Bisnis.com, JAKARTA — Amerika Serikat mengalami kerugian lebih dari US$101 miliar akibat badai dan kebakaran hebat pada paruh pertama tahun 2025. Angka ini menjadi sebuah rekor.
Hal ini berdasarkan basis data bencana senilai miliaran dolar yang diluncurkan kembali oleh sebuah lembaga nirlaba sejak pemerintahan Trump secara resmi menghentikan kegiatannya pada bulan Mei.
Mantan Ilmuwan Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) Adam Smith mengatakan para ilmuwan menghitung kerusakan akibat peristiwa cuaca buruk hingga Juni, yang menjadi periode termahal dalam 45 tahun pencatatan. Analisis tersebut, yang dijalankan oleh NOAA selama lebih dari satu dekade, telah diadopsi oleh lembaga nirlaba Climate Central.
"Peningkatan kerusakan berkaitan dengan aktivitas manusia. Entah itu amplifikasi perubahan iklim pada cuaca ekstrem atau bagaimana kita memilih untuk membangun, hal itu menyebabkan paparan dan kerentanan," ujarnya dilansir Bloomberg, Rabu (22/10/2025).
Sebagian besar kerusakan pada 2025 berasal dari kebakaran dahsyat di Los Angeles. Tornado musim semi dan badai petir hebat di AS bagian tengah dan selatan mengakibatkan kerugian lebih dari $40 miliar, ujar Smith, seraya menambahkan bahwa analisis tersebut didasarkan pada data dan metode dasar yang sama yang digunakan di NOAA.
NOAA, yang juga mengawasi Badan Meteorologi Nasional (National Weather Service), telah kehilangan ratusan staf akibat PHK, program keluar sukarela yang didorong oleh pemerintahan Trump, dan pengurangan staf sejak Januari.
Direktur Komunikasi NOAA Kim Doster menuturkan badan tersebut mengalihkan sumber dayanya dari proyek bencana bernilai miliaran dolar dan memprioritaskan penelitian yang andal dan tidak bias daripada proyek-proyek yang didasarkan pada ketidakpastian dan spekulasi.
Kerugian yang mencapai rekor ini terjadi di saat dana yang tersedia untuk membantu daerah-daerah yang terdampak bencana semakin menipis. Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) diperkirakan akan kehabisan dana dalam Dana Bantuan Bencana pada akhir September, menurut sebuah laporan kepada Kongres yang diajukan musim panas ini. Namun, ketika FEMA menghadapi pertempuran hukum terkait alokasi sumber dayanya, badan tersebut berhasil menghindari pengurasan dana menjelang musim gugur ini.
FEMA juga berwenang untuk terus memberikan bantuan selama penutupan pemerintah federal. Lebih dari selusin permintaan dan banding bantuan sedang menunggu persetujuan Presiden Donald Trump hingga minggu ini, dengan beberapa negara bagian melaporkan waktu tunggu yang lama untuk mendapatkan bantuan. FEMA tidak menanggapi permintaan komentar.
AS telah terhindar dari hantaman badai langsung pada tahun 2025, meskipun para peramal cuaca terus memantau Badai Tropis Melissa, yang diperkirakan akan menguat saat melintasi perairan hangat di Karibia dalam beberapa hari mendatang.