Bisnis.com, JAKARTA — NSW Health baru saja mengeluarkan peringatan campak setelah seorang penumpang internasional yang terinfeksi mendarat di Sydney tepat sebelum tahun baru.
Cuty Hub melaporkan individu tersebut baru saja kembali dari Asia Tenggara, di mana negara-negara termasuk Vietnam, Indonesia, dan Thailand mengalami wabah penyakit tersebut.
Orang tersebut berada di penerbangan GA712 dari Jakarta ke Sydney, yang tiba di Sydney pukul 10.45 pagi pada Sabtu, 27 Desember. Mereka berada di Aula Kedatangan Internasional Bandara Sydney dari pukul 10.45 pagi hingga siang hari pada hari yang sama, dan kemudian di ruang tunggu gawat darurat Rumah Sakit Blacktown dari siang hari pada tanggal 29 Desember hingga pukul 6 pagi pada 30 Desember 2024.
Direktur sementara kesehatan masyarakat Distrik Kesehatan Lokal Sydney Barat, Conrad Moreira, mengatakan bahwa mereka yang mengunjungi lokasi tersebut pada waktu yang sama dengan pelancong yang terinfeksi harus memantau gejala, yang meliputi demam, mata merah, pilek, dan batuk, diikuti tiga atau empat hari kemudian oleh ruam merah berbintik-bintik yang menyebar dari kepala dan wajah ke seluruh tubuh.
“Jika gejala muncul, segera temui dokter atau layanan kesehatan, termasuk unit gawat darurat. Hubungi terlebih dahulu untuk memberi tahu mereka bahwa Anda mungkin telah terpapar campak, sehingga Anda tidak perlu menunggu lama di ruang tunggu bersama pasien lain," katanya, dikutip Senin (5/1/2026).
Gejala campak sendiri dapat muncul hingga 18 hari setelah terpapar, sehingga Pemerintah Australka menganjurkan bagi orang-orang yang mengunjungi lokasi-lokasi tersebut untuk mewaspadai gejala hingga 17 Januari 2026.
Pentingnya Vaksinasi
Campak adalah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin dan menyebar melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.
“Kami ingin mengingatkan masyarakat untuk memastikan vaksinasi mereka sudah lengkap. Vaksin campak dapat mencegah penyakit ini bahkan setelah terpapar, jika diberikan cukup dini,” kata Moreira.
Dia berharap kasus ini juga menjadi pengingat bagi semua orang untuk memastikan mereka terlindungi dari campak, yang sangat menular.
“Siapa pun yang lahir setelah tahun 1965 perlu memastikan mereka telah menerima dua dosis vaksin campak. Ini sangat penting sebelum bepergian ke luar negeri, karena wabah campak sedang terjadi di beberapa wilayah di dunia saat ini," tegasnya.
Kasus Campak di Indonesia
Pada 2025, Kementerian Kesehatan RI mencatat adanya lonjakan kasus campak yang belum sepenuhnya terkendali.
Di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dengan lebih dari 2.000 kasus suspek dan 17 anak meninggal dunia. Kasus ini tersebar di 26 kecamatan dan mayoritas terjadi pada anak yang tidak pernah mendapatkan imunisasi campak atau MR (Measles-Rubella).
Selain di Sumenep, Kabupaten Lamongan juga melaporkan 5 kasus campak sepanjang 2025.
Secara nasional, Kementerian Kesehatan mencatat ada 46 KLB campak di 42 kabupaten/kota di 14 provinsi dengan total 2.139 suspek campak, 205 kasus positif, dan 17 kematian.
Fakta ini membuktikan bahwa penyakit campak masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang serius, terutama di daerah dengan cakupan imunisasi rendah.