Bisnis.com, JAKARTA - Desainer dan pendiri label KLE, Kleting Titis Wigati, bakal kembali mengisi panggung Jakarta Fashion Week 2026 yang digelar 27 Oktober mendatang.
Kleting yang dikenal sebagai pionir label indie, akan kembali ke panggung JFW 2026 bersama dengan puluhan desainer lainnya, kembali menampilkan karya-karyanya di label KLE yang semakin matang setelah empat tahun hiatus, dan baru kembali berkarya pada 2024 lalu.
Dia mengisahkan bagaimana KLE "lahir" di panggung JFW pada 2009 lalu, dan Kleting selalu mengikuti ajang pameran fashion ternama itu hingga 2019.
Jadi waktu itu kita dapat Best Fashion Designer di Clio Fashion Awards juga. Jadi GFW itu benar-benar berjasa dari bisnis dan karir Kleting sebagai manusia. Dari tahun 2009 sampai 2019 every year Alhamdulillah kita selalu dikasih kesempatan untuk presentasi, kadang-kadang setahun ada 3 panggung yang berbeda.
Tetap Konsisten
Perjalanan Kleting di dunia desain dan fashion tak selalu mulus, tapi Kleting mempertahankan konsistensinya dalam berkarya, meskipun diterpa berbagai tantangan, tapi semangatnya terus membara.
"Di masa jaya dari 2009 sampai 2019, itu kita pasti ada kaya bosan dan untuk menjaga konsistensi kadang-kadang kita harus menantang diri sendiri, bikin apa ya biar kita gak stuck. Sampai aku tiap bulan diving, pergi mencari sesuatu yang baru terus, mencari inspirasi itu gak cuma dari buku fashion atau dari isu politik dan lainnya," ujarnya di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Bisa kembali ke panggung JFW pun tidak mudah. Kleting kerap dihadapkan dengan berbagai tantangan dari kurangnya tenaga kerja hingga tenggat waktu yang mepet.
"Dulu itu aku masih UMKM, bukan mikro, nano mungkin, enggak tim, punya cuma punya pekerja jahit 3-4 orang, kadang-kadang dapat show itu jadi kesempatan yang sangat bagus, tapi undangannya dan inputnya baru sebulan sebelum show. Jadi dengan tim seadanya harus bisa bikin 12 look, photoshoot, lookbook, press conference, segala macam. Sementara brand gede itu kan ada department PR, ada department sales, kalo aku jadi Chief Of Everything," katanya.
Menurutnya, pameran-pameran fashion tak hanya soal keseruannya, tapi juga bagaimana bisa tetap kreatif, harus terus mencari inspirasi, sambil memikirkan bisnis.
"Jadi konsistensi itu adalah yang aku pelajarin sejak dulu, konsistensi itu adalah, hal yang bener-bener harus dijaga, selain kreativitas, brand dan seru-seruannya. Gimana kita bisa cari kesempatan lain, berjuang lagi, gimana bisa dapat untung besar, gimana cara putar uangnya, gimana kalau rugi," tambahnya.
Lalu, pada 2017-2019 kondisi mulai membaik, penjualan mulai bagus, Kleting kembali dihadapkan dengan tantangan pandemi
"Jadi 2020, kita dapat show, kita langsung produksi berapa ratus pakaian. Aku show tanggal 17 Maret 2020, 3 hari sebelum lockdown. Saat itu sudah mulai [kabar Covid], wah ini bakal mundur, sesuatu yang enggak bisa diatur, yang bisa atur cuma Tuhan, terus ini gimana, jadi prediksi kita berantakan semua," ungkapnya.
Namun, Kleting tetap bangkit, mulai mencoba berjualan online, bekerja dari rumah mengupayakan berbagai hal agar roda bisnisnya terus berputar.
" Kita pelan-pelan kita coba jualan, ngarang-ngarang gitu marketing, dandan sendiri di rumah, sampai akhirnya masuk juga, terima proyek-proyek yang lain selain ritel, jadi bisa ngerjain kostum, desain seragam, desain kostum buat virtual theater, jadi ada proyek-proyek selama kita enggak bikin koleksi, aku bukan tutup sementara, tetep ada, aku nggak pernah bilang tutup, tapi lebih ke kerjanya per proyek aja," terangnya.
Sedang sibuk-sibuknya, Kleting mengandung anak ketiga, anak-anak kembar yang lahir pada 2021, Renjana dan Atmahati, di usianya yang sudah tidak muda, 40 tahun.
"Di situ aku sudah mengikhlaskan untuk berdamai bernama kayaknya aku nggak bisa berkarya dulu nih, ini anak kembar di usia 40 tahun, di mana nggak gampang kali ya, dari badannya dulu setiap hari harus disuntik, karena ada pengentalan darah, dan lainnya karena ternyata 40 itu usia lanjut untuk kehamilan, akhirnya ikhlas, enggak usah ngoyo untuk bikin koleksi, fokus ke keluarga, ke anak-anak, ke hal-hal yang aku sukai," ceritanya sambil menahan air mata.
Lalu, setelah anak-anak kembarnya semakin besar, Kleting memutuskan untuk kembali berkarya di tahun 2024, dengan tampil di Plaza Senayan.
Sampai sekarang pun, dunia fashion belum luput dari tantangan. Sebagai sosok yang berjuang sejak zaman media sosial belum sepopuler sekarang, Kleting merasakan bedanya perjuangan dulu yang serba organik, dengan sekarang yang segalanya harus memanfaatkan dan memaksimalkan konten di media sosial dan marketplace.
"Dulu organik banget, kita mulai dari ikut jualan di Brightspot supaya dikenal orang banyak. Sekarang untuk dikenal harus bayar sponsor, iklan media sosial, dan banyak lagi, jadi sangat berbeda dulu dan sekarang. Tapi saya yakin kita semua desainer sudah semakin matang," imbuhnya.