JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) bersama mitra kerja sama operasi mencapai tonggak penting pembangunan RSJPD Harapan Kita–Tokushukai Building melalui pelaksanaan topping off. Pencapaian ini menandai rampungnya struktur utama gedung yang akan menjadi fasilitas layanan kesehatan jantung bertaraf internasional.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan proyek tersebut merupakan bagian penting dalam penguatan layanan kesehatan jantung nasional melalui kolaborasi internasional. “Penguatan fasilitas ini diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan berstandar tinggi bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Acara topping off turut dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Chairman Tokushukai Medical Corporation Shinichi Higashiue, Direktur Utama RSJPD Harapan Kita Iwan Dakota, serta jajaran manajemen PTPP. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan kuatnya sinergi lintas negara dalam pengembangan infrastruktur kesehatan.
Proyek dengan nilai kontrak Rp882,51 miliar tersebut menunjukkan progres konstruksi yang positif dengan capaian realisasi mencapai 73,2 persen. Capaian ini mencerminkan pengendalian proyek yang berjalan sesuai target, baik dari sisi kualitas, waktu, maupun pelaksanaan.
Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menegaskan bahwa keberhasilan tahap ini merupakan bukti komitmen perusahaan dalam menghadirkan proyek berkualitas tinggi. “Pencapaian topping off ini menjadi bukti nyata kerja keras seluruh tim dalam menjaga kualitas dan waktu pelaksanaan, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan mutu,” ujarnya.
Sebagai kontraktor, PTPP memastikan setiap tahapan pembangunan dijalankan dengan standar tinggi. Proyek ini ditargetkan segera rampung dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan layanan kesehatan jantung dan pembuluh darah di Indonesia.
RSJPD Harapan Kita–Tokushukai Building dirancang sebagai smart hospital dengan berbagai keunggulan teknologi. Sistem yang diterapkan meliputi kontrol dan monitoring terintegrasi dalam satu dashboard, integrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), pemantauan pasien berbasis Internet of Things (IoT), serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk sistem keamanan.
Selain itu, otomatisasi juga diterapkan pada proses non-medis hingga ruang operasi guna meningkatkan efisiensi dan menjaga standar sterilisasi. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan layanan kesehatan yang lebih modern, cepat, dan akurat.
Kolaborasi antara PTPP dan Tokushukai Medical Corporation menjadi simbol sinergi internasional dalam pengembangan fasilitas kesehatan di Indonesia. Proyek ini tidak hanya menandai kemajuan konstruksi, tetapi juga harapan baru bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional.
Project Director Tokushukai Medical Corporation, dr. Takeki Ohashi, turut mengapresiasi capaian tersebut. “Thank you for your excellent job!” ujarnya, menegaskan kepercayaan terhadap kualitas pelaksanaan proyek yang dikerjakan.
(nng)