Bisnis.com, JAKARTA — Rencana peluncuran exchange traded fund (ETF) lintas bursa dengan underlying saham-saham Indonesia dinilai memiliki prospek positif dan berpotensi memperkuat posisi pasar modal nasional di kawasan.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa inisiatif yang tengah dikaji Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Danantara Indonesia tersebut mencerminkan komitmen kedua institusi dalam mendorong inovasi produk pasar modal, termasuk perluasan pengembangan ETF.
Melansir laman resmi BEI, ETF merupakan reksa dana yang diperdagangkan layaknya saham. Produk ini menggabungkan karakteristik reksa dana dalam hal pengelolaan portofolio dengan mekanisme transaksi saham untuk proses jual dan beli di pasar. Secara struktur, ETF adalah reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) dengan unit penyertaan yang dapat diperjualbelikan.
“Prospeknya cukup baik. Tujuan BEI dan Danantara dalam meningkatkan inovasi produk pasar modal, termasuk ETF, perlu diapresiasi,” pungkas Nafan saat dihubungi Bisnis pada Senin (1/12/2025).
Menurut dia, pengembangan ETF lintas bursa dapat memperluas akses investor regional, meningkatkan transparansi benchmark investasi, serta mendorong relevansi produk domestik dengan tren global.
Nafan juga menyampaikan bahwa langkah tersebut juga berpotensi meningkatkan likuiditas dan minat investor, baik domestik maupun asing.
“Inisiatif ETF lintas bursa ini bisa memperkuat peran BEI agar lebih diperhitungkan di pasar regional. Ini juga merupakan bentuk good corporate governance yang sangat penting,” kata Nafan.
Dalam perkembangan sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia tengah merancang kolaborasi dengan BEI terkait dengan potensi pembentukan indeks acuan saham dan perluasan jangkauan produk ETF.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan yang digelar oleh CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, dengan Direktur Utama BEI Iman Rachman di kantor Danantara pada akhir November lalu.
Iman, saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, menyampaikan bahwa Danantara Indonesia saat ini tengah mengkaji beberapa opsi produk yang diajukan.
“Kami tawarkan beberapa produk ke Danantara, termasuk salah satunya indeks tapi beberapa produk itu hanya salah satu yang lagi didiskusikan oleh Danantara,” ujarnya.
Iman menjelaskan bahwa salah satu inisiatif yang dikaji adalah ETF dengan underlying saham-saham yang tercatat di BEI, tetapi tercatat di bursa negara lain. Dia bahkan menyebutkan potensi pasar regional sebagai tujuan.
“Kami lagi coba tawarkan ETF underlying-nya saham-saham kita itu listing di bursa lain, tetapi underlying-nya saham-saham kita. [Rencana listing] macam-macam, bisa di Asia Tenggara maupun di Asia,” pungkas Iman.
________
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.