Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan pangan strategis dan hewan kurban nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan pemerintah terus bekerja menjaga stabilitas pasokan dan distribusi pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto sudah sangat jelas bahwa pangan adalah soal kedaulatan bangsa. Karena itu pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian bekerja keras untuk memastikan stok pangan aman, cukup, terkendali, dan distribusi lancar,” ujar Agung dalam konferensi pers di Auditorium Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Iduladha dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap pasokan pangan maupun hewan kurban.
Agung menyebut sejumlah komoditas strategis nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali, mulai dari beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, gula konsumsi, hingga daging dan telur ayam.
Dia mengungkapkan produksi beras nasional sepanjang 2025 mencapai 34,69 juta ton atau meningkat 4,07 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut setara 13,29%.
Selain itu, cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai 5,29 juta ton yang disebut sebagai level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
“Produksi daging ayam, telur ayam, dan bawang merah telah surplus bahkan telah diekspor ke berbagai negara,” katanya.
Dalam aspek kesiapan Iduladha, Kementan juga memastikan ketersediaan hewan kurban nasional mencukupi kebutuhan masyarakat.
Potensi ketersediaan hewan kurban pada 2026 tercatat mencapai 3.246.790 ekor, sedangkan perkiraan kebutuhan nasional sekitar 2.355.470 ekor. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 891.320 ekor hewan kurban secara nasional.
“Secara nasional kondisi atau ketersediaan hewan kurban aman, cukup, dan terkendali,” ujar Agung.
Jika dirinci berdasarkan jenis hewan, ketersediaan sapi mencapai 859.268 ekor dengan kebutuhan diperkirakan 791.452 ekor, sehingga terdapat surplus 67.816 ekor. Untuk kerbau, ketersediaan tercatat 33.952 ekor dengan kebutuhan 12.914 ekor atau surplus 21.038 ekor.
Sementara itu, kambing tersedia sekitar 1,4 juta ekor dengan kebutuhan 1,08 juta ekor, sehingga surplus mencapai 332.861 ekor. Adapun domba memiliki ketersediaan 935.690 ekor dengan kebutuhan sekitar 466.086 ekor, atau surplus sebesar 469.604 ekor.
Agung menegaskan pemerintah akan terus memantau distribusi dan kesehatan hewan kurban agar pelaksanaan Iduladha berjalan lancar di seluruh daerah.