Bisnis.com, JAKARTA — Emiten telekomunikasi terafiliasi Hashim Djojohadikusumo PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge menuturkan akan mengembangkan pasar fixed broadband Indonesia dengan 5G FWA, khususnya setelah memenangkan lelang pita frekuensi 1,4 GHz melalui anak perusahaannya, PT Telemedia Komunikasi Pratama.
Direktur Solusi Sinergi Digital Shannedy Ong menjelaskan penetrasi fixed broadband di Indonesia merupakan salah satu yang terendah di Asia Tenggara. Dia memperkirakan dalam lima tahun ke depan, penetrasi fixed broadband ini akan tumbuh signifikan.
“Trigger point-nya FWA dengan 57% growth rate, dan FTTH akan tumbuh sekitar 10%. Potensi market kami, regional 1 mencakup Pulau Jawa, Papua, dan Maluku adalah golden zone dengan potensi yang sangat besar,” tutur Shannedy dalam paparan publik WIFI di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Shannedy juga menuturkan strategi eksekusi dari 5G FWA di regional 1. Dia menjelaskan mengingat frekuensi 1,4 GHz merupakan frekuensi baru secara global, WIFI telah melakukan pengembangan bersama selama dua tahun dengan mitra teknologi global untuk menciptakan ekosistem end-to-end.
Menurutnya, perangkat radio komersial telah dikembangkan dan penggelaran perdana akan dijadwalkan mulai bulan November atau akhir tahun ini, dengan peluncuran 5G FWA 1,4 GHz yang diklaim akan menjadi yang pertama di dunia pada awal tahun depan.
Penggelaran FWA akan memanfaatkan lebih dari 50.000 existing tower dari mitra perusahaan menara seperti PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) dan PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk. (CENT), mempercepat rollout secara drastis. Teknologi wireless FWA mengeliminasi kebutuhan menarik kabel ke rumah dan mengurus izin RT/RW, sehingga mempercepat pencapaian target Home Connect.
Shannedy juga menuturkan paket FWA 100 Mbps dari WIFI ini akan dibanderol seharga Rp100.000 per bulan unlimited Data, dan free modem rental, menargetkan 54 juta rumah tangga yang mampu berlangganan paket ini.
Adapun selain FWA, Surge juga memperkuat bisnis fiber to the home (FTTH). Sampai September 2025, menurutnya WIFI telah mencapai 1,51 juta Home Pass dan 831 ribu Home Connect dengan Take-Up Rate 55%.
“Target Akhir Tahun 2025 yaitu 2,5 juta Home Pass dan 1,5 juta Home Connect dengan Take-Up Rate 60%, menunjukkan pertumbuhan signifikan,” ujarnya.
Shannedy juga menuturkan target jangka panjang WIFI adalah mencapai 5 juta home connect per tahun mulai dari 2026. Target ini akan didukung oleh kolaborasi strategis dengan mitra teknologi dan infrastruktur.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.