#30 tag 24jam
Kripto Sumbang Rp1,93 Triliun, Edukasi Pajak Diperkuat
Kripto semakin banyak menyumbang pajak untuk negara. [466] url asal
(MedCom - Ekonomi Digital) 27/02/26 17:00
v/149960/
Jakarta: Pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Di tengah peningkatan aktivitas pasar, aspek kepatuhan dan pemahaman perpajakan menjadi semakin krusial bagi investor maupun pelaku industri, khususnya dalam pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.Berdasarkan data terbaru, penerimaan pajak dari aset kripto hingga Januari 2026 tercatat sebesar Rp1,93 triliun. Angka tersebut terdiri dari Rp246,45 miliar (2022), Rp220,83 miliar (2023), Rp620,4 miliar (2024), Rp796,74 miliar (2025), serta Rp43,45 miliar pada Januari 2026. Data ini menegaskan potensi kontribusi industri kripto terhadap penerimaan negara, sekaligus menguatkan urgensi kepatuhan pajak investor.
Dalam sesi edukasi perpajakan yang digelar Tokocrypto bersama Ideatax, dibahas pembaruan aturan yang berdampak pada transaksi kripto, termasuk pemberlakuan PMK Nomor 50 Tahun 2025 yang mengubah skema pajak perdagangan aset kripto.
Mengacu pada PMK-50/2025 menetapkan bahwa transaksi jual aset kripto dikenakan PPh Final, sementara PPN tidak lagi dipungut karena aset kripto dipersamakan sebagai surat berharga. Aturan ini juga membedakan tarif berdasarkan platform: 0,21% untuk transaksi pada platform dalam negeri (DN) dan 1% untuk transaksi pada platform luar negeri (LN) dikenakan tarif 1%.
Chief Financial Officer (CFO) Tokocrypto, Sefcho Rizal, menyatakan skema baru tersebut dapat memperkuat daya saing exchange dalam negeri sekaligus mendorong transaksi yang lebih patuh regulasi.
“PMK-50/2025 membuat skema pajak menjadi lebih jelas dan sederhana. Pembedaan tarif 0,21% untuk platform dalam negeri memberi sinyal positif bagi ekosistem kripto nasional dan mendorong pengguna untuk bertransaksi di exchange berizin,” ujar Sefcho.
Ia menambahkan, exchange berizin berperan penting membantu kepatuhan karena proses pemungutan pajak dilakukan secara otomatis sesuai ketentuan yang berlaku. Tokocrypto juga menyediakan akses laporan pajak tahunan agar pengguna lebih mudah menyiapkan dokumen pelaporan.
“Kami berupaya memudahkan pengguna lewat fitur laporan ringkasan pajak tahunan di platform, sehingga proses pelaporan SPT bisa lebih rapi dan akurat,” tambahnya.
Investor Tertib Lapor SPT, Aset Kripto Tetap Dicantumkan sebagai Harta
Partner Ideatax, Jovita Budianto, menegaskan bahwa meskipun pajak atas transaksi kripto bersifat final dan dipungut melalui exchange, kepemilikan aset kripto tetap wajib dilaporkan dalam SPT Tahunan pada daftar harta.
“Pajak final bukan berarti selesai dari sisi pelaporan. Aset kripto tetap perlu dicantumkan di SPT Tahunan sebagai bagian dari harta, umumnya masuk kategori investasi lainnya,” kata Jovita.
Menurutnya, ketelitian pelaporan penting untuk menghindari ketidakseimbangan analisis harta yang dapat memicu klarifikasi otoritas pajak. Ideatax juga mengajak wajib pajak tidak menunda pelaporan dan memastikan seluruh aset, termasuk kripto, dicantumkan secara benar.
“Kepatuhan pajak adalah bagian dari pengelolaan risiko. Selain menghindari sanksi, pelaporan yang tertib juga memperkuat reputasi dan kredibilitas, baik untuk individu maupun pelaku usaha,” tutup Jovita.
Dengan penerimaan pajak kripto yang telah mencapai Rp1,93 triliun hingga Januari 2026, industri kripto Indonesia kian menunjukkan kontribusi nyata bagi negara. Kolaborasi edukasi antara exchange dan mitra konsultan pajak diharapkan memperkuat literasi, mendorong kepatuhan, serta membangun pertumbuhan ekosistem kripto yang lebih transparan dan berkelanjutan.
(ASM)
OKX Luncurkan Equity Perpetuals Secara Bertahap
OKX Luncurkan Equity Perpetuals Secara Bertahap [363] url asal
(MedCom - Ekonomi Digital) 25/02/26 07:00
v/147497/
Jakarta: Menyusul meningkatnya minat terhadap Real-World Assets (RWA) dan integrasi antara kripto dan pasar keuangan tradisional (TradFi), OKX resmi meluncurkan Equity Perpetual Contracts (Equity Perps) — kontrak derivatif berbasis saham global yang dapat diperdagangkan 24/7 melalui satu Unified Account.Peluncuran ini dilakukan secara bertahap mulai 25 Februari, dengan kampanye global dimulai pada 3 Maret.
OKX menghadirkan infrastruktur convergence economy, di mana teknologi kripto digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas perdagangan aset tradisional.
Peluncuran Bertahap 17 Kontrak Saham Global
Sebanyak 17 kontrak perpetual saham akan diluncurkan dalam beberapa batch:Batch 1‒25 Februari
HOOD
TSLA
MSTR
Batch 2‒26 Februari
INTC
PLTR
AMZN
COIN
CRCL
Batch3‒2Maret
NVDA
MU
SNDK
GOOGL
MSFT
AAPL
META
QQQ (Nasdaq-100ETF)
SPY (S&P500ETF)
Peluncuran bertahap ini bertujuan untuk membangun likuiditas secara optimal sekaligus memastikan pengalaman trading yang stabil bagi pengguna global.
Baca Juga :
OKX: Transparansi Bukan Janji, Tapi Sistem—PoR ke-39 Tunjukkan 1:1 Coverage dan 100%+ Reserves
Solusi terhadap Keterbatasan Pasar Tradisional
1. Perdagangan Saham Tanpa Jam TutupPasar saham tradisional memiliki jam operasional terbatas, sehingga investor sering melewatkan momentum akibat peristiwa global di luar jam bursa.
Dengan Equity Perps OKX, pengguna dapat memperdagangkan derivatif saham 24/7,termasuk saat akhir pekan, untuk merespons dinamika pasar secara real-time.
2. Double-Dip:Yield dan Trading Sekaligus
Melalui Unified Account, saldo Earn dapat langsung menjadi kolateral untuk membuka posisi saham tanpa perlu transfer dana.
Pengguna dapat memperoleh potensi yield sekaligus membuka peluang trading dalam satu ekosistem.
3. Cross-Margining Seluruh Portofolio
Unified Account memungkinkan seluruh aset pengguna menjadi jaminan posisi,meningkatkan efisiensi modal dan mengurangi risiko likuidasi akibat margin terisolasi.
“Peluncuran Equity Perpetuals merupakan langkah penting dalam mempercepat konvergensi antara kripto dan pasar tradisional,” ujar Ferry, Regional Growth Manager OKX Wallet.
“Kami membangun arsitektur Unified Account agar pengguna dapat mengelola seluruh aset dalam satu margin pool,memperdagangkan saham global 24/7,dan tetap menjaga efisiensi modal secara maksimal.”
Edukasi Produk
Equity Perpetuals adalah kontrak derivatif yang mereplikasi pergerakan harga saham, bukan kepemilikan saham langsung. Kontrak ini tidak memiliki tanggal jatuh tempo dan menggunakan mekanisme funding rate seperti perpetual futures kripto.Perdagangan derivatif memiliki risiko tinggi. Pengguna disarankan memahami leverage, margin, dan mekanisme likuidasi sebelum bertransaksi.
(ASM)
Strategi Indonesia Re Hadapi Percepatan Ekonomi Digital
Perkembangan ekonomi digital dan percepatan otomatisasi mendorong transformasi besar di berbagai sektor industri, termasuk reasuransi. [540] url asal
#ekonomi-digital #reasuransi #digitalisasi #ekonomi-indonesia #asuransi
(MedCom - Ekonomi Digital) 24/02/26 19:10
v/146352/
Jakarta: Perkembangan ekonomi digital dan percepatan otomatisasi mendorong transformasi besar di berbagai sektor industri, termasuk reasuransi. Di tengah meningkatnya kompleksitas risiko global, tuntutan efisiensi, serta integrasi ekosistem digital lintas industri, perusahaan dituntut untuk beradaptasi dengan model bisnis berbasis data dan teknologi.Menjawab dinamika tersebut, Indonesia Re menegaskan komitmennya memperkuat strategi digitalisasi melalui penyelenggaraan IT Days 2026. Forum internal ini menjadi ruang konsolidasi arah transformasi teknologi perusahaan agar selaras dengan kebutuhan ekonomi digital yang menuntut kecepatan, transparansi, integrasi, dan ketepatan pengambilan keputusan berbasis data.
Mengusung tema “Digital Efficiency: Building the Fundamental of Future Growth”, kegiatan ini menekankan efisiensi digital bukan sekadar modernisasi sistem, melainkan bagian dari strategi perusahaan untuk beroperasi secara lebih agile dalam ekosistem ekonomi digital yang semakin terhubung.
Plt. Direktur Utama Indonesia Re Robbi Yanuar Walid menegaskan transformasi digital harus dipandang sebagai perubahan menyeluruh dalam cara organisasi menciptakan nilai. Dalam konteks ekonomi digital, teknologi berperan sebagai pengungkit (enabler) yang mempercepat proses bisnis, memperkuat tata kelola data, serta meningkatkan transparansi dan manajemen risiko.
Ia menekankan keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh sistem teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dan tata kelola organisasi. Pendekatan ini penting agar digitalisasi benar-benar menghasilkan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan sekaligus memperkuat daya saing di era ekonomi berbasis platform dan data.
Mantan Direktur Bisnis Digital PT Telkom Indonesia Muhammad Fajrin Rasyid, menyoroti digitalisasi dalam ekonomi modern harus difokuskan pada optimalisasi proses bisnis, bukan semata penciptaan produk digital baru. Menurutnya, banyak organisasi terjebak pada inovasi yang bersifat permukaan, sementara potensi terbesar justru terletak pada peningkatan efisiensi operasional melalui otomatisasi, integrasi data, dan pemanfaatan analitik.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kecepatan perubahan eksternal dan kesiapan internal organisasi. Transformasi digital, dalam konteks ekonomi digital, menuntut adaptasi budaya kerja, peningkatan kapabilitas talenta, serta pemanfaatan teknologi untuk mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.
Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Teknologi Informasi Beatrix Santi Anugrah menegaskan bahwa digitalisasi merupakan strategi fundamental untuk memperkuat posisi perusahaan dalam lanskap ekonomi digital yang kompetitif. Digitalisasi tidak hanya berorientasi pada efisiensi biaya, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan, penguatan kapabilitas analitik, serta integrasi dengan mitra dalam ekosistem digital.
Tantangan Utama
Ia menjelaskan industri reasuransi menghadapi tantangan seperti sistem inti yang belum sepenuhnya terintegrasi, proses manual yang masih dominan, kebutuhan penguatan keamanan siber, serta pentingnya pemanfaatan data secara real time. Dalam konteks ekonomi digital, kemampuan mengelola dan menganalisis data menjadi aset strategis yang menentukan kecepatan dan ketepatan keputusan bisnis.Untuk menjawab tantangan tersebut, Indonesia Re menyiapkan lima prioritas transformasi, yaitu modernisasi sistem inti, penerapan otomatisasi cerdas, integrasi ekosistem digital, penguatan analitik data lanjutan, serta peningkatan keamanan siber dan kesiapan infrastruktur berbasis cloud. Salah satu inisiatif utama adalah pengembangan dashboard terpadu berbasis data real time guna mendukung pengambilan keputusan strategis yang lebih cepat dan akurat.
Melalui IT Days 2026, Indonesia Re menempatkan digitalisasi sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan organisasi sekaligus meningkatkan daya saing di tengah percepatan ekonomi digital. Forum ini juga menjadi momentum untuk menyelaraskan prioritas investasi teknologi agar memberikan dampak langsung terhadap efisiensi operasional dan kualitas layanan.
Sejalan dengan arah tersebut, perusahaan menegaskan bahwa transformasi digital harus tetap berpusat pada manusia sebagai penggerak utama perubahan. Teknologi menjadi fondasi, namun keberhasilan transformasi ditentukan oleh kemampuan organisasi dalam mengintegrasikan inovasi, tata kelola yang kuat, dan budaya kerja adaptif dalam ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang.
(SAW)
Survei: Adopsi AI Mendongkrak Produktivitas Terutama bagi Gen Z Indonesia
Para pekerja mulai angkat suara soal perdebatan besar tentang bagaimana AI memengaruhi produktivitas, pertumbuhan bisnis, dan dunia kerja. [866] url asal
#kecerdasan-artifisial #kecerdasan-buatan #ekonomi-digital #gen-z
(MedCom - Ekonomi Digital) 24/02/26 13:23
v/145792/
Jakarta: Para pekerja mulai angkat suara soal perdebatan besar tentang bagaimana AI memengaruhi produktivitas, pertumbuhan bisnis, dan dunia kerja.Hasil PwC’s Global Workforce Hopes and Fears Survey 2025 menunjukkan pengaruh AI makin terasa, dan rasa optimis terhadap manfaatnya jauh lebih kuat dibandingkan kekhawatiran yang ada.
Survei yang melibatkan hampir 50.000 pekerja di seluruh dunia, termasuk 812 responden dari Indonesia, di 48 negara dan 28 sektor menunjukkan bahwa mereka yang memakai GenAI setiap hari jauh lebih sering merasakan manfaat nyata dibandingkan pengguna yang jarang memakainya.
Secara global, 92% pengguna harian merasakan produktivitas yang meningkat, 58% merasa lebih aman dengan pekerjaan mereka, dan 52% sudah melihat kenaikan gaji. Di Indonesia, angkanya bahkan lebih tinggi: 96% untuk produktivitas, 82% untuk rasa aman dalam pekerjaan, dan 72% untuk peningkatan gaji.
Sementara itu, pengguna AI yang jarang memakai teknologi ini secara global hanya mencatat 58% peningkatan produktivitas, 36% rasa aman dalam pekerjaan, dan 32% kenaikan gaji.
Di Indonesia, kelompok pengguna yang jarang ini tetap berada di atas rata-rata global, dengan 75% untuk produktivitas, 63% untuk rasa aman dalam pekerjaan, dan 52% untuk gaji. Survei ini menunjukkan bahwa di Indonesia, dampak positif penggunaan GenAI sehari-hari terhadap produktivitas, keamanan pekerjaan, dan kompensasi terasa lebih kuat dibandingkan dengan tren global.
Pete Brown, PwC Global Workforce Leader, mengatakan pekerja yang memakai AI setiap hari sudah mulai merasakan manfaatnya, mereka jadi lebih produktif, merasa lebih aman dengan pekerjaannya, dan mendapatkan penghasilan yang lebih baik.
“Tapi untuk benar-benar memperluas manfaat ini, perusahaan perlu melakukan lebih dari sekadar memberi pelatihan. Cara kerja perlu diperbarui, dan bagaimana manusia bekerja bersama mesin juga harus didefinisikan ulang. Keberhasilan langkah ini akan menentukan apakah GenAI bisa menjadi motor pertumbuhan dan inklusi, atau malah menjadi peluang yang hilang,”
Secara global, 54% pekerja mengatakan mereka telah menggunakan AI dalam pekerjaan selama 12 bulan terakhir. Namun, penggunaan rutin masih tergolong rendah, yang menunjukkan bahwa masih ada ruang besar untuk memperluas pemanfaatannya dan mendapatkan manfaat nyata. Hanya 14% responden yang menggunakan generative AI setiap hari, dan lebih sedikit lagi (6%) yang memakai agentic AI secara harian.
Di Indonesia, tingkat adopsi keseluruhan lebih tinggi dengan 69% pekerja menyatakan telah menggunakan AI untuk pekerjaannya dalam setahun terakhir. Namun, penggunaan hariannya justru sedikit menurun, dengan hanya 16% pekerja yang memakai generative AI setiap hari dan 8% yang menggunakan agentic AI secara harian.
Masa Depan Dunia Kerja
Lita Dewi, PwC Consulting Indonesia Workforce Transformation Leader, menambahkan perubahan-perubahan regulasi, teknologi, geopolitik, maupun preferensi pelanggan akan membentuk masa depan dunia kerja.“Di Indonesia, hampir setengah dari pekerja yang disurvei (49%) memperkirakan perubahan regulasi akan berdampak besar, dan 45% memprediksi transformasi teknologi, bahkan naik menjadi 74% di kalangan pengguna GenAI harian. Ini menunjukkan bahwa mereka yang sudah mengadopsi AI cenderung lebih siap menghadapi perubahan ke depan. Sementara itu, 44% pekerja juga percaya bahwa konflik geopolitik dan perubahan preferensi pelanggan akan mempengaruhi pekerjaan mereka dalam tiga tahun mendatang.” tegas dia.
Walaupun banyak organisasi mulai berinvestasi dalam program peningkatan keterampilan untuk mengikuti perkembangan teknologi baru dan yang terus muncul, hasil survei menunjukkan bahwa upaya dari perusahaan masih belum merata.
Secara global, hanya 51% pekerja non-manajer merasa mereka mendapatkan sumber daya yang cukup untuk belajar dan berkembang, dibandingkan dengan 66% manajer dan 72% eksekutif senior. Di Indonesia, situasinya lebih positif: 64% pekerja non-manajer mengatakan mereka punya akses pada sumber daya pembelajaran yang dibutuhkan, meningkat menjadi 78% di level manajer dan 89% di level eksekutif senior.
Perbedaan juga terlihat dalam bagaimana pekerja memandang budaya pembelajaran di tempat kerja. Secara global, 54% pekerja merasa tim mereka melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang, dengan angka yang naik menjadi 65% di sektor teknologi dan turun menjadi 47% di sektor transportasi dan logistik.
Berbeda dengan itu, Indonesia menunjukkan budaya belajar yang lebih kuat: 72% pekerja mengatakan tim mereka memandang kegagalan sebagai bagian dari proses belajar.
Komitmen ini bahkan lebih tinggi di sektor jasa keuangan, mencapai 88%, sementara sektor energi, utilitas, dan sumber daya berada di 62%. Temuan ini menunjukkan bahwa organisasi di Indonesia cenderung membangun lingkungan belajar yang lebih suportif dibandingkan rata-rata global.
Tekanan finansial
Tekanan finansial masih menjadi kekhawatiran bagi banyak pekerja. Secara global, 55% tenaga kerja mengatakan mereka sedang mengalami tekanan finansial, naik dari 52% di 2024. Lebih dari sepertiga (35%) merasa kewalahan, dan angkanya meningkat menjadi 42% di kalangan Gen Z.Kurang dari setengah (43%) menerima kenaikan gaji dalam setahun terakhir, dan hanya 17% yang mendapat promosi. Bahkan minat untuk meminta kenaikan gaji maupun promosi juga menurun dari tahun ke tahun, dari 43% menjadi 37% dan dari 35% menjadi 32%.
Di Indonesia, gambaran situasinya sedikit berbeda: 49% pekerja mengatakan mereka mengalami tekanan finansial, turun cukup jauh dari 61% tahun lalu. Sebanyak 25% merasa kewalahan, dan 41% melaporkan kelelahan.
Lebih dari separuh (53%) menerima kenaikan gaji, meski hanya 10% yang mendapatkan promosi. Ambisi karier juga sedikit melunak dengan 32% berencana meminta kenaikan gaji dan 31% ingin mengajukan promosi, sementara 18% mempertimbangkan pindah perusahaan, dan semua angka ini lebih rendah dibandingkan puncaknya di 2024.
Survei ini juga menunjukkan bahwa pekerja di Indonesia jauh lebih nyaman menyampaikan pendapat dan ide tentang pekerjaan kepada tim mereka dibandingkan dengan rata-rata global. Sebanyak 76% responden di Indonesia merasa nyaman mengungkapkan pandangan mereka, jauh lebih tinggi dibandingkan angka global yang hanya 62%.
(SAW)
Persaingan Dompet Digital Beralih ke Integrasi Ekosistem
Memasuki 2026, kompetisi dompet digital di Indonesia tidak lagi sekadar adu promosi. Industri e-wallet kini bergerak menuju fase yang lebih matang, di mana kekuatan utama terletak pada integrasi layan [566] url asal
#ekosistem-digital #dompet-digital #shopeepay #ekonomi-indonesia #transaksi-digital
(MedCom - Ekonomi Digital) 24/02/26 05:57
v/145277/
Jakarta: Memasuki 2026, kompetisi dompet digital di Indonesia tidak lagi sekadar adu promosi. Industri e-wallet kini bergerak menuju fase yang lebih matang, di mana kekuatan utama terletak pada integrasi layanan dalam satu ekosistem aplikasi. Temuan ini mengemuka dalam laporan Digital Wallet Research 2026: User Behavior & Competitive Landscape yang dirilis Ipsos Indonesia.Survei tersebut menunjukkan dompet digital telah menjadi bagian penting dari aktivitas finansial sehari-hari. Pengguna memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan, mulai dari belanja daring (86%), pembelian makanan dan minuman (77%), pembayaran tagihan rutin seperti listrik dan internet (69%), hingga transfer ke rekening bank (68%). Pola ini menegaskan bahwa e-wallet bukan lagi sekadar opsi pembayaran tambahan, melainkan pusat transaksi harian.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, sejumlah indikator menunjukkan dominasi pada kategori tertentu. Pada aspek top of mind, ShopeePay menempati posisi teratas dengan 41% responden menyebutnya sebagai merek pertama yang terlintas di benak mereka. Posisi berikutnya diisi DANA (26%), GoPay (23%), dan OVO (8%).
Dari sisi intensitas penggunaan dalam tiga bulan terakhir, ShopeePay juga mencatat angka tertinggi dengan 91% responden mengaku menggunakannya. Rata-rata frekuensi transaksi mencapai 23 kali per bulan, menunjukkan tingkat keterlibatan pengguna yang cukup tinggi.
Menurut Executive Director Ipsos Indonesia, Andi Sukma, lanskap persaingan kini mengalami pergeseran signifikan. Ia menilai bahwa faktor pengenalan merek bukan lagi satu-satunya penentu keberhasilan. Yang lebih penting adalah kemampuan platform untuk hadir di berbagai titik kebutuhan finansial secara terhubung dan konsisten.
Meski arah industri berubah, promosi tetap menjadi daya tarik utama bagi pengguna. Survei menunjukkan bahwa bebas biaya administrasi (79%), cashback (71%), dan diskon (66%) merupakan insentif yang paling diminati.
Namun, daya saing tidak lagi bertumpu pada insentif harga semata. Integrasi dengan ekosistem digital menjadi pembeda utama. Dalam transaksi online, ShopeePay disebut paling sering digunakan (68%), jauh melampaui GoPay (17%), DANA (10%), dan OVO (2%).
Di ranah offline, penerapan QRIS turut memperluas penggunaan dompet digital. Untuk pembayaran pulsa dan tagihan, ShopeePay kembali memimpin dengan 53%. Pada transaksi makanan dan minuman, angkanya mencapai 58%, sementara untuk belanja di supermarket dan minimarket tercatat 56%.
Selain promosi dan integrasi layanan, faktor kemudahan penggunaan serta keamanan menjadi pertimbangan utama pengguna. ShopeePay dinilai unggul dalam kemudahan pengisian saldo (51%) dan persepsi keamanan (55%).
Ipsos menilai bahwa kepercayaan pengguna kini menjadi elemen kunci dalam membangun loyalitas jangka panjang. Promo dapat menarik pengguna baru, tetapi pengalaman yang sederhana, aman, dan stabil akan menentukan keberlanjutan penggunaan.
Andi menegaskan bahwa daya tarik jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh insentif, melainkan oleh kemampuan platform menciptakan pengalaman finansial yang terintegrasi dan nyaman.
Generasi Z Dorong Pertumbuhan Transaksi Digital
Riset ini juga menyoroti peran Generasi Z sebagai pendorong utama adopsi pembayaran digital.Bagi kelompok ini, faktor kepraktisan (57%), bebas biaya admin (49%), serta fleksibilitas penggunaan di berbagai merchant (48%) menjadi alasan utama dalam memilih layanan.
Di segmen top-up game, ShopeePay mencatatkan angka tertinggi dengan 46%, diikuti DANA (28%), GoPay (19%), dan OVO (4%). Dari sisi kemudahan proses pengisian saldo, ShopeePay juga memperoleh skor 54%.
Ipsos menyimpulkan bahwa Generasi Z tidak lagi memandang dompet digital hanya sebagai alat pembayaran, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup digital yang cepat, praktis, dan terhubung. Platform yang mampu menggabungkan kebutuhan belanja, hiburan, dan transaksi dalam satu sistem diperkirakan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dalam persaingan jangka panjang.
Secara keseluruhan, pasar pembayaran digital Indonesia kini memasuki tahap yang lebih dewasa. Kompetisi tidak lagi berfokus pada fitur dasar, melainkan pada kemampuan menghadirkan relevansi, integrasi, dan nilai nyata dalam kehidupan sehari-hari pengguna.
(SAW)
Langkah Kecil, Dampak Besar: Transformasi Putri Wulandari Lewat Mitra Bukalapak
Bagi Putri Wulandari, masa depan tidak datang dengan sendirinya. Ia harus diperjuangkan, disusun perlahan, dan dirawat dengan konsisten. [497] url asal
#bukalapak #ecommerce #warung-sederhana #mitra-bukalapak #bukalapak
(MedCom - Ekonomi Digital) 20/02/26 21:03
v/142638/
Bandung Barat: Bagi Putri Wulandari, masa depan tidak datang dengan sendirinya. Ia harus diperjuangkan, disusun perlahan, dan dirawat dengan konsisten. Dari sebuah warung kecil bermodal Rp300 ribu, Putri membuktikan bahwa langkah sederhana bisa menjadi fondasi perubahan besar bagi keluarga.Tahun 2018 menjadi titik balik dalam hidup Putri. Ia memutuskan berhenti bekerja karena ingin fokus mengasuh anaknya yang masih kecil. Keputusan itu bukan tanpa risiko. Artinya, ia harus mencari cara lain untuk tetap menghasilkan pendapatan tanpa meninggalkan rumah.
Dengan modal terbatas, Putri mulai membuka warung sembako di depan rumahnya. Rak-rak sederhana diisi kebutuhan pokok seperti beras, kopi, dan mi instan. Pelanggannya adalah tetangga sekitar. Keuntungan yang didapat kala itu belum besar, sekadar cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.
Namun Putri menyadari satu hal: jika ingin bertahan, ia tak bisa berjalan sendiri.Langkah berikutnya adalah bergabung sebagai Juragan di Mitra Bukalapak. Keputusan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan usahanya.
Pada awalnya, Putri menghadapi berbagai tantangan. Modal saldo terbatas dan kemampuan menggunakan teknologi digital yang masih minim sempat membuatnya ragu. Namun ia tidak berhenti di situ. Ia memanfaatkan berbagai materi edukasi dan pendampingan yang tersedia untuk memahami transaksi digital, pengelolaan stok, hingga cara menarik pelanggan.
Perlahan, usahanya berkembang. Warungnya tidak lagi sekadar tempat belanja kebutuhan pokok, tetapi juga melayani pembayaran digital dan berbagai layanan lainnya. Pendapatannya pun meningkat signifikan.
Jika dulu keuntungan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, kini Putri bisa meraih laba sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Hasil itu digunakan untuk membiayai sekolah kedua anaknya, membantu orang tua, bahkan membeli kendaraan bermotor untuk menunjang aktivitas keluarga.
Dari Penerima Manfaat Menjadi Penggerak
Kesuksesan Putri tidak berhenti pada peningkatan ekonomi keluarga. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan komunitas Mitra.Pada 2025, Putri terlibat dalam program KOLAK (Kompak Bareng Mitra Bukalapak), sebuah inisiatif berbagi di bulan Ramadan. Melalui program tersebut, ia membagikan takjil gratis kepada pelanggan dan warga sekitar.
Baginya, kegiatan itu bukan sekadar aksi sosial, melainkan bentuk rasa syukur atas perjalanan usahanya. Momen berbagi tersebut sekaligus mempererat hubungan antara warung dan komunitas di sekitarnya.
Tahun 2026, program KOLAK kembali digelar dengan cakupan yang lebih luas. Ribuan paket takjil ditargetkan untuk disalurkan oleh para Mitra di berbagai daerah. Semangatnya tetap sama: menghadirkan manfaat nyata melalui jaringan warung rakyat.
Kini, Putri memiliki tujuan yang lebih besar. Ia ingin memastikan kedua anaknya bisa menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. Dengan penghasilan yang lebih stabil, ia mulai membiasakan diri menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan pendidikan.
Kebiasaan mengelola keuangan secara disiplin menjadi salah satu perubahan penting dalam hidupnya. Ia tidak lagi hanya berpikir tentang hari ini, tetapi juga tentang lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Menurut Putri, membangun usaha membutuhkan lebih dari sekadar modal uang. Dibutuhkan keberanian memulai, kemauan belajar, dan konsistensi. Tantangan pasti datang, tetapi optimisme dan doa menjadi penopang agar tetap melangkah.
Perjalanan Putri menunjukkan bahwa transformasi bisa dimulai dari ruang paling kecil bahkan dari warung sederhana di depan rumah. Dengan akses teknologi, kemauan berkembang, dan dukungan komunitas, usaha mikro pun mampu menjadi kendaraan untuk menjemput masa depan yang lebih baik.
(SAW)
Ekspansi Vida Dorong Akselerasi Ekonomi Digital Global dan Asia Tenggara
Ekspansi layanan identitas digital ke pasar global dinilai menjadi salah satu katalis penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi digital kawasan. [482] url asal
#ekonomi-digital #digitalisasi #ekspansi-vida #digitalisasi-ekonomi #ekonomi-digital
(MedCom - Ekonomi Digital) 20/02/26 16:22
v/142563/
Jakarta: Ekspansi layanan identitas digital ke pasar global dinilai menjadi salah satu katalis penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi digital kawasan. Langkah inilah yang kini ditempuh oleh Vida dengan menghadirkan layanannya di Amazon Web Services (AWS) Marketplace.Melalui kehadiran di AWS Marketplace, solusi identitas digital Vida, mulai dari verifikasi identitas, autentikasi, hingga tanda tangan digital, kini dapat diakses lebih luas oleh organisasi global yang telah menggunakan infrastruktur AWS. Integrasi ini memungkinkan perusahaan memanfaatkan alokasi belanja AWS yang sudah dimiliki, dengan sistem penagihan yang terintegrasi dan proses pengadaan yang lebih sederhana.
Founder dan Group CEO Vida, Niki Luhur, mengatakan langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk membawa kapabilitas identitas digital Indonesia ke panggung internasional.
“Pencapaian ini mencerminkan komitmen Vida untuk membawa kapabilitas spesialis kami ke panggung global, selaras dengan standar keamanan internasional, sekaligus memperkuat fokus kami dalam membangun ekosistem identitas digital yang tepercaya bagi bisnis berskala besar,” ujar Niki.
Di tengah pesatnya digitalisasi lintas sektor, mulai dari perbankan, fintech, e-commerce, hingga layanan publik, kebutuhan akan sistem verifikasi identitas yang aman dan andal semakin krusial. Infrastruktur identitas digital menjadi fondasi utama dalam menciptakan kepercayaan (trust) di ruang digital.
Vida menghadirkan teknologi verifikasi berbasis biometrik dan kecerdasan buatan (AI), termasuk teknologi liveness detection untuk mencegah penyalahgunaan identitas sintetik dan manipulasi deepfake. Saat ini, perusahaan memproses sekitar 2,5 juta data biometrik berupa foto wajah guna mendeteksi potensi fraud sejak tahap awal.
Kehadiran di AWS Marketplace juga mempercepat adopsi global karena perusahaan dapat langsung mengaktifkan layanan tanpa proses integrasi yang rumit. Hal ini penting bagi korporasi berskala besar yang membutuhkan solusi identitas terverifikasi dengan standar kepatuhan internasional.
Pasar Global Tumbuh Pesat
Prospek pasar identitas digital pun terus menguat. Riset MarketsandMarkets memproyeksikan pasar verifikasi identitas global hampir dua kali lipat pada 2028. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya risiko penipuan digital, regulasi yang semakin ketat, serta percepatan transformasi digital di berbagai negara.
Bagi Asia Tenggara, momentum ini menjadi peluang strategis. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di dunia. Integrasi layanan identitas digital ke platform global seperti AWS membuka akses yang lebih luas bagi perusahaan regional untuk bersaing di pasar internasional.
Niki menambahkan, kehadiran Vida di AWS Marketplace memungkinkan perusahaan di seluruh dunia mengadopsi layanan identitas digital terverifikasi secara lebih cepat, sekaligus memanfaatkan fleksibilitas dan keandalan infrastruktur AWS.
Dorong Ekosistem Digital Terpercaya
Kolaborasi ini dipandang sebagai fondasi strategis untuk memperkuat integrasi teknis dengan layanan AWS serta mendorong inovasi berkelanjutan. Lebih jauh, langkah tersebut memperluas adopsi solusi identitas digital terverifikasi di Asia Tenggara dan pasar global.
Dengan semakin kuatnya infrastruktur identitas digital, transaksi lintas negara dapat berlangsung lebih aman dan efisien. Pada akhirnya, ekosistem yang tepercaya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital kawasan,mulai dari peningkatan inklusi keuangan hingga ekspansi bisnis berbasis teknologi.
Ekspansi global ini menandai peran baru perusahaan teknologi Indonesia dalam rantai nilai digital dunia: bukan sekadar pengguna, tetapi juga penyedia solusi yang mendorong pertumbuhan ekonomi digital lintas batas.
(SAW)
Dorong Modernisasi UMKM, Metranet–BSI Resmikan Inisiatif Koperasi Digital
Metranet melalui platform KoperasiGO bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) secara resmi meluncurkan Gerakan Bersama Menuju Koperasi Masa Depan Indonesia. [516] url asal
#metranet #koperasi-go #bank-syariah-indonesia #koperasi-masa-depan-indonesia
(MedCom - Ekonomi Digital) 14/02/26 06:06
v/136641/
Jakarta: Metranet melalui platform KoperasiGO bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) secara resmi meluncurkan Gerakan Bersama Menuju Koperasi Masa Depan Indonesia, sebuah inisiatif strategis berskala nasional yang ditujukan untuk mempercepat transformasi digital koperasi melalui penguatan tata kelola, integrasi sistem, dan pemanfaatan layanan keuangan digital syariah.Gerakan ini menempatkan KoperasiGO sebagai platform utama dalam mendorong modernisasi koperasi, dengan fokus pada pencatatan keuangan yang terstandarisasi, pengelolaan operasional berbasis sistem terintegrasi, serta transparansi informasi bagi pengurus dan anggota. Sinergi dengan BSI memperluas ekosistem melalui integrasi layanan perbankan digital syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Transformasi digital koperasi harus dimaknai sebagai perubahan menyeluruh pada tata kelola, proses bisnis, dan budaya organisasi. Melalui KoperasiGO, kami menghadirkan solusi manajemen koperasi yang terintegrasi agar koperasi mampu beroperasi secara profesional, transparan, dan terkoneksi dengan ekosistem keuangan digital,” ujar Direktur Bisnis Metranet Faisal Yusuf.
Peluncuran gerakan nasional ini diselenggarakan di Swiss-Belinn Hotel Jakarta dan dihadiri oleh 50 koperasi lintas sektor dari berbagai wilayah di Indonesia. Partisipasi tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan koperasi terhadap sistem digital yang mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kepercayaan anggota melalui tata kelola yang akuntabel.
Transformasi digital
Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Syska Hutagalung Plt. mengungkapkan inisiatif ini dinilai sejalan dengan arah pembangunan ekonomi digital dan penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat.“Transformasi digital koperasi membutuhkan kolaborasi nyata antara sektor swasta, perbankan, dan pemerintah. Gerakan ini menunjukkan bahwa digitalisasi koperasi dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan untuk memperkuat daya saing koperasi nasional” .tegas dia.
Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi RI Henra Saragih memaparkan digitalisasi menjadi kunci, terutama bagi koperasi simpan pinjam atau credit union yang anggotanya dapat mencapai ratusan ribu, bahkan mendekati satu juta orang.
“Pengelolaan manual tentu sangat berat. Dengan sistem digital, seluruh aktivitas dapat dipantau secara cepat, transparan, dan akuntabel,” tegas Henra.
Di sisi pembiayaan, kemitraan dengan perbankan seperti BSI dan lembaga keuangan lainnya juga diperlukan. Koperasi mendapatkan dukungan pembiayaan dan pendampingan dalam membangun ekosistem koperasi digital yang kuat.
Melalui peluncuran gerakan nasional ini, koperasi diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terhadap penerapan digitalisasi dan praktik tata kelola modern, sekaligus mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan layanan keuangan digital sebagai pengungkit pertumbuhan dan keberlanjutan usaha koperasi di era ekonomi digital.
Ruang kolaborasi baru
Group Head Retail Deposit Group BSI Dien lukita purnamasari menjelaskan peran BSI sebagai bullion bank membuka ruang kolaborasi baru dengan koperasi. Koperasi dapat berfungsi sebagai perpanjangan tangan BSI untuk menjangkau nasabah yang selama ini belum terlayani secara langsung oleh perbankan.“Melalui kerja sama tersebut, anggota maupun non-anggota koperasi yang ingin berinvestasi emas dapat mengakses layanan melalui BSI. Skema ini diharapkan memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai simpul ekonomi masyarakat,” tegas dia.
BSI pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi. Dengan sinergi yang terbangun, kemitraan antara perbankan syariah dan koperasi diharapkan mampu berkembang lebih luas dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Sementara itu, ketua Kokarmindo (Koperasi Karyawan Media Group) Herfindo Satria Gading menyambut baik acara ini. "Acara ini sangat menarik, dan menginspirasi kami di Kokarmindo untuk bisa membawa Kokarmindo goes to digital. Aplikasi yg dipresentasikan akan sangat membantu dan dapat meningkatkan kepercayaan anggota pada pengurus," tegas dia.
(SAW)
Living Lab Ventures Perkuat Daya Tarik Indonesia bagi Investor Global Lewat Model Kolaborasi Strategis
Investor internasional semakin selektif, mencari ekosistem yang mampu menghadirkan kolaborasi nyata, jalur implementasi yang jelas, serta akses pasar yang teruji. [537] url asal
#investor #investor-startup #investor-global #kolaborasi-strategis #lab-ventures #sinarmas
(MedCom - Ekonomi Digital) 13/02/26 14:24
v/135942/
Jakarta: Peta investasi global kini tidak lagi hanya berbicara soal besaran dana. Investor internasional semakin selektif, mencari ekosistem yang mampu menghadirkan kolaborasi nyata, jalur implementasi yang jelas, serta akses pasar yang teruji.Di tengah dinamika tersebut, pendekatan berbasis kemitraan strategis menjadi kunci untuk mempercepat realisasi investasi dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Menjawab kebutuhan itu, Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital milik Sinar Mas Land, memperkuat strategi investasi melalui konsep strategic collaboration ecosystem. Fokus utamanya berada pada inovasi urban dan sektor layanan kesehatan dua bidang yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang di Indonesia.
Pendekatan tersebut dipaparkan dalam agenda LLV Corporate Update and Media Briefing bertajuk “Mobilizing Capital and Global Partnership: Powering Urban and Healthcare Innovation” yang digelar pada 11 Februari 2026 di The Energy Building, Jakarta Selatan.
LLV memposisikan diri lebih dari sekadar investor. Perusahaan ini berperan sebagai orkestrator kolaborasi yang mempertemukan investor global, startup, korporasi, institusi, hingga mitra strategis dalam satu kerangka yang terstruktur dan berorientasi pada eksekusi.
CEO of Digital Business Sinar Mas Land sekaligus Managing Partner LLV, Mulyawan Gani, menegaskan investor global kini membutuhkan mitra yang mampu membuka akses sekaligus meminimalkan hambatan masuk pasar. Menurutnya, LLV hadir sebagai penghubung antara modal internasional dan ekosistem domestik agar proses validasi serta adopsi solusi bisa berlangsung lebih cepat.
Dengan skema ini, setiap investasi yang masuk tidak berhenti pada penempatan dana. LLV memastikan adanya dukungan go-to-market yang jelas, integrasi dengan mitra strategis, serta peluang implementasi konkret di lapangan.
Empat Kendaraan Investasi Tematik
Saat ini, LLV mengelola empat kendaraan investasi dengan fokus tematik, yakni City Centric Fund, Healthcare Fund, Urban Gateway Fund, serta Japan Thematic Fund. Seluruhnya dirancang untuk menyasar sektor dengan potensi pertumbuhan berkelanjutan, khususnya pengembangan kawasan urban dan layanan kesehatan.Setiap fund difokuskan pada kesiapan implementasi, penerimaan pasar, serta penciptaan dampak ekonomi yang terukur. Pendekatan ini memberikan kepastian bagi investor global bahwa investasi mereka memiliki jalur pertumbuhan yang realistis dan terstruktur.
Partner LLV, Bayu Seto, menambahkan bahwa peran LLV adalah menjadi katalis kolaborasi lintas negara. Melalui jaringan, infrastruktur, dan dukungan ekosistem yang tersedia, investor dapat memasuki pasar Indonesia dengan lebih terarah dan percaya diri.
“Peran kami adalah menjadi katalis kolaborasi lintas negara. Kami memastikan setiap mitra memiliki akses ke jaringan, infrastruktur, dan ekosistem yang diperlukan untuk berkembang. Dengan pendekatan ini, investor global dapat bergerak lebih cepat dan lebih percaya diri dalam memasuki pasar di Indonesia.”
Salah satu diferensiasi utama LLV adalah dukungan ekosistem BSD City yang berfungsi sebagai living laboratory. Kawasan ini menjadi ruang uji coba bagi solusi inovatif, mulai dari validasi teknologi hingga penyesuaian model bisnis sebelum ekspansi lebih luas.
Melalui program seperti International Landing Pad dan LLV Innovation Lab (InnoLab), mitra global dapat menguji solusi dalam lingkungan terintegrasi sekaligus membangun pijakan bisnis jangka panjang di Indonesia.
Model ini memberi nilai tambah signifikan karena investor tidak hanya menempatkan dana, tetapi juga memperoleh pemahaman kontekstual mengenai pasar lokal, mitra strategis yang relevan, serta jalur implementasi yang konkret.
Dengan memperkuat pendekatan investasi berbasis kolaborasi strategis, LLV menegaskan posisinya sebagai platform yang mempertemukan modal global, inovasi, dan ekosistem lokal dalam satu sinergi berkelanjutan.
Strategi ini tidak hanya membuka pintu bagi partisipasi investor global secara lebih terstruktur, tetapi juga mempercepat akselerasi inovasi di sektor urban dan kesehatan dua bidang yang menjadi fondasi transformasi ekonomi Indonesia ke depan.
(SAW)
ShopeePay Gebyar Ramadan, Momen Ramadan jadi Seru dan Hemat
ShopeePay, aplikasi Dompet Serba Bisa, resmi meluncurkan kampanye ShopeePay Gebyar Ramadan 2026. [637] url asal
#shopeepay #gebyar-ramadan #shopee #ecommerce #shopeepay-gebyar-ramadan
(MedCom - Ekonomi Digital) 13/02/26 08:45
v/135495/
Jakarta: Menyambut bulan suci Ramadan, ShopeePay, aplikasi Dompet Serba Bisa, resmi meluncurkan kampanye ShopeePay Gebyar Ramadan 2026. Untuk memenuhi peningkatan kebutuhan transaksi masyarakat selama momen Ramadan dengan rangkaian penawaran spesial.Penawaran unggulan Juaranya Gratis Admin konsisten menghadirkan gratis biaya admin untuk kirim uang, isi saldo, tarik tunai dan bayar tagihan & token. Khusus periode kampanye Ramadan, ada kesempatan memenangkan paket Umrah dan saldo hingga total Rp5 miliar dengan bermain fitur baru di aplikasi ShopeePay yaitu Goyang ShopeePay mulai pada 18 Februari. Ada juga promo Flash Sale Rp1 5 Waktu yang siap membuat transaksi semakin hemat.
Eka Nilam Dari, President Director ShopeePay Indonesia, mengatakan, “Sebagai Dompet Serba Bisa, aplikasi ShopeePay berkomitmen menghadirkan solusi pembayaran yang praktis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, termasuk di momen spesial seperti Ramadan ketika masyarakat lebih banyak beraktivitas dan berbagi kebahagiaan bersama orang-orang terdekat, yang turut mendorong peningkatan transaksi.”
Selama periode 13 Februari hingga 22 Maret 2026, ShopeePay akan menghadirkan berbagai promo Ramadan yang menarik, antara lain:
Goyang ShopeePay Berhadiah Paket Umroh & Total Saldo Rp5 Miliar
Menyemarakkan Ramadan, aplikasi ShopeePay menghadirkan fitur terbaru Goyang ShopeePay dengan total hadiah saldo Rp5 miliar serta 7 paket Umroh. Program ini mulai 18 Februari 2026 dan hadir di dalam aplikasi ShopeePay dua kali sehari, pukul 12.30 WIB (13.00 WIB khusus Jumat) dan 17.00 WIB, serta dapat dimainkan secara individu maupun grup hingga lima orang. Kesempatan mendapatkan saldo ShopeePay dalam jumlah lebih besar dan paket Umroh yang dibagikan di tanggal 3, 20, dan 21 Maret.Juaranya Gratis Admin untuk Transaksi Sehari-hari
Aplikasi ShopeePay konsisten menghadirkan program Juaranya Gratis Admin untuk pengguna menikmati gratis biaya admin berbagai layanan berikut sesuai ketentuan yang berlaku:Kirim Uang: Gratis 120x/bulan ke bank, e-wallet, dan virtual account (via Bank Transfer, dan SeaBank Bayar Instan). Gratis tanpa batas untuk kirim ke sesama akun ShopeePay.
Isi Saldo ShopeePay: Gratis hingga 20x/bulan untuk isi saldo ShopeePay online melalui Bank Transfer/VA, Direct Debit. Gratis hingga 5x/bulan untuk isi saldo ShopeePay secara tunai di Indomaret, Alfamart, Pos Indonesia (min. Rp10.000)
Bayar Tagihan & Token: Gratis admin untuk bayar listrik online, BPJS kesehatan, tagihan TV kabel seperti Indihome, PLN, PBB, PDAM, dan lainnya.
Tarik Tunai ShopeePay: Gratis 5x/bulan di Indomaret, Alfamidi, dan Alfamart (min. Rp50.000).
Flash Sale Rp1 di 5 Waktu Spesial Ramadan
Selama ShopeePay Gebyar Ramadan, pengguna dapat menikmati Flash Sale Rp1 di lima waktu spesial, pukul 00.00, 04.00, 12.30, 17.00, dan 21.00 WIB hari-hari tertentu, termasuk setiap hari Senin, pada 25 Februari, serta promo puncak pada 3, 20, dan 21 Maret. Promo ini berlaku dengan kuota terbatas di berbagai merchant seperti Mie Gacoan, Kopi Kenangan, hingga pembayaran listrik PLN. Pastikan kamu sudah download aplikasi ShopeePay dan siap tepat waktu agar tidak melewatkan kesempatan menikmati promo spesial Ramadan ini.Lengkapi Kebutuhan Ramadan dan Mudik dengan Solusi Praktis dari ShopeePay
Untuk mendukung berbagai aktivitas selama Ramadan hingga musim mudik Lebaran, ShopeePay menghadirkan beragam solusi tambahan mulai dari perlindungan perjalanan hingga kebutuhan komunikasi yang dapat diakses di aplikasi ShopeePay dalam satu ekosistem Dompet Serba Bisa.Menjelang Ramadan dan periode mudik Lebaran, pengguna dapat menikmati diskon hingga 30% untuk Proteksi Travel, dengan premi mulai dari Rp6.300 dan manfaat perlindungan perjalanan hingga Rp3.500.000, sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman. Selain itu, ShopeePay juga menghadirkan promo pembelian pulsa, seperti pulsa Rp25.000 hanya Rp22.800 dan pulsa Rp50.000 seharga Rp47.600, untuk mendukung kebutuhan komunikasi selama Ramadan maupun perjalanan mudik.
Untuk menikmati seluruh rangkaian promo ShopeePay Gebyar Ramadan, Pengguna dapat mengunduh aplikasi ShopeePay yang tersedia di Google Play Store dan Apple App Store. Informasi lengkap terkait periode, mekanisme, serta syarat dan ketentuan promo dapat diakses langsung melalui aplikasi ShopeePay atau klik https://app.shopeepay.co.id/u/x7tU2n6. Ikuti juga berbagai update dan keseruan lainnya melalui akun Instagram resmi @shopeepay_id.
(SAW)
Bidik Perusahaan Besar hingga UMKM, Lark Fokus Garap Sektor Ritel dan F&B di Indonesia
Platform kolaborasi kerja Lark terus memperluas penetrasinya di pasar Indonesia dengan menyasar perusahaan-perusahaan besar hingga segmen menengah. [724] url asal
#ekonomi-digital #ekonomi-indonesia #umkm #segmen-makanan-dan-minuman #ekonomi-digital
(MedCom - Ekonomi Digital) 10/02/26 22:38
v/132964/
Jakarta: Platform kolaborasi kerja Lark terus memperluas penetrasinya di pasar Indonesia dengan menyasar perusahaan-perusahaan besar hingga segmen menengah.Sepanjang tahun lalu, Lark berhasil menjalin kerja sama dengan sejumlah korporasi besar, salah satunya grup Matahari Putra Prima (MPPA). Selain MPPA, Lark juga tengah bekerja sama secara intensif dengan perusahaan besar lainnya yang rencananya akan diumumkan dalam waktu dekat.
“Kami berhasil menembus sejumlah perusahaan besar di Indonesia, dan akan ada pengumuman lanjutan dalam waktu dekat,” ujar General Manager APAC Lark Mark Dembitz dalam keteranganya.
Dalam mendorong adopsi di Indonesia, Lark menempatkan perusahaan-perusahaan besar dan inovatif sebagai pintu masuk utama. Strategi ini diyakini dapat mempercepat adopsi di segmen perusahaan lain.
“Ketika kami sudah dipercaya oleh perusahaan dengan ‘big logos’ seperti MPPA hal ini memudahkan kami untuk memperluas penggunaan Lark ke perusahaan besar lainnya hingga segmen perusahaan menengah,” jelasnya.
Sektor yang menjadi sasaran utama antara lain makanan dan minuman (F&B), ritel, serta barang konsumsi. Meski begitu, Lark menegaskan tidak membatasi diri hanya pada sektor-sektor tersebut. Perusahaan tetap membuka peluang bagi industri lain yang ingin mentransformasi cara kerja dan meningkatkan produktivitas.
Salah satu keunggulan utama Lark dibandingkan platform digital lain adalah konsep all-in-one platform. Berbeda dengan banyak aplikasi yang hanya fokus pada satu fungsi, seperti komunikasi, video konferensi, atau manajemen proyek, Lark mengintegrasikan seluruh fungsi tersebut dalam satu platform terpadu.
“Dengan pendekatan all-in-one, efisiensi kerja dapat meningkat karena semua kebutuhan kolaborasi dan produktivitas berada dalam satu ekosistem,” kata dia.
Terkait skala pengguna, Lark menegaskan platformnya dapat digunakan oleh berbagai ukuran perusahaan mulai dari perusahaan kecil dengan belasan karyawan hingga korporasi besar dengan puluhan ribu pegawai.
Dengan strategi menyasar perusahaan besar sekaligus membuka akses bagi perusahaan menengah dan kecil, Lark optimistis dapat memperluas adopsi platform kolaborasi terintegrasi di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Sebagai platform kolaborasi terpadu, Lark hadir untuk mendefinisikan ulang efisiensi kerja di suatu perusahaan. Dengan sistem yang mobile-native dan chat-centric, Lark membantu tim bekerja tanpa harus terus berpindah aplikasi (context switching).
Di Lark, chat berfungsi sebagai pusat kerja (work hub), bukan sekadar forum untuk mengobrol. Pesan dapat langsung diubah menjadi tugas, dokumen, atau persetujuan di dalam percakapan yang sama. Dengan demikian, keputusan tetap terhubung langsung dengan eksekusi. Pendekatan ini mempersingkat siklus pengambilan keputusan dan mengurangi risiko miskomunikasi di dalam tim.
Untuk memastikan tim memiliki konteks menyeluruh dari percakapan, dokumen, maupun pengambilan keputusan yang sedang berlangsung, Lark menyediakan fitur Messenger, Video Meeting, dan Email dalam satu aplikasi.
"Hal ini memungkinkan tim melakukan diskusi, rapat virtual, hingga pengelolaan pesan tanpa harus berpindah platform. Integrasi ini juga memastikan sumber informasi tetap berada di satu tempat yang dapat diakses kapan saja, baik dari desktop maupun perangkat mobile," jelas Mark.
Melalui Lark Docs, Sheets, Slides, dan Wiki, semua orang dapat bekerja di dokumen yang sama dengan konteks yang sama. Setiap perubahan diperbarui secara real-time dan langsung terlihat oleh seluruh tim.
Komentar, revisi, dan penugasan terhubung langsung dengan isi dokumen, sehingga kolaborasi berjalan lebih cepat dan risiko miskomunikasi dapat ditekan. Pendekatan ini memastikan keputusan diambil berdasarkan informasi yang konsisten, bukan dari versi dokumen yang berbeda-beda.
Salah satu tantangan terbesar dalam organisasi berskala besar adalah kurangnya visibilitas terhadap progres kerja. Melalui fitur Lark Tasks dan Lark Base, Lark menghadirkan visibilitas eksekusi langsung dari aktivitas kerja sehari-hari.Kepemilikan tugas, status progres, hingga kendala yang muncul dapat dilihat secara real-time dan terhubung langsung dengan percakapan serta dokumen terkait. Dengan cara ini, pimpinan memperoleh gambaran menyeluruh tanpa perlu berpindah aplikasi atau meminta laporan manual secara terus-menerus.
Membangun Alur Kerja
Banyak perusahaan ingin mengotomatisasi proses internal, tetapi terhambat oleh kebutuhan pengembangan teknis yang kompleks. Lark menyediakan fitur Approval dan Workflow Automation yang memungkinkan tim membangun alur kerja, mulai dari cuti, reimbursement, hingga persetujuan anggaran, tanpa coding dan tanpa integrasi tambahan.Hasilnya, proses operasional berjalan lebih cepat, terdokumentasi, dan konsisten, tanpa ketergantungan pada pengembangan sistem kustom yang mahal dan memakan waktu.
Efisiensi biaya kerap luput dari pembahasan transformasi digital. Lark membuat perusahaan tidak perlu lagi berlangganan berbagai aplikasi untuk menunjang kebutuhan operasional sehari-hari.
Penyatuan berbagai perangkat ini menekan biaya perangkat lunak, mempermudah adaptasi karyawan baru, serta meringankan pengelolaan sistem bagi tim TI.
Lark membantu perusahaan menyederhanakan alur kerja, mempercepat kolaborasi tanpa kehilangan konteks, serta tetap adaptif seiring berkembangnya kebutuhan bisnis. Lark tersedia secara gratis, dengan berbagai fitur yang dapat dicoba langsung. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Lark, kunjungi situs resmi Lark.
(SAW)
Tokocrypto dan DRX Tingkatkan Edukasi Web3 Lewat Roadshow di 3 Kota
Tokocrypto dan DRX Tingkatkan Edukasi Web3 Lewat Roadshow di 3 Kota [474] url asal
(MedCom - Ekonomi Digital) 07/02/26 19:00
v/129487/
Jakarta:Tokocrypto berkolaborasi dengan DRX Token menggelar rangkaian kegiatan edukasi Web3 melalui event offline yang berlangsung di tiga kota, yaitu Yogyakarta, Bali, dan Jakarta, sepanjang Januari hingga Februari 2026. Program edukasi ini mencatat total partisipasi lebih dari 200 peserta, yang terdiri dari komunitas kripto, pelaku industri kreatif, penggiat teknologi, hingga pengguna baru yang ingin memahami ekosistem Web3 secara lebih mendalam.Rangkaian event ini menjadi bagian dari komitmen Tokocrypto dan DRX dalam memperkuat literasi aset kripto dan teknologi blockchain, sekaligus mendorong pemahaman masyarakat terhadap implementasi Web3 yang lebih luas, tidak hanya berfokus pada aktivitas trading atau spekulasi pasar.
Salah satu agenda utama dalam roadshow tersebut adalah diskusi panel di Bali bertajuk “Web3 Game On: Real Adoption Through Sport-Tech & Community Ecosystem” yang diselenggarakan di Little League Jakarta, pada 7 Februariuari 2026. Acara ini menghadirkan pembahasan mengenai bagaimana Web3 dapat memasuki fase adopsi nyata melalui integrasi sport-tech, gaming, dan penguatan komunitas. Dalam sesi diskusi, para pembicara menekankan bahwa keberhasilan Web3 tidak dapat diukur hanya dari tingginya transaksi atau tren pasar, melainkan dari relevansi penggunaan teknologi tersebut dalam aktivitas sehari-hari. Pengalaman pengguna yang mudah diakses, memiliki utility nyata, dan dapat digunakan secara berulang menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyampaikan bahwa kolaborasi edukasi dengan DRX merupakan bagian dari upaya Tokocrypto untuk memperluas pemahaman publik terhadap Web3 secara lebih komprehensif.
“Tokocrypto berkomitmen untuk terus menjadi enabler edukasi dan adopsi Web3 di Indonesia. Kolaborasi dengan DRX menunjukkan bagaimana proyek lokal dengan use case yang kuat dapat mendorong pemanfaatan Web3 yang lebih nyata, terutama melalui pendekatan komunitas dan industri olahraga,” ujar Calvin Kizana.
Calvin menambahkan bahwa penguatan literasi menjadi aspek penting di tengah pertumbuhan industri kripto di Indonesia yang semakin berkembang, baik dari sisi jumlah investor maupun nilai transaksi.
Sementara itu, Miguel Martins, COO DRX, menegaskan bahwa rangkaian event edukasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan DRX Token lebih luas sebagai bagian dari ekosistem sport-tech berbasis Web3 yang dibangun DRX.
“DRX lahir dari identitas lokal yang kuat, terutama dari industri olahraga Indonesia. Namun visi kami sejak awal adalah global. Melalui kolaborasi bersama Tokocrypto, kami ingin memperkuat edukasi dan menunjukkan bahwa Web3 bisa diadopsi melalui pengalaman yang relevan, seperti sport-tech dan gaming yang berbasis komunitas,” kata Miguel.
Miguel juga menekankan bahwa keberlanjutan proyek Web3 membutuhkan kombinasi inovasi teknologi, utilitas yang jelas, dan kepercayaan komunitas. Melalui roadshow edukasi ini, Tokocrypto dan DRX berharap dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai manfaat Web3 yang lebih luas, termasuk bagaimana teknologi tersebut dapat membangun ekosistem digital yang mendukung industri olahraga, gaming, serta pengalaman komunitas yang lebih interaktif.
Tokocrypto kembali mengingatkan masyarakat agar tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam memahami aset kripto dan teknologi Web3, serta selalu melakukan riset mandiri (DYOR). Seluruh materi diskusi yang disampaikan dalam rangkaian event ini bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi finansial (NFA).
(ASM)
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)