Bisnis.com, JAKARTA —PT Pegadaian mengantongi lonjakan pendapatan penjualan emas sepanjang 2025 sejalan dengan tingginya minat masyarakat membeli logam mulia sebagai instrumen investasi.
Berdasarkan laporan keuangan 2025 yang diaudit, Pegadaian mengantongi pendapatan Rp89,58 triliun sepanjang tahun lalu. Capaian itu meningkat 132,01% year-on-year (YoY) dari Rp38,61 triliun pada 2024.
Pendapatan anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) itu berasal dari pendapatan sewa modal dan administrasi Rp27,14 triliun, pendapatan penjualan emas Rp61,56 triliun, dan pendapatan usaha lainnya Rp868,55 miliar.
Lebih spesifik, pendapatan penjualan emas Pegadaian melonjak 238,42% YoY dari Rp18,19 triliun sepanjang 2024.
Bisnis emas Pegadaian dijalankan oleh entitas anak PT Pegadaian Galeri Dua Empat. Perusahaan itu beroperasi pada 2018 dan memiliki jumlah aset sebelum eliminasi sebesar Rp5,08 triliun pada akhir 2025.
Pada 2025, Pegadaian mulai menjalankan kegiatan usaha bullion. Pegadaian membukukan aset deposito emas senilai Rp3,27 triliun.
Manajemen Pegadaian menjelaskan aset deposito emas merupakan simpanan emas di mana saldo emas dapat digunakan oleh perusahaan untuk dimanfaatkan dalam kegiatan bisnis bullion.
Pada 31 Desember 2025, seluruh fisik emas yang disimpan oleh perusahan telah diasuransikan kepada PT BRI Asuransi Indonesia terhadap semua risiko kerusakan. Manajemen berpendapat bahwa asuransi tersebut sudah memadai terhadap semua risiko kerusakan pada fisik emas pada 31 Desember 2025.
Pegadaian juga membukukan pendapatan bullion trading-bersih sebesar Rp3,94 miliar. Adapun, persediaan emas Pegadaian hingga akhir tahun lalu setara dengan Rp2,73 triliun.
Saldo persediaan emas Pegadaian terdiri atas logam mulia, perhiasan, bahan baku, dan bahan pembantu dimiliki untuk dijual oleh entitas anak.
Bisnis.com, JAKARTA - Pegadaian memiliki layanan Deposito Emas yang bisa jadi salah satu pertimbangan masyarakat jika ingin berinvestasi.
Deposito Emas merupakan jenis investasi jangka panjang, di mana imbalannya adalah tambahan saldo dalam bentuk gram emas.
Apabila tertarik dengan investasi ini, masyarakat bisa langsung mengajukan Deposito Emas melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.
Adapun alasan memilih Deposito Emas yakni karena pengajuannya mudah mulai dari 5 gram, dengan tenor atau jangka deposito yang fleksibel yakni 6, 9, dan 12 bulan.
Syarat Deposito Emas di Pegadaian
Minimal transaksi sebesar 5 gram
Telah memiliki rekening Tabungan Emas
Telah melakukan upgrade akun premium di Tring! by Pegadaian
Cara Mengajukan Deposito Emas di Pegadaian
Pengajuan Deposito Emas di Pegadaian dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Tring!. Berikut cara lengkapnya:
Download dan login di aplikasi Tring! by Pegadaian
Pilih menu Tabungan Emas lalu pilih menu Tabungan Emas Plus
Pilih rekening Tabungan Emas, jangka waktu, dan jumlah saldo emas yang didepositokan
Rekening Tabungan Emas Plus telah berhasil terbentuk
Simulasi Deposito Emas di Pegadaian
Melansir dari situs resminya, Pegadaian memberikan contoh simulasi bagaimana Deposito Emas berjalan sebagai bentuk investasi jangka panjang.
Misalnya, nasabah membuka rekening Deposito Emas pada 3 Maret 2025 dengan saldo pembukaan 450 gram. Harga buyback saat itu Rp1.533.000 per gram. Sehingga total nilai asetnya adalah Rp689.850.000.
Nasabah kemudian memiliki tenor 12 bulan dengan presentase imbal hasil 1%. Sehingga nilai imbal hasil per bulan memiliki rincian sebagai berikut:
Imbal hasil total Rp6.898.500 (1%)
Pajak deposito emas Rp1.379.700 (20%)
Imbal hasil net Rp5.518.800
Imbal hasil per bulan Rp459.900
Skenario Nilai Imbal Hasil per Bulan
Berikut ini skenario nilai imbal hasil per bulan dari Deposito Emas yang dikonversi menjadi top up gramasi emas per bulan.
Top Up Gramasi Imbal Hasil Emas
Bulan
Harga Tabungan Emas
Jumlah Imbal Hasil
Bulan 1
Rp1.340.000
0,342 gram
Bulan 2
Rp1.370.000
0,3357 gram
Bulan 3
Rp.1.310.000
0,3511 gram
Bulan 4
Rp.1.280.000
0,3593 gram
Bulan 5
Rp1.250.000
0,3679 gram
Bulan 6
Rp1.320.000
0,3483 gram
Bulan 7
Rp1.375.000
0,3343 gram
Bulan 8
Rp1.400.000
0,3285 gram
Bulan 9
Rp1.410.000
0,3261 gram
Bulan 10
Rp1.390.000
0,3307 gram
Bulan 11
Rp1.360.000
0,3382 gram
Bulan 12
Rp1.340.000
0,342 gram
Total Imbal Hasil
4,1065 gram
*Rincian hitungan tersebut sudah mencakup ketentuan imbal hasil tambahan dari Pegadaian dan pengenaan pajak deposito secara umum sebesar 20%.
PT Pegadaian telah menghimpun 129 ton emas hingga Oktober 2025. Layanan deposito, trading, dan titip emas berkontribusi signifikan terhadap total ini. [316] url asal
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Pegadaian (Persero) telah menghimpun emas sebanyak 129 ton hingga 31 Oktober 2025. Logam mulia tersebut berasal dari seluruh layanan emas dan juga layanan bullion atau bullion bank yang baru berdiri pada akhir Februari 2025.
"Sejak diluncurkan Bank Emas itu, animo masyarakat, itu juga didorong, jadi pas waktu Bank Emas lahir, harga emas lagi bagus-bagusnya," ucap Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan dalam sambutannya di acara Bullion Connect 2025 di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (12/11/2025).
Dia merincikan, layanan deposito emas menghimpun sekitar 1,86 ton logam mulia dengan nilai sekitar Rp 4,14 triliun. Selanjutnya, layanan pinjaman modal kerja tercatat telah menyalurka hingga 370 kilogram dengan besaran nilai Rp 628 miliar.
Damar melanjutkan layanan perdagangan atau trading emas fisik di Pegadaian mencapai sebesar 7,68 ton dengan nilai Rp 14,14 triliun. Kemudian, layanan titip emas korporasi atau corporate gold custody telah menghimpun sekitar 3,1 ton atau Rp 6,88 triliun.
Berikutnya, layanan tabungan emas Pegadaian tercatat sudah tembus 15,75 ton dengan nilai Rp 35,04 triliun. Sedangkan layanan cicil emas Pegadaian telah mengumpulkan sekitar 8,8 ton logam mulia dengan nilai Rp 13 triliun.
Maka demikian, operasional bullion bank Pegadaian tembus 28,76 ton emas dengan nilai Rp 60,83 triliun hingga akhir Oktober 2025.
Namun, itu belum termasuk logam mulia yang dikelola Pegadaian dari layanan utamanya, yakni gadai emas. Adapun, jumlah emas gadai yang dikelola perusahaan kini mencapai 92 ton.
PT Pegadaian membukukan pertumbuhan laba bersih mencapai 27,7 persen year-on-year (yoy), dari Rp4,44 triliun menjadi Rp5,67 triliun per kuartal III-2025, ... [350] url asal
Pegadaian kembali mencatatkan kinerja yang gemilang. Kehadiran Layanan Bank Emas turut meningkatkan bisnis Pegadaian saat ini melalui produk Layanan Bank Emas terlengkap.
Jakarta (ANTARA) - PT Pegadaian membukukan pertumbuhan laba bersih mencapai 27,7 persen year-on-year (yoy), dari Rp4,44 triliun menjadi Rp5,67 triliun per kuartal III-2025, ditopang oleh ekspansi ekosistem emas dan transformasi digital perusahaan.
Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengatakan, pertumbuhan bisnis yang solid menjadi bukti keberhasilan strategi perusahaan dalam memperkuat posisi Pegadaian sebagai pemimpin ekosistem emas nasional sekaligus kontributor penting dalam Holding Ultra Mikro (UMi).
“Pegadaian kembali mencatatkan kinerja yang gemilang. Kehadiran Layanan Bank Emas turut meningkatkan bisnis Pegadaian saat ini melalui produk Layanan Bank Emas terlengkap,” katanya, di Jakarta, Jumat.
Hingga akhir September 2025, ia menuturkan pertumbuhan aset tercatat sebesar 28,9 persen yoy menjadi Rp129,2 triliun, sementara outstanding loan (OSL) gross meningkat 29,4 persen menjadi Rp107,4 triliun.
Sedangkan terkait Layanan Bank Emas, Damar menyatakan produk Deposito Emas kini semakin diminati nasabah dan telah menghimpun saldo sebesar 1,57 ton emas hingga 30 September.
Seiring dengan minat masyarakat yang semakin meningkat terhadap produk emas, ia menyampaikan jumlah pengguna aplikasi Tring! -- platform digital transaksi produk Pegadaian -- terus meningkat mencapai 1,35 juta nasabah per 24 Oktober 2025.
Pihaknya pun optimis dapat menutup tahun ini sebagai pemain utama di industri pergadaian dan ekosistem bulion, serta menjadi mitra terpercaya bagi masyarakat dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui lebih dari 4 ribu outlet dan 240 ribu agen di seluruh Indonesia.
Selain itu, Damar mengatakan pihaknya juga berkomitmen untuk terus menjaga integritas dan keamanan operasional perseroan untuk mempertahankan kepercayaan nasabah.
Ia menuturkan, terkait kasus yang melibatkan oknum di beberapa unit kerja perseroan, pihaknya telah mengambil langkah tegas, dengan menerapkan prinsip zero tolerance (tanpa toleransi) dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memproses oknum tersebut.
“Pegadaian menjamin keamanan atas aset emas nasabah. Kami terus memperkuat GCG (Good Corporate Governance/tata kelola perusahaan yang baik) dan sistem pengawasan internal untuk meminimalisir risiko dan memastikan setiap layanan berjalan sesuai kepatuhan,” ujar Damar Latri Setiawan.
Ketersediaan ekosistem digital di industri emas ikut memberikan keamanan dan kemudahan akses investasi logam mulia tersebut hingga ke pelosok negeri. [998] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Di kaki Gunung Delleng Sikambing, suasana sejuk Desa Sionom Hudon Runggu, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, sudah menjadi teman bagi Izzi al Muzakkir selama setahun belakangan.
Desa yang berjarak sekitar 2,5 jam perjalanan dari Dolok Sanggul, Ibu Kota Kabupaten Humbang Hasundutan dan 8 jam dari Kota Medan itu telah menjadi ladang nafkah bagi pria 26 tahun tersebut.
Di desa ini, Izzi merupakan satu dari puluhan pekerja proyek pembangkit listrik tenaga mini hidro alias PLTMH. Setrum dari energi terbarukan ini dibangun untuk mendukung kelistrikan di wilayah itu.
Meski berada jauh dari hiruk pikuk perkotaan, Izzi sudah tidak asing dengan kebiasaan menabung. Tiap kocek yang diterimanya saban bulan, sebagian disisihkan untuk kebutuhan masa depannya.
Dari beberapa instrumen investasi yang ada, emas adalah pilihan utamanya. Bahkan seluruh tabungan logam mulia yang dimiliki tidak berbentuk fisik, melainkan digital.
Kebiasaan ini sudah dimulainya sejak mengenal tabungan emas PT Pegadaian pada 2019. Saat itu, Izzi masih mengejar gelar strata satu di Jurusan Teknik Sipil, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
"Awalnya saya beli iseng. Sekarang setiap bulan selalu saya usahakan bisa menabung setara 1 gram emas di aplikasi Pegadaian," ceritanya kepada Bisnis belum lama ini.
Setelah 6 tahun menimbun gram demi gram emas, mudah saja baginya untuk terus melanjutkan kebiasaan itu. Belum lagi, Izzi telah merasakan langsung kenaikan nilai asetnya yang nyaris tiga kali lipat dalam periode tersebut.
Bila dulu memperoleh 1 gram emas hanya membutuhkan uang Rp700.000 - Rp800.000, kini harga emas telah melompat sampai Rp2,2 juta per gram. Selain itu, instrumen ini dipilih untuk menjaga nilai uang yang dimilikinya.
Untuk menggambarkan lindung nilai yang dimaksud, Izzi menganalogikan emas dengan harga seekor kambing. "Dari dulu sampai sekarang, 1 gram emas tetap dapat 1 ekor kambing," selorohnya.
Bagi Izzi, investasi emas di Pegadaian Digital yang kini menjadi Tring!, adalah cara yang paling aman untuk menabung emas.
Belum lagi, daerah tinggal yang jauh dari perkotaan memudahkan pria itu untuk terus mengoleksi logam mulia tanpa harus membeli fisik di ibu kota.
Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan dalam acara peluncurkan aplikasi Tring! di The Gade Tower Jakarta, Rabu (8/10/2025)/BISNIS-Annisa Nurul Amara
"Bagi saya, menabung emas seperti ini menjadi lebih aman, lebih mudah. Alhamdulillah sampai saat ini belum pernah saya cairkan, haha," akunya.
Untuk sebagian kalangan, emas dijadikan sebagai aset investasi jangka panjang. Akan tetapi, ada pula yang menjadikan aset safe haven ini sebagai dana cadangan untuk keperluan darurat.
Seperti yang dialami oleh Hasanah (32 tahun) beberapa tahun silam. Dia berkisah, emas adalah penolong saat keluarganya membutuhkan biaya tambahan untuk pindah rumah dari Jakarta ke Tangerang.
Setelah dihitung, keluarganya memerlukan kocek belasan juta sebagai ongkos pindah barang ke rumah baru sekaligus untuk membeli kebutuhan lainnya.
Alih-alih menjual, Hasanah lebih memilih untuk menggadaikan 7 gram cincin emas simpanannya untuk memperoleh pinjaman dari Unit Pelayanan Cabang Pegadaian di Jakarta Selatan. Logam mulia itu ditebus lunas dua bulan kemudian.
"Saya tidak mau jual saat itu. Kalau dijual pasti akan sulit membeli lagi. Apalagi dengan harga sekarang ini. Syukur saya pilih gadai, pasti ditebus lagi," katanya.
Cerita Hasanah dan Izzi hanya dua dari lebih dari 28 juta nasabah perusahaan gadai terbesar di Indonesia itu. Kini, minat masyarakat untuk berinvestasi emas terus meningkat setelah rekor harga yang terus menerus berlangsung sepanjang tahun ini.
Kepala Divisi Bisnis Bullion PT Pegadaian Kadek Eva Suputra menuturkan bahwa tren minat masyarakat terhadap investasi emas, baik fisik maupun digital terus meningkat.
Kondisi ini didukung oleh sejumlah faktor, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global, tingginya kesadaran masyarakat pada perencanaan keuangan hingga kemudahan akses teknologi. Alhasil, emas semakin diminati sebagai instrumen investasi yang relatif stabil nilainya dan mudah dicairkan.
"Ini terlihat dari pertumbuhan omzet Cicil Emas mencapai 182,3% year-on-year [YoY] dan omzet Tabungan Emas 218% YoY per akhir September 2025," katanya kepada Bisnis.
Minat tinggi tersebut kemudian dijawab oleh perusahaan pelat merah ini dengan menyediakan layanan emas terintegrasi digital untuk memudahkan masyarakat bertransaksi.
Pada instrumen Tabung Emas misalnya, nasabah diberi kemudahan dengan pembelian mulai dari 0,01 gram. Kemudian pada layanan Cicil Emas, nasabah dapat membeli secara cicilan dengan harga tetap.
Seiring dengan Pegadaian yang telah resmi menjadi Bullion Bank, perusahaan turut memiliki layanan Deposito Emas untuk nasabah yang ingin mendapatkan imbal hasil dari tabungan emasnya.
Kemudian, ada pula layanan bank emas lainnya seperti perdagangan emas, pinjaman modal kerja emas hingga titipan emas korporasi. Berbagai instrumen ini diperkenalkan kepada publik melalui berbagai program literasi keuangan.
"Dengan strategi ini, Pegadaian tidak hanya memenuhi kebutuhan investasi emas masyarakat saat ini, tetapi juga mempersiapkan ekosistem emas yang berkelanjutan untuk masa depan," tuturnya.
Generasi Muda
Di tengah tren investasi emas yang terus tumbuh, kalangan generasi milenial dan Gen Z telah menjadi salah satu kontributor terbesar dalam pertumbuhan layanan emas digital perusahaan.
Sebagai contoh pada nasabah Tabungan Emas, 60% dari total nasabah merupakan generasi milenial dan Gen Z. Jenis layanan ini juga yang paling banyak diminati oleh generasi muda.
Kadek mengemukakan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh kecenderungan Milenial dan Gen Z yang menyukai instrumen investasi bersifat mudah diakses, transparan, fleksibel, dan terjangkau.
"Tabungan Emas juga dapat diakses melalui aplikasi Pegadaian Digital [Tring! by Pegadaian], mobile banking, dan aplikasi e-commerce lainnya sehingga transaksinya berbasis digital dan praktis," ujarnya.
Di luar itu, perusahaan turut menggalakkan literasi keuangan bagi masyarakat melalui berbagai saluran baik luring maupun daring. Ikhtiar ini dimaksud agar pemahaman tentang investasi dapat tertanam ke berbagai generasi demi #mengEMASkan Indonesia.
Hasil literasi keuangan ini juga tercermin dari pengalaman Izzi dan Hasanah dalam berinvestasi emas dan mengelola asetnya dengan bijak.
Tahun ini, Pegadaian telah menargetkan laba bersih senilai Rp6,58 triliun. Angka tersebut tumbuh sekitar 13,25% dibandingkan laba bersih pada 2024 yakni sebesar Rp5,81 triliun. Selain tabungan emas dan cicil emas, kontribusi pertumbuhan juga didukung oleh deposito emas.
Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan mengatakan bahwa sampai Agustus 2025, nilai deposito emas perusahaan telah mencapai Rp2,45 triliun dengan volume 1,4 ton. Perusahaan membidik nilai deposito emas dapat tumbuh sekitar Rp3 triliun.
"Semakin orang tahu harga emas mahal, semakin besar pula keinginan untuk membeli daripada dijual, digadai," katanya.
Pegadaian catat deposito emas Rp2,45 triliun, volume 1,4 ton per Agustus 2025, tumbuh 2% MtM. Targetkan Rp3 triliun, mayoritas nasabah di bawah 45 tahun. [263] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — PT Pegadaian mengungkapkan kinerja terbaru layanan deposito emas di bisnisbullionperseroan.
Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan Mengatakan sampai Agustus 2025 nilai deposito emas sudah mencapai Rp2,45 triliun.
“Sampai bulan Agustus ya Rp2,45 triliun. Sementara itu, volumenya 1,4 ton,” katanya di The Gade Tower, Rabu (8/10/2025).
Dia meneruskan, angka tersebut tumbuh sebesar 2% secara (month to month/MtM). Adapun, Pegadaian membidik nilai deposito emas di Pegadaian dapat bertumbuh mencapai sekitar Rp3 triliun.
Lebih jauh, menurut dia saat ini transaksi emas sedang bagus yang juga ditandai dengan pertumbuhan yang kencang. Dengan demikian, dia optimis bisa mencapai target itu.
“Semakin orang tahu harga emas mahal, orang akan memegang, mereka mau lebih membeli daripada dijual, digadai. Mereka kalau mau punya emas jangan dijual,” ucapnya.
Lebih lanjut, Damar mengungkapkan biasanya para pembeli emas mengunci harga terlebih dahulu untuk membeli emas. Biasanya mereka membeli emas dengan ukuran yang bermacam-macam seperti 5 gram dan 10 gram.
Di lain sisi, dia juga membeberkan bahwa mayoritas atau sekitar 75% nasabah Pegadaian berusia di bawah 45 tahun.
Berdasarkan catatan Bisnis, pada Februari 2025 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan izin kepada PT Pegadaian untuk menjalankan kegiatan usaha bullion. Izin tersebut diberikan melalui surat OJK Nomor S-325/PL.02/2024 pada 23 Desember 2024.
Dengan adanya izin tersebut, Pegadaian dapat memperluas layanannya dalam bisnis emas, termasuk simpanan emas, pembiayaan emas, penitipan emas, dan perdagangan emas.
Sebagai informasi, Pegadaian telah menargetkan laba bersih senilai Rp6,58 triliun pada tahun ini. Angka tersebut tumbuh sekitar 13,25% dibandingkan laba bersih pada 2024 yakni sebesar Rp5,81 triliun.