Bisnis.com, PEKANBARU – PT Pegadaian terus memperkuat transformasi digital layanan investasinya dengan menyiapkan peluncuran ATM Emas di Indonesia. Dalam beberapa bulan ke depan, fasilitas ATM Emas Pegadaian akan disebar secara bertahap ke seluruh wilayah Indonesia.
Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, mengatakan ATM Emas ini menjadi terobosan baru untuk memudahkan masyarakat mencetak emas fisik dari kepemilikan emas digital Pegadaian.
“Beberapa bulan lagi ATM emas Pegadaian akan disebar ke seluruh Indonesia. Saat ini yang sudah bisa digunakan itu di kantor pusat Pegadaian. Dengan ATM emas ini masyarakat cukup menggunakan aplikasi Tring untuk mencetak emas fisik sesuai gramasi yang diinginkan,” ujar Yos, Selasa (20/1/2026).
Melalui integrasi dengan aplikasi Tring by Pegadaian, nasabah dapat menukarkan saldo emas digital yang dimiliki menjadi emas batangan secara instan. Proses pencetakan dilakukan langsung melalui mesin ATM Emas tanpa harus melalui proses administrasi yang rumit.
Yos menegaskan, ATM Emas Pegadaian merupakan yang pertama di Indonesia dan menjadi bukti nyata inovasi Pegadaian dalam mengembangkan ekosistem investasi emas yang aman dan terpercaya.
“Ini ATM emas pertama di Indonesia dan adanya di Pegadaian. Kami ingin membuktikan bahwa emas digital Pegadaian itu nyata, real, dan kapan pun bisa dicetak menjadi emas fisik melalui ATM emas,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran ATM Emas diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan tabungan emas digital, sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan berbasis investasi emas di berbagai lapisan masyarakat.
Pegadaian optimistis, inovasi ini akan menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas secara fleksibel, aman, dan mudah, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun perencanaan keuangan jangka panjang.
Sebelumnya, sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan dan kewirausahaan, Pegadaian juga menghadirkan The Gade Creative Lounge (TGCL). Fasilitas ini merupakan ruang kolaborasi dan kreativitas yang diinisiasi Pegadaian sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Yos menjelaskan, TGCL tidak sekadar menjadi fasilitas fisik, melainkan dirancang sebagai ekosistem pembelajaran dan pengembangan kapasitas generasi muda agar adaptif terhadap perubahan zaman.
TGCL, dari aspek sosial, bertujuan memperluas akses masyarakat, khususnya mahasiswa, terhadap ruang edukasi, literasi keuangan, dan kewirausahaan yang inklusif dan berkualitas.
“Inisiatif ini selaras dengan komitmen Pegadaian dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yakni Pendidikan Berkualitas untuk mencerdaskan generasi muda,” jelasnya.
The Gade Creative Lounge dilengkapi berbagai fasilitas multifungsi, mulai dari co-working space untuk diskusi dan kerja bersama, ruang introvert untuk belajar mandiri, ruang podcast untuk produksi konten kreatif, hingga ruangan multifungsi untuk seminar, pelatihan, dan diskusi.
Salah satu fasilitas unggulan TGCL adalah stage literasi yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk berbagai kegiatan, seperti bedah buku, sosialisasi, public speaking, seminar, hingga kegiatan literasi keuangan. Selain itu, tersedia pula sudut UMKM yang menjadi wadah promosi dan pengembangan produk bagi mahasiswa serta pelaku usaha muda.
“Seluruh fasilitas TGCL dirancang inklusif dan ramah lingkungan untuk mendukung kreativitas, kewirausahaan, serta literasi keuangan secara berkelanjutan,” pungkas Yos.
Dengan hadirnya Tring by Pegadaian dan The Gade Creative Lounge, Pegadaian berharap generasi muda Riau semakin melek keuangan, terbiasa berinvestasi sejak dini, dan mampu mempersiapkan masa depan ekonomi yang lebih baik.