Bisnis.com, JAKARTA — Tentara Denmark dilaporkan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan serangan Amerika Serikat (AS) ke Greenland di tengah ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih wilayah tersebut.
Melansir Kantor Berita Anadolu pada Jumat (20/3/2026) persiapan itu diberitakan oleh lembaga penyiaran publik Denmark, DR, dengan mengutip sejumlah sumber di Denmark, Prancis, dan Jerman.
Ketika tentara Denmark diterbangkan ke Greenland pada Januari 2026, mereka dilaporkan membawa bahan peledak untuk menghancurkan landasan pacu utama serta pasokan darah untuk merawat korban luka. Langkah itu disiapkan sebagai bagian dari upaya menghalangi kemungkinan pengambilalihan Greenland oleh AS.
Seorang pejabat tinggi Prancis mengatakan kepada DR bahwa krisis Greenland membuat negara-negara Eropa menyadari pentingnya kemampuan untuk menjaga keamanan mereka sendiri.
Tak lama setelah Donald Trump memenangkan pemilihan presiden, Denmark dilaporkan mencari dukungan politik dari Prancis, Jerman, serta ibu kota negara-negara Nordik untuk membentuk aliansi Eropa guna mempertahankan Greenland dari kemungkinan pengambilalihan oleh AS.
“Kepemimpinan politik, kementerian pertahanan, dan aparat keamanan Denmark memutuskan untuk ‘bermain dalam permainan ini’,” kata pejabat Prancis tersebut.
Pemerintah Denmark juga dilaporkan mempercepat pengerahan pasukan ke Greenland pada awal Januari, terutama setelah intervensi militer AS di Venezuela.
“Ketika Trump terus mengatakan ingin mengambil alih Greenland, dan kemudian peristiwa di Venezuela terjadi, kami harus menganggap serius semua skenario,” kata seorang sumber kepada DR.
Sumber-sumber tersebut juga menyebutkan bahwa jika AS mencoba melakukan serangan, tentara Denmark akan membawa amunisi dan terlibat dalam pertempuran, sementara jet tempur F-35 yang dikerahkan ke wilayah utara juga dilengkapi persenjataan berat.
“Saya tumbuh pada masa Perang Dingin, dan kadang saya berharap bisa kembali ke masa yang relatif stabil ketika para pemimpin dunia tahu sejauh mana mereka bisa melangkah tanpa memicu skenario terburuk,” kata seorang pejabat Jerman kepada DR.
Seorang pejabat Prancis menekankan bahwa Eropa harus mempelajari kembali tata bahasa kekuatan dan tidak bergantung pada dukungan militer dari AS.
Dalam beberapa bulan terakhir, Trump kembali menyatakan minatnya agar AS menguasai Greenland dengan alasan keamanan nasional terkait Rusia dan China. Dia juga sempat mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara Eropa yang menentang langkah tersebut.
Trump kemudian menarik ancaman tersebut setelah bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dalam forum World Economic Forum di Davos, Swiss.
Dia mengatakan kedua pihak telah menyepakati kerangka awal untuk kemungkinan kesepakatan yang melibatkan Greenland dan kawasan Arktik yang lebih luas, yang kemudian akan diikuti pembicaraan antara AS, Denmark, dan Greenland.