Bisnis.com, JAKARTA - Dalam menjalani suatu usaha, tentunya kita harus berhadapan dengan pelanggan ataupun customer setiap harinya.
Tidak jarang dalam melakoni usaha terjadi mismanajemen maupun miskomunikasi dengan pelanggan kita.
Hal tersebut memicu komplain ataupun keluhan pelanggan terhadap layanan yang ditawarkan usaha kita kepada mereka.
Perlu diingat, komplain merupakan hal yang sudah semestinya biasa terjadi dalam menjalankan suatu bisnis. Komplain dari pelanggan juga bisa menjadi masukan dan bahan evaluasi untuk ke depannya.
Namun, sebagai pengusaha kita harus mengetahui bagaimana cara menangani keluhan dan komplain dari pelanggan dengan baik agar tidak kehilangan kepercayaan.
Simak berikut ini Bisnis rangkum dari berbagai sumber untuk Anda cara menghadapi keluhan atau komplain dari pelanggan.
1. Utamakan sikap di atas segalanya
Sikap yang Anda tunjukkan ketika menghadapi masalah akan mempengaruhi cara bereaksi terhadap lawan bicara dalam hal ini pelanggan.
Anda harus tetap bersikap tenang dengan berpikir terbuka, dalam keadaan apa pun. Perlu diingat, keluhan dan masalah adalah kesempatan untuk membangun kepercayaan.
Anda juga perlu menempatkan diri dalam sudut pandang pelanggan dengan mengumpamakan "bagaimana perasaan Anda jika mengalami masalah tersebut".
2. Hadapi pelanggan dengan gestur tubuh yang baik, bukan hanya dengan perkataan
Bahasa tubuh adalah bentuk komunikasi yang ampuh mencakup tingkah laku, ekspresi wajah, dan postur tubuh.
Anda mungkin berpikir dengan perkataan saja akan mudah meyakinkan pelanggan, namun dengan gestur tubuh yang baik, lawan bicara dapat menilai Anda sebagai pendengar yang baik.
Adapun melansir dari CustomerSure pada Kamis (9/4/2026), beberapa gestur tubuh yang dapat digunakan untuk menghadapi komplain pelanggan di antaranya:
• Kontak mata dengan pelanggan
• Menganggukkan kepala sesekali untuk menunjukkan bahwa Anda mendengar dan memahami masalah yang dikeluhkan
• Berdiri atau duduk dengan tegak untuk menandakan profesionalisme Anda agar tidak terlihat bosan atau lelah
3. Selalu berpikir bahwa masalah pelanggan juga masalah Anda
Pelanggan merupakan faktor terbesar bagi bisnis Anda untuk tetap berjalan. Ketika pelanggan memiliki masalah, dengarkan melalui perspektif yang positif dan empati.
Beri pelanggan kesempatan untuk menjelaskan masalah mereka dan pastikan Anda memahami apa yang salah dan mengapa.
Ajukan pertanyaan agar pelanggan lebih yakin bahwa Anda menyimak dengan baik apa yang dikeluhkan sehingga mendapat kepercayaan lebih.
4. Perbaiki masalah yang dikeluhkan segera bila memungkinkan
Setelah pelanggan melakukan konsultasi dan Anda mengakui masalah serta meminta maaf atas ketidaknyamanan, jika memungkinkan segera temukan solusinya.
Pelanggan biasanya memiliki alasan waktu yang terbatas untuk mengurus masalah yang mereka hadapi.
Anda bisa melakukan negosiasi dengan meyakinkan pelanggan bahwa masalah dapat diselesaikan sesegera mungkin.
5. Jangan lupa hibur pelanggan Anda
Setelah berbagai pembicaraan untuk mengatasi masalah, Anda perlu membuat pelanggan semakin nyaman dan percaya dengan memberikan hiburan.
Hiburan tersebut bisa berupa diskon tambahan untuk layanan berikutnya, ataupun ajakan untuk sekadar mengobrol selain pembicaraan masalah bisnis.