KOMPAS.com – Amazon memastikan teknologi kecerdasan buatan milik Anthropic, yaitu model AI Claude, tetap dapat digunakan oleh pelanggan layanan komputasi awan Amazon Web Services (AWS). Namun, penggunaan tersebut tidak berlaku untuk pekerjaan yang berkaitan dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS).
Pernyataan itu disampaikan Amazon pada Jumat (6/3/2026), setelah Departemen Pertahanan AS atau United States Department of Defense (DOD) memberi label Anthropic sebagai “risiko rantai pasok”.
Dikutip dari CNBC, Anthropic menyatakan tidak memiliki pilihan selain menggugat penetapan tersebut melalui jalur hukum.
“Pelanggan dan mitra AWS tetap dapat menggunakan Claude untuk seluruh beban kerja yang tidak terkait dengan Department of War (DoW),” kata juru bicara AWS dalam pernyataan resmi.
Ia menambahkan, untuk pekerjaan DoW yang sebelumnya menggunakan teknologi Anthropic, AWS saat ini membantu pelanggan dan mitra beralih ke alternatif lain yang berjalan di infrastruktur AWS.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di media sosial pekan lalu memerintahkan lembaga-lembaga federal untuk menghentikan penggunaan teknologi Anthropic.
Perintah tersebut muncul setelah Anthropic menolak permintaan DOD yang ingin memiliki hak untuk mengoperasikan teknologi perusahaan itu dalam semua penggunaan yang sah tanpa batasan.
Dengan adanya label risiko rantai pasok, para vendor dan kontraktor pertahanan diwajibkan memastikan bahwa mereka tidak menggunakan model AI Anthropic dalam pekerjaan yang berkaitan dengan Pentagon.
Amazon, sebagai pemimpin pasar komputasi awan publik, mengikuti langkah para pesaingnya seperti Microsoft dan Google dalam memberi kepastian kepada pelanggan terkait ketersediaan teknologi Anthropic.
Microsoft pada Kamis (5/3/2026) malam menyatakan model Claude milik Anthropic masih dapat diakses di produknya selama tidak digunakan untuk pekerjaan pertahanan. Google juga menyampaikan pernyataan serupa pada Jumat.
Amazon sendiri merupakan salah satu investor terbesar Anthropic. Sejak 2023, Amazon telah menanamkan investasi sekitar 8 miliar dollar AS ke perusahaan rintisan tersebut. Kedua perusahaan juga menjalin kerja sama komersial yang erat.
AWS saat ini tetap menjadi mitra utama Anthropic dalam layanan komputasi awan dan pelatihan model AI.
Anthropic juga berkomitmen menggunakan 500.000 chip buatan Amazon, yakni Trainium 2, sebagai bagian dari pembangunan kampus pusat data AWS senilai 11 miliar dollar AS untuk startup tersebut yang dikenal sebagai Project Rainier.
Model Claude milik Anthropic tersedia melalui layanan AWS Bedrock, yang memungkinkan perusahaan mengakses berbagai model kecerdasan buatan dari sejumlah penyedia.
AWS juga menyediakan layanan Bedrock untuk pengguna GovCloud, yakni wilayah komputasi awan khusus yang dirancang untuk menyimpan data sensitif dan menjalankan alur kerja yang diatur secara ketat.
Amazon sendiri telah memenangkan kontrak bernilai miliaran dollar AS untuk menyediakan layanan cloud dan AI bagi lembaga federal AS. Pada November lalu, AWS bahkan menyiapkan investasi hingga 50 miliar dollar AS untuk infrastruktur AI bagi pelanggan pemerintah Amerika Serikat.
Saat itu AWS menyebut telah melayani lebih dari 11.000 lembaga pemerintah.
Anthropic memanfaatkan AWS sebagai pintu masuk ke proyek-proyek pemerintah. Pada November 2024, perusahaan tersebut bekerja sama dengan Palantir Technologies dan AWS untuk menyediakan akses model Claude bagi lembaga pertahanan dan intelijen.
Wakil Presiden AWS Dave Levy mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan menghadirkan kemampuan AI generatif baru bagi sektor publik.
“Kami sangat antusias bermitra dengan Anthropic dan Palantir untuk menghadirkan kemampuan AI generatif baru yang akan mendorong inovasi di sektor publik,” kata Levy.
Delapan bulan setelah kerja sama itu diumumkan, Anthropic memperoleh kontrak senilai 200 juta dollar AS dari DOD. Perusahaan tersebut juga menjadi laboratorium AI pertama yang mengintegrasikan modelnya ke dalam alur kerja misi pada jaringan rahasia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang