Bisnis.com, SEMARANG - Sektor ekonomi kreatif semakin menunjukkan geliatnya di Jawa Tengah. Hal tersebut terbukti dari data Kementerian Ekonomi Kreatif yang mencatat nilai ekspor produk ekonomi kreatif Jawa Tengah hingga Semester I/2025 mencapai Rp53 triliun, terbesar kedua secara nasional.
Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif, berharap capaian itu terus mengalami peningkatan hingga akhir tahun. Sebab, Presiden Prabowo telah menetapkan Jawa Tengah sebagai salah satu dari 15 provinsi pengembangan ekonomi kreatif
prioritas.
"Harapannya ekonomi kreatif dari Jawa Tengah juga akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi di daerahnya," ucapnya saat menghadiri puncak perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jumat (31/10/2025) malam.
Dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang ada, subsektor fesyen, kriya, dan kuliner masih mendominasi ekspor produk ekonomi kreatif dari Jawa Tengah. Riefky berharap, ke depan, ikut tumbuh subsektor-subsektor lain seperti gim, musik, film, serta film animasi dari Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan bahwa salah satu mimpi besar Jawa Tengah adalah menjadi provinsi kreatif di Indonesia. Apalagi, sudah ada 12 kabupaten/kota di provinsi ini yang sudah ditetapkan menjadi kabupaten/kota kreatif.
"Ekonomi kreatif ini tidak terikat waktu, tempat, maupun umur. Ekonomi kreatif ini sudah menjadi tulang punggung ekonomi Jawa Tengah," katanya.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menumbuhkan ekonomi kreatif. Di antaranya dengan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku ekonomi kreatif, mengadakan pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi bagi pelaku ekonomi kreatif, hingga dukungan sosialisasi dan sertifikasi HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual).
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menjembatani pembentukan kabupaten/kota kreatif di Jawa Tengah, mendorong pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kabupaten/kota, dan memberi ruang kepada pegiat ekonomi kreatif untuk berekspresi, bersinergi, serta membangun jejaring melalui event secara regular.
Langkah terbaru adalah melalui program Kecamatan Berdaya. Di mana kecamatan dijadikan sentral pengembangan ekonomi kreatif yang mengakomodasi pegiat ekonomi kreatif di desa-desa yang ada di kecamatan tersebut. Saat ini terdapat 150 pilot project Kecamatan Berdaya di Jawa Tengah.
"Kecamatan ditunjuk untuk kegiatan-kegiatan memberdayakan masyarakat. Termasuk kegiatan-kegiatan yang sentralnya di kecamatan untuk menampung ekonomi kreatif yang ada di desa. Di kecamatan kita gunakan untuk pembinaan ekonomi kreatif," jelasnya.