Bisnis.com, PEKANBARU - PT APG Westkampar Indonesia (APGWI) mencatat capaian signifikan dalam pengelolaan Wilayah Kerja (WK) West Kampar.
General Manager PT APGWI, Mohammad Yasin A, mengatakan setelah tiga tahun beroperasi sejak ditetapkan sebagai operator pada 26 Januari 2023, produksi minyak APGWI berhasil ditingkatkan hingga mencapai sekitar 1.200 barel minyak per hari (BOPD) pada akhir 2025.
"Peningkatan produksi tersebut merupakan hasil dari berbagai inovasi dan percepatan kerja yang dilakukan perusahaan, mulai dari optimalisasi operasi sumur, peningkatan keandalan fasilitas produksi, hingga percepatan reaktivasi dan pengembangan sumur. Pada awal pengelolaan, produksi WK West Kampar hanya berada di kisaran 200 BOPD," katanya, Senin (26/1/2026).
Dia mengakui capaian ini menjadi bukti kapabilitas perusahaan nasional dalam mengelola wilayah kerja migas secara profesional dan berkelanjutan. Dia menyebutkan, peningkatan produksi ini juga tidak lepas dari dukungan dan asistensi SKK Migas, khususnya Perwakilan Sumbagut.
“Produksi yang meningkat dari sekitar 200 BOPD menjadi 1.200 BOPD dalam kurun waktu dua tahun merupakan hasil komitmen perusahaan, inovasi berkelanjutan, serta sinergi dengan SKK Migas. Ini juga bagian dari kontribusi kami dalam mendukung target pemerintah menuju produksi 1 juta barel minyak per hari pada 2030,” ujar Yasin.
Sejak ditetapkan sebagai operator, APGWI bergerak cepat merealisasikan Komitmen Kerja Pasti (KKP) lima tahun pertama. Hingga kini, perusahaan telah memiliki 13 sumur pengembangan.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan kondisi awal pengelolaan yang hanya memiliki lima sumur eksisting, dengan tambahan delapan sumur pengembangan dalam tiga tahun terakhir.
Direktur PT APGWI, Adi Prasetyana, berharap momentum tiga tahun operasional ini dapat menjadi fondasi bagi perusahaan untuk terus tumbuh dan sejajar dengan perusahaan migas nasional lainnya.
Menurutnya, APGWI berkomitmen menjalankan operasional migas secara profesional dengan mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan kerja, serta perlindungan lingkungan.
“Sebagai perusahaan migas nasional, kami berkomitmen untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan, mengedepankan tata kelola yang baik, serta menjaga aspek keselamatan dan lingkungan dalam setiap aktivitas operasional,” kata Adi.
Selain fokus pada peningkatan produksi, APGWI juga menjalankan Program Pelibatan Pengembangan Masyarakat (PPM) di sekitar wilayah operasi.
Salah satu program yang telah direalisasikan adalah peningkatan akses jalan sepanjang sekitar 20 kilometer dari Gathering Station Pendalian menuju Desa Dayo, yang kini dapat dilalui masyarakat dengan lebih aman dan lancar.
Tokoh masyarakat Desa Suligi, Adri menyampaikan bahwa kehadiran APGWI memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama dalam mendukung akses distribusi hasil perkebunan dan kegiatan ekonomi warga.
Selama tiga tahun beroperasi, APGWI juga telah melaksanakan berbagai program sosial lainnya, seperti bantuan pendidikan, sertifikasi keselamatan dan keahlian, program edukasi bagi pelajar dan mahasiswa, hingga kolaborasi kegiatan sosial bersama TNI dan Polri.
PT APG Westkampar Indonesia mengelola WK West Kampar dengan luas wilayah sekitar 4.490,71 kilometer persegi yang mencakup Provinsi Riau dan Sumatera Utara, serta wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, dan Padang Lawas.