Bisnis.com, JAKARTA — Emiten konstruksi PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PTPP) berencana untuk melakukan divestasi PT PP Infrastruktur (PPIN) ke PT Varsha Zamindo Laksana (VZL) senilai Rp1,41 triliun. Divestasi ini diperkirakan dapat mengurangi beban keuangan PTPP.
Manajemen PTPP dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan VZL berencana untuk mengakuisisi sebesar 81% kepemilikan saham PPIN yang dimiliki PTPP. Dengan ini, kepemilikan PTPP di PP Infra akan berkurang dari sebelumnya 99,15% menjadi 18,15%.
Nilai rencana transaksi berdasarkan penawaran adalah sebesar Rp1,41 triliun. Menurut manajemen, dana yang diperoleh dari divestasi ini dapat meningkatkan arus kas bagi operasional perseroan dan atau dapat digunakan untuk mengembangkan usaha bisnis inti.
“Dana divestasi akan menambah likuiditas karena berkurangnya utang dan terdapat peningkatan dari sisi profitabilitas karena berkurangnya beban keuangan,” tulis manajemen dalam keterbukaannya dikutip Rabu (12/11/2025).
Varsha Zamindo Laksana secara grup didirikan pada 2015. Perusahaan ini mengembangkan layanan sistem air terpadu (end-to-end) di seluruh Indonesia dengan struktur kontrak inovatif. Beberapa pengembangan utama meliputi SPAM Pekanbaru – Kampar berkapasitas 1.000 lps, SPAM Lhokseumawe 230 lps, dan SPAM Ir. H. Djuanda 7.000 lps. Perusahaan ini dalam laman resminya didirikan oleh mantan mantan Chief Operations Officer PT ABM Inverstama Tbk. (ABMM) N. Hasto Kristiyono, mantan Wakil Presiden Direktur PT Aetra Air Tangerang Priyatno, dan insinyur senior berpengalaman YB Haryono.
Selain itu, divestasi ini juga membuat PTPP mampu meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas proyek untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. PTPP dapat melakukan penataan kembali portofolio dengan melakukan divestasi saham dari portofolio sehingga lebih fokus pada bisnis inti.
“Dengan optimalisasi struktur perusahaan, perusahaan dapat meningkatkan kinerja, mengurangi biaya, dan meningkatkan kemampuan bersaing di pasar,” ujar PTPP.
Sebagai informasi, PPIN merupakan salah satu anak perusahaan dari PTPP yang lahir pada awal tahun 2016. Fokus utama PPIN adalah pengelolaan aset perusahaan induk dan investasi dalam beberapa proyek infrastruktur yang sangat prospektif di tanah air.
PPIN fokus kepada pengembangan SPAM, Infrastruktur Telekomunikasi (Fiber Optik), Jalan Tol, Infrastruktur Jaringan Gas, Infrastruktur Logistik, dan Pelabuhan.
Pemegang saham PPIN berdasarkan komposisi kepemilikan saham saat ini adalah PTPP sebesar 99,15% dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan (YKKPP) sebesar 0,85%.