Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) memproyeksikan penyusutan terhadap jumlah pengunjung di Ancol sepanjang 2025. Proyeksi lesu itu dibuat lantaran lemahnya daya beli masyarakat yang masih menghantui kinerja PJAA sepanjang tahun.
Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Winarto menerangkan bahwa sepanjang periode Januari–Oktober 2025, jumlah pengunjung yang melancong ke Ancol hanya sebanyak 7,57 juta. Sementara itu, proyeksi PJAA pada tahun penuh 2025 hanya mencapai 9,38 juta pengunjung.
Proyeksi tersebut lebih rendah 6,02%year-on-year(YoY) dibandingkan realisasi 2024 sebanyak 9,98 juta pengunjung. Winarto menegaskan, proyeksi lesu ini ditetapkan perseroan lantaran melihat kondisi daya beli masyarakat sepanjang tahun.
“Proyeksi penghujung 2025 memang tidak sebagus yang di tahun sebelumnya. Harus kami akui, kami juga terkena imbas dari daya beli masyarakat yang pada momen-momen ini belum pulih kembali,” katanya dalam paparan publik, Rabu (3/12/2025).
Sejalan dengan susutnya proyeksi terhadap jumlah pengunjung, perseroan juga berekspektasi rendah terhadap pertumbuhan pendapatan dan laba bersih PJAA sepanjang 2025.
PJAA memproyeksikan total pendapatan yang susut 7,93% YoY menjadi Rp1,16 triliun per akhir 2025. Sementara itu, proyeksi laba bersih juga susut 43,19% YoY menjadi Rp101 miliar, dibandingkan Rp177,79 miliar pada periode yang sama 2025.
Meskipun begitu, manajemen tetap berharap pada lonjakan pengunjung pada periode akhir tahun. Sejumlah acara telah disiapkan PJAA untuk menarik pengunjung pada momentum libur Natal dan Tahun Baru.
Manajemen menerangkan bahwa Ancol menargetkan 750.000–800.000 pengunjung pada pekan libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2025–2026. Lonjakan pengunjung tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja perseroan di tahun ini.
“Pendapatan [dari libur Nataru] diproyeksikan memberikan kontribusi sekitar 10% dari total pendapatan perseroan,” kata manajemen baru-baru ini.
Melansir laporan keuangan, PJAA mencatatkan pendapatan senilai Rp798,52 miliar pada kuartal III/2025, susut 9,40% YoY dari Rp881,44 miliar pada periode yang sama 2024.
Susutnya pendapatan PJAA sejalan dengan menurunnya pendapatan perseroan di berbagai segmen penjualan. Pada segmen pariwisata, misalnya, PJAA membukukan pendapatan yang susut 40,28% sepanjang tahun berjalan 2025 (year to date/YtD) menjadi Rp567,76 miliar per kuartal III/2025.
Begitu juga dengan segmen real estat yang mencatatkan pendapatan Rp180,07 miliar pada kuartal III/2025, susut dari Rp223,90 miliar pada akhir 2024. Segmen perdagangan dan jasa juga menyusut menjadi Rp155,98 miliar pada periode ini.
Alhasil, setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, PJAA hanya mampu mencatatkan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp58,62 miliar pada kuartal III/2025. Torehan tersebut susur 41,72% YoY dibandingkan Rp100,59 miliar pada periode yang sama 2024.