat kuat di ingatan penonton lintas generasi.
Namun, sorotan kali ini tak hanya tertuju pada kembalinya film ke layar lebar, tetapi juga pada pandangan terbaru Makoto Shinkai terhadap karyanya sendiri. Dalam wawancara khusus yang akan diputar bersama penayangan film, ia menyebut 5 Centimeters Per Second sebagai karya yang tak mungkin lagi ia buat pada fase hidupnya sekarang.
“Menurut saya, ini adalah karya yang sangat tidak mungkin bisa saya buat dengan diri saya yang sekarang,” kata Shinkai. Ia menilai film tersebut lahir dari bagian dirinya yang kini sudah tidak ada lagi.
Shinkai menambahkan, 5 Centimeters Per Second tersusun dari perasaan dan cara pandang yang hanya ia miliki pada masa itu. Karena itu, karya ini tak bisa direplikasi, bahkan oleh penciptanya sendiri, sebab terikat erat pada waktu, pengalaman, dan kondisi batin tertentu.
Kini, ketika Shinkai dikenal luas lewat film-film berskala besar seperti Your Name dan Suzume, ia juga memandang 5 Centimeters Per Second sebagai karya yang tak terulang. “Saya sendiri sudah menjadi orang yang berbeda dibanding saat film ini dibuat,” imbuhnya.
Diproduksi oleh CoMix Wave Inc., film ini menampilkan desain karakter karya Takayo Nishimura, tata artistik latar oleh Takumi Tanji dan Akiko Majima, serta musik dari Tenmon. Kombinasi tersebut membangun atmosfer melankolis yang menjadi ciri kuat film ini hingga kini.
Antusiasme penggemar juga terlihat dari digelarnya agenda Fan Screening sebelum penayangan reguler. Acara ini berlangsung pada 10 Januari 2026 di Cinema XXI Gandaria City dan 11 Januari 2026 di CGV Grand Indonesia.
Dari sisi cerita, film ini mengikuti perjalanan Takaki yang berusaha menemui kembali Akari setelah lama terpisah. Dalam perjalanan kereta menuju pertemuan itu, kenangan masa lalu mengalir, memunculkan pertanyaan tentang apakah perasaan yang tertinggal masih bisa disampaikan.