Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT Sumber Tani Agung Resources Tbk. (STAA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada kuartal I/2026 seiring dengan operasional fasilitas baru.
STAA dalam laporan keuangan per kuartal I/2026 menyebutkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp2,48 triliun. Nilai itu meningkat 49,2% year on year (YoY) dari sebelumnya Rp1,66 triliun.
"Pertumbuhan pendapatan didorong oleh kontribusi penuh dari fasilitas refinery yang mulai beroperasi sejak pertengahan tahun lalu," papar Kevin Wijaya, Head of Investor Relations STAA, dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).
Laba kotor tercatat sebesar Rp 737,37 miliar, tumbuh 28,5% YoY dari sebelumnya Rp573,72 miliar. Marjin sebesar 29,7%, mencerminkan perubahan komposisi produk serta dinamika harga.
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk STAA senilai Rp293,70 miliar pada kuartal I/2026. Laba bersih itu terkoreksi dari sebelumnya Rp304,70 miliar.
Dari sisi operasional, total produksi Tandan Buah Segar (TBS) mencapai 221.421 ton, menurun 7,7% YoY, terutama dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang kurang kondusif selama periode berjalan.
Meskipun demikian, perseroan mencatatkan peningkatan efisiensi melalui perbaikan tingkat ekstraksi, dengan CPO extraction rate meningkat menjadi 22,4%, mencerminkan optimalisasi proses produksi yang berkelanjutan.
Sejalan dengan penguatan fundamental bisnis, STAA secara resmi telah bergabung sebagai anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Keanggotaan ini merupakan langkah lanjutan dalam formalisasi standar operasional Perseroan yang telah mengacu pada praktik dan standar internasional.
Perseroan juga tengah menjalankan proses sertifikasi RSPO di seluruh unit operasional, di mana dua entitas operasional telah memperoleh sertifikasi.
Ke depan, STAA akan terus melanjutkan proses sertifikasi serta meningkatkan standar operasional secara berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung daya saing produk ekspor Perseroan serta semakin memperkuat posisi STAA di pasar internasional.
“Kami melihat keberlanjutan sebagai bagian integral dari operasional perseroan. Keanggotaan RSPO dan proses sertifikasi yang berjalan mencerminkan komitmen kami untuk menjaga standar operasional yang konsisten dengan praktik global," ujar Kevin Wijaya.
Sejalan dengan strategi hilirisasi dan penguatan infrastruktur terintegrasi, STAA akan terus meningkatkan kualitas operasional di seluruh lini usaha, termasuk dalam praktik agronomi, efisiensi produksi, serta pengelolaan lingkungan dan sosial.
Dengan fondasi bisnis yang kuat serta arah strategis yang semakin terintegrasi antara pertumbuhan dan keberlanjutan, STAA optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus memberikan kontribusi positif bagi industri kelapa sawit nasional dan global.