Bisnis.com, BANDUNG – Dinas Perkebunan Jawa Barat terus mempercepat revitalisasi perkebunan teh di kawasan Ciater, Kabupaten Subang.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penanaman 10.000 bibit teh di Blok Tambakan, Desa Tambakan, Kecamatan Jalancagak, sebagai upaya mengembalikan produktivitas lahan sekaligus memperkuat fungsi konservasi lingkungan.
Kegiatan revitalisasi yang dilaksanakan sejak dua bulan lalu tersebut merupakan bagian dari program pemulihan lahan perkebunan yang sebelumnya mengalami penurunan fungsi. Penanaman dilakukan setelah proses pengolahan lahan selesai dilaksanakan.
Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat, Gandjar Yudniarsa, mengatakan revitalisasi perkebunan teh menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan komoditas unggulan Jawa Barat sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.
"Revitalisasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas perkebunan teh, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Kawasan perkebunan teh memiliki peran penting dalam konservasi tanah dan air serta menjaga keseimbangan ekosistem," ujar Gandjar dikutip Rabu (17/6/2026).
Sebanyak 10.000 bibit teh ditanam di lahan seluas 0,8 hektare dengan melibatkan 23 Hari Orang Kerja (HOK) yang terdiri atas pekerja lapangan dan tim teknis pendukung. Menurut Gandjar, keberhasilan program revitalisasi diharapkan mampu mengembalikan fungsi lahan perkebunan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Kami berharap kawasan Ciater, khususnya Blok Tambakan, dapat kembali menjadi areal perkebunan teh yang produktif dan berkelanjutan. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh sektor perkebunan, tetapi juga oleh masyarakat dan lingkungan sekitar," katanya.
Program revitalisasi tersebut sejalan dengan komitmen Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang sebelumnya berencana menghidupkan kembali kawasan perkebunan teh di Ciater.
Saat meninjau pembongkaran bangunan liar di sepanjang Jalan Raya Jalancagak, Subang, pada Mei 2025 lalu, Dedi menilai masih banyak lahan perkebunan yang tidak dimanfaatkan secara optimal."Kan banyak tanah perkebunan yang kosong, tidak berfungsi. Saya punya rencana. Saya akan mengentehkan kembali daerah ini," katanya.
KDM sapaan akrabnya mengatakan biaya penanaman teh akan didukung melalui anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan melibatkan masyarakat sekitar, terutama para pemetik teh yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor perkebunan.
"Nanti kerja sama dengan warga di sini yang tukang metik teh. Biaya penanamannya dibiayai oleh Pemprov. Nanti kalau sudah tinggal masa panen, diserahkan kepada warga untuk dipetik tehnya," katanya.
Melalui program revitalisasi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap kawasan Ciater dapat kembali menjadi sentra perkebunan teh yang produktif, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat perekonomian masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.