Bisnis.com, JAKARTA — Memasuki 2026 PT Dupoin Futures Indonesia fokus memperkuat sinergi dengan regulator dengan menggelar sejumlah forum dan melakukan transformasi teknologi.
Salah satunya acara Regulatory & Industry Roundtable 2026 yang digelar beberapa waktu lalu menjadi forum yang mempertemukan manajemen perusahaan dengan regulator, Self-Regulatory Organization (SRO), pemerintah daerah, pelaku industri, media, serta mitra strategis perusahaan.
Dari unsur regulator dan SRO hadir perwakilan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Bank Indonesia, Jakarta Futures Exchange (JFX), Kliring Berjangka Indonesia (KBI), serta Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO). Turut hadir perwakilan pemerintah daerah, perusahaan pialang berjangka, pemimpin redaksi media nasional, serta mitra teknologi dan bisnis Dupoin.
Direktur Utama Dupoin Futures, Gunawan Herman, menyatakan 2026 menjadi fase transformasi teknologi perusahaan. Dupoin akan memperkuat infrastruktur dan ekosistem trading melalui pengembangan AI-Driven Insights untuk meningkatkan presisi analisis pasar, sistem eksekusi berkecepatan tinggi, serta penguatan keamanan melalui Automated KYC dan perlindungan digital terintegrasi.
“Kami ingin memastikan sistem yang efisien, aman, dan berbasis teknologi, sekaligus tetap selaras dengan prinsip kepatuhan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Minggu (22/2/2026).
Selain penguatan teknologi, Dupoin juga memaparkan program edukasi dan literasi perdagangan berjangka sepanjang 2026 guna mendorong pengembangan industri yang lebih transparan dan berkelanjutan.
Dari sisi regulator, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) Bappebti, Ima Siti Fatimah, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Dupoin Futures. Ia menyatakan bahwa Bappebti sepanjang tahun 2025 aktif memberikan penilaian pertriwulan kepada pialang berjangka yang mencerminkan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang solid dalam menjalankan kegiatan usaha perdagangan berjangka.
Sebagai informasi, Dupoin juga memperoleh penilaian Grade A+++ pada periode Januari-Juni 2025 dari Bappebti sebagai bentuk pengakuan regulator atas konsistensi kepatuhan dan tata kelola perusahaan.
Sementara itu, Rudianto Setiawan selaku Kepala Anggota Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia menyampaikan harapannya terhadap perkembangan industri ini.
“Ke depan, industri perdagangan berjangka diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujarnya.
Sebelumnya, Dupoin Futures Indonesia berencana melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) untuk menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur Utama PT Dupoin Futures Indonesia Gunawan Herman menyampaikan perusahaan akan melanjutkan proses IPO yang sempat tertunda. Harapannya, IPO secara resmi dapat digelar pada Juni 2026.
“Kami bisa menjadi perusahaan pialang pertama yang terdaftar di BEI,” ujarnya saat media gathering, Rabu (17/12/2025) malam.
Tujuan utama Dupoin melakukan IPO adalah meningkatkan brand awareness perusahaan. Apalagi, industri perdagangan berjangka belum terlalu dikenal masyarakat, dibandingkan dengan aset investasi lainnya seperti saham atau kripto.
Gunawan menyebut dari sisi kinerja, Dupoin mencatatkan pertumbuhan signifikan pada 2025, sekitar 70% hingga 80%. Volume transaksi per September 2025 mencapai sekitar 832.000 lot dari 10.000 nasabah.
Jumlah tersebut meningkat dari posisi akhir 2024 masing-masing sebesar 604.000 lot dari 6.000 investor. Dia menambahkan pertumbuhan transaksi didominasi oleh produk emas sekitar 70%.
“Saat ini, Dupoin menjadi pialang berjangka dengan transaksi terbesar di Jakarta Futures Exchange (JFX) atau Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Dengan catatan pencapaian ini, kami harapkan setelah IPO bisa bertumbuh lebih tinggi,” imbuhnya.