JAKARTA - Suasana haru menyelimuti
Wisuda Pertama Tahun Akademik 2025/2026 Institut Teknologi Bandung (
ITB ) yang digelar di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Kamis–Jumat (23–24/10/2025).
Di tengah kebanggaan para wisudawan yang merayakan keberhasilan akademik, momen mengharukan terjadi ketika dua ibu mewakili putri mereka yang telah berpulang untuk menerima ijazah kelulusan.
Video penuh haru itu dibagikan oleh dosen ITB, Santoso Imam (akun Instagram @santosoim). Dalam unggahan tersebut, tampak Rektor ITB dengan penuh hormat menundukkan badan dan memberikan salam kepada ibunda almarhumah Muslimah Faqih Mumtazih, yang hadir di kursi roda untuk menerima ijazah putrinya.
Di hadapan ribuan wisudawan dan tamu undangan, suasana seketika hening. Rektor menyerahkan ijazah kepada sang ibu, sembari memberikan penghormatan terakhir kepada Muslimah, mahasiswi Teknik Geologi ITB yang semasa hidupnya dikenal cerdas, berprestasi, dan rendah hati.
Muslimah bukan sekadar mahasiswa berprestasi. Ia pernah membanggakan ITB dan keluarganya dengan meraih Juara 1 Studi Kasus Geoscience Gigantic Competition UI 2023, kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Geosains Universitas Indonesia. Ia juga lulus dengan predikat cumlaude, meninggalkan warisan prestasi yang membanggakan almamaternya.
Momen serupa juga terjadi ketika Susilawati, ibunda almarhumah Azizah, melangkah ke panggung untuk menerima ijazah putrinya. Dengan mata berkaca-kaca, Susilawati menerima ijazah sambil menahan tangis. Sorak tepuk tangan panjang dari para wisudawan dan tamu undangan menggema di ruangan, sebagai bentuk penghormatan dan dukungan untuk dua ibu tangguh tersebut.
Wisuda ITB 2025: 2.946 Wisudawan Raih Gelar Akademik
Pada wisuda kali ini, ITB meluluskan 2.946 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan, terdiri atas 2.084 sarjana, 822 magister, dan 40 doktor. Dari jumlah tersebut, 92 wisudawan meraih predikat Summa Cum Laude, 153 wisudawan Magna Cum Laude, dan 570 wisudawan Cum Laude.
Rektor ITB menyebut bahwa capaian ini merupakan bukti konsistensi ITB dalam mencetak lulusan unggul di berbagai bidang.
Wisudawan dengan IPK tertinggi program sarjana diraih oleh Amelia dari Program Studi Sains dan Teknologi Farmasi, Sekolah Farmasi ITB dengan IPK 3,97. Sementara itu, Muhamad Satria Arkananta dari Program Studi Manajemen, Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM), menjadi wisudawan termuda jenjang sarjana dengan usia 19 tahun 6 bulan.
Untuk program magister, Miftakhul Munir dari Magister Desain, FSRD ITB, menerima penghargaan atas publikasi terbaik di jurnal internasional bereputasi. Sedangkan Muhammad Rakha Dizionario dari Rekayasa Pertambangan, FTTM, tercatat sebagai wisudawan termuda magister dengan usia 20 tahun 8 bulan.
Pada jenjang doktor, penghargaan publikasi terbaik diberikan kepada Christian Aslan dari Doktor Teknik Kimia, FTI
ITB , yang telah menghasilkan tiga publikasi internasional bereputasi tinggi (Q1 dan Q3), sekaligus menjadi wisudawan doktor termuda di usia 29 tahun 8 bulan.
(nnz)