#30 tag 24jam
Dollar AS Menguat di Tengah Lonjakan Harga Minyak dan Tekanan Obligasi
Kurs dollar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama dunia pada perdagangan Senin (18/5/2026) [600] url asal
#harga-minyak-dunia #dollar-as-menguat #konflik-timur-tengah #kurs-dollar-as #obligasi-pemerintah
(Kompas.com - Money) 18/05/26 08:52
v/223282/
KOMPAS.com - Kurs dollar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama dunia pada perdagangan Senin (18/5/2026), di tengah kenaikan harga minyak dunia dan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap inflasi global.
Sentimen tersebut dipicu memanasnya konflik di Timur Tengah yang mendorong investor beralih ke aset aman, termasuk dollar AS.
Mengutip Reuters, Senin (18/5/2026), euro turun lebih dari 0,1 persen menjadi 1,1609 dollar AS. Poundsterling juga melemah lebih dari 0,1 persen ke level 1,3305 dollar AS.
Mata uang yang sensitif terhadap sentimen risiko turut tertekan. Dollar Australia melemah 0,4 persen menjadi 0,7121 dollar AS, sedangkan dollar Selandia Baru relatif stabil di level 0,5827 dollar AS.
Sementara itu, indeks dollar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama naik tipis menjadi 99,393.
Harga minyak melonjak
Penguatan dollar AS terjadi seiring lonjakan harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.
Harga minyak Brent naik lebih dari 1 persen hingga menembus 110 dollar AS per barel setelah pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab dilaporkan diserang drone.
Arab Saudi juga melaporkan berhasil mencegat tiga drone, sementara negosiasi terkait konflik AS-Israel dengan Iran disebut masih menemui jalan buntu.
Di saat bersamaan, Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak dunia dilaporkan masih mengalami gangguan pengiriman.
Analis Barclays menilai kondisi tersebut membuka peluang lanjutan penguatan dollar AS dalam jangka pendek.
“Risiko pasar dan obligasi tampak memburuk, sementara kondisi untuk penguatan dollar AS semakin terbuka,” tulis Barclays dalam catatannya.
Barclays memperkirakan dollar AS dapat menguat sekitar 0,5 persen hingga 1 persen setiap kali harga minyak naik 10 persen.
Sementara itu, Capital Economics memperingatkan gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz dapat menguras cadangan minyak global lebih cepat.
Lembaga tersebut memperkirakan harga minyak Brent berpotensi naik ke kisaran 130 dollar AS hingga 140 dollar AS per barel apabila gangguan distribusi berlanjut hingga akhir Juni.
Obligasi global tertekan
Kenaikan harga energi turut memicu aksi jual di pasar obligasi global karena investor khawatir inflasi akan kembali meningkat.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bertahan tinggi di level 4,607 persen, mendekati posisi tertinggi dalam setahun terakhir.
Sementara itu, yield obligasi tenor dua tahun yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga The Fed berada di level 4,085 persen.
Investor menilai Federal Reserve berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk menahan tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi.
Strategis valuta asing OCBC, Christopher Wong, mengatakan dollar AS masih berpeluang menguat apabila imbal hasil obligasi tetap tinggi dan pasar memperkirakan kebijakan The Fed akan lebih agresif.
Perhatian pasar pekan ini akan tertuju pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dan data awal Purchasing Managers’ Indexes (PMI) AS.
Data tersebut dinilai dapat memberikan gambaran mengenai kekhawatiran bank sentral AS terhadap inflasi yang masih bertahan tinggi serta ketahanan ekonomi AS di tengah kondisi keuangan yang ketat.
Bursa Asia melemah
Di pasar saham, mayoritas bursa Asia bergerak di zona merah pada awal pekan.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,6 persen, sedangkan indeks Nikkei Jepang melemah 0,4 persen setelah sebelumnya mencatat reli kuat.
Pasar saham Korea Selatan turun 2,1 persen seiring meredanya reli saham semikonduktor.
Kontrak berjangka indeks S&P 500 turun 0,4 persen dan Nasdaq melemah 0,5 persen menjelang laporan kinerja emiten teknologi Nvidia yang dinanti investor pekan ini.
Pelaku pasar menilai laporan keuangan Nvidia akan menjadi ujian bagi reli saham sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dalam beberapa bulan terakhir menopang penguatan Wall Street.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Bank Besar Efisiensi Anggaran Pegawai di Kuartal I-2026, OJK Sebut Karena Dampak Digitalisasi
Pada kuartal pertama tahun 2026, sejumlah bank berskala besar tercatat memangkas pengeluaran untuk tenaga kerja. [318] url asal
#ojk #perbankan #digitalisasi #adopsi-teknologi
(IDX-Channel - Banking) 18/05/26 08:52
v/223274/
IDXChannel- Pada kuartal pertama tahun 2026, sejumlah bank berskala besar tercatat memangkas pengeluaran untuk tenaga kerja.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kebijakan efisiensi ini diambil bukan semata-mata akibat melambatnya performa bisnis, tetapi lebih didorong oleh pemanfaatan teknologi perbankan yang kini kian meluas.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut soal efisiensi ongkos kepegawaian ini sangat berkaitan erat dengan era digitalisasi yang secara langsung mengubah gaya masyarakat bertransaksi, termasuk ekspektasi dan kebutuhan mereka terhadap produk keuangan.
"Penurunan beban tenaga kerja tersebut antara lain dipengaruhi tren meningkatnya adopsi teknologi informasi di bidang keuangan yang semakin masif," ujar Dian dalam keterangannya, dikutip pada Senin (18/5/2026).
Walaupun tak menyebutkan rincian nama bank yang bersangkutan, Dian menilai otomatisasi pada layanan digital, baik di sektor penghimpunan dana (funding) maupun penyaluran kredit (lending), justru memberikan dampak yang amat positif bagi industri.
Adanya efisiensi ini memberi ruang bagi perbankan untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) agar dapat dialokasikan ke posisi-posisi inti (core) yang membutuhkan tingkat keahlian lebih rumit dan mampu memberikan nilai tambah lebih besar.
Bagi regulator, upaya efisiensi ini dipandang sebagai hal yang lumrah dalam strategi bisnis masing-masing perbankan, asalkan seluruh proses penerapannya bersandar pada prinsip kehati-hatian.
"Sepanjang tetap dilakukan secara prudent, memperhatikan aspek tata kelola, manajemen risiko, serta tidak mengganggu kualitas layanan kepada masyarakat dan ketahanan industri perbankan secara umum," kata Dian.
Menyinggung nasib karyawan yang terkena imbas kebijakan ini, Dian memastikan perbankan sudah menyiapkan pelbagai langkah antisipasi. Bank dikabarkan telah merancang program pelatihan dan peningkatan keahlian (re-training dan re-skilling) supaya pekerja dapat dialihtugaskan ke unit bisnis lain di lingkungan internal bank.
Ia menegaskan, setiap manuver bisnis yang berujung pada penyusutan jumlah karyawan mutlak tunduk pada aturan ketenagakerjaan yang berlaku saat ini. Meski begitu, pihaknya akan terus mendukung laju perbankan untuk berinovasi.
“Kami mendorong bank untuk terus melakukan transformasi dan meningkatkan produktivitas, termasuk melalui penguatan digitalisasi dan pengembangan kompetensi SDM," tuturnya.
(kunthi fahmar sandy)
Saham BUMI hingga RMKE Jadi Jagoan Analis saat IHSG Tertekan MSCI
Saham BUMI, MINA, dan RMKE direkomendasikan analis meski IHSG tertekan MSCI. Fokus pada rebalancing MSCI dan peluang inflow saham defensif. [833] url asal
#saham-bumi #saham-rmke #ihsg-tertekan #msci-rebalancing #saham-mina #investor-asing #inflasi-amerika #harga-minyak #pasar-domestik #volatilitas-pasar #strategi-defensif #pertumbuhan-pdb #arus-dana-asi
(Bisnis.Com - Market) 18/05/26 08:51
v/223258/
Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham pekan ini diperkirakan masih akan berfluktuasi sebagai imbas dari rebalancing MSCI. Kendati demikian, sejumlah saham seperti BUMI, MINA dan RMKE tetap direkomendasikan analis karena pertimbangannya masing-masing.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan bahwa penurunan tajam indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam pekan lalu disebabkan oleh kombinasi tekanan global dan domestik yang datang bersamaan.
Keputusan MSCI yang mengeluarkan sejumlah saham besar seperti AMMN, BREN, TPIA, DSSA, hingga CUAN dari Global Standard Index menjadi katalis utama meningkatnya tekanan jual di pasar domestik. Investor asing mulai melakukan penyesuaian posisi lebih awal sebelum effective date rebalancing pada akhir Mei, sehingga menciptakan gelombang passive outflow yang cukup agresif.
Tekanan tersebut semakin diperberat oleh kondisi global yang belum kondusif. Pasar kembali menghadapi skenario higher for longer setelah inflasi Amerika Serikat masih bertahan tinggi. Selain itu, konflik geopolitik Timur Tengah dan terganggunya jalur distribusi energi global akibat krisis Selat Hormuz membuat harga minyak melonjak tajam di atas US$105 per barel.
Imam mencatat bahwa aliran dana asing selama pekan lalu juga menggambarkan investor global belum sepenuhnya meninggalkan Indonesia, melainkan melakukan rotasi secara selektif. Foreign sell Rp3,21 triliun lebih banyak terkonsentrasi pada saham-saham yang terdampak MSCI deletion dan sektor perbankan besar.
"Di sisi lain, saham-saham defensif dengan valuasi atraktif dan arus kas stabil seperti ADRO, TLKM, dan INKP justru masih mencatatkan inflow asing. Ini menunjukkan bahwa strategi flight to quality mulai mendominasi perilaku investor asing di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya volatilitas pasar domestik," ujarnya, Senin (18/5/2026).
Sementara untuk perdagangan 18-22 Mei 2026, Imam menilai fokus pasar masih akan tertuju pada implementasi MSCI rebalancing menjelang effective date 29 Mei 2026. Volatilitas diperkirakan tetap tinggi, terutama pada sesi closing auction yang biasanya menjadi titik utama penyesuaian portofolio passive funds global.
"Namun menariknya, di balik potensi outflow tersebut, terdapat peluang rotasi inflow menuju saham-saham yang diperkirakan mengalami peningkatan bobot indeks seperti BMRI, BRMS, PGAS, ADRO, INDF, hingga MTEL dan TOWR," ujarnya.
Selain itu, pasar juga mulai mengantisipasi potensi upgrade Korea Selatan dari Emerging Market menjadi Developed Market oleh MSCI, yang dalam jangka menengah dapat membuka peluang reallocation flow ke pasar emerging termasuk Indonesia.
Secara teknikal, sambungnya, IHSG saat ini masih berada dalam fase bearish dengan support berikutnya berada di area 6.640 hingga 6.538. Walaupun indikator mulai menunjukkan tanda awal bearish exhaustion, konfirmasi reversal masih belum terbentuk sehingga strategi defensif tetap menjadi pendekatan yang paling relevan dalam jangka pendek.
Menurutnya, tekanan pasar saat ini lebih mencerminkan faktor teknikal dan mekanisme global rebalancing dibanding deteriorasi fundamental ekonomi domestik secara struktural. Dengan pertumbuhan PDB Indonesia kuartal I-2026 yang tetap solid di level 5,61%, pasar domestik menurutnya masih memiliki fundamental yang cukup resilien.
“Namun, hingga arus dana asing mulai stabil pasca effective date MSCI, volatilitas pasar diperkirakan masih akan tetap tinggi dan menuntut investor untuk lebih disiplin dalam mengelola risiko dan posisi trading,” tandasnya.
Berikut adalah rekomendasi IPOT Sekuritas untuk perdagangan pekan ini:
1. Buy BUMI
Entry: Rp214
Target price: Rp242
Stoploss:
Saham BUMI direkomendasikan sebagai trading proxy utama untuk memanfaatkan momentum bullish harga batu bara dan potensi technical rebound pasca tekanan MSCI rebalancing. Imam menjelaskan, BUMI berpotensi memperoleh rotasi inflow seiring kemungkinan peningkatan bobot indeks serta didukung sensitivitas tinggi terhadap kenaikan harga energi global di tengah krisis distribusi energi dunia.
2. Buy MINA
Entry: Rp384
Target price: Rp384
Stoploss:
Imam menilai saham MINA menarik seiring berlanjutnya pertumbuhan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia yang naik 10,5% YoY pada Maret 2026 dan mencapai 3,44 juta wisatawan sepanjang kuartal I-2026. Menurutnya, peningkatan arus turis, khususnya dari Malaysia, Australia, dan China, berpotensi menjadi katalis positif bagi sektor hospitality dan lifestyle consumption yang menjadi salah satu eksposur bisnis MINA.
"Ini membuka peluang peningkatan permintaan domestik maupun recurring revenue perseroan di tengah pemulihan aktivitas pariwisata nasional," ujarnya.
3. Buy RMKE
Entry: Rp3.300
Target price: Rp3.650
Stoploss:
Imam menjelaskan bahwa sektor energi menarik dicermati sebagai beneficiary dari implementasi Peraturan Gubernur Sumatera yang mewajibkan distribusi batu bara menggunakan jalur hauling khusus dan kereta api, bukan lagi jalan umum.
Regulasi ini secara struktural memperkuat positioning RMKE karena perseroan telah memiliki ekosistem logistik batu bara terintegrasi mulai dari hauling road, stasiun muat kereta api, hingga pelabuhan, sehingga berpotensi meningkatkan utilisasi volume dan memperkuat barrier to entry di tengah kebutuhan efisiensi distribusi batu bara nasional.
4. Buy reksa dana saham ETF Consumer Indonesia (XIIC)
Entry: Rp806
Target price: Rp854
Stoploss:
Produk ETF XIIC terdiversifikasi pada saham-saham consumer dan domestik-driven yang menjadi backbone perputaran ekonomi. Imam mencatat, XIIC mulai menunjukkan indikasi technical base formation setelah bergerak sideways dalam beberapa pekan terakhir.
"Area ini terlihat cukup solid menahan tekanan jual pasca koreksi tajam sejak Maret, sehingga membuka peluang terbentuknya fase akumulasi baru apabila market mulai stabil. Dari sisi momentum, MACD juga mulai membentuk bullish divergence, di mana garis MACD membentuk higher low secara bertahap sedangkan harga cenderung flat," tandasnya.
____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Saham The Big Four Berdarah-darah: dari Primadona hingga Jadi Sasaran Jual Asing
Bertahun-tahun lamanya, pamor saham perbankan jumbo Indonesia nyaris tak tergoyahkan di kalangan investor domestik maupun asing. Namun, situasi itu kini seakan berubah drastis. [2,295] url asal
(Katadata - In-Depth & Opini) 18/05/26 08:47
v/223263/
Ada masa ketika saham-saham bank jumbo Indonesia nyaris dianggap “aset wajib” di pasar modal domestik. Mereka menjadi tempat berlindung investor karena dinilai memiliki fundamental paling kuat, laba paling stabil, dan likuiditas terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Namun situasi itu kini berubah drastis. Sepanjang 2026, saham-saham kelompok “The Big Four” justru menjadi sumber tekanan utama pasar. Harga saham empat bank terbesar di Indonesia kompak anjlok menjauhi level tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high (ATH) mereka yang pernah dicapai pada 2024 lalu.
Empat saham tersebut adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
Koreksi yang terjadi bukan lagi sekadar penurunan biasa. Dalam beberapa bulan terakhir, saham-saham bank jumbo tersebut menjadi sasaran aksi jual asing secara agresif di tengah kombinasi tekanan global dan domestik yang datang hampir bersamaan.
"Tekanan terhadap saham-saham perbankan jumbo atau The Big Four sepanjang 2026 menjadi gambaran bahwa pasar saat ini sedang menghadapi kombinasi tekanan yang sangat kompleks, baik dari dalam negeri maupun global," kata pengamat pasar modal yang juga Founder Republik Investor, Hendra Wardana, kepada Katadata, Minggu (17/5).
Sebagai gambaran, pada 23 September 2024, BBCA sempat mencetak ATH di level 10.950 per saham. Kini, pada penutupan perdagangan Rabu (13/5) lalu, harganya berada di kisaran 6.100 dan bahkan sempat menyentuh level 5.850 pada akhir April lalu—terendah dalam lima tahun terakhir.
Nasib serupa dialami BMRI. Saham bank dengan aset terbesar di Indonesia itu pernah berada di level ATH 7.450 pada September 2024. Kini, nilainya merosot ke kisaran 4.200 per saham.
Sementara itu, BBRI yang selama ini menjadi primadona sektor perbankan mikro juga mengalami tekanan lebih dalam. Dari posisi tertinggi 6.400 pada Maret 2024, sahamnya kini terpuruk di area 3.120 dan sempat menyentuh level 2.990. Adapun BBNI yang sempat mencetak ATH di 6.225 kini turun ke kisaran 3.870.
Penurunan tajam empat saham bank besar tersebut lantas memunculkan pertanyaan besar di pasar: apa sebenarnya yang sedang terjadi dengan saham-saham yang selama ini dianggap paling "aman" di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut?
Badai Datang Bersamaan
Tekanan terhadap saham-saham perbankan jumbo tidak datang dari satu faktor tunggal. Pasar saat ini sedang menghadapi kombinasi sentimen yang sangat kompleks berupa arus keluar dana asing, efek MSCI, pelemahan rupiah, ketidakpastian suku bunga Amerika Serikat (AS), hingga perlambatan pertumbuhan laba industri perbankan.
Hendra menilai kondisi yang terjadi saat ini mencerminkan perubahan besar dalam persepsi investor global terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Menurutnya, saham-saham bank besar menjadi sasaran utama aksi jual karena memiliki kapitalisasi pasar dan likuiditas terbesar sehingga paling mudah digunakan investor asing untuk mengurangi eksposur risiko.
“Pelemahan saham-saham Big Four bukan hanya dipicu sentimen teknikal jangka pendek, tetapi juga berasal dari perlambatan pertumbuhan laba sepanjang 2025, meningkatnya kekhawatiran terhadap kualitas aset, serta derasnya arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia,” ujar Hendra.
Situasi semakin berat tatkala kurs rupiah terus melemah hingga menembus level Rp 17.500 per dolar AS. Kondisi ini meningkatkan risiko nilai tukar bagi investor asing yang menempatkan dana di pasar domestik.
Di saat bersamaan, ketidakpastian global juga meningkat akibat arah kebijakan suku bunga AS yang belum sepenuhnya longgar dan tensi geopolitik yang terus memanas. Founder WH Project, William Hartanto mengatakan kombinasi sentimen tersebut membuat pasar domestik berada dalam tekanan besar.
“Saham-saham ini masih kena efek sentimen pembobotan dan risiko downgrade Indonesia ke frontier market. Ditambah depresiasi rupiah ke level baru di atas 17.000 yang sekarang jadi concern pelaku pasar, ini menambah alasan untuk aksi jual masif,” ujar William kepada Katadata, Minggu (17/5).
Dalam kondisi seperti ini, saham-saham bank besar justru menjadi sasaran utama karena paling likuid dan paling mudah diperdagangkan dalam jumlah besar.
Efek MSCI, Pelemahan Rupiah, dan Ancaman Capital Outflow
Dari berbagai sentimen yang menekan pasar, isu MSCI menjadi salah satu faktor yang paling sensitif sepanjang tahun ini.
Kekhawatiran muncul setelah MSCI menyoroti struktur pasar modal Indonesia, terutama terkait likuiditas dan konsentrasi kepemilikan saham di sejumlah emiten besar. Pasar kemudian mulai khawatir terhadap kemungkinan turunnya status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.
Jika skenario itu benar-benar terjadi, maka banyak fund manager global akan dipaksa mengurangi kepemilikan saham Indonesia karena mandat investasi mereka hanya diperbolehkan masuk ke negara dengan kategori tertentu.
Hendra menilai pengumuman MSCI sejak Januari lalu telah memicu kepanikan besar di pasar dan mempercepat arus keluar investor asing.
“Puncaknya terjadi pada rebalancing MSCI Mei 2026 ketika sejumlah saham besar Indonesia dikeluarkan dari indeks global. Meskipun saham bank besar tetap bertahan di MSCI, tekanan tetap terasa karena investor asing mengurangi eksposur terhadap Indonesia secara keseluruhan,” katanya.
Dalam beberapa pekan terakhir, saham-saham perbankan bahkan menjadi penyumbang net sell asing terbesar di pasar reguler.
Pengamat pasar modal sekaligus professional trader, Michael Yeoh, memperkirakan potensi capital outflow akibat efek MSCI dapat mencapai sekitar Rp 25 triliun, terutama jika lebih banyak emiten besar keluar dari indeks global.
Tekanan jual yang begitu besar membuat valuasi saham perbankan turun sangat dalam hingga mendekati level krisis. Menurut Hendra, price to earnings ratio (PER) BMRI, BBRI, dan BBNI kini turun ke kisaran 6–7 kali. Sementara valuasi BBCA juga telah jatuh jauh di bawah rata-rata historisnya.
Padahal selama bertahun-tahun, saham-saham tersebut dikenal selalu diperdagangkan pada valuasi premium karena konsistensi laba dan dominasi bisnisnya di industri perbankan nasional.
Tekanan terhadap pasar saham Indonesia semakin berat karena pelemahan rupiah belum menunjukkan tanda stabilisasi yang kuat. Bagi investor asing, pelemahan mata uang menjadi risiko tambahan selain penurunan harga saham.
Dalam situasi normal, investor masih dapat menoleransi koreksi harga jika nilai tukar relatif stabil. Namun ketika saham dan mata uang sama-sama melemah, risiko kerugian menjadi berlipat.
Michael Yeoh menilai pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat keluarnya dana asing dari pasar domestik. “Selain dari rupiah yang melemah terhadap semua mata uang, outlook Indonesia oleh banyak lembaga rating yang diturunkan juga menjadi penyebab capital outflow,” kata dia.
Kondisi ini membuat pasar saham Indonesia menghadapi tekanan ganda. Di satu sisi, investor asing terus melakukan aksi jual. Di sisi lain, daya serap investor domestik belum cukup besar untuk sepenuhnya menahan tekanan tersebut.
Akibatnya, saham-saham dengan bobot terbesar di indeks seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI menjadi penekan utama IHSG sepanjang tahun ini.
Pemangkasan Suku Bunga dan Perlambatan Kredit
Selain faktor eksternal, industri perbankan juga menghadapi tantangan dari sisi bisnis inti. Ini terutama berkaitan dengan kebijakan pemangkasan suku bunga secara terbatas oleh bank sentral.
Sejak 2024, pasar sebenarnya sempat optimistis bahwa Federal Reserve (The Fed) bakal memangkas suku bunga secara agresif setelah inflasi mulai melandai di AS. Ekspektasi tersebut sempat memicu reli besar saham-saham perbankan Indonesia hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada tahun itu. Sayangnya, harapan itu tidak sepenuhnya terjadi.
Inflasi Amerika Serikat bertahan lebih tinggi dari perkiraan sehingga The Fed memilih mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama atau higher for longer. Akibatnya, posisi dolar AS tetap kuat dan imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat masih sangat menarik bagi investor global.
The Fed sendiri memulai Tahun 2024 dengan suku bunga acuan dana federal pada level tertinggi dalam 23 tahun terakhir, yaitu 5,25% hingga 5,50%. Level tersebut telah bertahan sejak Juli 2023. Karena inflasi yang mereda, The Fed menerapkan tiga kali pemotongan suku bunga hingga pengujung 2024, menurunkan kisaran target akhir untuk tahun itu menjadi 4,25% hingga 4,50%.
Sementara sepanjang 2025, bank sentral AS itu kembali melakukan tiga kali pemangkasan suku bunga secara bertahap masing-masing sebesar 25 basis poin (bps). Perinciannya, pada 17 September 2025, kisaran target yang ditetapkan turun menjadi 4,00% hingga 4,25%. Berikutnya, pada 29 Oktober 2025, suku bunga AS kembali dipangkas menjadi 3,75% hingga 4,00%. Pada 10 Desember, The Fed kembali menurunkannya menjadi 3,50% hingga 3,75%. Angka terakhir inilah yang masih terus dipertahankan regulator moneter Negeri Paman Sam tersebut hingga sekarang (Mei 2026).
Kondisi tersebut turut membatasi ruang gerak Bank Indonesia (BI) dalam menurunkan suku bunga domestik. Sebagai catatan, sepanjang 2024, BI rate dibuka pada level 6,00%, lalu sempat naik hingga 6,25% dan ditutup kembali pada level 6,00% di akhir tahun.
Sementara sepanjang 2025, bank sentral nasional itu secara bertahap mulai melonggarkan kebijakan moneter dengan mempertahankan BI rate di level 5,75% pada Januari-April, lalu memangkasnya sebesar 25 bps menjadi 5,50% pada Mei dan menahannya hingga Juli.
Tren penurunan berlanjut pada Agustus sebesar 25 bps menjadi 5,25% dan diikuti pemangkasan agresif sebesar 50 bps menjadi 4,75% pada September. BI akhirnya memilih bersikap stabil dengan mempertahankan suku bunga di level 4,75% tersebut dari Oktober 2025 hingga hari ini.
Pengumuman suku bunga BI berikutnya akan dilaksanakan pada Rabu (20/5) lusa, bertepatan dengan penutupan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia periode Mei 2026.
Michael Yeoh menilai selisih antara suku bunga BI dan The Fed yang semakin tipis membuat BI harus berhati-hati menjaga stabilitas rupiah. “Melihat kondisi rupiah yang melemah terhadap mayoritas mata uang, mengakibatkan ruang yang terbatas bagi BI untuk memangkas suku bunga kembali. Suku bunga BI yang stay for longer membuat beratnya kinerja perbankan,” ujarnya.
Di sisi lain, transmisi penurunan suku bunga domestik juga belum berjalan optimal. Hendra menjelaskan, meski BI telah memangkas BI rate secara agresif sepanjang 2025 hingga ke level 4,75%, penurunan bunga kredit berlangsung lebih lambat dibanding penurunan bunga deposito. Akibatnya, pemulihan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) belum sepenuhnya terasa di industri perbankan.
“Sektor perbankan berada dalam posisi yang cukup sulit: biaya dana mulai turun, tetapi pertumbuhan kredit dan pemulihan permintaan pembiayaan belum cukup kuat untuk langsung mendorong lonjakan profitabilitas,” kata Hendra.
Situasi ini membuat dunia usaha lebih berhati-hati melakukan ekspansi. Masyarakat juga mulai menahan konsumsi dan pembelian berbasis kredit karena biaya pinjaman masih mahal. Dampaknya pun mulai terlihat pada pertumbuhan kredit perbankan yang melambat dibanding periode pemulihan pascapandemi.
Survei Perbankan BI pada triwulan I 2026 menunjukkan penyaluran kredit baru masih tumbuh, meskipun lebih rendah dibanding triwulan IV 2025. Pertumbuhan kredit terutama masih ditopang oleh kredit konsumsi. Namun di saat bersamaan, perbankan mulai menunjukkan sikap lebih berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan.
Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, mengatakan standar penyaluran kredit pada triwulan I 2026 terindikasi lebih ketat dibanding kuartal sebelumnya. Hal itu tercermin dari Indeks Lending Standard (ILS) positif sebesar 0,15.
“Kebijakan penyaluran kredit yang lebih berhati-hati tersebut, antara lain pada aspek jangka waktu kredit dan persyaratan administrasi,” ungkap Anton dalam keterangannya pada 27 April lalu.
Selain pertumbuhan kredit yang mulai melambat, industri perbankan juga menghadapi tekanan likuiditas. Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tidak lagi seagresif sebelumnya, sementara persaingan mendapatkan dana masyarakat semakin ketat.
Akibatnya, bank-bank harus menawarkan bunga deposito lebih tinggi untuk menjaga likuiditas. Konsekuensinya, biaya dana atau cost of fund meningkat dan margin keuntungan mulai tertekan.
Kendati demikian, Michael Yeoh menilai fundamental industri perbankan nasional sebenarnya belum seburuk yang tercermin di pasar saat ini. Menurutnya, pertumbuhan kredit perbankan masih berada dalam tren positif meskipun mulai melambat di beberapa bank besar seperti BBCA dan BMRI.
“Dengan NIM yang masih berada di angka 5% hingga 8%, khusus BBRI, maka sebenarnya ada faktor lain yang membuat harga perbankan bisa berada di lowest PE 10 tahun ini,” ujarnya.
Prospek Saham Big Four: Masih Menarik Dikoleksi?
Di tengah tekanan besar yang terjadi di pasar, sejumlah analis menilai fundamental industri perbankan nasional sejauh ini masih relatif solid. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) bank-bank besar masih tinggi.
Kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) juga relatif terkendali. Selain itu, laba perusahaan tetap besar dan dividen yang dibagikan masih menarik dibanding banyak sektor lain di pasar modal.
Karena itu, banyak pelaku pasar mulai melihat bahwa koreksi tajam saham-saham perbankan lebih mencerminkan normalisasi valuasi akibat tekanan eksternal dibanding kerusakan fundamental industri.
Hendra menilai tanda-tanda pemulihan bahkan mulai terlihat pada kinerja kuartal I 2026. Menurutnya, laba bersih perbankan mulai kembali tumbuh positif, terutama pada BMRI dan BBRI yang masih mencatat pertumbuhan dua digit. Selain itu, valuasi yang sudah sangat murah mulai menarik perhatian investor institusi untuk melakukan akumulasi bertahap.
Pasar juga mulai melihat peluang rotasi dana pasca-rebalancing MSCI menuju saham-saham dengan fundamental kuat, free float besar, dan tata kelola yang baik seperti BBCA, BMRI, BBRI, BBNI, hingga PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
"Jika tekanan jual asing mulai mereda pasca efektif rebalancing pada awal Juni 2026, saham-saham perbankan berpotensi menjadi kelompok pertama yang mengalami technical rebound maupun re-rating valuasi secara bertahap," tutur Hendra.
Meski valuasi saham perbankan kini terlihat semakin murah, volatilitas pasar diperkirakan masih tinggi dalam jangka pendek. William Hartanto menilai tekanan terhadap saham perbankan kemungkinan masih berlangsung hingga proses rebalancing MSCI selesai sepenuhnya.
“Masih memungkinkan untuk pelemahan terbatas sampai akhir bulan Mei karena menanti tanggal efektif rebalancing MSCI. Karena itu saran saya masih wait and see, setidaknya sampai sepekan terakhir di bulan Mei baru bisa mulai melakukan pembelian bertahap,” ujar William.
Sementara itu, Hendra menilai saham-saham big banks tetap layak dipertahankan sebagai core portfolio untuk jangka panjang karena memiliki fundamental paling kuat dibanding banyak sektor lain. Namun ia mengingatkan investor tetap disiplin dalam manajemen risiko karena tekanan jangka pendek belum sepenuhnya berakhir.
Dalam kondisi pasar seperti saat ini, strategi terbaik bukan mengejar kenaikan cepat, melainkan melakukan akumulasi bertahap pada saham-saham berkualitas sambil menunggu stabilisasi arus dana asing dan pemulihan sentimen pasar secara keseluruhan.
Pada akhirnya, koreksi tajam saham-saham The Big Four mungkin menjadi salah satu fase paling berat yang pernah dialami sektor perbankan Indonesia sejak pandemi. Tetapi sejarah pasar juga menunjukkan bahwa saham-saham berkualitas sering kali mengalami tekanan paling besar justru ketika sentimen berada di titik paling pesimistis.
Kini, pasar tengah menunggu satu hal penting: kapan badai global mulai mereda dan dana asing kembali mencari rumah baru di emergingmarkets? Jika momentum itu datang, saham-saham perbankan besar Indonesia kemungkinan akan kembali menjadi barisan terdepan penggerak IHSG, seperti yang pernah terjadi selama bertahun-tahun sebelumnya.***
Hutama Karya Percepat Pengerjaan Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi
Hutama Karya mempercepat pembangunan tol Sicincin-Bukittinggi, fokus pada akses Lubuk Alung sepanjang 2,4 km untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas di Sumbar. [442] url asal
#jalan-tol #sicincin-bukittinggi #hutama-karya #percepatan-pembangunan #akses-lubuk-alung #konektivitas-sumbar #mobilitas-masyarakat #mutu-konstruksi #keselamatan-kerja #optimalisasi-manfaat #tol-padan
(Bisnis.Com - Terbaru) 18/05/26 08:45
v/223276/
Bisnis.com, PADANG - PT Hutama Karya (Persero) melakukan upaya percepatan pembangunan jalan tol Sicincin-Bukittinggi setelah operasional tol Padang-Sicincin telah ditetapkan 100%.
Plt. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani mengatakan untuk seksi Sicincin-Bukittinggi, ruas Lubuk Alung mendapat perhatian untuk percepatan pembangunan. Pasalnya, akses di Lubuk Alung yang terhubung akan dapat memberikan dampak positif.
"Kami memang sedang fokus untuk mempercepat penyelesaian akses di Lubuk Alung sepanjang 2,4 km guna meningkatkan konektivitas, aksesibilitas, serta kemudahan mobilitas masyarakat di wilayah Sumbar," ucap Hamdani dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026).
Dia menjelaskan untuk jalur sepanjang 2,4 km itu hingga saat ini, progres pembangunan Akses Lubuk Alung telah mencapai 24,06%.
Adapun sejumlah pekerjaan yang tengah dilaksanakan meliputi pekerjaan timbunan, pekerjaan bored pile Abutment 1 Jembatan Irigasi, pekerjaan slab overpass interchange, pekerjaan box culvert, serta pekerjaan lean concrete di beberapa titik lokasi proyek jalan tol.
Menurutnya seluruh pekerjaan tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan tetap mengutamakan mutu konstruksi, ketepatan pelaksanaan, serta penerapan standar keselamatan kerja di seluruh area proyek.
"Hal ini dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan optimal, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.
Hamdani menyampaikan bahwa Hutama Karya terus memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai target dengan tetap mengedepankan aspek kualitas dan keselamatan konstruksi.
Begitupun untuk penyelesaian akses ini menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung optimalisasi manfaat ruas Tol Padang-Sicincin bagi masyarakat.
"Kami berkomitmen menyelesaikan pembangunan Akses Lubuk Alung secara optimal dengan memperhatikan mutu pekerjaan serta penerapan aspek kesehatan dan keselamatan kerja di seluruh area proyek," tegasnya.
Dikatakannya seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai standar konstruksi dan melalui pengawasan yang ketat agar nantinya dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Keberadaan Akses Lubuk Alung nantinya akan memberikan kemudahan bagi pengguna jalan tol yang hendak menuju kawasan Lubuk Alung dan sekitarnya.
Selain itu, akses ini akan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas melalui tersedianya akses langsung antara Tol Padang–Sicincin dan pusat aktivitas di Lubuk Alung.
Dengan demikian, pergerakan masyarakat dari dan menuju Kota Padang, Bukittinggi, hingga Pariaman diharapkan menjadi lebih mudah, efisien, dan terintegrasi.
Dia bilang akses Lubuk Alung juga diharapkan dapat mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat sekitar, termasuk memperlancar mobilitas harian, distribusi barang, serta akses menuju kawasan permukiman, pusat perdagangan, dan destinasi lainnya di wilayah sekitar.
"Kehadiran akses ini menjadi bagian dari upaya Hutama Karya dalam menghadirkan infrastruktur jalan tol yang tidak hanya menghubungkan antardaerah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan wilayah yang dilalui," ucap Hamdani.
Secara keseluruhan, pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Padang menjadi bagian penting dari pengembangan jaringan Jalan Tol Trans Sumatra yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempersingkat waktu tempuh perjalanan, mendukung distribusi logistik, mendorong pertumbuhan kawasan ekonomi baru, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatra.
14 Lokasi Samsat Keliling di Jabodetabek Hari Ini 18 Mei
Polda Metro Jaya menyediakan layanan Samsat Keliling di 14 lokasi Jabodetabek pada 18 Mei untuk memudahkan pembayaran pajak kendaraan tahunan. Bawa KTP, BPKB, dan STNK asli. [357] url asal
#samsat-keliling #lokasi-samsat-keliling #samsat-keliling-jabodetabek #pembayaran-pajak-kendaraan #samsat-keliling-jakarta #samsat-keliling-depok #samsat-keliling-tangerang #samsat-keliling-bekasi #jad
(Bisnis.Com - Terbaru) 18/05/26 08:45
v/223256/
Bisnis.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya menyediakan layanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Keliling di 13 wilayah yang tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek), Senin, untuk memudahkan masyarakat dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB).
Dikutip dari akun X resmi TMC Polda Metro Jaya pada Senin, berikut wilayah dan lokasi layanan tersebut:
1. Jakarta Pusat di halaman parkir Samsat Jakarta Pusat dan Lapangan Banteng pukul 08.00-14.00 WIB;
2. Jakarta Utara di halaman parkir Samsat Jakarta Utara dan Parkir Itali Mall Artha Gading pukul 08.00-14.00 WIB;
3. Jakarta Barat di Mal Citraland pukul 08.00-14.00 WIB;
4. Jakarta Selatan di halaman parkir Samsat Jakarta Selatan pukul 08.00-15.00 WIB dan depan parkiran TMPN Kalibata pukul 09.00-14.00 WIB;
5. Jakarta Timur di halaman parkir Samsat dan Pasar Induk Kramat Jati pukul 08.00-14.00 WIB;
6. Kota Tangerang di Alun-Alun Cibodas dan parkiran busway Foodmosphere pukul 09.00-13.00 WIB;
7. Serpong di halaman parkir Samsat Serpong pukul 08.00-14.00 WIB dan Mal ITC BSD Serpong pukul 16.00-18.00 WIB;
8. Ciledug di Kantor Kecamatan Pinang dan Ruko Green Village pukul 09.00-14.00 WIB;
9. Ciputat di halaman parkir Samsat dan Kantor Kelurahan Pondok Betung pukul 09.00-12.00 WIB;
10. Kelapa Dua di halaman Gtown House Gading pukul 08.00-14.00 WIB;
11. Kota Bekasi di Mono Cafe Pekayon Jaya Bekasi Selatan pukul 18.00-21.00 WIB dan Pakuwon Mal Bekasi 10.00-13.00 WIB;
12. Kabupaten Bekasi di Pasar Bersih Cikarang Jababeka pukul 09.00-12.00 WIB;
13. Depok di halaman Parkir Samsat pukul 08.00-14.00 WIB dan Kantor Kecamatan Bojong Gede pukul 09.00-12.00 WIB;
14. Cinere di Kantor Kelurahan Pondok Petir pukul 08.00-12.00 WIB.
Beberapa dokumen yang perlu dibawa, di antaranya KTP, BPKB dan STNK asli yang disertai lampiran fotokopi.
Gerai Samsat Keliling hanya melayani pembayaran PKB tahunan, sedangkan untuk pembayaran pajak kendaraan lima tahunan dan penggantian plat nomor kendaraan, harus dilakukan secara langsung di kantor Samsat terdekat Anda.
Harga Saham Merosot, BEEF Umumkan Buyback Rp100 Miliar
Beef akan buyback hingga 333 juta saham atau setara 4,10 persen dari total saham yang dikeluarkan perseroan. [171] url asal
#beef #buyback #estika-tata #saham-merosot
(IDX-Channel - Market News) 18/05/26 08:44
v/223270/
IDXChannel - PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp100 miliar.
Beef akan buyback hingga 333 juta saham atau setara 4,10 persen dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Perseroan menetapkan harga pembelian kembali maksimal sebesar Rp300 per saham. Adapun periode buyback akan berlangsung mulai 19 Mei 2026 hingga 18 Mei 2027.
Dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (18/5/2026) seluruh dana untuk pelaksanaan buyback berasal dari kas internal perusahaan dan bukan dari dana hasil penawaran umum, pinjaman, maupun utang dalam bentuk apa pun.
Manajemen BEEF menjelaskan, aksi korporasi tersebut dilakukan karena harga saham perseroan saat ini belum mencerminkan nilai wajar berdasarkan fundamental dan kinerja perusahaan.
Berdasarkan data perdagangan per 13 Mei 2026, saham BEEF berada di level Rp157 per saham atau anjlok 10,29 persen secara harian.
Dalam sebulan terakhir, saham BEEF telah terkoreksi 39,15 persen, dan dalam tiga bulan melemah 49,68 persen.
Selanjutnya, perseroan berencana menyimpan seluruh saham hasil pembelian kembali sebagai saham treasuri.
(DESI ANGRIANI)
Sosok Nenek Jumariyah Ikon Haji Indonesia: Ember dan Sawah Membawanya ke Hadapan Ka'bah
Nenek Jumariyah, seorang petani dari Maros, Sulawesi Selatan, menjadi ikon haji Indonesia 2026 setelah menabung selama 20 tahun untuk mewujudkan impiannya ke Tanah Suci. [757] url asal
#nenek-jumariyah #ikon-haji #haji-indonesia #ember-dan-sawah #perjalanan-spiritual #tabungan-haji #kehidupan-sederhana #maros-sulawesi-selatan #bimbingan-haji #kementerian-haji-umrah #promosi-internasi
(Bisnis.Com - Terbaru) 18/05/26 08:43
v/223255/
Bisnis.com, MAKKAH — Tidak ada yang mewah dari kehidupan Jumariyah, paginya ditemani suara ayam di halaman rumah, selepas subuh perempuan lansia itu menebar pakan di kandang samping rumah, lalu membersihkan gubuknya sebelum memasak sarapan. Satu porsi dia buat, karena hanya tinggal sendiri.
Perempuan yang akrab disapa Nenek Jumariyah itu hidup seorang diri selama puluhan tahun setelah berpisah dengan suaminya. Tidak ada anak, dia tinggal sebatang kara di rumah sederhana yang terletak di Maros, Sulawesi Selatan.
Hari-harinya diisi dengan bekerja di sawah seluas 15 are miliknya dan merawat kebun ubi milik tetangga demi tambahan penghasilan.
Usai sarapan, sekitar pukul 09.00 pagi, Jumariyah biasanya berjalan menuju kebun di dekat rumahnya. Setelah itu dia berpindah ke sawah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah untuk membersihkan tanaman padi.
"Saya tanam sendiri, rawat sendiri, panen sendiri," kata Jumariyah sambil tersenyum saat ditemui Tim Media Center Haji di Hotel Asrar Al Tayseer, Makkah, akhir pekan lalu.
Rutinitas itu dijalani hampir setiap hari selama bertahun-tahun. Di sela bekerja, dia menyimpan satu harapan yang terus dipanjatkan dalam doa. Dia ingin melihat Ka’bah secara langsung, menjalankan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima.
Keinginan itu membuatnya mulai menabung sekitar 20 tahun lalu. Caranya sangat sederhana. Dia menyimpan uang sedikit demi sedikit di dalam ember di rumahnya.
"Saya kumpul uangku sedikit-sedikit di ember," tuturnya lirih.
Ketika tabungannya mencapai Rp25 juta, Jumariyah akhirnya mendaftarkan diri untuk berhaji pada 2011. Saat itu dia datang didampingi kerabat jauhnya karena tidak bisa membaca dan menulis. Dia juga tidak pernah mengenyam pendidikan formal.
Setelah mendaftar haji, dia tetap bekerja seperti biasa. Hasil dari sawah dan kebun terus dia sisihkan untuk melunasi biaya haji.
"Kalau saya dapat Rp100.000, saya simpan Rp50.000 [untuk tabungan haji]," katanya sambil mengusap sudut matanya dengan ujung kerudung hitam.
Semangatnya semakin besar setelah dinyatakan masuk daftar jemaah haji Indonesia 2026.
Kehidupan sederhana dan semangatnya untuk pergi ke Tanah Suci rupanya melahirkan perjalanan spiritual menarik, yang membuat nama Jumariyah dikenal luas sebagai ikon haji Indonesia 2026.

Jumariyah Dipilih untuk Menjadi Ikon Haji
Lokasi manasik berjarak sekitar 15 kilometer dari rumahnya. Meskipun demikian, Jumariyah tidak pernah absen mengikuti bimbingan haji bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Dia bahkan dikenal para pembimbing karena selalu duduk di barisan paling depan untuk mendengarkan penjelasan manasik.
Kisah hidupnya kemudian sampai ke pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) setelah dia diajukan oleh Kemenhaj Maros sebagai ikon haji Indonesia.
"Pertimbangannya karena kesehariannya. Dia hidup sendiri, sebatang kara, kemudian jauh dan menginspirasi," ujar Ketua Kloter UPG 14 Sitti Hawaisyah.
Dua hari menjelang keberangkatan ke asrama haji, tim Kemenhaj mendatangi rumah Jumariyah untuk membuat dokumentasi singkat tentang perjalanan hidupnya. Dokumenter itu kemudian menjadi bagian dari promosi internasional Arab Saudi untuk musim haji 2026.
Perjalanan ke Tanah Suci juga menjadi pengalaman pertama Jumariyah naik pesawat terbang. Meski sempat takut, dia akhirnya menikmati perjalanan panjang menuju Madinah.
“Sempat ada rasa takut waktu naik pesawat, tetapi setelah itu nyaman,” katanya.
Di Madinah, semangat ibadah Jumariyah justru terlihat paling kuat. Dia mampu bertahan berjam-jam di Masjid Nabawi sejak salat Asar hingga Isya. Bahkan dia juga berhasil masuk ke Raudhah bersama rombongannya.
Karena tidak memiliki telepon genggam, para jemaah lain membantu mendampinginya selama di Tanah Suci.
Setelah tiba di Makkah pada 9 Mei 2026, Jumariyah langsung menjalani umrah wajib. Tidak berhenti di situ, dia kembali melaksanakan dua kali umrah sunnah dalam beberapa hari berikutnya.
Ketua kloternya mengaku kondisi kesehatan Jumariyah justru termasuk yang paling baik di antara jemaah lain.
“Di tanda pengenal saya ini ada tanda merah yang artinya ada sakit. Tetapi di nenek Jumariyah bersih, tidak ada sakit,” ujar Sitti.
Tetangganya di Maros, Marwati, juga mengaku kagum dengan semangat Jumariyah selama menjalani ibadah di Masjidil Haram.
“Selama umrah itu beliau paling semangat. Kita sudah kecapekan, beliau masih semangat,” katanya.
Bagi Jumariyah, rahasia menjaga kesehatan di usia senja bukan sesuatu yang rumit. Dia terbiasa bergerak setiap hari di sawah dan menjaga pikirannya tetap tenang.
“Ke sawah setiap hari, juga banyak minum air,” ujarnya.
Soal makanan, dia juga tidak memilih-milih. Semua makanan disantap dengan lahap selama di Arab Saudi. Meski begitu, dia mengaku paling menyukai udang.
Kini Jumariyah bersiap menghadapi fase puncak ibadah haji 2026, yakni wukuf di Arafah. Beberapa hari lagi dia akan berdiri di Padang Arafah, tempat yang selama puluhan tahun hanya hadir dalam doa-doanya.
Perjalanan panjang dari sawah kecil di Maros akhirnya membawanya ke depan Ka’bah. Tempat yang sejak lama dia rindukan dalam kesendirian hidupnya.
Film Indonesia Kian Digemari di Netflix, 35 Judul Tembus Global Top 10
Laporan Netflix mengungkap 35 judul film Indonesia masuk Global Top 10 Non-English. [628] url asal
Film Indonesia kian mendapat perhatian di platform streaming global. Netflix mencatat sebanyak 35 judul Indonesia masuk dalam daftar Global Top 10 Non-English hingga Januari 2026, seiring meningkatnya minat penonton terhadap cerita lokal.
Hal itu diungkap dalam laporan The Netflix Effect yang dirilis Netflix. Laporan ini menyoroti dampak ekonomi, budaya, dan sosial dari film dan serial Netflix di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Secara global, Netflix menyebut telah berkontribusi lebih dari US$ 325 miliar terhadap ekonomi dunia dalam satu dekade terakhir. Dalam periode yang sama, perusahaan menginvestasikan lebih dari US$ 135 miliar untuk memproduksi film dan serial, menciptakan lebih dari 425 ribu lapangan kerja, serta melibatkan lebih dari 700 ribu pekerja tambahan di berbagai lokasi produksi di dunia.
Co-CEO Netflix, Ted Sarandos, mengatakan Netflix kini memproduksi film dan serial di lebih dari 4.500 kota dan wilayah di lebih dari 50 negara. “Setiap produksi Netflix adalah produksi lokal, yang turut menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan bisnis setempat, serta menghadirkan dampak yang jauh melampaui layar,” ujar dia dalam keterangan pers, akhir pekan lalu (15/5).
Netflix juga mencatat perubahan besar dalam pola konsumsi tontonan global. Jika 10 tahun lalu konten non-Bahasa Inggris hanya menyumbang kurang dari 10% total konsumsi tontonan di Netflix, kini porsinya telah meningkat menjadi lebih dari sepertiga.
Di Indonesia, lebih dari 90% anggota Netflix tercatat menonton konten lokal sepanjang 2025. Sejumlah judul Indonesia bahkan berhasil masuk daftar Global Top 10 Netflix kategori Non-English.
Film zombie Indonesia Abadi Nan Jaya (2025) misalnya, meraih lebih dari 11 juta penayangan hanya dalam beberapa hari setelah dirilis. Film tersebut menduduki posisi pertama Global Top 10 dan masuk daftar Top 10 di 75 negara.
Sementara itu, serial drama periode Gadis Kretek (2023) mencatat 1,6 juta penayangan dalam sepekan dan masuk Global Top 10 Netflix. Film thriller aksi The Shadow Strays (2024) juga berhasil masuk Top 10 di 85 negara dalam waktu satu minggu setelah dirilis.
Adapun film Luka Makan Cinta (2026) yang menggabungkan unsur romansa, kuliner, dan lanskap Bali mencapai posisi keenam Global Top 10 dengan sekitar 2,4 juta penayangan, serta masuk Top 10 di 30 negara.
Sutradara Lucky Kuswandi menilai keberagaman audiens di Netflix memberi ruang lebih luas bagi sineas untuk mengeksplorasi cerita dan genre.
“Bagi sineas Indonesia, ekosistem ini menjadi ruang penting untuk menghadirkan dan memperkuat berbagai suara, sekaligus memungkinkan terciptanya hiburan yang tidak hanya menarik, tetapi juga mampu menantang dan mempertanyakan norma serta kondisi yang sudah ada,” kata dia.
Popularitas konten Indonesia juga disebut memicu percakapan mengenai budaya lokal di tingkat internasional. Abadi Nan Jaya misalnya, mengangkat unsur budaya Indonesia melalui tanaman kantong semar dan minuman tradisional jamu. Proses syuting di Yogyakarta turut membuat sejumlah lokasi dalam film ramai dibicarakan di media dan komunitas online.
Sementara itu, Gadis Kretek disebut kembali mengangkat perhatian terhadap kebaya janggan dan mendorong minat penonton mengunjungi Museum Kretek serta Museum Kereta Api Ambarawa setelah serial tersebut tayang.
Di sisi lain, laporan Media Partners Asia (MPA) dan platform pengukurannya, AMPD, menunjukkan pasar video on demand (VOD) premium Asia Tenggara tumbuh pesat sepanjang 2025.
Jumlah pelanggan VOD premium di Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura meningkat 19% secara tahunan menjadi lebih dari 61 juta pelanggan berbayar. Indonesia menjadi kontributor utama pertumbuhan pelanggan baru dan jam menonton di kawasan.
MPA mencatat kuartal IV 2025 menjadi momen pertama ketika konten lokal Indonesia mencapai kesetaraan dengan konten Korea dalam jumlah penonton VOD premium, masing-masing sebesar 30%.
Analis Utama dan Kepala Wawasan MPA dan AMPD, Dhivya T, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan perubahan struktural dalam konsumsi konten di Indonesia. “Indonesia menonjol tahun ini, dengan judul-judul lokal bersaing langsung dengan drama Korea di puncak peringkat VOD premium,” ujar dia dalam keterangan pers berbeda.
Menurut dia, peningkatan kualitas konten, distribusi yang lebih kuat, dan meningkatnya kepercayaan penonton terhadap cerita lokal menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan tersebut.
Strategi Efisiensi PHE Berbuah Produksi Migas Tinggi di Jawa Barat
Keberhasilan pengeboran Sumur LLA-6 jadi bukti efektivitas strategi operasional PHE. [567] url asal
#pertamina-hulu-energi #sumur-lla-6 #produksi-minyak #efisiensi-biaya #pengeboran-migas #kinerja-operasi #energi-domestik #program-optimus #keselamatan-dan-lingkungan #inovasi-hulu-migas #sumur-phe
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) membukukan kinerja operasi di perairan utara Jawa Barat. Melalui sumur pengembangan LLA-6 di Platform LLA, perusahaan mencatatkan awal produksi sebesar 1.321 barel minyak per hari (barrel oil per day/BOPD) dan gas dua juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD).
Semburan hidrokarbon dari sumur ini mengalir dengan kadar air (Basic Sediment and Water/BSW) 0 persen. Senior Manager Subsurface Development & Planning PHE ONWJ, Adang Sukmatiawan, membeberkan capaian ini melibatkan proses kalkulasi dan evaluasi matang dari kampanye pengeboran sebelumnya yang diaplikasikan di sumur ini.
"Keberhasilan sumur LLA-6 ini kami dapatkan dari lesson learned Sumur LLE-5ST yang kami bor tahun lalu. Mengingat lapisan targetnya sama, formulasi dan strateginya kami sempurnakan. Hasilnya terbukti, kami bisa mendapatkan produksi yang sangat baik dengan eksekusi yang jauh lebih matang," ungkap Adang dalam siaran persnya, Senin (18/5/2026).
Adang menjelaskan, Sumur LLA-6 mulai ditajak pada 24 Maret 2026 secara directional menggunakan Rig PVD-II. Mata bor menembus hingga kedalaman akhir 5.407 kaki kedalaman terukur (feet measured depth/ftMD) atau setara dengan 3.561 kaki true vertical depth (ftTVD), yaitu kedalaman vertikal sebenarnya dari titik tersebut ke permukaan bumi. Seluruh rangkaian ini, mulai dari fase pengeboran hingga uji alir produksi pada 2 Mei 2026, mampu diselesaikan dengan cepat, hanya dalam waktu 33 hari.
Kecepatan ini sangat ditunjang oleh kelancaran operasi di laut. Seluruh proses mobilisasi alat hingga unloading material pendukung dari kapal ke fasilitas rig berjalan presisi tanpa kendala cuaca atau logistik yang berarti.
Sumur LLA-6 merupakan sumur pengeboran pertama di Anjungan LLA setelah lebih dari 24 tahun tidak ada aktivitas pengeboran di Platform LLA. Dalam menyiapkan sumur pengeboran ini, Tim Subsurface berkoordinasi secara intensif dengan berbagai pihak dalam menghadapi banyak tantangan di Platform LLA, seperti isu bubble di dasar laut, risiko shallow gas hazard, serta risiko drilling fluid loss di lapisan parigi dan pre-parigi.
Sumur ini menembus Lapisan LL-30 lebih updip 60 kaki dibandingkan LLE-5ST. Tim Subsurface telah menyiapkan peralatan pengeboran mulai dari pengambilan gradien tekanan hingga analisis komprehensif yang membuktikan Sumur LL-30 masih berpotensi dan terbukti memproduksi minyak. Data Sumur LLA-6 ini memberikan potensi yang lebih besar dari Lapisan LL-30 di area baru selatan yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pengeboran sumur berikutnya.
Durasi pengerjaan yang singkat ini langsung berdampak positif pada efisiensi anggaran. Berdasarkan estimasi lapangan terkini, total biaya yang terserap untuk Sumur LLA-6 hanya berada di angka 61,5 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui SKK Migas. Penghematan hingga nyaris 40 persen ini menjadi torehan prestasi tersendiri.
General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, memberikan apresiasi penuh atas kerja keras seluruh tim yang terlibat. Baginya, capaian hasil maksimal dengan biaya efektif ini adalah wujud nyata dari upaya ketahanan energi domestik yang berkelanjutan.
"Eksekusi rencana kerja yang aman, tuntas lebih cepat, dan dengan hasil yang jauh lebih baik ini merupakan pembuktian dari spirit PHE ONWJ, yakni ‘Safer, Faster, Better’. Keberhasilan ini sangat istimewa karena kita tidak hanya memikirkan seberapa besar lifting yang didapat, tapi juga seberapa efisien biaya yang dikeluarkan," tegas Muzwir.
Saat ini seluruh armada dan tim PHE ONWJ langsung mengalihkan fokus operasional. Mata bor kembali disiapkan untuk menembus target berikutnya di Sumur LLA-5 dan LLA-7. "Masih ada beberapa rencana kerja bor dengan target lapisan yang sama ke depannya," kata Muzwir optimistis.
Ini 5 Syarat AS untuk Iran, Salah Satunya Serahkan 400 Kg Uranium
AS menolak membayar kompensasi atau ganti rugi kepada Iran. Amerika Serikat (AS) telah menguraikan lima syarat utama untuk mencapai kesepakatan... | Halaman Lengkap [431] url asal
#amerika-serikat #iran #perang-as-vs-iran #perang-iran-vs-israel #israel
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 18/05/26 08:23
v/223251/
TEHERAN - Amerika Serikat (AS) telah menguraikan lima syarat utama untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. Sedangkan Teheran juga masih tetap dengan syarat-syarat utama yang sudah mereka ajukan sebelumnya kepada Washington.Presiden AS Donald Trump mengancam Iran untuk segera membuat kesepakatan, dengan menyatakan "waktu terus berjalan".
"Mereka sebaiknya segera bergerak, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka," tulisnya di akun Truth Social-nya, @realDonaldTrump. "WAKTU SANGAT PENTING!" lanjut dia.
5 Syarat AS untuk Iran
Kantor berita Fars yang berbasis di Iran telah menguraikan lima syarat yang diajukan AS untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran. Berikut daftarnya:
1. Iran hanya boleh mengoperasikan satu fasilitas nuklir
2. AS menolak untuk membayar kompensasi atau ganti rugi apa pun kepada Iran
3. Iran harus menyerahkan 400 kilogram uranium yang diperkaya kepada AS
4. AS menolak melepaskan bahkan 25% dari aset Iran yang dibekukan
5. Mensyaratkan penghentian perang di semua lini bergantung pada hasil negosiasi
Sementara itu, syarat-syarat utama Iran belum berubah. Yakni, perang harus diakhiri di semua front— termasuk di Lebanon, mencabut sanksi, melepaskan aset Iran yang dibekukan, memberikan kompensasi atas kerusakan perang, dan pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.
Laporan lain dari Ynet menyebutkan ancaman agresi dari Amerika dan Israel akan tetap ada bahkan jika Iran memenuhi syarat-syarat Amerika.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei menuduh AS menggunakan diplomasi sebagai kedok untuk tujuan militer.
Esmail menuduh bahwa AS dan Israel secara keliru mengeklaim bahwa mereka bertindak untuk melindungi perdamaian dan stabilitas di pasar energi global, tetapi pada kenyataannya, mereka bertanggung jawab atas terciptanya ketidakstabilan dan konflik.
"Ini adalah taktik sinis mereka yang sudah biasa: menciptakan krisis dan perang, kemudian meningkatkannya lebih lanjut di bawah panji mulia 'memulihkan stabilitas' dan 'membela perdamaian'. Mereka menciptakan kehancuran dan menyebutnya perdamaian," tulisnya di X, Senin (18/5/2026).
"Kebohongan besar berikutnya yang diluncurkan untuk membenarkan 'perang pilihan' ilegal mereka adalah klaim bahwa mereka 'melestarikan perdamaian dan stabilitas di pasar energi global'," lanjut dia.
"Namun kenyataannya, justru tindakan provokasi perang yang gegabah dari rezim AS dan Israel-lah yang menghancurkan harapan yang ada."
Trump baru-baru ini menolak proposal perdamaian 14 poin Iran. Sebagai tanggapan, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan bahwa jika AS tidak menerima proposal Iran, para wajib pajak Amerika dapat menanggung konsekuensi yang berat.
Ketegangan meningkat setelah serangan militer gabungan AS-Israel menghantam Iran pada 28 Februari. Setelah serangan tersebut, Iran melakukan serangan balasan yang mengganggu jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.
Gencatan senjata kemudian disepakati pada 8 April, dengan mediasi dari Pakistan. Namun, pembicaraan lanjutan tidak menghasilkan kesepakatan perdamaian akhir. Gencatan senjata diperpanjang, tetapi tidak ada kesepakatan permanen yang tercapai.
Arah Bisnis GPSO di Bawah Kendali Tjokro Group
PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) mengarahkan bisnis baru di industri mekanikal setelah diakuisisi Tjokro Group. [532] url asal
#gps-bisnis #geoprima-solusi #tjokro-group #akuisisi-gps #industri-mekanikal #komponen-permesinan #mandatory-tender-offer #transformasi-bisnis #solusi-mekanikal #rantai-pasok-industri #penguasaan-pasar
(Bisnis.Com - Market) 18/05/26 08:21
v/223254/
Bisnis.com, JAKARTA — PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) menyiapkan arah bisnis baru di industri komponen mekanikal dan permesinan (machining) setelah diakuisisi oleh PT PIMSF yang merupakan bagian dari Tjokro Group.
Direktur Utama Geoprima Solusi Dionysius Tjokro mengatakan PIMSF telah merampungkan akuisisi perseroan pada November 2025. Selanjutnya, pada 13 Februari 2026, PIMSF melaksanakan Penawaran Tender Wajib atau Mandatory Tender Offer (MTO) kepada publik sehingga resmi menjadi pemegang saham pengendali (PSP) baru GPSO.
Masuknya PIMSF menjadi bagian dari strategi transformasi dan konsolidasi bisnis Tjokro Group untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus memperluas lini usaha perseroan.
“PIMSF bersama perseroan memiliki arah bisnis baru untuk menjadi pemain utama dan pemimpin di industri komponen mekanikal dan permesinan dengan melakukan penguasaan sektor hulu hingga hilir,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (18/5/2026)
Dia menjelaskan, melalui konsolidasi tersebut, GPSO akan diarahkan menjadi perusahaan solusi mekanikal terpadu atau one stop solution for mechanical yang menguasai seluruh rantai produksi dan jasa.
Tjokro Group sendiri disebut telah memiliki pengalaman lebih dari 57 tahun di industri mekanikal dan menjadi salah satu pemain utama di sektor tersebut di Indonesia.
Ke depan, perseroan bersama PIMSF akan fokus mengamankan rantai pasok industri solusi mekanikal komponen mulai dari sektor hulu (upstream) hingga hilir (downstream). Strategi ini ditempuh untuk menjaga ketersediaan bahan baku di dalam grup usaha sekaligus memperluas penguasaan pasar.
Selain itu, konsolidasi juga ditujukan untuk meningkatkan jumlah pelanggan, memperkuat kepercayaan pasar, serta mengembangkan produk mekanikal dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi.
Dionysius menambahkan, langkah konsolidasi tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing perseroan di tengah kompetisi industri yang semakin ketat, baik di pasar domestik maupun global.
Adapun implementasi tahap awal arah bisnis baru tersebut ditargetkan mulai berjalan setelah perseroan memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Juni 2026 terkait aksi korporasi tahap pertama.
ESG
PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) menunjukkan komitmennya terhadap praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) sepanjang 2025 melalui berbagai langkah efisiensi energi, penguatan inklusivitas tenaga kerja, hingga pengelolaan risiko keberlanjutan secara terintegrasi.
Dionysius Tjokro mengatakan perseroan terus mengidentifikasi dan mengelola isu-isu keberlanjutan yang berpotensi memengaruhi ketahanan usaha maupun kinerja operasional.
Sepanjang 2025, GPSO membukukan penjualan sebesar Rp5,33 miliar dengan rugi usaha Rp3,17 miliar.
“Capaian tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat struktur keuangan sekaligus menyusun strategi pertumbuhan jangka panjang,” ujar Dionysius.
Di sisi lingkungan, GPSO mencatat keberhasilan menurunkan total penggunaan energi sebesar 16,65%. Tak hanya itu, konsumsi listrik kantor juga berhasil ditekan hingga 32,37% dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Dionysius, pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi perseroan dalam menjalankan langkah efisiensi energi secara terukur dan berkelanjutan.
Sementara dari aspek sosial, GPSO terus mendorong penerapan kesempatan kerja yang setara tanpa diskriminasi. Perseroan juga mempertahankan komposisi tenaga kerja perempuan sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang inklusif dan kompetitif.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), GPSO turut memfokuskan inisiatif pada pemberdayaan perempuan, pengurangan emisi, serta dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB 5 tentang Kesetaraan Gender, TPB 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta TPB 13 terkait Penanganan Perubahan Iklim.
Ke depan, GPSO melihat peluang pertumbuhan melalui penguatan kemitraan strategis dan pengembangan inisiatif rendah emisi. Strategi tersebut dinilai dapat mendukung daya saing usaha sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab keberlanjutan.
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)



