Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pengelola RS Mayapada PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) membukukan kinerja yang lesu sepanjang 2025. Perseroan bahkan mencatatkan rugi yang membengkak menjadi Rp199 miliar pada tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan, SRAJ sebetulnya mampu membukukan pertumbuhan pendapatan 10,63% year-on-year (YoY) menjadi Rp2,58 triliun per Desember 2025, dari Rp2,34 triliun pada periode yang sama 2024.
Pertumbuhan pendapatan SRAJ terutama ditopang oleh pertumbuhan pengoperasian rumah sakit di Jabodetabek, yang mencatatkan pendapatan senilai Rp2,04 triliun pada 2025. Dibandingkan periode yang sama 2024 senilai Rp1,88 triliun, segmen ini tumbuh 8,51% YoY.
Begitu juga pendapatan pada operasional rumah sakit di luar Jabodetabek, yang mencatatkan nilai sebesar Rp545,24 miliar, naik dari Rp459,39 miliar sepanjang periode Januari–Desember 2024.
Selain itu, pendapatan SRAJ juga didorong oleh naiknya pendapatan pada segmen rawat inap menjadi Rp2,08 triliun per 2025, dibandingkan Rp1,96 triliun pada 2024. Sementara pada segmen rawat jalan, perseroan turut membukukan pendapatan yang naik menjadi Rp1,41 triliun.
Sejalan dengan meningkatnya pendapatan perseroan, SRAJ turut membukukan beban pokok pendapatan yang membengkak menjadi Rp1,53 triliun pada 2025, naik dari Rp1,42 triliun pada periode yang sama 2024.
Meskipun begitu, SRAJ masih mampu membukukan laba bruto yang bertumbuh 15,54% YoY menjadi Rp1,05 triliun, dari Rp916,44 miliar pada 2024. Hanya saja, sejumlah beban usaha dan keuangan mendorong kian susutnya laba yang diperoleh perseroan.
Beban umum dan administrasi misalnya, yang mencatatkan nilai sebesar Rp922,33 miliar, membengkak dari Rp689,14 miliar pada 2024. Begitu juga pada beban penjualan yang membengkak menjadi Rp53,94 miliar.
Selain itu, pada 2025 SRAJ turut mencatatkan amortisasi suku bunga efektif dan biaya transaksi surat utang sebagai beban keuangan senilai Rp210,92 miliar.
Alhasil, setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, SRAJ hanya mampu membukukan rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp199 miliar. Realisasi ini mencerminkan pembengkakan rugi SRAJ dari posisi Rp23,51 miliar pada 2024.
Dari sisi neraca, SRAJ membukukan total aset senilai Rp7,62 triliun, tumbuh signifikan dibandingkan Rp5,68 triliun pada Desember 2024. Kenaikan aset SRAJ terutama didorong oleh meningkatnya total aset lancar menjadi Rp2,52 triliun.
Sejalan dengan itu, liabilitas SRAJ juga membengkak menjadi Rp6,28 triliun per Desember 2025, naik dari Rp3,84 triliun pada periode yang sama 2024. Peningkatan terutama disebabkan oleh surat utang SRAJ senilai Rp3,03 triliun.
Sementara itu, ekuitas SRAJ menyusut menjadi Rp1,33 triliun per Desember 2025, turun dibandingkan Rp1,83 triliun pada periode yang sama 2024.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.