#30 tag 24jam
Dalil Perintah Kurban dan Aqiqah dalam Al Quran serta Hadis
Dalil diperintahkannya ibadah kurban tersebar di beberapa ayat Al Quran. Sedangkan Aqiqah terdapat dalam beberapa hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Berikut... | Halaman Lengkap [745] url asal
#hadis-nabi #ayat-ayat-al-quran #perbedaan-aqiqah-dan-qurban #dalil-aqiqah-dan-qurban #dalil-berkurban
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 23/04/26 10:49
v/200177/
Dalil diperintahkannya ibadah kurbantersebar di beberapa ayat Al Quran. SedangkanAqiqahterdapat dalam beberapa hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Berikut ulasan tentang dalil-dalil perintah ibadah kurban dan aqiqah tersebut dalamayat-ayat Al Qurandan hadis Nabi SAW.Ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan Perintah Ibadah Kurban:
1. Surat Al-Kautsar, ayat 1-3:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).”Surat Al-Kautsar adalah surat pendek yang memiliki makna mendalam. Surat ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari tiga ayat. Ayat kedua dari surat ini adalah yang memuat perintah untuk berkurban. Kata (wanhar) dalam ayat tersebut diterjemahkan sebagai "dan berkurbanlah".
Dalam konteks ayat ini, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW dan umat Muslim untuk mendirikan salat dan berkurban sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan. Nikmat yang dimaksud dalam ayat ini bisa mencakup berbagai aspek, termasuk keimanan, kesejahteraan, dan kehidupan yang baik.
2. Surah Al Hajj ayat 28
Artinya: "Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir."3. Surah Al Hajj ayat 34-35
Artinya: " Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan salat dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka."4. Surah As Saffat ayat 102
Artinya: "Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."Ayat-ayat Al Quran yang berisi perintah berkurban ini adalah dalil yang mengandung banyak hikmah dan pelajaran bagi umat Muslim. Oleh karena itu, berkurban menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama pada Hari Raya Iduladha.
Dalil Hadis Perintah Aqiqah
Dasar Hukum Aqiqah
Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata: Rasulullah bersabda. “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya”. [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472). Untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani].
Makna menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau menghilangkan semua gangguan yang ada [Fathul Bari (9/593) dan Nailul Authar (5/35), Cetakan Darul Kutub Al-‘Ilmiyah, pent].
Dari Samurah bin Jundab dia berkata: Rasulullah bersabda: “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing). Diberi nama dan dicukur rambutnya”. [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya].
Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda. “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing”. [Shahih, Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan].
Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda, “Mengaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing”. [HR Abu Dawud (2841) Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa (912) Thabrani (11/316) dengan sanadnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel ‘Ied].
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda. “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing). Karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing. [Sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Abu Dawud (2843), Nasa’I (7/162-163), Ahmad (2286, 3176) dan Abdurrazaq (4/330), dan dishahihkan oleh al-Hakim (4/238)].
Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan. Dia berkata: Rasulullah bersabda: “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya. [Sanadnya Hasan, Hadits riwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam “Mu’jamul Kabir” 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdullah bin Muhammad bin Uqail].
Dari dalil-dalil yang diterangkan di atas maka dapat diambil hukum-hukum mengenai seputar aqiqah. Hal ini dicontohkan oleh Rasulullah para sahabat serta para ulama salafus shalih.
Kumpulan Hadis Nabi SAW Tentang Huruhara Akhir Zaman
Kumpulan hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam tentang kedahsyatan fitnah akhir zaman ini penting diketahui umat Muslim. Simak ulasannya berikut ini.... | Halaman Lengkap [2,204] url asal
#hadis-nabi #zaman-fitnah #hadis-fitnah-akhir-zaman #fitnah-akhir-zaman #fenomena-akhir-zaman
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 07/04/26 16:13
v/184074/
Kumpulan hadis Nabi MuhammadShallallahu Alaihi Wassalam tentang kedahsyatan fitnah akhir zamanini penting diketahui umat Muslim. Simak ulasannya berikut ini.Saat ini, dunia sedang berada pada akhir zaman yang dipenuhi banyak fitnah (ujian) dan cobaan. Kata fitnah sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu al-Fitnati (الفِتْنَةُ) yang artinya ujian dan cobaan.
Banyak Hadis mengabarkan tentang maraknya fitnah yang merupakan pertanda dekatnya hari Kiamat. Di antaranya, singkatnya waktu, kebakhilan yang merajalela, perselisihan, pembunuhan, peperangan, kemungkaran, maksiat terang-terangan, menyebarnya berita bohong dan lainnya.
Dalam satu riwayat, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: "Tidaklah akan tersisa dari dunia ini melainkan cobaan dan fitnah." (HR Ibnu Majah)
Adapun fitnah terbesar yang akan dialami manusia pada akhir zaman adalah fitnah Dajjal. Semoga Allah melindungi kita dari keburukan fitnah ini. Salah satu bahaya fitnah dapat menimbulkan kesengsaraan. Termasuk menyebarkan berita dusta atau bohong atau mengada-ngada yang kemudian merugikan orang lain.
kumpulan Hadis tentang Fitnah Akhir Zaman:
1. Dicabutnya Ilmu dan Banyaknya Pembunuhan
Artinya: "Zaman akan semakin dekat, dicabutnya ilmu, akan timbul fitnah-fitnah, dimasukkan (ke dalam hati) sifat kikir dan akan banyak al-Harj, mereka (para sahabat) bertanya: "Apakah al-Harj wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Pembunuhan". (HR Al-Bukhari dan Muslim)
2. Berbicara Tidak pada Tempatnya
Artinya: "Tidaklah engkau berbicara dengan suatu kaum seuatu perkataan yang tidak bisa dipahami oleh akal mereka kecuali akan menjadi (menimbulkan) fitnah bagi sebagian dari mereka." (HR Muslim)
3. Pendusta Dipercaya dan Orang Bodoh Mengurusi Urusan Umat
Artinya: Rasulullah SAW bersabda: "Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia. Pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhoh turut bicara." Lalu beliau ditanya, "Apakah Ruwaibidhoh itu?" Beliau menjawab: "Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan orang banyak (umat)." (HR Ibnu Majah)
4. Banyak Kekacauan
Artinya: "Kelak akan ada banyak kekacauan dimana di dalamnya orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik daripada yang berusaha (dalam fitnah). Siapa yang menghadapi kekacauan tersebut maka hendaknya dia menghindarinya dan siapa yang mendapati tempat kembali atau tempat berlindung darinya maka hendaknya dia berlindung." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
5. Banyak Perpecahan
Artinya: "Kelak akan ada banyak kekacauan dan perpecahan. Jika sudah seperti itu maka patahkanlah pedangmu dan pakailah pedang dari kayu." (HR. Ahmad no. 20622)
6. Munculnya Fitnah Wanita
Artinya: "Tidak aku tinggalkan di masa setelah aku nanti fitnah yang lebih membahyakan kaum lelaki daripada fitnah wanita." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
7. Dua Kelompok Besar Berperang dan Munculnya 30 Pendusta Mengaku Nabi
Artinya: "Tidak akan terjadi hari Kiamat sehingga dua kelompok besar saling berperang dan banyak terbunuh di antara dua kelompok tersebut, yang seruan mereka adalah satu. Dan hingga dibangkitkannya para Dajjal lagi pendusta hampir 30 orang. Semuanya mengaku bahwa dirinya Rasulullah, dicabutnya ilmu, banyak terjadi gempa, zaman berdekatan, fitnah menjadi muncul, banyak terjadi pembunuhan, berlimpah ruahnya harta di tengah kalian sehingga para pemilik harta bingung terhadap orang yang akan menerima shadaqahnya. Sampai dia berusaha menawarkannya kepada seseorang namun orang tersebut berkata: 'Saya tidak membutuhkannya'. Orang-orang berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan. Ketika seseorang lewat pada sebuah kuburan dia berkata: 'Aduhai jika saya berada di sana'; terbitnya matahari dari sebelah barat dan apabila terbit dari sebelah barat di saat orang-orang melihatnya, mereka beriman seluruhnya (maka itulah waktu yang tidak bermanfaat keimanan bagi setiap orang yang sebelumnya dia tidak beriman atau dia tidak berbuat kebaikan dengan keimanannya)." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
8. Menyerahkan Urusan Umat kepada Perempuan
Artinya: "Allah telah menjagaku dari fitnah (perang Jamal) berkat sesuatu (satu hadits) yang aku dengar dari Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam ketika Kisra (raja Persia) meninggal, beliau bersabda, "siapa penggantinya?" Para Sahabat menjawab: "Putrinya", maka beliau pun bersabda: "Tidak akan sukses selamanya sebuah kaum, yang menyerahkan urusan mereka (pemimpin) kepada seorang perempuan." Abu Bakrah radhiyallahu anhu berkata, "Ketika Aisyah radhiyallahu berangkat ke Bashrah, aku ingat hadits Rasulullah tersebut, maka Allah pun menyelamatkan aku (dengan tidak ikut ikutan fitnah yaitu peperangan Jamal)." (HR at-Tirmidzi 2262)
9. Munculnya Huru-Hara dan Tanduk Setan dari Najed
Artinya: "Ya Allah, berilah kami barokah pada negeri Syam, Ya Allah berilah kami barokah pada negeri Yaman. Para sahabat bertanya: termasuk Nejed? Rasulullah berdoa: 'Ya Allah berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman'. Para sahabat masih bertanya: termasuk Nejed? Rasulullah SAW menjawab: "Di sana terjadi gempa dan huru-hara, dan di sana muncul dua tanduk setan." (HR Al-Bukhari)
10. Zina Dilakukan Terang-terangan
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak akan hancur umat ini hingga kaum laki-laki mendatangi kaum wanita, lalu dia menggaulinya di jalanan. Orang yang paling baik di antara mereka saat itu berkata, 'Seandainya engkau menutupinya di belakang tembok ini." (HR Abu Ya'la)11. Tidak Perduli Harta yang Halal dan Haram
Artinya: "Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atauyangharam." (HR Al-Bukhari 2083)
12. Wafatnya Para Ulama dan Orang Bodoh Berfatwa Tanpa Ilmu
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari hamba-hamba-Nya sekaligus, tetapi Dia akan mencabut ilmu dengan mewafatkan para Ulama. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, orang-orang akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Lalu para pemimpin itu ditanya, kemudian mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan orang lain." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
13. Waktu Terasa Singkat
Artinya: "Kiamat tidak akan terjadi hingga waktu terasa berlalu begitu cepatnya. Satu tahun terasa seperti satu bulan, satu bulan seperti seminggu, satu minggu seperti satu hari, dan satu hari seperti satu jam, dan satu jam seperti kedipan mata." (HR Ahmad)
14. Munculnya Dajjal Pembawa Fitnah Besar
Artinya: "Tidaklah diutus seorang Nabi, melainkan dia mengingatkan kaumnya tentang si buta sebelah, sang pendusta. Ketahuilah Dajjal itu buta sebelah dan Tuhan kalian tidak buta sebelah. Di antara kedua matanya tertulis: كَافِرٌ (kafir)." (HR Al-Bukhari 7131)
15. Menjual Agama Demi Kepentingan Dunia
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersegeralah untuk mengerjakan amalan-amalan saleh sebelum datang berbagai fitnah seperti potongan-potongan kegelapan malam, di mana seseorang beriman di waktu pagi hari. Kemudian menjadi kafir di sore hari, ataupun beriman di sore hari, kemudian menjadi kafir di pagi hari. Dia menjual agamanya demi kepentingan dunia." (HR Muslim)16. Fitnah Jelang Kiamat Seperti Potongan-potongan Kegelapan Malam
Dari Abu Musa Al-Asy'ari, dia berkata, Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya menjelang hari Kiamat akan terjadi berbagai macam fitnah seperti potongan-potongan kegelapan malam, di mana seseorang beriman di waktu pagi hari kemudian menjadi kafir di sore hari, ataupun beriman di sore hari kemudian menjadi kafir di pagi hari. Ketika itu, orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri. Orang yang berdiri lebih baik dari orang yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berlari. Maka hancurkanlah busur-busur kalian, putuskanlah tali-tali busur kalian, serta pukulkanlah pedang-pedang kalian kepada bebatuan, dan jika fitnah tersebut memasuki kediamannya, hendaklah dia menjadi sebaik-baik anak Adam." (HR Abu Dawud)17. Ingin Menjadi Ahli Kubur
Tidak akan terjadi hari Kiamat sampai ada seseorang melewati kuburan lalu berkata, "Seandainya aku berada di tempatnya." (HR Al-Bukhari dan Muslim)18. Fitnah Dibentangkan di Atas Hati Hati Seperti Tikar
Hudzaifah berkata, "Saya mendengar Rasulullah shollalluhu 'alaihi wasallam bersabda: "Fitnah dibentangkan di atas hati-hati seperti tikar, berulang-ulang. Hati yang menyerap fitnah tersebut disematkan di dalamnya titik hitam, sedangkan hati yang menolak fitnah tersebut disematkan titik putih, sampai memenuhi dua hati itu. Hati yang pertama putih bersih, tidak akan terganggu oleh fitnah sedikitpun selama langit dan bumi masih tegak. Sedangkan hati yang kedua hitam pekat, seperti cangkir terbalik, tidak mengenal yang makruf dan tidak mampu mengingkari kemungkaran, hanya mengikuti hawa nafsunya." (HR Muslim)19. Syahwat Mengikuti Nafsu
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan." (HR Ahmad)20. Berbagai Cobaan Akan Menimpa Generasi belakangan
Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya seluruh Nabi sebelumku pasti telah menunjukkan semua kebaikan yang ia ketahui kepada umatnya, dan memperingatkan mereka dari semua keburukan yang ia ketahui. Dan sesungguhnya, kebaikan umat ini terletak pada generasi pertama. Adapun generasi belakangan, mereka akan tertimpa cobaan dan perkara-perkara yang kalian ingkari, fitnah datang silih berganti, ketika fitnah itu menimpa, orang yang beriman berkata, 'Kebinasaanku telah tiba!' Kemudian fitnah itu berlalu.Lalu muncul fitnah lagi, orang yang beriman berkata, 'Inilah saatnya, inilah saatnya!' Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan masuk surga, maka hendaknya dia berusaha mati dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan hendaklah dia bergaul dengan manusia dengan baik, sebagaimana dia senang jika manusia bersikap baik kepadanya. Dan barangsiapa yang berbaiat untuk menaati seorang pemimpin, dia mengikrarkan perjanjian dengan sepenuh hatinya, maka hendaklah dia menaatinya semaksimal mungkin. Jika ada orang yang berusaha menyelisihinya, maka penggallah leher orang tersebut." (HR Muslim)
21. Ujian di Dalam Kubur
Dari Asma' radhiyallahu 'anha berkata: "Aku menemui Sayyidah Aisyah saat dia sedang sholat. Setelah itu aku tanyakan kepadanya: "Apa yang sedang dilakukan orang-orang?" Aisyah memberi isyarat ke langit. Ternyata orang-orang sedang melaksanakan sholat (gerhana matahari). Maka Aisyah berkata: "Maha suci Allah". Aku tanyakan lagi: "Satu tanda saja?" Lalu dia memberi isyarat dengan kepalanya, maksudnya mengangguk tanda mengiyakan. Maka akupun ikut sholat namun timbul perasaan yang membingungkanku, hingga aku menyiram kepalaku dengan air.Dalam khotbahnya, Nabi shollallahu 'alaihi wasallam memuji Allah dan mensucikan-Nya, lalu bersabda: "Tidak ada sesuatu yang belum diperlihatkan kepadaku, kecuali aku sudah melihatnya dari tempatku ini hingga surga dan neraka, lalu diwahyukan kepadaku: "Bahwa kalian akan terkena fitnah dalam kubur kalian seperti atau hampir berupa- fitnah yang aku sendiri tidak tahu apa yang diucapkan Asma' di antaranya adalah fitnah Masihud Dajjal.
Akan ditanyakan kepada seseorang (di dalam kuburnya). Apa yang kamu ketahui tentang laki-laki ini? Adapun orang beriman atau orang yang yakin, -Asma' kurang pasti mana yang dimaksud di antara keduanya- akan menjawab: "Dia adalah Muhammad Rasulullah telah datang kepada kami membawa penjelasan dan petunjuk. Maka kami sambut dan kami ikuti. Dia adalah Muhammad." Diucapkannya tiga kali. Maka kepada orang itu dikatakan: "Tidurlah dengan tenang, sungguh kami telah mengetahui bahwa kamu adalah orang yang yakin".
Adapun orang Munafiq atau orang yang ragu, -Asma' kurang pasti mana yang dimaksud di antara keduanya, akan menjawab: "Aku tidak tahu siapa dia, aku mendengar manusia membicarakan sesuatu maka akupun mengatakannya." (HR Al-Bukhari)
22. Sebaik-baik Harta Muslim Adalah Kambing yang Digembalakan di Lereng Gunung
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Tak lama lagi sebaik-baik harta seorang muslim adalah kambing yang ia gembalakan di lereng-lereng gunung dan tempat-tempat hujan turun, ia lari untuk menyelamatkan agamanya dari gelombang fitnah." (HR Al-Bukhari)23. Banyak Orang Hidup Nikmat di Dunia Namun Telanjang di Akhirat
Dari Ummu Salamah berkata, "Pada suatu malam Nabi shollallahu 'alaihi wasallam terbangun lalu bersabda: "Subhaanallah (Maha suci Allah), fitnah apakah yang diturunkan pada malam ini? Dan apa yang dibuka dari dua perbendaharaan (Romawi dan Persia)? "Bangunlah wahai orang-orang yang ada di balik dinding (kamar-kamar), karena betapa banyak orang hidup menikmati nikmat-nikmat dari Allah di dunia ini, namun akan telanjang nanti di Akhirat (tidak mendapatkan kebaikan)." (HR Al-Bukhari)24. Fitnah Menerpa Umat Islam Laksana Gelombang Samudera
Hudzaifah berkata, "Saat itu kami sedang duduk-duduk bersama Umar. Maka berkatalah Umar, "Siapakah di antara kalian yang tahu betul terhadap sabda Rasulullah berkaitan dengan fitnah?" Maka aku pun menjawab, "Akulah orangnya." Maka Umar berkata: "Sungguh, engkau terhadap masalah ini termasuk orang yang berani." Maka aku pun langsung mengatakan permasalahan itu di hadapannya: "(Ketahuilah), fitnah yang menimpa seorang laki-laki terkait keluarga, harta, anak, atau tetangganya dapat dilebur dengan sholat, puasa, sedekah, dan melakukan amar makruf dan nahi munkar."Umar berkata, "Bukan itu yang aku maksudkan, tetapi fitnah yang menerpa (umat Islam) laksana gelombang samudera." Maka Hudzaifah berkata, "(Tenang saja) engkau tidak akan mengalami pedihnya fitnah itu, wahai Amirul Mukminin, karena antara fitnah itu dan diri Anda terdapat pintu yang tertutup (yang menghalanginya)." Umar balik bertanya, "Apakah pintu tersebut akan terbuka atau didobrak?" Hudzaifah menjawab: "Pintu tersebut akan didobrak secara paksa." Kami (perawi) pun berkata, "Apakah Umar juga mengetahui pintu itu?" Hudzaifah menjawab: "Iya, dia pun juga mengetahuinya seperti siang yang akan mendahului malam. Ketahuilah, aku tidak menceritakan hal ini dengan mengada-ada. Biarkan aku pergi untuk bertanya langsung kepada Hudzaifah. Maka kami pun menyuruh Masruq untuk menanyakannya, maka Hudzaifah pun menjawab: "Pintu itu adalah Umar." (HR Al-Bukhari)
25. Bahaya Fitnah Ghibah
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu pernah bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah ghibah itu?". Beliau menjawab, "Kamu menceritakan saudaramu apa yang dia tidak suka". Ditanyakan lagi, "Bagaimana pendapatmu, jika pada saudaraku itu seperti apa yang aku katakan?" Beliau menjawab, "Jika ada padanya sebagaimana yang kamu katakan berarti kamu telah meng-ghibahnya. Tetapi jika tidak ada padanya, maka berarti kamu telah membuat kebohongan atau fitnah." (HR Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)Demikianlah kumpulan Hadis tentang fitnah yang harus kita waspadai. Semoga bermanfaat untuk menambah keimanan kita. Mengenai fitnah ini, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya banyak berdoa memohon perlindungan kepada Allah.
Artinya: "Berlindunglah kalian kepada Allah dari segala fitnah, baik yang tampak ataupun yang tersembunyi." (HR Muslim 2867
Huru-hara di Ambang Kiamat : Nubuat Nabi SAW Mulai Terbukti?
Huru-hara dan peperangan yang tengah terjadi di dunia global saat ini, membuat umat semakin yakin bahwa dunia sudah berada di ambang kiamat atau akhir zaman. Prediksi... | Halaman Lengkap [586] url asal
#hadis-nabi #tanda-tanda-kiamat #akhir-zaman #perang-akhir-zaman #tanda-akhir-zaman
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 04/04/26 08:50
v/181383/
Huru-hara dan peperangan yang tengah terjadi di dunia global saat ini, membuat umat semakin yakin bahwa dunia sudah berada di ambang kiamat atau akhir zaman. Prediksi ini sudah disampaikan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam 1500 tahun yang lalu. Benarkah nubuat Nabi SAW ini mulai terbukti?Nubuwat Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam tentang huru-hara akhir zaman adalah akan terjadinya perang besar yang dikenal dengan nama Al-malhamah kubra. Al-malhamah sendiri berasal dari kata lahm yang artinya daging dan bentuk jamaknya al-malâhim yang berarti perang yang memakan banyak korban.
Jika kata al-malhamah berdampingan dengan kata al-kubra, artinya perang besar yang memakan banyak korban. Al-malhamah al-kubra merupakan salah satu tanda-tanda besar hari kiamat.
"Peristiwa ini banyak disebutkan dalam hadis-hadis Nabi SAW dan diriwayatkan oleh banyak ulama hadis yang disebut 'perang dunia terbesar'," tulis Syaikh Imran Nazar Hosein dalam bukunya berjudul "Al-Qur'an, Perang Besar & Dunia Barat" (Al Malhama atau Armagedon)".
Menurut Syaikh Imran Nazar, perang besar ini juga diberi istilah Armageddon, referensi orang Kristen, yang tentu saja berbeda detail dan interpretasi di pihak mereka, meskipun juga merujuk pada perang besar di akhir zaman.
Dalam pandangannya mengenai al-malhamah al-kubra, Syaikh Imran memuat hadis mengenai perang besar yang akan terjadi di mana 99% dari semua petarungnya akan terbunuh. Perang ini unik karena belum pernah ada perang dalam sejarah di mana 99% orang yang berperang akan terbunuh.
Hal yang sangat aneh mengenai perang ini ketika perang tersebut terus berlanjut meskipun semua pasukan yang akan bertempur mengetahui sedikitnya yang akan selamat setelah perang berakhir.
Hal ini menjadikan jelasnya nubuat Nabi Muhammad bahwa setiap pasukan akan berkata bahwa kamilah yang akan bertahan hidup. Tidak sulit bagi kita untuk menyadari bahwa perang akan dipertarungkan dengan senjata pemusnah massal, seperti senjata nuklir dan termonuklir yang belum pernah digunakan dalam perang.
Perang besar yang akan datang adalah perang semacam itu. Perang tersebut begitu dekat sehingga bisa terjadi kapan saja.
Fenomena Gunung Emas
Nabi mengungkapkan mengenai Perang Besar yang akan terjadi karena sungai Eufrat yang menyingkap segunung emas, dan perang tersebut terjadi karena perebutan emas tersebut. Namun, Nabi menasihati semua orang untuk tidak menyentuh emas tersebut. Sehingga jelaslah mengenai perang tersebut yang tidak akan terjadi sampai sungai Eufrat menyingkap gunung emas tersebut.Hadis yang menjelaskan mengenai perang besar tersebut yaitu: Diriwayatkan dari Abu Hurairah , dia berkata: Rasulullah SAW Bersabda:
"Tidaklah akan terjadi Hari kiamat tidak sampai sungai Eufrat menyingkapkan gunung emas yang menyebabkan manusia berperang untuk mendapatkannya. Setiap 100 orang yang tewas 99 jiwa. Dan setiap orang akan mengatakan, 'mudah-mudahan aku-lah yang selamat'.
Diriwayat dari Abdullah bin Harits bin Naufal, dia berkata: Ketika aku sedang berdiri bersama Ubay bin Ka’b, dia berkata, "Manusia akan selalu bertengkar dalam memperebutkan harta dunia." Maka aku berkata, "Benar." Ubay berkata, "Aku mendengar Rasululah bersabda:
"Telah dekat masanya sungai Eufrat menyingkapkan gunung emas. Bila orang-orang mendengarnya, mereka akan pergi ke sana, lalu orang-orang yang berada di dekat sungai tersebut mengatakan, "Kalau kita biarkan orang-orang mengambil emas ini, pasti mereka akan membawa semuanya". Maka mereka pun berperang untuk mendapatkannya, dan setiap 100 orang yang terbunuh ada 99 orang'.
Pernyataan mengenai perang yang begitu dekat menimbulkan pertanyaan mengapa gunung emas tersebut belum juga muncul dari bawah sungai?
Syaikh Imran melihat hadis Nabi yang mengatakan bahwa Perang Besar terjadi karena perebutan emas Sungai Eufrat ketika sungai tersebut menunjukkan gunung emasnya. Sehingga terlihat jelas bahkan bagi yang memiliki kemampuan dasar dalam berpikir bahwa Perang Besar tidak akan terjadi sampai sungai tersebut menyingkapkan gunungan emasnya.
Konflik Global & Nubuwat: Benarkah Perang AS-Israel vs Iran Adalah Al-Malhamah Al-Kubra?
Konflik yang kian memanas antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, diprediksi sebagai tanda-tanda perang akhir zaman. Benarkah demikian? Simak ulasan dan penjelasannya... | Halaman Lengkap [723] url asal
#hadis-nabi #tanda-tanda-kiamat #akhir-zaman #perang-akhir-zaman #perang-as-vs-iran
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 04/04/26 07:27
v/181334/
Konflik yang kian memanas antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, diprediksi sebagai tanda-tanda perang akhir zaman. Benarkah demikian?Dalam pandangan Islam, perang besar di akhir zaman yang merupakan salah satu tanda dari akan datangnya hari kiamatdikenal sebagai Al Malhamah Kubra. Tanda-tanda perang tersebut adalah perang antara kaum Muslim dan Nasrani. Apalagi saat ini, narasi yang berkembang di dunia global, Amerika Serikat dan Israel sengaja membingkai perang dengan Iran sebagai perang agama. Akankah perang besar akhir zamanitu segera terjadi?
Dikutip dari buku "Al-Malhamah al-kubra : Ketika nubuwah yang dijanjikan itu tiba, akankah kita kembali ke zaman unta?" Disebutkan jika salah satu nubuwat menakjubkan yang akan terjadi di akhir zaman adalah Al-Malhamah Al-Kubra , sebuah pertempuran paling mendebarkan antara pasukan Al-Mahdi dan Komando Romawi Bani Asfar.
Sisi lain yang menakjubkan dari Al-Malhamah Kubra adalah lantaran ia akan terjadi di Suriah.
Dalam hadis, telah disebutkan sebagian tanda akhir zaman yang di antaranya akan terjadi satu peristiwa besar di wilayah yang bernama Ghouta, Suriah.
Dari Abu Darda radiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullaah SAW bersabda : “Sesungguhnya tempat berlindung kaum Muslimin pada hari huru hara adalah di Ghouta, sebelah kota yang disebut sebagai Damaskus. Tempat itu adalah salah satu tempat terbaik wilayah Syam.” (HR. Ahmad No. 21725, Abu Dawud No. 4298)
Gambaran Perang Al Malhamah Kubra
Perang Al Malhamah Kubra bukanlah perang yang kita ketahui di masa modern dengan menggunakan senjata api dan kendaraan lapis baja, melainkan kembali ke zaman primitif dengan menggunakan kuda, pedang dan tombak. Sehingga manusia akan kembali ke zaman unta, abad kegelapan yang tidak pernah dibayangkan oleh manusia saat ini.Hal yang mengejutkan adalah bahwa manusia seluruh dunia juga akan kembali ke abad kegelapan, tanpa listrik dan penerangan, tanpa mesin dan alat-alat elektronik, tanpa mobil dan pesawat, mirip sebagaimana manusia-manusia zaman dahulu.
Peperangan ini terjadi antara kaum nasrani melawan penduduk Syam yang kemudian dibantu oleh tentara dari kota Madinah. Dan kaum muslimin akan mendapatkan kemenangan sebagaimana disebutkan dalam riwayat shahih.
“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga bangsa Romawi datang ke A’maq dan Dabiq, lalu pasukan dari Madinah datang menghadang mereka. Mereka termasuk penduduk bumi yang terbaik waktu itu.
Ketika mereka telah berbaris, bangsa Romawi berkata, “Biarkanlah antara kami dan orang yang tertawan dari kalangan kami sehingga kami dapat membunuh mereka.”
Kemudian kaum muslimin berkata, “Demi Allah, kami tidak akan membiarkan antara kalian dengan saudara-saudara kami (tawan dari bangsa Romawi yang telah masuk Islam),”
Lalu (kaum muslimin) memerangi mereka. Sepertiga dari mereka kalah dan lari kocar-kacir, Allah tidak menerima taubat mereka selamanya, sepertiga dari mereka terbunuh, mereka adalah sebaik-baiknya syuhada di sisi Allah, sepertiga-nya melakukan penaklukan, mereka tidak akan terkena fitnah untuk selamanya.
Akhirnya mereka dapat menaklukkan Konstantinopel. Ketika mereka sedang membagikan harta rampasan perang dan menggantungkan pedang-pedang mereka di atas pohon zaitun, tiba-tiba saja syaitan berteriak, ‘Sesungguhnya al-Masih (ad-Dajjal) telah mendatangi keluarga kalian,’
Kemudian mereka keluar, akan tetapi hal itu tidak benar. Selanjutnya mereka datang ke Syam, ternyata dia (Dajjal) keluar. Ketika mereka sedang mempersiapkan diri untuk perang, mereka meluruskan barisan, tiba-tiba iqamat untuk shalat dikumandangkan, saat itulah ‘Isa bin Maryam Alaihissalam turun.” (HR Muslim : 2897).
Dalam riwayat yang lain disebutkan malhamah kubra ini terjadi selama tiga hari. Sehingga kita tidak boleh memastikan bahwa apa yang terjadi di Ghouta hari ini adalah malhamah kubra atau perang besar di akhir zaman yang disebutkan dalam riwayat-riwayat tersebut di atas. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid menyatakan :
“Tidak boleh memastikan menurunkan hadis-hadis shahih untuk realita yang disaksikan oleh penulis bahwa hadits tersebut cocok dengan realita dengan tanpa memperhatikan dhowabit. Ini bukan merupakan perbuatan para peneliti dari kalangan para ahli ilmu. Karena hadits-hadits ini adalah perkara ghaib yang tidak diketahui hakikatnya oleh siapapun.
Suatu kejadian yang dilihat oleh seorang peneliti mencocoki hadits, terkadang ada kejadian lain lagi yang jauh lebih cocok pada zaman setelahnya. Maka ucapan penulis bahwa musuh yang dihadapi kaum muslimin dan nasrani adalah bangsa Cina, Rusia dan Iran adalah merupakan urusan ghaib.
Tidak boleh bagi siapapun untuk memastikannya (bahwa musuh yang disebut dalam hadits tersebut adalah Cina, Rusia dan Iran-pent). Kesalahan inilah yang dilakukan oleh penulis buku “Armageddon penjelasan terakhir wahai umat Islam” yang bernama Amin Muhammad Jamaludin pada hal. 7 dan 49.”
Itulah menjelasan dari Al Malhamah Kubra, perang akhir zaman antara umat Muslim dan Nasrani dengan menggunakan peralatan primitif.
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi tentang Waktu
Banyak ayat-ayat Al Quran dan juga Hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam yang menjelaskan tentang waktu. Hal tersebut menandakan bahwa waktu begitu berharga. Banyak... | Halaman Lengkap [433] url asal
#hadis-nabi #waktu #ayat-ayat-al-quran #keutamaan-waktu #keberkahan-waktu
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 03/04/26 11:10
v/180917/
Banyak ayat-ayat Al Qurandan juga Hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam yang menjelaskan tentang waktu. Hal tersebut menandakan bahwa waktu begitu berharga.Ciri-ciri seorang Muslim yang dicintai Allah SWT adalah yang menghargai waktu. Mengelola waktudengan baik dan tidak menyia-nyiakannya adalah kewajiban bagi umat Muslim.
Dikutip dari jurnal berjudul 'Manajemen Waktu Dalam Islam' karya Hasnun Jauhari Ritonga, ajaran Islam menganggap sikap menghargai waktu adalah salah satu indikasi keimanan dan bukti ketakwaan.
Perhatikan firman Allah SWT berikut ini:
Artinya: Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. (QS Al-Furqan ayat 62)
Selain ayat Al Quran di atas, berikut ayat-ayat lainnya yang berbicara tentang waktu, juga dari hadis Nabi SAW.
Ayat-ayat Al Quran tentang Waktu
1. Surat Al Asr ayat 1-2
Artinya: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.
2. Surat Al Lail ayat 1-2
Artinya: Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), demi siang apabila terang benderang.
3. Surat Al-Dhuha ayat 1-2
Artinya: Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah), dan demi malam apabila telah sunyi.
4. Surat Al-Fajr ayat 1-2
Artinya: Demi fajar, demi malam yang sepuluh.
5. Surat Al-Takwir ayat 18
Artinya: Dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing.
Hadis-hadis tentang Pentingnya Menghargai Waktu
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam menegaskan bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan. Beliau juga mencontohkan kepada sahabat tentang pentingnya menghargai waktu hingga akhirnya menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam berbagai kesempatan.Dikutip dari buku Manajemen Syariah Dalam Praktik oleh Didin Hafidhuddin, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:
“Siapkan lima sebelum (datangnya) lima. Masa hidupmu sebelum datangnya waktu matimu. Masa sehatmu sebelum datangnya waktu sakitmu, masa senggangmu sebelum datang masa sibukmu, masa mudamu sebelum datang masa tuamu, dan masa kayamu sebelum datang masa miskinmu.” (HR. Baihaqi)
Dalam hadis lain yang diriwayatkan Bukhari, Ibnu Umar mengatakan:
“Jika engkau pada waktu sore, maka janganlah menunggu datangnya waktu pagi, dan jika pada waktu pagi maka janganlah engkau menunggu datangnya waktu sore. Pergunakanlah waktu sehatmu untuk beramal sebelum datang waktu sakitmu, dan gunakanlah waktu hidupmu sebelum datang waktu matimu.” (HR. Bukhari)
Kedua hadis di atas mengajarkan umat Muslim betapa pentingnya mengelola waktu. Jika memanfaatkan waktu sebaik mungkin, hal itu akan membawa kebahagiaan bagi manusia di dunia dan akhirat.
Dikutip dari jurnal Waktu Dalam Perspektif Alquran oleh Murniyetti, penjelasan di atas diperkuat dengan hadis lain. Ibnu Abbas menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia rugi di dalamnya, yakni Kesehatan dan Kesempatan.” (HR. Al Suyuthy: 555)
Dalil-dalil Tentang Mati Syahid, Bersumber dari Ayat Al Quran dan Hadis
Dalil-dalil tentang mati syahid tersebar dalam ayat-ayat Al-Quran dan hadis Nabi SAW. Dalil-dalil apa saja? Simak ulasan dan penjelasan tentang hal tersebut berikut... | Halaman Lengkap [461] url asal
#hadis-nabi #syuhada #mati-syahid #ayat-ayat-al-quran
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 01/04/26 13:27
v/178735/
Dalil-dalil tentang mati syahid tersebar dalam ayat-ayat Al-Qur'andan hadis Nabi SAW. Dalil-dalil apa saja? Simak ulasan dan penjelasan tentang hal tersebut berikut ini.Seorang ulama mazhab Asy'ariyah, Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menjelaskan, orang mati syahidadalah orang yang akan meninggal atau sakaratul maut menyaksikan beberapa hal, meliputi malaikat turun kepada mereka, diperlihatkan surga, dan ruh mereka tetap hidup serta berada di sisi Allah SWT.
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Tentang Mati Syahid:
1. Surah Ali Imran Ayat 169 - 171
فَرِحِيْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۙ وَيَسْتَبْشِرُوْنَ بِالَّذِيْنَ لَمْ يَلْحَقُوْا بِهِمْ مِّنْ خَلْفِهِمْ ۙ اَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۘ
يَسْتَبْشِرُوْنَ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَفَضْلٍۗ وَاَنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Wa lā taḥsabannal-lażīna qutilū fī sabīlillāhi amwātā(n), bal aḥyā'un 'inda rabbihim yurzaqūn(a). Fariḥīna bimā ātāhumullāhu min faḍlih(ī), wa yastabsyirūna bil-lażīna lam yalḥaqū bihim min khalfihim, allā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanūn(a). Yastabsyirūna bini‘matim minallāhi wa faḍl(in), wa annallāha lā yuḍī‘u ajral-mu'minīn(a).
Artinya: "Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya, mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya. Mereka bergembira dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya dan bergirang hati atas [keadaan] orang-orang yang berada di belakang yang belum menyusul mereka, yaitu bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah dan bahwa sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang mukmin," (QS. Ali-Imran [3]: 69-71).
2. Surah An-Nisa Ayat 74
Falyuqātil fī sabīlillāhil-lażīna yasytarūnal-ḥayātad-dun-yā bil-ākhirah(ti), wa may yuqātil fī sabīlillāhi fa yuqtal au yaglib fa saufa nu'tīhi ajran ‘aẓīmā(n).
Artinya: "Oleh karena itu, hendaklah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan [kehidupan] akhirat berperang di jalan Allah! Siapa yang berperang di jalan Allah dan gugur atau memperoleh kemenangan niscaya kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang sangat besar," (QS. An-Nisa [4]: 74).
3. Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim
Artinya: "Orang yang mati syahid tidak merasakan sakitnya terbunuh kecuali seperti salah seorang dari kalian yang merasakan cubitan," (HR. Bukhari dan Muslim).
4. Hadis Riwayat Ahmad dan Tirmidzi
Artinya: "Seorang syahid memiliki enam keutamaan di sisi Allah: dosanya diampuni sejak tetesan darah pertama, diperlihatkan tempatnya di surga, dilindungi dari azab kubur, aman dari ketakutan besar [hari Kiamat], dipakaikan perhiasan iman, dinikahkan dengan bidadari, dan boleh memberi syafaat kepada 70 anggota keluarganya," (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
5. Hadis Riwayat Abu Dawud dan Nasai
Artinya: "Barangsiapa terbunuh karena mempertahankan hartanya, maka ia syahid. Barangsiapa terbunuh karena mempertahankan agamanya, maka ia syahid. Barangsiapa terbunuh karena mempertahankan darah [nyawanya], maka ia syahid. Dan barangsiapa terbunuh karena mempertahankan keluarganya, maka ia syahid," (HR. Abu Dawud dan Nasai).
Kumpulan Hadis Tentang Pahala Puasa Ramadan
Ada banyak hadis yang menjelaskan tentang pahala yang dilipatgandakan di Bulan Ramadan. Salah satunya hadis yang menyebut pahala di bulan Ramadan akan meraih 70... | Halaman Lengkap [651] url asal
#hadis-nabi #pahala-puasa-ramadhan #panduan-puasa-ramadan #hadis-puasa-ramadan #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 28/02/26 14:53
v/150411/
Ada banyak hadis Nabi SAWyang menjelaskan tentang pahala yang dilipatgandakandi Bulan Ramadan. Salah satunya hadis yang menyebut pahala di bulan Ramadan akan meraih 70 kali lipatnya.Bunyi hadisnya :
"Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan, barangsiapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan 70 kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadan." (HR. Bukhari-Muslim).”
Khusus pahala puasa Ramadan, pelipatgandaannya khusus, karena Allah sendiri yang mengganjar orang-orang yang rela menahan lapar dan haus sepanjang hari karena-Nya.
Diriwayatkan dari jalur Abu Hurairah, berikut hadisnya :
"Setiap amalan kebaikan anak Adam [manusia] akan dilipatgandakan dengan 10 kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat. Allah Ta’ala berfirman 'Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi'.” (HR. Bukhari)
Begitu juga dengan hadis berikut:
Dalam sebuah hadis Rasulullah telah bersabda: “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman: “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)
Makna dari kalimat ‘Puasa untuk-ku’ maksudnya adalah bahwa dia termasuk ibadah yang paling dicintai dan paling mulia di sisi-ku. Selain itu, ada pula makna lain dari hadis tersebut yaitu Rasulullah telah mengatakan jika setiap kebaikan manusia akan dilipat gandakan pahalanya 10 kali lipat bahkan 700 kali lipat. Akan tetapi hal ini berbeda dengan amalan ketika seorang muslim menjalankan ibadah puasa. Pahala puasa tidak bisa dilipatgandakan dengan cara tersebut, melainkan akan dilipatgandakan menjadi tak terhingga oleh Allah.
Hal itu bisa terjadi karena ketika berpuasa manusia akan berusaha untuk meninggalkan segala syahwat karena Allah semata. Begitu pula dengan Allah yang akan selalu memuliakan umat Islam yang berpuasa, sehingga diibaratkan bau mulut orang berpuasa sama saja dengan bau minyak kasturi.
Selain itu, Ibnu Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah di Lathaif Al-Ma’arif pernah mengatakan sebagai berikut:
“Sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya. Allah pun menjadikan puasa di bulan Ramadan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.”
Pahala puasa Ramadan akan berlipat ganda karena bulan Ramadan merupakan sebuah bulan yang sangat mulia. Selain itu Puasa Ramadan termasuk puasa yang diwajibkan oleh Allah SWT, sehingga siapa saja yang menjalankannya akan mendapat pahala yang berlimpah.
Pahala Lebih dari 1.000 Bulan
Selain puasa wajib, ada amalan sunnah yang sangat dahysat pahalanya di bulan Ramadan yakni adanya Lailatulqadar. Tidak ada yang bisa mengetahui secara pasti kehadirannya, meskipun ada petunjuk yang menyebutkan waktunya di tanggal ganjil 10 hari terakhir Ramadan.Jika melakukan ibadah tepat pada malam Lailatulqadar, pahalanya diumpamakan lebih baik daripada 1.000 bulan. Oleh sebab itu, 10 hari terakhir Ramadan dianjurkan untuk mendirikan lebih banyak aktivitas bernilai ibadah.
Berikut hadis tentang dilipatgandakan pahala di bulan Ramadan khusus Lailatulqadar, sebagaimana diriwayatkan dari jalur Aisyah.
"Nabi saw. bila memasuki 10 akhir [dari bulan Ramadan]. Beliau mengencangkan sarung beliau, menghidupkan malamnya dengan beribadah dan membangunkan keluarga beliau". (HR. Bukhari)
Demikian tentang dalil pelipatgandaan pahala di bulan Ramadan ini. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam
3 Hadis Tentang Sahur, Pelajari Biar Tidak Keliru
Ada beberapa hadis yang menjelaskan tentang sahur saat berpuasa Ramadan nanti. Hadis-hadis ini menjadi dalil pentingnya sahur dan keutamaannya saat menjalankan... | Halaman Lengkap [423] url asal
#hadis-nabi #sahur #fiqih-sahur #bulan-suci-ramadan #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 18/02/26 20:18
v/134391/
Ada beberapa hadisyang menjelaskan tentang sahur saat ber-puasa Ramadannanti. Hadis-hadis ini menjadi dalil pentingnya sahurdan keutamaannya saat menjalankan ibadah puasa.Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dalam beberapa kesempatan kerap menyebut istilah sahur ini. Setidaknya terdapat tiga hadis yang membicarakan hal ihwal terkait sahur. Berikut penjelasannya:
Hadis Tentang Sahur
1. Santap sahur merupakan berkah
Dalam memotivasi umatnya untuk melaksanakan sahur, Rasulullah SAW menyebut santap sahur merupakan berkah. Hal tersebut sebagaimana yang disabdakan olehnya:“Nabi ﷺ bersabda, “Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur ada berkah.” (HR Bukhari, No 1789)
Melalui hadis di atas, dapat diketahui secara jelas bahwa Rasulullah SAW menegaskan adanya keberkahan di dalam sahur.
Salah satu keberkahan yang nyata dan dapat dirasakan secara langsung adalah terletak pada fungsi sahur yang dapat membuat orang yang berpuasa kuat menjalankan ibadah.
Kuat dalam artian di sini adalah tidak merasa keberatan dan mengurangi rasa lelah ketika melakuan ibadah puasa.
Sebab sebelumnya dia telah melakukan santap sahur utuk menyiapkan energi selama menjalankan puasa hingga waktunya berbuka.
2. Keutamaan mengakhirkan sahur
Mengakhirkan sahur merupakan kebiasaan Rasulullah SAW mana kala menjalankan ibadah puasa. Hal ini sebagaimana sabdanya:“Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi ﷺ dan Zaid bin Tsabit makan sahur bersama. Setelah keduanya selesai makan sahur, beliau lalu bangkit melaksanakan salat.” Kami bertanya kepada Anas, “Berapa rentang waktu antara selesainya makan sahur hingga keduanya melaksanakan salat?” Anas bin Malik menjawab, “Kira-kira waktu seseorang membaca lima puluh ayat.” (HR Bukhari, no 547)
Kebiasaan mengakhirkan sahur yang dicontohkan Rasulullah SAW bukan tanpa arti. Sebab, apabila aktivitas sahur di akhirkan, maka seseorang yang melaksanakan puasa memungkinkan energinya tetap terjaga.
Hal ini juga dapat menjadikan ibadah puasa dapat dijalankan dengan penuh semangat tanpa rasa lapar yang berlebih dan menyiksa. Hal ini lah yang menjadi salah satu hikmah dianjurkannya untuk mengakhirkan santap sahur.
3. Perbedaan puasa umat Islam dengan Ahlul Kitab ada pada aktivitas sahur
“Dari Amru bin Ash bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim, No 1836)
Telah disebutkan hadis sebelumnya bahwa sahur mengandung keberkahan dan sangat dianjurkan Rasulullah SAW bagi orang yang berpuasa.
Selain dalam rangka mengikuti sunah Rasulullah SAW, sahur merupakan pembeda bagi Umat Muslim dan Ahlul Kitab.
Kendati Ahlul Kitab juga melaksanakan puasa sesuai keyakinan mereka, akan tetapi mereka tidak melaksanakan santap sahur. Hal ini lah yang menjadi perbedaan antara umat Islam dan Ahlul Kitab ketika berpuasa.
Dengan segala keberkahan dan keutamaan santap sahur yang telah Allah SWT berikan kepada umat Islam, sudah seharusnya dapat dioptimalkan oleh setiap Muslim. Terlebih santap sahur pada Ramadan yang merupakan bulan suci penuh kemuliaan. Wallahu’alam.
Amr bin Luhai, Pelopor Penyembah Berhala yang Menguasai Makkah
Amr bin Luhai adalah pelopor penyembah berhala yang ternyata ada disebut dalam hadis. Siapa dia dan bagaimana perannya? Simak kisahnya berikut ini. Amr bin Luhai... | Halaman Lengkap [475] url asal
#syirik #hadis-nabi #patung #dosa-besar #berhala
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 04/02/26 16:10
v/125645/
Amr bin Luhai adalah pelopor penyembah berhalayang ternyata ada disebut dalam hadis. Siapa dia dan bagaimana perannya? Simak kisahnya berikut ini.Konon, ada seorang lelaki dari kalangan Arab yang bernama Amr bin Luhai. Ia adalah seorang dukun. Ia menguasai Makkah dan mengusir Kabilah Jurhum dari Tanah Haram itu. Ia lantas menjadi pelayan Kakbah . Dialah orang yang pertama kali menyeru masyarakat Arab untuk menyembah berhala.
Abu Bakar Zakaria dalam buku yang diterjemahkan Abu Umamah Arif Hidayatullah berjudul "Sang Ponir Kesyirikan" mengatakan pendapat bahwa Amr bin Luhai sebagai pelopor penyembah berhala disebutkkan oleh hampir seluruh kitab-kitab tarikh, riwayat, dan sirah.
Pendapat ini memiliki dalil yang banyak, di antaranya disebutkan dalam hadis nabisecara jelas dan shahih tentang penisbatan terjadinya kesyirikan kepada ‘Amr bin Luhai.
Di antara hadis-hadis yang begitu jelas adalah hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra, dari Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Sesungguhnya yang pertama kali membuat aturan tentang Saaibah dan menyembah berhala adalah Abu Khuza’ah ‘Amr bin ‘Amir, dan sungguh aku melihatnya di neraka sedang menyeret ususnya". (HR Ahmad)
Hadis ini shahih lighairihi, walaupun sanad hadis ini lemah karena lemahnya ‘Amr bin Majma’ as-Sukuni, dan karena kurang kuatnya Ibrahim al-Hijri.
Hadis tersebut tanpa ada tambahan (dan menyembah berhala) memiliki penguat dari hadis Abu Hurairah ra di sisi Ahmad, al-Bukhari, dan Muslim dengan lafal, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Aku melihat ‘Amr bin ‘Amir al-Khuza’i menyeret ususnya di neraka. Ia adalah orang yang pertama kali membuat aturan tentang Saaibah".
Begitu juga didukung dengan adanya atsar yang menguatkan riwayat ini, bahwa masyarakat Arab mencatat sejarah pembangunan Kakbah oleh Ibrahim, senantiasa seperti itu hingga mereka berpencar-pencar dan keluar dari Tihamah.
Sampai berlalunya waktu mereka mencatat kepemimpinan ‘Amr bin Rabi’ah yang tersohor dengan Amr bin Luhai. Dia dikatakan telah mengubah agama Ibrahim, dan membawa berhala Hubal dari kota Balqa’, dan perbuatan Isaf dan Nailah zaman Sabur Dzil Aktaf,
"Berdasarkan hal ini maka tetap bagi kita bahwa orang yang pertama kali mengubah agama Isma’il dan Ibrahim adalah Amr bin Luhai bin Rabi’ah," tulis Abu Bakr Zakaria.
As-Suhaili sebagaimana dikutip Abu Bakr Zakaria mengatakan:
Ketika suku Khuza’ah memengangi peperangan terhadap Kakbah, dan mengusir Jurhum dari Makkah, masyarakat Arab menjadikan Amr bin Luhai penguasa.
Tidaklah ia membuat suatu kebid’ahan kecuali oleh masyarakat Arab dijadikan sebagai syariat.
Kami melihat dalam Tarikh Makkah juga, kebanyakan berita-berita mengenai orang ini hampir-hampir mirip seperti cerita dongeng, yang bisa mengubah pemahaman-pemahaman dan keyakinan-keyakinan suatu kaum. Maka pada akhirnya ia bisa mengubah pemahaman-pemahaman tersebut secara sempurna.
Menjadikan masyarakat Arab sebagai penyembah berhala padahal dahulunya mereka adalah orang-orang yang bertauhid di atas agama Ibrahim ‘alaihissalam. Mereka menyebutkan bahwa ia (Amr bin Luhai) adalah lelaki yang paling cemerlang dari kalangan lelaki Arab pada masa Jahiliah, dan termasuk orang yang paling terkenal. Kebanyakan masyarakat menyanjungnya dengan ketinggian, kedudukan dan kebanggaan.
Kumpulan Hadis Tentang Nisfu Syaban, Simak Ulasannya di Sini!
Kumpulan hadis tentang Nisfu Syaban ini penting diketahui kaum muslim karena menyangkut amalan-amalan yang akan dilakukan di malam istimewa tersebut. Kumpulan hadis... | Halaman Lengkap [925] url asal
#hadis-nabi #nisfu-syaban #keistimewaan-malam-nisfu-syaban #malam-nisfu-syaban #hadis
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 28/01/26 13:15
v/113521/
Kumpulan hadis tentang Nisfu Syaban ini penting diketahui kaum muslim karena menyangkut amalan-amalan yang akan dilakukan di malam istimewa tersebut. Seperti diketahui, Malam Nisfu Syabanmerupakan salah satu malam yang istimewa dalam kalender Islam.Pada Malam Nisfu Syaban tersebut, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, berdoa, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Hadis-hadis Tentang Keutamaan Malam Nisfu Syaban
1. Hadis yang Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad Bin Hanbal, dan Imam Ibnu Hibban
Malam Nisfu Syaban menjadi salah satu keutamaan dari bulan Syaban. Dikutip dari buku Hujjah Ilmiah Amalan di Bulan Syaban yang disusun oleh Pustaka Al-Bahjah, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pada malam mulia tersebut, Allah menyeru hamba-Nya untuk mendapatkan ampunan yang sangat banyak, lebih banyak daripada jumlah bulu domba Bani Kilab.Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad Bin Hanbal dan Imam Ibnu Hibban, beliau berkata bahwa hadis ini shahih:
Dari Sayyidah Aisyah RA beliau berkata: "Aku kehilangan Rasulullah SAW pada suatu malam. Kemudian aku keluar dan aku menemukan beliau di pemakaman Baqi' Al-Gharqad" maka beliau bersabda "Apakah engkau khawatir Allah dan RasulNya akan menyia-nyiakanmu?" Kemudian aku berkata: "Tidak wahai Rasulullah SAW, sungguh aku telah mengira engkau telah mendatangi sebagian isteri-isterimu". Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah menyeru hamba-Nya di Malam Nisfu Syaban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba Bani Kilab (maksudnya pengampunan yang sangat banyak)." (HR. Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad Bin Hanbal dan Imam Ibnu Hibban beliau berkata hadits ini shahih).
2. Hadis yang Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan Imam Baihaqi
Sayyidina Ali bin Abu Thalib RA menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa pada malam Nisfu Syaban, umat muslim dianjurkan untuk sholat malam dan berpuasa di siang harinya. Sebab pada malam tersebut Allah menyeru hamba-Nya setelah tenggelamnya Matahari.Artinya: Dari Sayyidina Ali bin Abu Thalib bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Apabila tiba malam Nisfu Syaban, salatlah pada malam harinya dan puasalah di siang harinya karena Allah menyeru hamba-Nya di saat tenggelamnya matahari, lalu berfirman: 'Adakah yang meminta ampun kepada-Ku? niscaya Aku akan mengampuninya, Adakah yang meminta rezeki kepada-Ku? niscaya akan memberinya rezeki. Adakah yang sakit? niscaya Aku akan menyembuhkannya, Adakah yang demikian (maksudnya Allah akan mengabulkan hajat hambanya yang memohon pada waktu itu).... Adakah yang demikian.... sampai terbit fajar."
3. Hadis yang Diriwayatkan Imam Abu Nu'aim
Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Nu'aim dan dinyatakan shahih oleh Imam Ibnu Hibban, serta dikatakan oleh Imam Thabrani bahwa semua perawinya adalah tsiqah (terpercaya), menyebutkan bahwa:Artinya: Dari Sayyidina Mu'ad Bin Jabal, dari Nabi SAW beliau berkata: "Allah Tabaraka wa Ta'ala melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu Allah mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan."
4. Hadis yang Diriwayatkan oleh Ibnu Majah
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu Musa Al-Asy'ari RA, Rasulullah SAW bersabda:Artinya: Dari Abu Musa Al-asy'ari RA dari Rasulullah SAW, beliau berkata: "Sesungguhnya Allah SWT melihat kepada hambaNya di malam Nisfu Syaban maka Allah SWT mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang menyekutukan Allah atau orang munafik."
5. Hadis Riwayat Thabrani Fi Al Kabir
Selanjutnya dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda bahwa pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT memandang hamba-Nya dengan penuh rahmat dan mengampuni semua makhluk-Nya. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Daruquthni fi Al Nuzul 68, Ibnu Majah no 1380, Ibnu Hibban no 5757, Ibnu Abi Syaibah no 150, Al Baihaqi fi Syu'ab al Iman no 6352, dan Al Bazzar fi Al Musnad 2389.Peneliti hadis Al Haitsami menilai para perawi hadis ini sebagai orang-orang yang terpercaya. Majma' Al Zawaid 3/395). Dikutip dari buku 'Mana Dalil Malam Nisfu Syaban?' yang ditulis oleh Ustaz Ma'ruf Khozin, berikut ini hadisnya:
Artinya: Dari Mu'adz bin Jabal, "Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT memperhatikan hambanya (dengan penuh rahmat) pada malam Nisfu Syaban, kemudian ia akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyahin (orang munafik yang menebar kebencian antar sesama umat Islam)". (HR Thabrani fi Al Kabir no 16639, Daruquthni fi Al Nuzul 68, Ibnu Majah no 1380, Ibnu Hibban no 5757, Ibnu Abi Syaibah no 150, Al Baihaqi fi Syu'ab al Iman no 6352, dan Al Bazzar fi Al Musnad 2389. Peneliti hadis Al Haitsami menilai para perawi hadis ini sebagai orang-orang yang terpercaya. Majma' Al Zawaid 3/395)
6. Hadis Riwayat al-Thabrani
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dalam al-Kabir dan Ibnu 'Adi, dari Utsman bin Abi al-'Ash, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa di malam Nisfu Syaban, Allah SWT akan mengampuni hamba-Nya yang meminta ampunan.Artinya: "Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya (rahmat) Allah SWT mendekat kepada hambanya (di malam Nisfu Syaban), maka mengampuni orang yang meminta ampunan, kecuali pelacur dan penarik pajak" (HR al-Thabrani dalam al-Kabir dan Ibnu 'Adi dari Utsman bin Abi al-'Ash. Syaikh al-Munawi berkata: Perawinya terpercaya. Baca Syarah al-Jami' ash-Shaghir 1/551)
7. Hadis yang Diriwayatkan oleh Daruquthni
السنة عن عبد الله بن سليمان على الموافقة وأخرجه ابن خزيمة في كتاب التوحيد عن أحمد بن عبد الرحمن بن وهب عن عمه اهـ الأمالي 122)
Artinya: "Rasulullah SAW bersabda: (Rahmat) Allah SWT turun di malam Nisfu Syaban maka Allah SWT akan mengampuni semua orang kecuali orang yang di dalam hatinya ada kebencian kepada saudaranya dan orang yang menyekutukan Allah " (al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: "Hadis ini hasan. Diriwayatkan oleh Daruquthni dalam as-Sunnah dan Ibnu Khuzaimah dalam at-Tauhid, Baca al-Amali 122)
Dalam hadis tersebut disampaikan bahwa pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT turun untuk memberikan rahmat-Nya dan mengampuni seluruh hamba-Nya. Wallahu A'lam
Hadis Shahih Tentang Keutamaan Bulan Syaban, Simak Penjelasannya di Sini!
Hadis shahih tentang keutamaan bulan Syaban ini penting untuk diketahui. Salah satu yang dijelaskannya yakni Syaban disebut dengan bulan diangkatnya amal. Simak... | Halaman Lengkap [422] url asal
#hadis-nabi #bulan-syaban #syaban #keutamaan-bulan-syaban #hadis
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 19/01/26 09:21
v/106840/
Hadis shahih tentang keutamaan bulan Syabanini penting untuk diketahui. Salah satu yang dijelaskannya yakni Syaban disebut dengan bulan diangkatnya amal. Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini.Habib Ali Zainal Abidin Al-Hamid dalam satu ceramahnya mengatakan, catatan amal perbuatanmanusia diangkat kepada Allah Ta'ala pada bulan Syaban.
"Amalan manusia dilaporkan kepada Allah Ta'ala dalam seminggu dua kali yakni Hari Senin dan Kamis, tetapi laporan tahunan diangkat pada bulan Syaban," kata Ulama yang juga Pimpinan Majelis Talim Daarul Murtadza Malaysia dilansir dari Al-Khairaat.
Keutamaan bulan Syaban diterangkan dalam beberapa Hadis Shahih. Di antaranya, dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
"Terkadang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, 'Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Syaban."(HR Al-Bukhari dan Muslim)
Sayyidah Aisyah berkata:
"Belum pernah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya'ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Syaban sebulan penuh." (HR Al Bukhari dan Muslim)
Sayyidah Aisyah berkata:
ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَانَ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْهِ، عَدَّ ثَلَاثِينَ يَوْمًا، ثُمَّ صَامَ
"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberikan perhatian terhadap hilal bulan Sya'ban, tidak sebagaimana perhatian beliau terhadap bulan-bulan yang lain. Kemudian beliau berpuasa ketika melihat hilal Ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan, beliau genapkan Sya’ban sampai 30 hari." (HR Ahmad, Abu Daud, An Nasa'i)
Sayydidah Ummu Salamah berkata:
"Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam belum pernah puasa satu bulan penuh selain Sya'ban, kemudian beliau sambung dengan Ramadhan."(HR An-Nasa'i)
Usamah bin Zaid bertanya kepada Rasulullah SAW:"Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Syaban. Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa." (HR An-Nasa'i, Ahmad)
Abu Musa Al-Asy'ari berkata:
"Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya'ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR. Ibnu Majah, At-Thabrani)
Dari Abu Bakar As-Shiddiq bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: "Allah turun ke langit dunia ini dengan menurunkan rahmat‐Nya pada malam Nisfu Syaban, sehingga Allah mengampuni segala sesuatu kecuali orang yang musyrik dan orang yang di dalam hatinya terdapat kedengkian." (HR Al-Baihaqi dan Al-Bazzar)
Kondisi Akhir Zaman dalam Ayat-ayat Al Quran dan Hadis
Beberapa ayat al-Quran dan hadis-hadis shahih telah menginformasikan bahwa dunia sudah berada di akhir zaman. Munculnya sebagian besar tanda-tanda akhir zaman... | Halaman Lengkap [581] url asal
#hadis-nabi #akhir-zaman #ayat-ayat-al-quran #fenomena-akhir-zaman #tanda-akhir-zaman
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/01/26 17:01
v/99844/
Beberapa ayat al-Qur'an dan hadisshahih telah menginformasikan bahwa dunia sudah berada di akhir zaman. Munculnya sebagian besar tanda-tanda akhir zamanmerupakan bukti bahwa akhir dunia sudah di depan pintu.Ayat-ayat Al Quran dan hadis apa saja yang menjelaskan tentang akhir zaman atau kiamat sudah dekat ini? Berikut penjelasannya:
5 Ayat tentang Akhir Zaman
1. Surat Al-Anbiya ayat 1
Allah SWT berfirman:“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).” ( QS Al-Anbiyaa : 1)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengingatkan bahwa hal ini merupakan suatu peringatan dari Allah SWT yang menyatakan dekatnya hari kiamat dan bahwa manusia dalam keadaan lalai terhadap keberadaannya, yakni mereka tidak mau beramal dan tidak mau membuat bekal untuk menyambutnya.
2. Surat An Nahl ayat 1
Makna ayat al Anbiya sama dengan apa yang disebut di dalam ayat lain melalui firman-Nya:Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kalian meminta agar disegerakan (datang). ( QS An-Nahl : 1)
3. Surat Al Qamaar ayat 1-2
Allah Ta'ala berfirman:"Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling. ( QS Al-Qamar : 1-2), hingga akhir ayat.
4. Surat al Ahzaab ayat 63
Dr Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil dalam kitabnya berjudul "Asyraathus Saa’ah" (Daar Ibnil Jauzi, 1995) menambahkan ayat-ayat lainnya yang menunjukkan dekatnya kesudahan alam dunia ini dan perpindahan ke alam yang lain (akhirat). Allah SWT befirman:“… Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari Berbangkit itu sudah dekat waktunya.” ( QS Al-Ahzaab : 63)
5. Surat Al-Ma’aarij ayat 6-7
Allah Ta’ala berfirman:“Sesungguhnya mereka memandang siksaan itu jauh (mustahil). Sedangkan kami memandangnya dekat (pasti terjadi).” ( QS Al-Ma’aarij : 6-7)
Hadis Nabi SAW tentang Kiamat Sudah Dekat
1. Shahih al-Bukhari
Dekatnya hari akhir juga disampaikan Rasulullah SAW dalam sejumlah hadisnya. Nabi Muhammad SAW bersabda:“Jarak diutusnya aku dan hari Kiamat seperti dua (jari) ini.” Beliau berisyarat dengan kedua jarinya (jari telunjuk dan jari tengah), lalu merenggangkannya.” (Shahiih al-Bukhari)
2. HR Ad-Daulabi
Nabi SAw bersabda:“Aku diutus pada awal hembusan angin Kiamat.” (HR ad-Daulabi)
3. HR Bukhari
Rasulullah SAW juga bersabda:“Sesungguhnya ajal kalian jika dibandingkan dengan ajal umat terdahulu adalah seperti jarak antara salat ‘Ashar dan Maghrib.” (HR Bukhari)
4. Musnad Ahmad
Dan diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar ra beliau berkata:“Kami pernah duduk-duduk bersama Nabi SAW sementara matahari berada di atas gunung Qu’aiqa’aan setelah waktu ‘Ashar, lalu beliau bersabda, ‘Tidaklah umur-umur kalian dibandingkan dengan umur orang yang telah berlalu kecuali bagaikan sisa hari (ini) dibandingkan dengan waktu siang yang telah berlalu.’” (Musnad Ahmad)
Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil mengatakan bahwa hadis ini menunjukkan bahwa waktu yang tersisa sangat sedikit jika dibandingkan dengan waktu yang telah berlalu. Akan tetapi waktu yang telah berlalu tidak ada yang mengetahui kecuali Allah Ta’ala.
Dalam kitab " An-Nihaayah/al-Fitan wal Malaahim" juga dikatakan belum pernah ada satu riwayat pun dengan sanad yang shahih dari Rasulullah SAW yang menerangkan batasan waktu dunia sehingga bisa dijadikan sebagai rujukan agar diketahui sisa waktu yang ada. Tentunya waktu sisa ini sangat sedikit sekali jika dibandingkan dengan waktu yang telah berlalu.
Tidak ada sebuah ungkapan yang lebih jelas tentang dekatnya hari Kiamat daripada sabda beliau SAW:
“Jarak diutusnya aku dan hari Kiamat secara bersamaan, hampir saja dia mendahuluiku.” (Musnad Ahmad (V/348, Muntakhabul Kanzi), dan Taariikhul Umam wal Muluuk (I/8), karya ath-Thabrani).
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)