#30 tag 24jam
Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Tembus 85 Juta Views, Angkat Kisah UMKM Lokal yang Menginspirasi
Antusiasme penonton terus meningkat di setiap episodenya. [712] url asal
#shopee-jagoan-umkm-naik-kelas #kompetisi-bisnis #web-series-lokal #antusiasme-penonton #pelaku-umkm #modal-usaha #gerakan-sosial
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas, reality show UMKM perdana yang hadir dalam format web series di YouTube Shopee Indonesia, menutup enam episodenya dengan respons positif dari publik.
Sejak penayangan perdananya, program ini langsung menarik perhatian publik berkat perpaduan kisah inspiratif, drama kompetisi bisnis, dan pesan pemberdayaan yang kuat.
Hingga akhir penayangan, program ini berhasil mencatat lebih dari 85 juta views serta lebih dari 25 ribu likes dan komentar di YouTube Shopee Indonesia.
Hasil ini menjadikan Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas sebagai salah satu web series lokal yang menarik perhatian dan diterima di hati masyarakat. Antusiasme penonton terus meningkat di setiap episodenya.
Bahkan episode final mencatat lebih dari 18 juta views, menandakan minat besar masyarakat bertahan hingga akhir tayangan. Tidak hanya populer, interaksi penonton di tiap episode luar biasa tinggi, dengan ribuan komentar dan likes yang membanjiri kolom YouTube.
Banyak penonton mengaku terinspirasi oleh semangat dan keteguhan para pengusaha UMKM yang menghadirkan kisah perjuangan nyata penuh emosi dan motivasi, terlihat dari kolom komentar YouTube Shopee Indonesia yang dipenuhi ungkapan dukungan dan apresiasi dari netizen.
Setiap tayangan tidak hanya memancing decak kagum, juga membangkitkan rasa bangga terhadap kreativitas dan daya juang anak bangsa yang berani berinovasi dan terus berusaha untuk naik kelas.
Lebih dari 1.300 pelaku UMKM dari berbagai kota di Indonesia turut mendaftar dalam ajang ini untuk mendapatkan kesempatan naik kelas dan memperluas jangkauan bisnis mereka.
Dari ribuan pendaftar tersebut, terpilih 20 finalis terbaik yang kemudian menjalani 6 tantangan bisnis berbeda, mulai dari uji kreativitas branding, strategi digital marketing, hingga kemampuanpresentasi bisnis di hadapan para juri profesional.
Para finalis berkompetisi memperebutkan modal usaha senilai total Rp 1 miliar dan gelar bergengsi sebagai “Jagoan UMKM”, yang menjadi simbol semangat dan daya juang pelaku usaha Indonesia yang terus berkembang bersama ekosistem digital.
Sepanjang perjalanannya, program ini menampilkan berbagai momen berkesan dan viral di media sosial.
Di episode 3, para finalis ditantang membuat creative video marketing di berbagai lokasi dengan kondisi penuh kejutan. Mulai dari kemunculan ular di lokasi kolam hingga tuntutan izin lokasi dari aparat keamanan yang memaksa peserta berimprovisasi di tengah tekanan waktu.
Hingga salah satu paling ramai diperbincangkan di episode 5, ketika Micheal dari Maritim Bag gugup saat melakukan elevator pitch dan meminta mengulang di tengah jalan.
Momen itu memicu respons tegas dari Daniel Mananta dengan kalimat yang kini ikonik: “Dalam dunia nyata, there is no retake”.
Adegan dalam tantangan ini menjadi sorotan karena menggambarkan tekanan nyata dunia usaha, sekaligus memberi pelajaran berharga tentang kepercayaan diri dan ketangguhan mental.
Tidak hanya itu, puncak kompetisi berlangsung penuh drama di episode final, yang menghadirkan twist mengejutkan ketika dua peserta diberi kesempatan kedua untuk kembali bersaing hingga akhir.
Setelah melewati tantangan final dan sesi penjurian yang menegangkan, Yudiana dari homLiv tampil memukau dengan ide bisnis kreatif dan strategi inspiratif, hingga akhirnya berhasil menyabet gelar pemenang utama Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas.
Kehadiran para juri dan mentor ternama seperti Haykal Kamil, Najla Alabisyir, hingga Menteri UMKM Maman Abdurrahman turut memperkaya dinamika kompetisi sekaligus memperkuat pesan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan UMKM Indonesia.
Antusiasme publik juga meluas hingga ke media sosial, di mana sejumlah selebritas ternama seperti Daniel Mananta, Sarwendah, Lizzie Parra, hingga Ruben Onsu ikut membagikan unggahan tentang Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas di akun mereka.
Sebagai sesama pengusaha, mereka turut terinspirasi oleh semangat para pelaku UMKM yang berani berinovasi dan berjuang untuk naik kelas. Dukungan dan inspirasi dari para figur publik turut memperkuat gaung positif kompetisi ini di dunia digital.
Tagar #ShopeeJagoanUMKM pun viral di berbagai platform media sosial dan memicu beragam konten buatan pengguna, video reaksi, serta testimoni inspiratif dari penonton di seluruh Indonesia.
Tidak heran jika media nasional menyambut positif program ini. Beragam pemberitaan menyoroti semangat UMKM untuk berkembang, serta format inovatif reality show berbentuk web series yang mampu menghibur sekaligus mengedukasi.
Dengan capaian lebih dari 85 juta views, tingkat interaksi lintas platform yang tinggi, dan respons publik yang antusias, Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas melampaui ekspektasi sebagai ajang kompetisi semata.
Program ini menjelma menjadi gerakan sosial yang menginspirasi ribuan pelaku UMKM Indonesia untuk terus berkembang, berinovasi, dan berani naik kelas.
Tonton kembali perjalanan inspiratif para finalis Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas di YouTube Shopee Indonesia, dan saksikan bagaimana semangat UMKM lokal terus tumbuh bersama Shopee. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://shopee.co.id/m/jagoan-umkm.
Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Jadi Web Series Lokal yang Sarat Inspirasi!
Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas, reality show UMKM perdana hadir dalam format web series di YouTube Shopee Indonesia. [723] url asal
#umkm #shopee-jagoan-umkm-naik-kelas #shopee
(IDX-Channel - Economics) 12/11/25 06:30
v/35808/
IDXChannel - Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas, reality show UMKM perdana yang hadir dalam format web series di YouTube Shopee Indonesia, menutup enam episodenya dengan respons yang positif dari publik.
Sejak penayangan perdananya, program ini langsung menarik perhatian publik berkat perpaduan kisah inspiratif, drama kompetisi bisnis, dan pesan pemberdayaan yang kuat. Hingga akhir penayangan, program ini berhasil mencatat lebih dari 85 juta views serta lebih dari 25 ribu likes dan komentar di YouTube Shopee Indonesia.
Hasil ini menjadikan Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas sebagai salah satu web series lokal yang menarik perhatian dan diterima di hati masyarakat.
Antusiasme penonton terus meningkat di setiap episodenya. Bahkan episode final mencatat lebih dari 18 juta views, menandakan minat besar masyarakat yang bertahan hingga akhir tayangan. Tidak hanya populer, interaksi penonton di tiap episode juga luar biasa tinggi, dengan ribuan komentar dan likes yang membanjiri kolom YouTube.

Banyak penonton mengaku terinspirasi oleh semangat dan keteguhan para pengusaha UMKM yang menghadirkan kisah perjuangan nyata penuh emosi dan motivasi, terlihat dari kolom komentar YouTube Shopee Indonesia yang dipenuhi ungkapan dukungan dan apresiasi dari netizen. Setiap tayangan tidak hanya memancing decak kagum, tetapi juga membangkitkan rasa bangga terhadap kreativitas dan daya juang anak bangsa yang berani berinovasi dan terus berusaha untuk naik kelas.

Lebih dari 1.300 pelaku UMKM dari berbagai kota di Indonesia turut mendaftar dalam ajang ini untuk mendapatkan kesempatan naik kelas dan memperluas jangkauan bisnis mereka. Dari ribuan pendaftar tersebut, terpilih 20 finalis terbaik yang kemudian menjalani 6 tantangan bisnis berbeda, mulai dari uji kreativitas branding, strategi digital marketing, hingga kemampuan presentasi bisnis di hadapan para juri profesional. Para finalis berkompetisi memperebutkan modal usaha senilai total Rp1 miliar dan gelar bergengsi sebagai “Jagoan UMKM”, yang menjadi simbol semangat dan daya juang pelaku usaha Indonesia yang terus berkembang bersama ekosistem digital.
Sepanjang perjalanannya, program ini menampilkan berbagai momen yang berkesan dan viral di media sosial. Di episode 3, para finalis ditantang membuat creative video marketing di berbagai lokasi dengan kondisi yang penuh kejutan, mulai dari kemunculan ular di lokasi kolam, hingga tuntutan izin lokasi dari aparat keamanan yang memaksa peserta berimprovisasi di tengah tekanan waktu.
Hingga salah satu yang paling ramai diperbincangkan di episode 5, ketika Micheal dari Maritim Bag gugup saat melakukan elevator pitch dan meminta mengulang di tengah jalan. Momen itu memicu respons tegas dari Daniel Mananta dengan kalimat yang kini ikonik: “Dalam dunia nyata, there is no retake”. Adegan dalam tantangan ini menjadi sorotan karena menggambarkan tekanan nyata dunia usaha, sekaligus memberi pelajaran berharga tentang kepercayaan diri dan ketangguhan mental.
Tidak hanya itu, puncak kompetisi berlangsung penuh drama di episode final, yang menghadirkan twist mengejutkan ketika dua peserta diberi kesempatan kedua untuk kembali bersaing hingga akhir. Setelah melewati tantangan final dan sesi penjurian yang menegangkan, Yudiana dari homLiv tampil memukau dengan ide bisnis yang kreatif dan strategi yang inspiratif, hingga akhirnya berhasil menyabet gelar pemenang utama Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas.
Kehadiran para juri dan mentor ternama seperti Haykal Kamil, Najla Alabisyir, hingga Menteri UMKM, Maman Abdurrahman turut memperkaya dinamika kompetisi sekaligus memperkuat pesan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan UMKM Indonesia. Antusiasme publik juga meluas hingga ke media sosial, dimana sejumlah selebriti ternama seperti Daniel Mananta, Sarwendah, Lizzie Parra, hingga Ruben Onsu ikut membagikan unggahan tentang Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas di akun mereka.
Sebagai sesama pengusaha, mereka turut terinspirasi oleh semangat para pelaku UMKM yang berani berinovasi dan berjuang untuk naik kelas. Dukungan dan inspirasi dari para figur publik turut memperkuat gaung positif kompetisi ini di dunia digital. Tagar #ShopeeJagoanUMKM pun juga viral di berbagai platform media sosial dan memicu beragam konten buatan pengguna, video reaksi, serta testimoni inspiratif dari penonton di seluruh Indonesia.

Tidak heran jika media nasional memberikan sambutan positif terhadap program ini. Beragam pemberitaan menyoroti semangat UMKM untuk berkembang, serta format inovatif reality show berbentuk web series yang mampu menghibur sekaligus mengedukasi.
Dengan capaian lebih dari 85 juta views, tingkat interaksi lintas platform yang tinggi, dan respon publik yang antusias, Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas melampaui ekspektasi sebagai ajang kompetisi semata. Program ini menjelma menjadi gerakan sosial yang menginspirasi ribuan pelaku UMKM Indonesia untuk terus berkembang, berinovasi, dan berani naik kelas.
Tonton kembali perjalanan inspiratif para finalis Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas di YouTube Shopee Indonesia, dan saksikan bagaimana semangat UMKM lokal terus tumbuh bersama Shopee. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://shopee.co.id/m/jagoan-umkm.
(Rahmat Fiansyah/ADV)
Top! Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Ditonton Lebih Dari 85 Juta Kali
Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas sukses menarik perhatian dengan 85 juta views. Program ini menginspirasi pelaku UMKM untuk berinovasi dan berkembang. [711] url asal
#shopee-jagoan-umkm-naik-kelas #umkm #reality-show #e-commerce
(CNBC Indonesia - Entrepreneur) 12/11/25 01:44
v/35812/
Jakarta, CNBC Indonesia- Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas,reality showUMKM perdana yang hadir dalam formatweb seriesdi YouTube Shopee Indonesia, menutup enam episodenya dengan respon yang positif dari publik.
Sejak penayangan perdananya, program ini langsung menarik perhatian publik berkat perpaduan kisah inspiratif, drama kompetisi bisnis, dan pesan pemberdayaan yang kuat.
Hingga akhir penayangan, program ini berhasil mencatat lebih dari 85 jutaviewsserta lebih dari 25 ribulikesdan komentar di YouTube Shopee Indonesia. Hasil ini menjadikan Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas sebagai salah satuweb serieslokal yang menarik perhatian dan diterima di hati masyarakat.
Antusiasme penonton terus meningkat di setiap episodenya. Bahkan episode final mencatat lebih dari 18 jutaviews, menandakan minat besar masyarakat yang bertahan hingga akhir tayangan.
Tidak hanya populer, interaksi penonton di tiap episode juga luar biasa tinggi, dengan ribuan komentar dan likes yang membanjiri kolom YouTube.
Banyak penonton mengaku terinspirasi oleh semangat dan keteguhan para pengusaha UMKM yang menghadirkan kisah perjuangan nyata penuh emosi dan motivasi, terlihat dari kolom komentar YouTube Shopee Indonesia yang dipenuhi ungkapan dukungan dan apresiasi dari netizen.
Setiap tayangan tidak hanya memancing decak kagum, tetapi juga membangkitkan rasa bangga terhadap kreativitas dan daya juang anak bangsa yang berani berinovasi dan terus berusaha untuk naik kelas.
Foto: dok Istimewa |
Lebih dari 1.300 pelaku UMKM dari berbagai kota di Indonesia turut mendaftar dalam ajang ini untuk mendapatkan kesempatan naik kelas dan memperluas jangkauan bisnis mereka. Dari ribuan pendaftar tersebut, terpilih 20 finalis terbaik yang kemudian menjalani 6 tantangan bisnis berbeda, mulai dari uji kreativitas branding, strategi digital marketing, hingga kemampuan presentasi bisnis di hadapan para juri profesional.
Para finalis berkompetisi memperebutkan modal usaha senilai total Rp 1 miliar dan gelar bergengsi sebagai "Jagoan UMKM", yang menjadi simbol semangat dan daya juang pelaku usaha Indonesia yang terus berkembang bersama ekosistem digital.
Sepanjang perjalanannya, program ini menampilkan berbagai momen yang berkesan dan viral di media sosial. Di episode 3, para finalis ditantang membuatcreative video marketingdi berbagai lokasi dengan kondisi yang penuh kejutan, mulai dari kemunculan ular di lokasi kolam, hingga tuntutan izin lokasi dari aparat keamanan yang memaksa peserta berimprovisasi di tengah tekanan waktu.
Hingga salah satu yang paling ramai diperbincangkan di episode 5, ketika Micheal dari Maritim Bag gugup saat melakukanelevator pitchdan meminta mengulang di tengah jalan. Momen itu memicu respons tegas dari Daniel Mananta dengan kalimat yang kini ikonik:"Dalam dunia nyata, there is no retake".
Adegan dalam tantangan ini menjadi sorotan karena menggambarkan tekanan nyata dunia usaha, sekaligus memberi pelajaran berharga tentang kepercayaan diri dan ketangguhan mental.
Tidak hanya itu, puncak kompetisi berlangsung penuh drama di episode final, yang menghadirkantwistmengejutkan ketika dua peserta diberi kesempatan kedua untuk kembali bersaing hingga akhir. Setelah melewati tantangan final dan sesi penjurian yang menegangkan, Yudiana dari homLiv tampil memukau dengan ide bisnis yang kreatif dan strategi yang inspiratif, hingga akhirnya berhasil menyabet gelar pemenang utama Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas.
Kehadiran para juri dan mentor ternama seperti Haykal Kamil, Najla Alabisyir, hingga Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman turut memperkaya dinamika kompetisi sekaligus memperkuat pesan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan UMKM Indonesia. Antusiasme publik juga meluas hingga ke media sosial, di mana sejumlah selebriti ternama seperti Daniel Mananta, Sarwendah, Lizzie Parra, hingga Ruben Onsu ikut membagikan unggahan tentang Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas di akun mereka.
Sebagai sesama pengusaha, mereka turut terinspirasi oleh semangat para pelaku UMKM yang berani berinovasi dan berjuang untuk naik kelas. Dukungan dan inspirasi dari para figur publik turut memperkuat gaung positif kompetisi ini di dunia digital.
Tagar #ShopeeJagoanUMKM pun juga viral di berbagai platform media sosial dan memicu beragam konten buatan pengguna, video reaksi, serta testimoni inspiratif dari penonton di seluruh Indonesia.
Tidak heran jika media nasional memberikan sambutan positif terhadap program ini. Beragam pemberitaan menyoroti semangat UMKM untuk berkembang, serta format inovatif reality show berbentuk web series yang mampu menghibur sekaligus mengedukasi. Dengan capaian lebih dari 85 jutaviews, tingkat interaksi lintas platform yang tinggi, dan respon publik yang antusias, Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas melampaui ekspektasi sebagai ajang kompetisi semata.
Program ini menjelma menjadi gerakan sosial yang menginspirasi ribuan pelaku UMKM Indonesia untuk terus berkembang, berinovasi, dan berani naik kelas.
Tonton kembali perjalanan inspiratif para finalis Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas di YouTube Shopee Indonesia, dan saksikan bagaimana semangat UMKM lokal terus tumbuh bersama Shopee. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungihttps://shopee.co.id/m/jagoan-umkm.
(dpu/dpu)
UMKM Asal Riau, HomLiv Sabet Juara Satu di Episode Final Kompetisi Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas
Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas menobatkan HomLiv sebagai juara utama. Empat finalis tampil memukau dengan inovasi produk dan strategi bisnis kreatif. [882] url asal
#umkm #shopee-jagoan-umkm-naik-kelas #homliv #umkm-riau #final-shopee #pemenang-umkm-2025 #kompetisi-umkm #shopee-live
UMKM asal Riau, homLiv, berhasil meraih gelar juara pertama, disusul oleh DS Modest, Maritim Bag, dan Aveka sebagai finalis terbaik lainnya. Para pemenang mendapatkan total hadiah sebesar Rp1 miliar serta menerima apresiasi langsung dari Menteri UMKM Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, yang turut hadir menyaksikan grand final Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas.
Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia, Satrya Pinandita, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat Indonesia terhadap program Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas.
“Program ini telah menjadi wadah dalam memberikan dukungan bagi kemajuan UMKM dengan warna dan semangat baru melalui networking, mentorship serta coaching dari para pakar, promosi usaha, dan pemberian dana usaha, yang dikemas ke dalam 6 serial episode Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas. Kami mengapresiasi antusiasme 85 juta penonton program yang bersama mendukung perkembangan UMKM agar berdaya saing dan naik kelas,” jelas Satrya dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 November 2025.
Profil 4 Grand Finalis Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas
Empat grand finalis Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas, yaitu homLiv asal Riau, DS Modest asal Yogyakarta, Maritim Bag asal Semarang, dan Aveka asal Lamongan menunjukkan semangat juang tinggi dalam menaklukkan setiap tantangan.Juara 1: homLiv, pemberdayaan Desa Wisata Krebet yang menjadikan Yudianna naik kelas
homLiv merupakan UMKM peralatan masak berbahan dasar kayu. Dalam membangun bisnis, Yudiana membawa misi pemberdayaan bagi para pengrajin batik kayu di Desa Wisata Krebet, Yogyakarta yang harus bertahan di tengah gempuran perkembangan zaman dengan memberdayakan para pengrajin sebagai salah satu produsen produknya.Yudiana mengungkapkan dirinya banyak mendapatkan pengetahuan baru dan networking yang berharga dengan sesama pengusaha lokal di Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas.
“Kemenangan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan menerapkan pengetahuan bisnis yang kami peroleh dari juri, mentor, dan sesama peserta Jagoan UMKM. Melalui jaringan dan strategi baru ini, homLiv siap melangkah ke skala yang lebih besar, serta berupaya menjadi inspirasi nyata bagi sesama pelaku UMKM agar optimis dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di ekosistem digital,” ujar Yudiana.
Juara 2: DS Modest, produk ibadah berbalut teknologi yang bawa Annisa ke kemenangan
DS Modest milik Annisa Herdyana berhasil memukau juri dan penonton dengan produk peralatan ibadah inovatif yang memadukan sentuhan budaya dan teknologi. Selain desain yang cantik, produk-produk dari brand asal Yogyakarta ini menghadirkan teknologi kiblat di setiap produknya, untuk membantu pembeli yang bepergian menemukan arah kiblat.“Aku berusaha kasih yang terbaik di setiap tantangan Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas. Sangat senang bisa menjadi bagian dari acara yang luar biasa ini dan harapannya perjuangan kami bisa menginspirasi teman-teman pengusaha lokal untuk bertumbuh bersama,” ungkap Annisa.
Juara 3: Maritim Bag, gelorakan semangat cinta Tanah Air lewat tas badminton khusus anak
Micheal Kwok pemilik brand Maritim Bag datang ke panggung Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas dengan membawa semangat cinta Tanah Air. Dia bermimpi suatu saat produk-produk Maritim Bag akan mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia, dan di semua tantangan Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas, Micheal membuktikan bahwa kegigihan dan strategi menjadi modal utama dalam menjadi UMKM yang berdaya saing dan naik kelas. Inovasi produk tas badminton untuk anak berhasil membuatnya unggul di kompetisi ini.“Banyak pengalaman dan pengetahuan baru buat saya selamat mengikuti Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas. Tantangan dan masukan dari para juri serta mentor di program ini memberikan banyak inspirasi bagi saya untuk terus mengembangkan bisnis dan bisa naik kelas. Harapannya, semua UMKM dan pengusaha lokal, bisa termotivasi melalui program ini untuk bisa sama-sama mengharumkan nama bangsa,” ucap Micheal.
Juara 4: Aveka, guru Pesantren yang bawa semangat juang untuk berinovasi
Nurfuat asal Lamongan berprofesi sebagai seorang guru honorer di Pesantren berhasil memperlihatkan kerja keras dan mental kuat yang harus dimiliki pengusaha lokal untuk bisa meraih kesuksesan. Meski sempat kesulitan pada beberapa tantangan, Nurfuat mampu bangkit hingga melangkah ke babak grand final dengan membawa inovasi produk sepatu batik dari AVEKA,“Saya berharap dengan ilmu dan pengalaman yang saya dapat di program ini bisa membawa Aveka, dan bahkan seluruh UMKM di Indonesia untuk bisa naik kelas. Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan para juri, mentor, dan teman-teman Jagoan UMKM yang luar biasa, yang semoga bisa turut meningkatkan perkembangan bisnis Aveka secara optimal kedepannya,” jelas Nurfuat.
"Kami ucapkan selamat kepada keempat grand finalis Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas atas pencapaiannya dari awal program ini dihadirkan, hingga mencapai babak final saat ini. Kami berharap, program ini bisa menciptakan dampak nyata terhadap pertumbuhan bisnis mereka, khususnya kolaborasi sinergis antar pengusaha lokal untuk terus meningkatkan daya saing produk lokal dan memperluas pasar secara berkelanjutan sehingga dapat semakin memperkuat ekonomi nasional.” tutup Satrya.
Selain Program Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas, tahun ini Shopee juga telah memperkenalkan 3 program baru yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM dan pengusaha lokal, termasuk Program Sukses UMKM Baru, Kampus UMKM Shopee Kelas Online, dan Program Ekspor Shopee Flexi. Setiap program hadir untuk membantu UMKM di tiap tahapan usaha agar bisa berdaya saing dan naik kelas.
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(ANN)
Tantangan Terakhir di Episode Final Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas
Episode Grand Final Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas yang tayang pada 2 November lalu, menjadi panggung terakhir yang menegangkan dan mengharukan. [948] url asal
#e-commerce #shopee-jagoan-umkm-naik-kelas #shopee-jagoan-umkm #grand-final #yogyakarta #pom-pom #maritim-bag #youtube-shopee-indonesia #shopee-live #homliv #grand-final #erspo #iphone-16 #ds-mode
(CNN Indonesia - Ekonomi) 04/11/25 09:44
v/26582/
Episode Grand Final Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas yang tayang pada 2 November lalu, menjadi panggung terakhir yang menegangkan dan mengharukan. Kini, para peserta dihadapkan pada babak penentuan yang akan membuktikan siapa yang benar-benar layak menyandang gelar Jagoan UMKM Naik Kelas.
Episode keenam sebagai Grand Final dibuka dengan kejutan Avenka dan Maritim Bag yang gagal memperoleh koin pada tantangan elevator pitch, ternyata mendapat kesempatan kedua ke babak final, berdampingan dengan DS Modest dan homLiv.
Kini, Annisa (DS Modest), Fuat (Aveka), Yudiana (homLiv), dan Micheal (Maritim Bag Indonesia) menghadapi tantangan untuk mampu menghidupkan ide dan inovasi yang telah dibangun sejak awal perjalanan, serta menampilkan karakter brand masing-masing secara nyata di sesi Shopee Live.
Ujian Terakhir untuk Inovasi dan Strategi Para Jagoan UMKM
Di babak terakhir, para finalis dihadapkan pada tantangan yang merangkum seluruh pembelajaran, kreativitas, dan strategi yang telah diasah selama perjalanan di Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas. Kali ini, mereka harus meluncurkan inovasi produk hasil pengembangan secara langsung kepada publik, melalui sesi Shopee Live berdurasi dua jam.
Tantangan ini terdiri dari tiga tahap krusial:
Di awal episode, para finalis menerima treasure box berisi alat bantu misterius yang akan menunjang penampilan selama tantangan. Sebagai peraih Golden Star di episode sebelumnya, Annisa (Anin) dari DS Modest berhak memilih lebih dulu kotak yang diinginkan dan menentukan boks mana yang akan diberikan kepada tiga finalis lainnya.
Yang tak diketahui para finalis, beberapa boks justru jadi jebakan tak terduga.
Pada episode ini, Muhammad Sadad selaku Founder Erspo dan Erigo hadir sebagai juri tamu di babak final. Sadad menyebut, dirinya melihat semangat dalam diri keempat finalis melalui penjabaran ide dan strategi.
"Makna UMKM naik kelas itu ketika bisnis menunjukkan progres yang memberi efek domino positif," kata Sadad.
Empat Inovasi Cinta Indonesia
Masing-masing finalis menghadirkan inovasi yang mencerminkan keunikan, kreativitas, dan semangat khas pelaku UMKM Indonesia. Dari produk fesyen hingga peralatan rumah tangga, setiap jagoan membawa cerita dan nilai yang berbeda dengan satu tujuan, yakni mengangkat potensi produk lokal bertema 'Cinta Indonesia' ke panggung nasional.
Anin - DS Modest: Sajadah "Langgam Bertaut"
Anin dari DS Modest mendapatkan kesempatan spesial untuk Shopee Live bersama co-host misterius dari treasure box pilihannya. Anin pun memanfaatkan kesempatan ini dengan sangat baik untuk meluncurkan inovasi sajadah bertajuk "Langgam Bertaut" yang menampilkan motif Batang Garing dari Kalimantan Tengah dan motif Kawung dari Yogyakarta.
Produk ini dilengkapi kode QR penunjuk arah kiblat berbasis web yang memudahkan pengguna saat bepergian, sekaligus menegaskan semangat perjalanan, spiritualitas, dan kekayaan budaya Indonesia. Dalam dua jam sesi Shopee Live, Anin yang menampilkan strategi matang melalui live review, pre-order berhadiah parfum eksklusif, dan komunikasi hangat yang interaktif dengan penonton, sukses menuai pujian dari juri atas konsep dan branding yang konsisten.
Fuat - Aveka: Sepatu Batik
Fuat dari Aveka menjadi peserta yang mendapatkan treasure box berisi balon dan pom-pom. Fuat pun memanfaatkan hadiah itu untuk memperkuat presentasi produk dan kemeriahan di sepanjang sesi live shopping.
Ia meluncurkan sepatu bermotif batik yang mengangkat nilai budaya Indonesia. Konsep video marketing yang sinematik, dan pembawaan natural saat sesi Shopee Live membuat performa Fuat berkesan, meski ada koreksi yang diberikan oleh juri terkait detail produk. Interaksi Fuat dengan penonton, gaya storytelling dan caranya menjelaskan keunikan produk membuat Aveka menonjol di babak final ini.
Yudiana - homLiv: Sutil Kayu "Malika Batik"
Yudiana dari homLiv membawa produk sutil kayu "Malika Batik" yang menggabungkan pemberdayaan komunitas Desa Wisata Krebet di Bantul, Yogyakarta dengan kehangatan nilai keluarga. Hadiah voucher Shopee Live senilai Rp1 juta ia manfaatkan untuk memperkuat sesi live dengan menampilkan dan me-review produk secara interaktif, memperlihatkan kualitas kayu jati dan keindahan motif batik yang khas.
Dalam video marketing, Yudiana juga menampilkan aktivitas memasak menggunakan sutil kayu jati bermotif batik, menggambarkan bahwa setiap alat masak menyimpan cerita dan kehangatan keluarga Indonesia. Strategi ini berhasil mengangkat nilai budaya dan kreativitas, menghasilkan penjualan tinggi, hingga apresiasi atas konsistensi branding dan energi positif yang ditampilkan.
Micheal - Maritim Bag Indonesia: Tas Hybrid "Garuda Series"
Micheal dari Maritim Bag Indonesia memanfaatkan voucher Shopee Live senilai Rp2 juta untuk memaksimalkan performa live-nya. Ia meluncurkan tas hybrid untuk sekolah dan olahraga bertajuk "Garuda Series", yang menonjolkan pesan inspiratif tentang prestasi anak Indonesia.
Strategi promosi berupa voucher flash sale dan kampanye urgency diterapkan dengan matang. Interaksi Micheal dengan penonton di Shopee Live juga menunjukkan pemahaman kuat terhadap perilaku konsumen online, membuat sesi live menarik perhatian dan menuai pujian juri.
Episode Grand Final Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas turut dihadiri Menteri UMKM, Maman Abdurrahman yang menyampaikan dukungan dan apresiasi secara langsung kepada para finalis.
"Dari lebih dari 1.300 peserta UMKM di seluruh Indonesia, kini hanya tersisa empat jagoan di panggung ini. Tapi ingat, kemenangan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan motivasi untuk terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pelaku usaha lainnya," ujar Maman.
Akhirnya, tiba saat yang paling dinanti, pengumuman pemenang Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas. Selebriti Ruben Onsu pun terhanyut dengan ikut membagikan momen dari ajang Grand Final Jagoan UMKM melalui unggahan video di media sosialnya.
Dalam video tersebut, para peserta terlihat serius melakukan sesi foto produk hasil inovasi, seperti mengatur pencahayaan, memilih angle terbaik, hingga memastikan setiap detail tampak maksimal.
"Gak bisa asal cekrek, ngerti banget. Semangat para Jagoan," tulis Ruben yang juga seorang pelaku UMKM.
Melalui kompetisi ini, Shopee menegaskan komitmennya untuk mendukung UMKM di seluruh Indonesia agar mampu beradaptasi dengan dunia digital, mengembangkan kapasitas bisnis, serta memperluas pasar melalui ekosistem e-commerce yang inklusif dan berkelanjutan.
Episode Grand Final Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas dan UMKM pemenang kompetisi ditayangkan hanya di YouTube Shopee Indonesia.
Dapatkan juga kesempatan memenangkan hadiah iPhone 16 dan jutaan voucher Shopee melalui program 'Kuis Jagoan UMKM' setiap Senin pukul 11.30 WIB hingga Rabu pukul 23.59 WIB. Penonton juga bisa mendukung para Jagoan UMKM favorit lewat 'Voting Partisipan Favorit' di sini.
Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Rayakan Semangat Inovasi di Grand Final yang Spektakuler
Grand Final Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas tayang 2 November. [467] url asal
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Akhirnya, perjalanan panjang para Jagoan UMKM tiba di penghujung jalan. Episode Grand Final Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas, yang tayang pada 2 November lalu, menjadi panggung terakhir yang menegangkan sekaligus mengharukan. Setelah berminggu-minggu melewati berbagai tantangan, mulai dari product development, creative marketing, logistic race, hingga elevator pitch yang penuh tekanan, para peserta kini dihadapkan pada babak penentuan yang akan membuktikan siapa yang benar-benar layak menyandang gelar Jagoan UMKM Naik Kelas.
Episode keenam, sekaligus Grand Final, dibuka dengan suasana penuh ketegangan setelah tantangan elevator pitch, di mana dua peserta, Aveka dan Maritim Bag, dinyatakan tidak memperoleh koin dari para juri. Namun, sebuah keputusan mengejutkan mengubah jalannya kompetisi. Keduanya mendapat kesempatan kedua untuk tetap melangkah ke babak final, berdampingan dengan dua peserta lain yang telah konsisten menunjukkan performa terbaik mereka.
Tidak ada kode iklan yang tersedia.Kini, keempat finalis: Annisa (DS Modest), Fuat (Aveka), Yudiana (homLiv), dan Micheal (Maritim Bag Indonesia), kembali naik ke panggung dengan tekad dan semangat baru. Tantangan di babak terakhir ini bukan lagi sekadar soal produk, melainkan tentang bagaimana mereka mampu menghidupkan ide dan inovasi yang telah dibangun sejak awal perjalanan, serta menampilkan karakter brand mereka secara nyata di hadapan para juri dan publik melalui sesi Shopee Live.
Tantangan Grand Final: Ujian Terakhir untuk Inovasi dan Strategi Para Jagoan UMKM
Di babak terakhir, para finalis dihadapkan pada ujian terbesar sepanjang kompetisi, sebuah tantangan yang merangkum seluruh pembelajaran, kreativitas, dan strategi yang telah mereka asah selama perjalanan di Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas. Kali ini, mereka harus membuktikan kemampuan diri dalam meluncurkan inovasi produk hasil pengembangan mereka secara langsung kepada publik, melalui sesi Shopee Live berdurasi dua jam.
Setiap peserta harus melewati tiga tahap krusial, yaitu:
1. Pemotretan produk, untuk memastikan tampilan visual yang memikat pembeli.
2. Pembuatan video marketing kreatif, yang menantang peserta untuk mengonsep dan mengeksekusi ide promosi dalam waktu terbatas.
3. Sesi Shopee Live, di mana seluruh strategi dan kreativitas dalam meluncurkan produk langsung di depan penonton, mulai dari interaksi, storytelling, hingga cara menjual yang efektif.
Menambah keseruan, di awal episode para finalis juga diberikan treasure box berisi alat bantu misterius yang akan menunjang penampilan mereka selama tantangan berlangsung. Sebagai peraih Golden Star di episode sebelumnya, Annisa atau yang akrab disapa Anin dari DS Modest berhak memilih lebih dulu kotak yang diinginkan dan menentukan box mana yang akan diberikan kepada tiga finalis lainnya. Namun siapa sangka, beberapa isi box justru menjadi jebakan tak terduga, ada yang berisi keuntungan berguna, ada pula yang berisi zonk.
Menemani juri utama Daniel Mananta dan Lizzie Parra, hadir juga Muhammad Sadad selaku Founder Erspo dan Erigo, sebagai juri tamu di babak final. Sadad menuturkan, “Makna UMKM naik kelas itu ketika bisnis menunjukkan progres yang memberi efek domino positif. Dari keempat finalis ini, saya melihat semangat itu hidup dalam setiap ide dan strategi mereka.”
Episode 4 Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Uji Keahlian Operasional
Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas episode 4 menunjukkan bahwa ketelitian, strategi, kreativitas dan keberanian adalah kunci bertahan dan berkembang di dunia bisnis. [865] url asal
#shopee-jagoan-umkm-naik-kelas #shopee-jagoan-umkm #hangry-indonesia #zenitha #b-erl-cosmetics #abraham-viktor #hirakiya #posaja #jne #logistic-race #sandra #episode-5 #ds-modest #annisa-herdyana #iph
(CNN Indonesia - Ekonomi) 21/10/25 07:55
v/10569/
Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas yang memasuki episode keempat pada 19 Oktober masih menyajikan keseruan menegangkan, menyusul langkah Hirakiya dan B Erl Cosmetics yang terhenti di episode 3 dan menyisakan enam finalis yang kembali bersiap menghadapi tantangan.
Tantangan di episode kali ini adalah Logistic Race, yang menguji kemampuan peserta dalam menjalankan proses fulfillment secara menyeluruh. Fulfillment adalah rangkaian proses pemenuhan pesanan, mulai dari penerimaan pesanan, pengemasan, hingga pengiriman produk ke pelanggan.
Keenam Jagoan UMKM harus mengemas 10 produk sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) Shopee, memastikan keakuratan resi, dan mengantarkan paket ke empat titik ekspedisi, yakni JNE, PosAja, SiCepat, dan SPX Express. Semua tugas ini wajib diselesaikan dalam waktu maksimal 3 jam, sebelum mereka kembali ke titik awal sebelum waktu habis.
Tak ayal, suasana jadi tegang dengan setiap detik di lapangan terasa berharga. Tekanan tinggi, kekuatan fisik, fokus, dan strategi menjadi penentu keberhasilan UMKM yang mampu bertahan hingga babak berikutnya.
Tantangan Logistic Race dimulai dengan para peserta memilih daftar resi dan produk yang harus dikemas secara acak dalam selembar amplop, masing-masing mendapatkan kejutan yang berbeda dan tak terduga. Sebelum memulai tantangan, para Jagoan UMKM mengikuti sesi mentoring dari Yohan Agustian, seorang Shopee Seller Mentor & Founder MEA Agency.
Pada sesi itu, Yohan membagikan insight tentang strategi logistik, efisiensi pengemasan, dan pengelolaan waktu di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan operasional yang efisien untuk kesuksesan jangka panjang, seraya mengingatkan para finalis bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada produk, tetapi juga pada kemampuan mengelola rantai operasional dari hulu ke hilir.
"Pengen ngebentuk para teman-teman UMKM ini jadi bener-bener pebisnis yang tangguh," kata Yohan.
Episode 4: Misi Logistic Race
Setelah sesi mentoring selesai, setiap peserta Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas membuka amplop pilihan sendiri. Tersedia waktu 3 jam untuk menyelesaikan tantangan ini.
Misi pertama bagi para Jagoan UMKM adalah mengambil barang sesuai daftar resi, mulai dari makanan, pakaian, hingga produk elektronik, dan mengemasnya sesuai dengan SOP. Penilaian pada babak ini bergantung pada kecepatan, juga ketepatan pengemasan paket dan akurasi resi dengan produk, serta kemampuan mengirim paket ke ekspedisi yang telah ditentukan dengan aman.
Skill packing benar-benar diuji di babak ini, seperti homLiv yang terlihat kesulitan karena sudah lama tidak melakukan packing.
"Kesulitannya mungkin karena udah lama enggak pegang alat-alat packing ya," kata Yudiana Lyn, pemilik homLiv.
Sementara, Zenitha menjadi peserta yang terakhir berangkat karena proses pengemasannya memakan waktu lebih lama dari peserta lain.
"Udah biasa sebenarnya packing, cuma saya packing-nya itu lama. Tadi udah mencoba cepat, tapi kenapa yang lain lebih cepat," ujar Fikri, pemilik Zenitha.
Strategi dan pemilihan rute turut menjadi faktor kunci dalam tantangan ini. Para Jagoan UMKM harus memastikan paket sampai ke tangan konsumen dengan tepat waktu dan dalam kondisi aman, sehingga keputusan terkait urutan pengiriman dan rute perjalanan menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan mereka.
Ketepatan strategi ini juga menimbulkan perbedaan besar dalam hasil akhir tantangan Logistic Race. Sandra, pemilik Sunkrisps misalnya, memilih untuk mengirim paket ke ekspedisi yang terdekat terlebih dahulu sebelum ke lokasi yang lebih jauh, yang menurutnya lebih efisien sehingga waktu dan tenaga dapat dioptimalkan.
Sementara, Annisa Herdyana dari DS Modest yang memenangkan Golden Star di episode 3, mendapat keuntungan untuk memulai tantangan 5 menit lebih awal dibanding peserta lain, sehingga ia dapat mengemas produk lebih cepat dan berangkat mendahului.
Namun, tekanan lapangan dan dinamika rute ternyata lain dari perkiraan. Beberapa hambatan tak terduga dan situasi mendadak membuat Annisa justru menyelesaikan tantangan ini di belakang beberapa peserta lain.
Momen ini menunjukkan, bahwa dalam tantangan nyata, pengalaman, strategi, dan kemampuan mengambil keputusan di lapangan sama pentingnya dengan kecepatan. Drama di setiap langkah peserta membuat penonton semakin tegang, sambil menyaksikan para Jagoan UMKM harus berpikir cepat dengan tetap mempertahankan fokus, dan beradaptasi di tengah situasi yang tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas sukses memikat penonton setia YouTube, sekaligus menarik minat publik figur seperti Ruben Onsu, yang membagikan kompilasi dan drama episode 4 melalui akun media sosial.
Ruben mengaku ikut terpacu melihat para peserta menghadapi tantangan Logistic Race, dan berlomba menyusuri lokasi ekspedisi menggunakan motor. Hal ini menggambarkan drama, ketegangan, dan keseruan nyata Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas yang menginspirasi penonton.
"Liat mereka cepet-cepetan, jadi ikut deg-degan," kata Ruben dalam unggahannya.
Episode 4 Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas membuktikan bahwa dalam dunia UMKM modern, sukses tak melulu soal produk bagus dan strategi promosi yang optimal, tetapi juga kemampuan mengelola operasional dengan cerdas.
Sekali lagi, tayangan terbaru ini menunjukkan bahwa perpaduan ketelitian, strategi, kreativitas, dan keberanian adalah kunci untuk bertahan dan berkembang di dunia bisnis.
Dua peserta akan tereliminasi, dan empat besar Jagoan UMKM tersisa bakal menghadapi tantangan selanjutnya. Di episode 5, para peserta akan diuji lewat Investor Pitch, di mana setiap Jagoan UMKM harus melakukan pitching kepada investor berbeda, termasuk juri tamu Abraham Viktor selaku CEO Hangry Indonesia.
Tonton Episode 5 Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas pada 26 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB. Sambil menunggu, saksikan juga episode sebelumnya di YouTube Shopee Indonesia.
Tersedia pula kesempatan memenangkan hadiah iPhone 16 dan jutaan voucher Shopee yang bisa didapatkan dengan mengikuti program 'Kuis Jagoan UMKM' setiap hari Senin pukul 11.30 WIB hingga Rabu pukul 23.59 WIB. Penonton juga bisa mendukung para Jagoan UMKM favorit mereka melalui 'Voting Partisipan Favorit' di sini.
Intip Keseruan Adu Tangkas Tantangan Logistic Race di Episode 4 Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas
Bukan sekadar jualan, peserta diuji kemampuan operasionalnya di Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas. Cek keseruan tantangannya. [944] url asal
#umkm #shopee-jagoan-umkm-naik-kelas #shopee-jagoan-umkm-naik-kelas-episode-4 #logistic-race-shopee
(Kompas.com - Money) 21/10/25 07:25
v/10515/
KOMPAS.com – Persaingan para peserta kompetisi Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas semakin sengit. Di episode keempat yang tayang di kanal Youtube resmi Shopee, Minggu (19/10/2025), peserta mendapat tantangan Logistic Race.
Di episode sebelumnya, dua peserta, Hirakiya dan B Erl Cosmetics, harus mengakhiri langkah mereka setelah mendapat kritik dari para juri atas video promosi kreatif yang mereka buat.
Tantangan Logistic Race menuntut ketahanan fisik, strategi, serta kemampuan mengelola waktu secara cermat. Para Jagoan UMKM diuji untuk memahami dan menjalankan proses fulfillment secara menyeluruh.
Tidak sekadar mengemas barang, peserta harus mampu mengelola seluruh rantai pemenuhan pesanan, mulai dari penerimaan order, pengemasan, hingga pengiriman ke tangan pelanggan.
Setiap peserta harus mengemas 10 produk sesuai standard operating procedure (SOP) Shopee, memastikan keakuratan resi, dan mengantarkan paket ke empat ekspedisi berbeda, yakni JNE, PosAja, SiCepat, serta SPX Express.
Seluruh tugas harus selesai dalam waktu tiga jam. Kemudian, mereka wajib kembali ke titik awal sebelum waktu habis. Tekanan tinggi membuat setiap detik terasa berharga.
Sebelum lomba dimulai, para peserta diminta memilih amplop secara acak berisi daftar resi dan produk yang harus dikemas. Setiap amplop menghadirkan kejutan berbeda. Hal ini membuat tantangan Logistic Race tak hanya mengandalkan kecepatan, tapi juga strategi dan kelincahan berpikir.
Sebelum memulai Logistic Race, para finalis mendapatkan sesi mentoring dari Shopee Seller Mentor dan Founder MEA Agency, Yohan Agustian.
Ia memberikan wawasan tentang strategi logistik, efisiensi pengemasan, dan pengelolaan waktu di lapangan.
Yohan mengatakan, efisiensi operasional merupakan kunci kesuksesan jangka panjang. Keberhasilan tak hanya bergantung pada kualitas produk, tapi juga kemampuan mengelola seluruh rantai operasional dari hulu ke hilir.
“Pengin ngebentuk teman-teman UMKM jadi benar-benar pebisnis yang tangguh,” ujar Yohan.
Ketepatan dan strategi jadi kunci
Setelah sesi mentoring, setiap peserta membuka amplop yang telah dipilih. Begitu sesi dimulai, suasana langsung berubah tegang.
Misi pertama mereka adalah mengambil barang sesuai daftar resi, mulai dari makanan, pakaian, hingga produk elektronik, dan kemudian mengemas mengikuti SOP Shopee.
Penilaian kali ini bukan hanya soal kecepatan, melainkan juga ketepatan. Setiap peserta harus memastikan kesesuaian resi, kerapian pengemasan, serta keamanan produk sebelum dikirimkan ke ekspedisi.
Proses tersebut ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Pemilik homLiv Yudiana Lyn mengaku kesulitan karena sudah lama tidak melakukan proses pengemasan.
Dok. Istimewa Peserta tiba di titik pengiriman terakhir dan berusaha menuntaskan seluruh tugas tepat waktu dalam tantangan Logistic Race Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas.“Kesulitannya mungkin karena sudah lama enggak pegang alat-alat packing ya,” ujarnya.
Fikri dari Zenitha menjadi peserta terakhir yang berangkat karena waktu pengemasannya lebih lama dari peserta lain.
“Sebenarnya sudah biasa packing, cuma saya packing-nya itu lama. Tadi sudah mencoba cepat, tapi kenapa yang lain lebih cepat,” kata Fikri.
Di sinilah strategi punya peran penting. Para peserta harus menentukan urutan pengiriman dan rute perjalanan seefisien mungkin agar semua paket tiba tepat waktu.
Pemilik Sunkrisps, Sandra, memilih mengirim ke ekspedisi terdekat terlebih dahulu sebelum menuju lokasi yang lebih jauh. Keputusan ini terbukti efektif karena membantunya menghemat waktu dan tenaga.
Pemenang Golden Star pada episode sebelumnya, Annisa Herdyana dari DS Modest, mendapat keuntungan memulai tantangan lima menit lebih awal ketimbang peserta lain.
Dok. Istimewa Salah satu peserta tampak berlari menuju ekspedisi sambil membawa paket. Kecepatan dan manajemen waktu jadi kunci sukses di tantangan Logistic Race.Ia bisa mengemas produk lebih dulu dan berangkat lebih cepat. Namun, kenyataan di lapangan tak selalu sejalan dengan rencana. Beberapa hambatan membuat Annisa justru menyelesaikan tantangan lebih belakangan dari peserta lain.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa kecepatan bukan satu-satunya faktor penentu. Pengalaman, strategi, dan kemampuan mengambil keputusan cepat di lapangan juga memegang peranan penting.
Penonton pun dibuat deg-degan menyaksikan para peserta beradu waktu di bawah tekanan. Drama di setiap langkah menambah intensitas tantangan Logistic Race. Tayangan ini tak hanya menghibur, tetapi juga menggambarkan realitas dunia usaha kecil yang harus berpacu dengan waktu dan ketepatan operasional.
Kepopuleran Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas menarik perhatian figur publik. Ruben Onsu, misalnya, ikut membagikan kompilasi momen dramatis episode 4 di media sosial miliknya.
“Lihat mereka cepet-cepetan jadi ikut deg-degan,” tulis Ruben.
Tak cukup dengan produk bagus
Episode keempat Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas menegaskan kembali bahwa menjadi pelaku UMKM sukses tak cukup hanya dengan memiliki produk bagus dan strategi pemasaran menarik.
Para peserta ditantang untuk memahami seluruh proses bisnis secara menyeluruh, mulai dari produksi hingga pengiriman ke konsumen.
Kemampuan mengemas produk dengan baik, memilih rute pengiriman efisien, dan membuat keputusan cepat di lapangan menjadi ujian sesungguhnya.
Tantangan ini memperlihatkan bahwa ketelitian, strategi, kreativitas, dan keberanian adalah fondasi utama untuk bertahan di dunia bisnis yang kompetitif.
Dok. Istimewa Unggahan Ruben Onsu yang turut antusias menyaksikan Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas.Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga edukasi praktis bagi pelaku usaha di Indonesia.
Tayangan tersebut memperlihatkan sisi lain dari perjuangan para pengusaha kecil, yakni tekanan waktu dan kondisi lapangan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan menuju kesuksesan.
Setelah dua peserta tereliminasi, kini empat besar Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas bersiap menapaki babak berikutnya.
Pada episode 5, mereka akan menghadapi tantangan Investor Pitch. Di tantnagan ini, setiap peserta harus mempresentasikan bisnis mereka di hadapan investor, termasuk juri tamu Chief Executive Officer (CEO) Hangry Indonesia.
Siapa yang akan bertahan dan siapa yang harus angkat kaki? Saksikan episode 5 yang bakal tayang pada Minggu (26/10/2025) pukul 19.00 WIB di YouTube Shopee Indonesia.
Sambil menunggu, kamu dapat menyaksikan kembali episode sebelumnya serta mengikuti Kuis Jagoan UMKM setiap Senin pukul 11.30 WIB hingga Rabu pukul 23.59 WIB.
Ada hadiah menarik seperti iPhone 16 dan jutaan voucer Shopee serta kesempatan mendukung peserta favorit melalui fitur Voting Partisipan Favorit di laman ini.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang
Tantangan Episode 3 Bikin Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Makin Intens
Di episode tiga, para Jagoan UMKM diminta membuat video promosi yang berpotensi viral dengan lokasi syuting ditentukan secara acak lewat undian dadu raksasa. [974] url asal
#e-commerce #shopee-jagoan-umkm #shopee-jagoan-umkm-naik-kelas #sunkrisps #alabisyir #baim-alkatiri #iphone-16 #golden-star #dthree #lizzie-parra #daniel-mananta #temmy-satya-permana #kuis #b-erl-cos
(CNN Indonesia - Ekonomi) 14/10/25 12:08
v/2617/
Penayangan episode ketiga kompetisi Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas di kanal YouTube Shopee Indonesia pada Minggu (12/10) menyajikan persaingan yang semakin menegangkan, menuntut para peserta terus berinovasi agar dapat bertahan.
Sejak debut, program serial kompetisi ini menjadi panggung bagi para pengusaha UMKM untuk membuktikan kreativitas, strategi, dan daya juang dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis. Pada episode sebelumnya, 10 peserta ditantang menghadirkan inovasi produk bertema 'Cinta Indonesia' yang diwujudkan mulai dari ide orisinal, desain produk, hingga cara mengemas unsur lokal ke dalam identitas brand mereka.
Dari 10 peserta, 7 berhasil mengamankan posisi di babak berikutnya, disusul oleh Aveka yang sukses lolos dari posisi tiga terbawah. Sementara itu, X-Perfumery dari Malang milik Baim 'Cilik', serta UMKM Dthree asal Tasikmalaya harus mengakhiri perjalanan.
Rusman, pemilik Dthree, mengungkapkan rasa legawa atas langkahnya yang terhenti di kompetisi Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas.
"Namanya kompetisi, pasti ada yang menang dan kalah. Takdir terbaik sudah ditetapkan, dan saya tidak menyesal karena sudah berikhtiar semaksimal mungkin," katanya.
Sementara pendiri X-Perfumery, Baim Alkatiri menyampaikan apresiasi kepada para peserta lain.
"Mungkin tantangan kali ini belum bisa saya taklukkan, tapi saya salut untuk semua kontestan yang berhasil melangkah ke babak berikutnya," ujar Baim.
Episode Ketiga Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas
Sebanyak 8 peserta kini siap menghadapi tantangan baru dengan menunjukkan kemampuan promosi dan storytelling dalam Creative Video Marketing, ujian yang menilai cara adaptasi para peserta dengan dunia digital, dan mengemas produk secara menarik bagi konsumen.
Di episode kali ini, para Jagoan UMKM diminta membuat video promosi kreatif dan berpotensi viral dengan lokasi syuting yang ditentukan secara acak lewat pelemparan dadu raksasa, mulai dari parkiran, kolam, gym, dan gudang. Keberuntungan jatuh kepada Michael Kwok, pemilik Maritim Bag Indonesia, yang berhak menentukan lokasinya sendiri karena meraih Golden Star di babak sebelumnya.
Sebelum memulai syuting, peserta mendapat pembekalan dari mentor profesional dan berpengalaman, termasuk dari Temmy Satya Permana (Deputi Bidang Usaha Kecil Kemenkop UKM), Wientor Rah Mada (Direktur Utama SMESCO Indonesia 2024-2025), serta Najla Bisyir, CEO Bittersweet by Najla yang juga menjadi juri tamu di episode ketiga ini. Para mentor memberikan saran mengenai strategi komunikasi visual, storytelling yang kuat, hingga pentingnya eksekusi yang efisien.
Najla Bisyir (Alabisyir) juga sempat berbagi pengalaman tentang adaptasi, ketahanan, dan semangat belajar tanpa henti untuk menciptakan produk UMKM yang viral.
"Kalau mau UMKM naik kelas, harus bisa beradaptasi dengan tren, belajar dari trial and error, dan terus menemukan formula yang pas untuk konsumen," kata Alabisyir.
Kehadiran Alabisyir melengkapi jajaran juri utama, yaitu Daniel Mananta dan Lizzie Parra, founder & CMO BLP Beauty. Kombinasi pengalaman ketiga juri memberikan sudut pandang beragam tentang perkembangan UMKM dari sisi produk, hingga kekuatan cerita, identitas, dan pemasaran.
Tantangan kali ini tidak hanya mengandalkan ide, tetapi juga ketahanan mental. Setiap lokasi menghadirkan pengalaman tak terduga yang menguji kreativitas dan adaptasi para peserta. Di lokasi kolam, peserta seperti Aveka, Zenitha dan homLiv dikejutkan dengan seekor ular yang muncul tiba-tiba di tengah proses syuting.
Di area parkir, B Erl Cosmetics dan Hirakiya harus menghadapi aparat keamanan yang menuntut izin lokasi, memaksa mereka cepat berimprovisasi. Di gudang, Sunkrisps dan DS Modest berjuang dengan kondisi pencahayaan yang minim serta kehadiran orang tak dikenal yang sempat mengganggu jalannya proses syuting.
Sedangkan di gym, Maritim Bag Indonesia harus menghadapi tantangan berupa lampu yang berkali-kali padam dan menyala setiap beberapa menit, menyulitkan proses pengambilan gambar. Meski penuh rintangan, seluruh peserta tetap berkomitmen menyelesaikan video berdurasi maksimal 15 detik, sesuai dengan waktu yang ditentukan sebelum video dipresentasikan di depan para juri.
Kedelapan peserta pun menahan beragam emosi di hadapan para juri. Tantangan Creative Video Marketing resmi berakhir, namun ketegangan justru baru dimulai. Di babak ini, penilaian diberikan pada komunikasi untuk menjual sebuah nilai di setiap detik video.
Giliran pertama, Maritim Bag Indonesia mencuri perhatian lewat video promosi bertema tas multifungsi untuk aktivitas olahraga, dan mendapat pujian dari para juri akan pesan videonya yang jelas serta targetnya yang tepat.
Sunkrisps juga menjadi sorotan berkat video life hack yang menyentuh, menawarkan solusi cerdas bagi anak-anak yang sulit makan sayur dan dinilai mempunyai konsep yang autentik dan menyenangkan, seperti testimoni nyata dari pelanggan. Para juri pun menyatakan apresiasi atas kerapian skrip Zenitha, membuat konten cocok dipasarkan melalui fitur Shopee Video.
Di sisi lain, beberapa peserta harus menghadapi kritik membangun. Tampilan visual B Erl Cosmetics dinilai terlalu padat, sehingga pesan utamanya tak tersampaikan. Sementara, Hirakiya menerima penilaian dari Alabisyir bahwa konsep videonya belum solid, dengan Lizzie yang menyebut alur video nya masih kurang terarah.
Puncak perhatian episode kali ini jatuh pada DS Modest, yang tampil dengan video promosi tas sajadah menggunakan teknologi AI text-to-voice. Ide video itu disebut Daniel sebagai langkah cerdas yang merepresentasikan keberanian UMKM untuk bereksperimen dan beradaptasi di era digital.
Sajian serial kompetisi Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas turut mencuri perhatian publik figur, seperti Sarwendah yang membagikan cuplikan tayangan episode ketiga di akun media sosial pribadinya. Pada unggahan itu, Sarwendah mengaku adrenalinnya ikut terpacu ketika Hirakiya mempresentasikan karya, membuktikan bahwa tayangan ini mampu menghadirkan emosi dan inspirasi bagi penonton di luar dunia bisnis UMKM.
Episode ketiga Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas sekaligus menjadi bukti bahwa dalam dunia bisnis modern, kemampuan bercerita sama pentingnya dengan kualitas produk. Para peserta belajar bahwa video pemasaran yang baik juga mampu menyampaikan nilai, emosi, dan makna di baliknya.
Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas terus menunjukkan bahwa keberhasilan UMKM lahir dari kreativitas yang berani, komunikasi yang kuat, dan kepekaan membaca tren digital. Di episode selanjutnya, dua peserta akan tereliminasi, menyisakan enam besar Jagoan UMKM.
Episode 4 Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas akan tayang pada 19 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB. Rekap episode sebelumnya bisa disaksikan di YouTube Shopee Indonesia, dengan program 'Kuis Jagoan UMKM' berhadiah iPhone 16 dan jutaan Voucher Shopee yang bisa diikuti di setiap Senin pukul 11.30 WIB hingga Rabu pukul 23.59 WIB.Penonton juga bisa mendukung para Jagoan UMKM favorit mereka melalui 'Voting Partisipan Favorit' di sini.
Adu Ide Kreatif di Depan Daniel Mananta & Lizzie Parra, Peserta Kompetisi Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Bikin Juri Terpukau
Adu ide kreatif di Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas bikin Daniel Mananta dan Lizzie Parra kagum. Simak kisah inspiratif dan inovasi para peserta. [1,051] url asal
#shopee-jagoan-umkm-naik-kelas #daniel-mananta #lizzie-parra #umkm-indonesia #kompetisi-umkm #ide-kreatif-umkm #inspirasi-bisnis-umkm #golden-star-lizzie-parra #haykal-kamil #najla-bisyir #sh
Jakarta: Kompetisi Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas resmi dimulai dengan penayangan dua episode perdana yang langsung menghadirkan gebrakan penuh emosi pada Minggu, 5 Oktober lalu. Program kompetisi ini menjadi panggung spektakuler bagi para pelaku UMKM terbaik Indonesia dalam membuktikan kualitas, kreativitas, dan daya juang mereka.Tidak hanya soal adu produk, ajang ini memadukan drama persaingan, kisah penuh haru, dan bukti nyata semangat cinta Indonesia. Setiap detik tayangan menghadirkan kejutan, mulai dari cerita bisnis yang dibangun dari nol, mimpi besar yang dipertaruhkan, hingga keberanian unjuk diri di panggung Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas. Kompetisi ini menjelma jadi tontonan inspiratif yang membekas di hati penonton, meninggalkan rasa kagum sekaligus harapan baru bagi masa depan UMKM Tanah Air.
Acara ini turut menghadirkan jajaran juri dengan pengalaman bisnis yang mumpuni. Ada Daniel Mananta yang banyak dikenal sebagai presenter TV, namun di balik layar ia adalah pengusaha sukses lewat brand fesyen DAMN! I Love Indonesia yang konsisten mengangkat semangat cinta Tanah Air.
Pengalaman Daniel menjadikannya sosok tepat untuk menilai bagaimana UMKM tidak hanya punya produk bagus, tetapi juga mampu mengangkat identitas Indonesia. Sementara itu, Lizzie Parra, pendiri BLP Beauty yang sukses mengubah wajah industri kecantikan Indonesia dengan produk lokal berkualitas dan penuh inovasi, juga hadir sebagai juri. Kehadiran Lizzie sebagai juri memberikan warna tersendiri bagi kompetisi ini, terutama bagi peserta yang bergerak di dunia kecantikan dan gaya hidup.
Tantangan pertama dimulai: Kisah perjuangan dan inspiratif dari para Jagoan UMKM
Setiap peserta hadir dengan cerita perjuangan yang unik, menghadirkan kejutan di panggung Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas. Pada episode perdana, finalis Top 20 diminta mempresentasikan usaha mereka, mulai dari Unique Selling Point (USP), teknis operasional, hingga proyeksi pertumbuhan bisnisnya.Episode ini menunjukkan transformasi Baim Alkatiri, mantan artis cilik yang kini sukses lewat brand parfum X-PERFUMERY, hingga Annisa yang akrab disapa Anin dengan DS Modest yang produk sajadah dan sarung travelnya meraih rekor MURI. Tidak hanya itu, ada juga Micheal dengan Maritim Bag Indonesia yang produk tasnya dikenal di dunia bulutangkis, Angga Pras seorang eks timnas pelajar U-19 yang membangun brand fesyen pria Gloaming, serta Fuat, guru honorer pemilik Aveka yang menjual sepatu karena melihat kebutuhan murid-muridnya, menunjukkan betapa beragamnya latar belakang para Jagoan UMKM.
Salah satu kisah yang mengharukan datang dari Rusman, pemilik Dthree, yang mengundurkan diri dari pekerjaannya setelah kehilangan sang anak. Sebelumnya, ia adalah sosok yang fokus mengejar karier sehingga jarang memiliki waktu untuk keluarga. Kepergian anaknya menjadi titik balik yang membuka matanya akan pentingnya waktu bersama keluarga, yang akhirnya mendorongnya untuk memulai bisnis yang menjunjung nilai kekeluargaan sebagai inti usahanya.Keselarasan antara tujuan bisnis dan nilai yang dipegang teguh inilah yang membuat Dthree terpilih dan berhasil meraih Golden Star dari Lizzie Parra di episode pertama.

Peserta Kompetisi Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas.
Tantangan kedua berlanjut: Membuat produk bertema Nusantara
Kini tersisa 10 finalis yang dihadapkan dengan tantangan baru untuk menciptakan inovasi sebuah produk di episode kedua. Para Jagoan UMKM ditantang untuk mengembangkan produk baru dengan tema ‘Cinta Indonesia’ sekaligus membuat strategi pemasaran yang optimal.Setiap peserta mempresentasikan produk yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia, seperti Zenitha dengan hijab sablon motif rumah adat, Hirakiya yang memperkenalkan tas seni bordir motif Priangan, HomLiv yang menampilkan alat masak dengan sentuhan batik, serta DS Modest yang mengembangkan sajadah travel inovatif lengkap dengan tag kode QR untuk menentukan arah kiblat, serta gantungan kunci akrilik bermotif kekayaan Indonesia yang dapat dikustomisasi.
Ketegangan pun semakin memuncak dengan hadirnya Haykal Kamil, Creativepreneur & Founder of ZM Zaskia Mecca, yang menjadi juri tamu dan menilai serta memberikan insight, khususnya kepada Dthree yang menampilkan abaya dengan sentuhan motif batik di tangan. Setelah meraih Golden Star di episode 1, Dthree kini dihadapkan dengan kenyataan bahwa penampilannya di episode 2 tidak sesuai dengan ekspektasi tinggi para juri.
Haykal sebagai pemilik bisnis fesyen muslim yang berpengalaman, memberikan kritik tajam namun membangun, dan menekankan pentingnya diferensiasi dan inovasi agar produk tidak hanya menarik tetapi juga memiliki nilai jual yang kuat.
Di sisi lain, para juri terpukau dengan Erlyanie, pemilik B Erl Cosmetics yang memperkenalkan produk body shower oil dengan kandungan khas Indonesia, termasuk bunga melati yang memancarkan aroma yang dirindukan dari almarhum ibunya. Terinspirasi oleh sang ibu, Erlyanie membawa nilai emosional dalam setiap tetes produknya.
Inovasi ini tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga mendulang pujian dari para juri yang mengakui kedalaman ide dan kualitas produk tersebut, dan menjadikan B Erl Cosmetics sebagai salah satu UMKM yang mendapatkan nilai tinggi di episode ini.
Penuh ketegangan, episode kedua berakhir dengan tiga peserta yang berada di posisi terbawah, yakni Dthree, Aveka, dan X-Perfumery. Akan ada dua orang yang tereliminasi, dan 8 peserta tersisa yang kembali bertarung di episode selanjutnya. Tantangan semakin berat, dan para peserta kini harus mengatasi ujian baru yang menuntut lebih dari sekadar kreativitas, tetapi juga strategi pemasaran yang jitu.
Episode 3 akan menguji mereka dengan tantangan konten pemasaran interaktif dan kreatif, di mana setiap peserta dituntut untuk membuat konten promosi yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga dapat mendorong produk mereka ke pasar yang lebih luas. Karya-karya mereka akan dinilai oleh para juri utama, serta juri tamu spesial Najla Bisyir, CEO Bittersweet by Najla dan konten kreator sukses yang dikenal dengan kemampuan luar biasanya dalam menciptakan konten viral dan berdaya jual tinggi.
Episode Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas kali ini, semakin memperlihatkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh produk yang unggul, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi dengan tren pemasaran dan berinovasi di setiap langkah. Kompetisi ini bukan hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi para pengusaha UMKM di Indonesia untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan dengan semangat pantang menyerah.
Lalu, siapa dua Jagoan UMKM yang harus tereliminasi? Jangan lewatkan episode 3 Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas yang akan tayang pada 12 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB untuk mengetahui siapa yang akan melanjutkan perjalanan dan siapa yang harus mengakhiri kompetisi.
Sambil menunggu, kamu juga bisa saksikan rekap episode sebelumnya dan teaser episode 3 di YouTube Shopee Indonesia. Dapatkan juga kesempatan memenangkan hadiah iPhone 16 dan jutaan Voucher Shopee yang bisa didapatkan dengan mengikuti program ‘Kuis Jagoan UMKM’ setiap hari Senin pukul 11.30 WIB hingga Rabu pukul 23.59 WIB dan penonton juga bisa mendukung para Jagoan UMKM favorit mereka melalui ‘Voting Partisipan Favorit’ pada landing pagehttps://shopee.co.id/m/jagoan-umkm.
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(ANN)
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)
Foto: dok Istimewa