Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Spanyol mengeluarkan perintah pemblokiran terhadap platform pasar prediksi berbasis mata uang kripto, Polymarket dan Kalshi, karena beroperasi tanpa kepemilikan lisensi perjudian resmi.
Adapun saat ini, nilai valuasi Kalshi dan Polymarket diperkirakan masing-masing telah menyentuh angka fantastis US$22 miliar (Rp393 triliun) dan US$15 miliar (setara Rp268 triliun). Kehadiran modal skala besar ini membuat ruang digital antarnegara kian rentan disusupi praktik spekulasi keuangan tanpa pengawasan dewan regulator resmi.
Fenomena meluasnya pemblokiran ini menjadi indikasi kuat aktivitas taruhan berselubung prediksi komoditas kini telah digelar secara masif lintas negara dan menembus batas yurisdiksi hukum.
Dilansir dari Engadget, Kamis (28/5/2026), keputusan Kementerian Hak Konsumen Spanyol menerapkan pembekuan akses merupakan tindakan pencegahan. Otoritas setempat tengah melakukan investigasi formal selama empat bulan ke depan guna menentukan tingkat pelanggaran platform terhadap undang-undang perjudian domestik. Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, perusahaan penyedia pasar prediksi ini nantinya dapat diwajibkan mengantongi lisensi administratif khusus jika ingin melanjutkan operasional komersialnya.
Sebelum langkah Spanyol mencuat, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga telah menutup akses Polymarket. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menyatakan platform pasar prediksi ini memenuhi unsur judi online. Aktivitas di dalamnya memfasilitasi taruhan uang serta spekulasi atas suatu peristiwa yang hasilnya belum pasti, sehingga bertentangan dengan ketentuan hukum positif di Indonesia.
Agresivitas pemblokiran transnasional ini mencerminkan kekhawatiran global terhadap platform pasar prediksi yang memiliki kapitalisasi jumbo.
Selain Indonesia dan Spanyol, penutupan akses serupa juga terjadi di Singapura, Brasil, dan India. Bahkan di dalam negeri Amerika Serikat, ketegangan regulasi terus merembet ke tingkat daerah. Pemerintah negara bagian Minnesota bersiap melarang total operasi pasar prediksi mulai 1 Agustus 2026, menyusul peninjauan legalitas serupa yang tengah berjalan di Rhode Island, Illinois, Arizona, Connecticut, Nevada, dan New Jersey.
Kendati demikian, penertiban di tingkat negara bagian AS mendapat perlawanan dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) yang melayangkan gugatan hukum. CFTC menilai mereka memiliki yurisdiksi tunggal dalam mengawasi jalannya platform komoditas tersebut secara federal. Dinamika regulasi global yang kian memanas ini menunjukkan pembenahan tata kelola ruang digital dari aktivitas judi siber transnasional memerlukan keseragaman standar hukum antarkawasan guna melindungi stabilitas ekonomi masyarakat.