Jakarta (ANTARA) - PTPN IV PalmCo merealisasikan sejumlah program Tanggung Jawab dan Lingkungan (TJSL) di berbagai wilayah operasionalnya yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Rangkaian inisiatif sosial tahun ini difokuskan pada perluasan dampak positif, mulai dari fasilitas mudik gratis, intervensi penanganan stunting, santunan anak yatim piatu, hingga dukungan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus," kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (21/3).
Dia menyampaikan sebagai langkah antisipasi lonjakan mobilitas arus mudik Lebaran tahun ini, perusahaan itu telah memberangkatkan 1.160 peserta mudik gratis secara serentak.
Pada program itu, sebanyak 31 unit bus dikerahkan dari tujuh regional perusahaan untuk melayani 13 rute utama di lintas Sumatera dan Kalimantan, termasuk rute padat Pontianak–Parindu–Sanggau–Sekadau–Sintang.
Ia menjelaskan program bagian dari "Mudik Bersama BUMN" itu merupakan upaya perusahaan dalam menekan risiko kecelakaan dan mengurangi kepadatan lalu lintas akibat penggunaan kendaraan pribadi.
Ia memastikan seluruh armada yang diberangkatkan telah melewati uji teknis menyeluruh dan dikemudikan oleh tenaga profesional.
"Program ini kami siapkan secara matang agar masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai BUMN untuk hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat," ujar Jatmiko.
Selain program insidental arus mudik, PTPN IV PalmCo juga terus melanjutkan program jangka panjang di sektor kesehatan melalui intervensi stunting bertajuk “Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat”.
Berdasarkan data perusahaan, bantuan makanan tambahan bergizi ini sebelumnya telah menjangkau 1.313 anak pada tahun 2024 dan terus meluas hingga 2.077 anak pada tahun 2025.
"Memasuki awal tahun 2026, intervensi serupa kembali disalurkan secara spesifik kepada 110 anak," kata Jatmiko.
Pendekatan yang dilakukan perusahaan tidak sekadar melalui pemberian bantuan pangan seperti susu formula, telur, beras, dan biskuit, melainkan juga menyentuh aspek kesehatan lingkungan seperti pembangunan fasilitas Jamban Sehat.
Dia menyebutkan sepanjang awal tahun 2026, nilai bantuan yang dialokasikan khusus untuk penanganan stunting dan sarana pendukungnya tercatat mencapai lebih dari Rp461 juta.
"Melengkapi inisiatif sosial di bulan Ramadhan, perusahaan perkebunan kelapa sawit ini turut menggelar Safari Ramadan yang menjangkau tujuh provinsi," ucap Jatmiko.
Melalui kegiatan itu, lebih dari 500 anak yatim piatu dan puluhan warga dhuafa di sekitar area operasional menerima bantuan santunan yang didistribusikan secara bertahap.
Dukungan pembiayaan operasional juga disalurkan kepada sejumlah panti asuhan, termasuk Panti Asuhan Hidayatullah di Pontianak serta beberapa panti lainnya di Kalimantan dan Sumatera.
Ia menuturkan kepedulian PTPN IV PalmCo terhadap kelompok rentan juga diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap pendidikan inklusif. Bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PTPN IV PalmCo, perusahaan menyalurkan bantuan fasilitas pendidikan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sri Mujinab di Pekanbaru, Riau.
Manajemen menyerahkan perangkat komputer dan printer untuk menunjang proses belajar mengajar, serta berbagai peralatan vokasi untuk melatih kemandirian siswa. Bantuan vokasi yang diberikan mencakup mesin jahit portable, mesin obras, hingga peralatan pertukangan kayu seperti bor listrik dan mesin amplas.
Jatmiko menegaskan setiap anak, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, memiliki potensi luar biasa yang harus didukung. Ia menilai perlengkapan yang diserahkan bukan sekadar alat belajar, melainkan pintu menuju kemandirian bagi para siswa.
"Tugas kita bersama adalah memastikan mereka mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan," katanya.
Ia menegaskan dukungan terhadap pendidikan inklusif itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat nyata dan merata bagi masyarakat luas.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026