Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mencatat perputaran ekonomi program Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) mencapai Rp6,3 miliar selama satu tahun penyelenggaraan dan kini berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi baru.
Wali Kota Kupang Christian Widodo di Kupang, Senin, mengatakan hingga saat ini, total perputaran ekonomi di Saboak tercatat mencapai sekitar Rp6,3 miliar dengan rata-rata transaksi sekitar Rp80 juta setiap pekan.
"Ini adalah uang yang berputar untuk masyarakat. Pemkot Kupang tidak mengambil retribusi dari lapak-lapak ini. Semua benar-benar untuk dan oleh masyarakat sendiri," tegasnya.
Ia menjelaskan, ide menghadirkan Saboak lahir dari diskusi bersama Wakil Wali Kota Kupang dengan tujuan menghidupkan Taman Nostalgia agar tidak sekadar menjadi ruang terbuka hijau, tetapi menjadi ruang publik yang memiliki "nyawa" bagi masyarakat.
Menurut dia, saat dilantik pada Februari 2025, kondisi anggaran daerah telah ditetapkan sehingga ruang fiskal untuk menghadirkan program baru sangat terbatas.
"Kami melakukan efisiensi. Saya dan Ibu Wakil tidak membeli mobil dinas baru dan memanfaatkan anggaran yang ada untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Bank Mandiri, Taspen dan para sponsor lainnya. Dari kolaborasi itulah Saboak bisa lahir," katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pemkot Kupang tengah mengkaji penambahan hari pelaksanaan Saboak menjadi tiga hari, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Selain itu, pemerintah juga berencana menambah lapak, memperkuat pengamanan melalui penambahan personel Satpol PP, membangun pos Satpol PP, serta meningkatkan fasilitas penerangan dan sarana pendukung lainnya di kawasan Taman Nostalgia.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberlangsungan Saboak selama satu tahun terakhir.
Ia menegaskan keberhasilan Saboak tidak terlepas dari semangat kolaborasi seluruh elemen, baik pemerintah, komunitas, sponsor, maupun pelaku UMKM.
Serena mengakui bahwa perjalanan Saboak selama satu tahun tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan, terutama saat musim hujan, sempat dirasakan oleh para pelaku UMKM.
Namun, kata dia, Pemkot Kupang terus berupaya agar masyarakat tetap dapat menjalankan usaha, termasuk rencana menghadirkan platform digital untuk memperluas pemasaran produk UMKM.
Lebih lanjut, ia menyambut baik rencana pengembangan Saboak, termasuk penambahan hari pelaksanaan yang sedang dikaji pemerintah.
Menurut dia, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti nyata manfaat Saboak bagi perekonomian warga.
"Ke depan, Pemkot Kupang akan terus memperkuat kolaborasi dengan semua pihak agar Saboak semakin berkembang dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ujarnya.
Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026