#30 tag 24jam
5 Ayat Al Quran yang Menjelaskan Tentang Nabi Isa Alaihisallam
Ada beberapa ayat Al Qur’an yang menjelaskan tentang Nabi Isa alaihissalam menarik diketahui. Di antaranya menceritakan hal-hal seperti awal kelahiran, mukjizat... | Halaman Lengkap [1,425] url asal
#nabi-isa-as #ayat-ayat-al-quran #kisah-nabi-isa #ciri-ciri-nabi-isa
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 05/04/26 14:56
v/181951/
Ada beberapa ayat Al Qur’anyang menjelaskan tentang Nabi Isa alaihissalam menarik diketahui. Di antaranya menceritakan hal-hal seperti awal kelahiran, mukjizat hingga beragam keistimewaannya.Nabi Isa 'alaihissalam adalah seorang Rasul bergelar 'Ulul Azmi yang diutus Allah Ta'ala untuk Bani Israil. Dalam lisan Arab, beliau dikenali sebagai Isa Al-Masih dan Isa ibnu Maryam.
Pada kitab suci Al Qur'an, kisah Nabi Isa 'alaihissalam diceritakan dalam banyak ayat. Berikut ini di antaranya yang bisa disimak.
Ayat Al Qur’an yang Menjelaskan tentang Nabi Isa
1. Surat Maryam ayat 16-40
Kisah kelahiran Nabi Isa AS menjadi salah satu yang paling banyak disebutkan dalam Al Qur’an. Di antaranya terdapat pada Surat Maryam ayat 16 hingga 40.Bermula saat Maryam melihat Malaikat Jibril yang berbentuk seorang pemuda dan tidak mengenalinya, lalu Maryam takut kepadanya, bingung serta mengkhawatirkan keselamatan dirinya. Maryam mengira Jibril adalah seorang manusia yang datang untuk mengganggunya dan berbuat hal tidak senonoh. Maka Maryam pun berkata:
Artinya: “Maryam berkata: Sesungguhnya aku berlindung darimu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa. ” (QS Maryam: 18).
Mendengar itu, Jibril berkata bahwa ia hanya diutus kepadanya untuk memberikan anak yang shalih yang bersih dari segala dosa. Lalu Maryam berkata: “Bagaimana mungkin aku mempunyai seorang anak padahal tidak ada suami yang mendekatiku dan aku juga bukan pendosa dan pelaku zina?”
Malaikat Jibril ‘alaihissalam menjawab kebingungan Maryam bahwa menciptakan seorang anak tanpa bapak adalah mudah bagi Allah Swt. Allah akan menjadikannya pertanda bagi manusia dan bukti kesempurnaan atas kekuasaan (qudrah) Allah.
Allah subhanahu wata’ala lalu berfirman:
Artinya: “Maka Maryam mengandung, lalu ia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan, lagi dilupakan.” Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini" (QS Maryam: 22-26)
Setelah proses melahirkan yang penuh berkah, Maryam kembali kepada kaumnya membawa putranya Isa. Benar saja, ia langsung diolok-olok karena memiliki putra tanpa suami.
Maryam tetap diam dan tidak menjawab, sebab ia telah bernazar kepada Allah untuk tidak berbicara. Saat keadaan menjadi sulit, maka Maryam menunjuk kepada Isa agar mereka berbicara kepadanya.
Artinya: “Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: ‘Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?’” (QS Maryam: 29)
Saat itu, Allah Swt dengan qudrah-Nya menjadikan Isa mampu berbicara. Padahal, ia masih berupa bayi yang menyusu ibunya. Maka Isa berkata:
Artinya: “Isa berkata: Sesungguhnya aku ini hamba Allah…” (QS Maryam: 30)
Artinya: “Dia memberiku al Kitâb (Injîl) dan Dia menjadikanku seorang nabi. Dan Dia menjadikanku seorang yang diberkati di mana saja aku berada…” (QS Maryam: 30-31).
2. Surat Ali 'Imran ayat 49
Sebagaimana nabi dan rasul lain, Nabi Isa AS juga dianugerahi beragam mukjizat. Di antaranya pernah diungkap dalam Surat Ali Imran ayat 49.Artinya: Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), "Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.
Allah menjadikan Isa sebagai seorang rasul kepada Bani Israil. Allah mengutusnya agar mengatakan kepada mereka bahwa kedatangannya membawa beberapa tanda yang besar yakni "mukjizat".
Pertama, Nabi Isa dapat membuat dari tanah sesuatu yang berbentuk burung dan setelah ditiupnya lalu menjadi burung yang hidup seperti burung biasa, dengan izin Allah. Sebenarnya Allah-lah yang menciptakan hidup dalam tubuh burung itu, dengan kekuasaan-Nya ketika Isa meniupnya, untuk menjadikan mukjizat bagi kenabiannya.
Kedua, Nabi Isa dapat mengobati penyakit buta dan sopak. Padahal, waktu itu kedua penyakit tersebut sukar diobati oleh para tabib.
Ketiga, Nabi Isa dapat menghidupkan orang mati, tentunya atas izin Allah. Banyak riwayat menerangkan bahwa Isa menghidupkan orang yang telah mati. Di antaranya menghidupkan seorang anak perempuan sebelum dikubur dan menghidupkan Ya'azir sebelum busuk tubuhnya.
Keempat, Nabi Isa juga dapat mengabarkan apa yang dimakan dan apa yang disimpan orang di rumahnya. Sesungguhnya pada mukjizat-mukjizat itu terdapat petunjuk-petunjuk bagi mereka untuk membenarkan kerasulan dan kenabian Isa.
3. Surat Al-Maidah ayat 110
Artinya: Dan ingatlah ketika Allah berfirman, "Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Rohulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) Hikmah, Taurat dan Injil. Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) di kala waktu engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."
Pada ayat di atas dijelaskan tentang bermacam-macam nikmat yang telah dilimpahkan kepada Nabi Isa dan ibunya. Contohnya bisa disebutkan seperti Allah telah memperkuat Nabi Isa dengan Rohulkudus, yaitu malaikat Jibril.
Di sini, Allah telah menjadikan jiwanya bersih dari segala sifat-sifat yang tidak baik. Dengan nikmat ini Isa dapat mengetahui bahwa ia lahir ke dunia dengan kejadian yang luar biasa, sehingga dengan demikian ia dapat membuktikan kesucian dirinya dan kesucian ibunya.
Kemudian, Allah telah mengajarkan kepadanya Alkitab. Artinya, Isa telah dianugerahi-Nya kepandaian menulis dan membaca, sehingga ia dapat mempelajari ilmu pengetahuan yang tertulis. Di samping itu. Allah mengajarkan pula kepadanya Taurat, yaitu kitab suci yang telah diturunkan kepada Nabi Musa. Akhirnya Allah mengajarkan kepadanya Injil, yaitu kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Isa sendiri.
4. Surat An Nisa Ayat 157
Artinya: Dan Kami hukum juga mereka karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam," yang mereka ejek dengan menamainya Rasul Allah padahal mereka tidak beriman kepadanya. Mereka mengatakan telah membunuhnya, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi diserupakan bagi mereka orang yang dibunuh itu dengan Nabi Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentangnya, yakni tentang Nabi Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang hal, yakni pembunuhan, itu. Mereka tidak mempunyai sedikit pun pengetahuan menyangkut hal itu, yakni tentang pembunuhan Nabi Isa, dan apa yang mereka katakan kecuali mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin.
Ayat di atas menerangkan bahwa di antara sebab-sebab orang Yahudi mendapat kutukan dan kemurkaan Allah karena ucapan mereka. Mereka sebelumnya berkata telah membunuh Almasih putra Maryam, Rasul Allah, padahal mereka sebenarnya tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang disalib dan yang dibunuh itu ialah orang yang diserupakan dengan Isa Almasih bernama Yudas Iskariot, salah seorang dari 12 orang muridnya.
5. Surat Az Zukhruf Ayat 61
Artinya: Dan sungguh, dia (Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang (Kiamat) itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.
Allah melalui ayat tersebut menerangkan lebih lanjut tentang kelebihan yang diberikan kepada Nabi Isa, yakni akan menjadi bukti tentang adanya hari Kiamat. Di samping itu hadis-hadis sahih menginformasikan akan datangnya Nabi Isa menjelang hari Kiamat.
Hadis itu diriwayatkan dari berbagai sumber, di antaranya Abu Hurairah, Ibnu 'Abbas , 'Ikrimah, al-hasan, Qatadah, dan adh-ahhak, sehingga dipandang mutawatir oleh sebagian ulama. Hadis itu di antaranya adalah:
Nabi saw bersabda, "Demi (Allah)yang menguasai jiwaku, hampir saja turun kepada kalian Isa bin Maryam sebagai hakim yang adil. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian maksud ayat ini adalah bahwa munculnya Nabi Isa menjelang hari Kiamat merupakan tanda bahwa Kiamat akan datang. Selanjutnya Allah meminta manusia agar tidak meragukan datangnya hari Kiamat. Karena itu mereka harus mempersiapkan diri dengan cara beriman dan berbuat baik, supaya dapat memetik buah iman dan amalnya nanti di akhirat.
Itulah beberapa ayat Al Qur’an yang yang menjelaskan tentang Nabi Isa alaihissalam.
Siapa Yudas Iskariot yang Diserupakan dengan Nabi Isa saat Penyaliban? Begini Penjelasan Al Quran!
Siapa Yudas Iskariot? Sosok yang diserupakan Allah SWT dengan Nabi Isa alaihisallam menarik untuk disimak. Simak ulasannya berikut ini. Siapa Yudas Iskariot? Sosok... | Halaman Lengkap [587] url asal
#kisah-nabi-isa #nabi-isa-as #kisah-kisah-dalam-alquran #murid
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 05/04/26 09:45
v/181836/
Siapa Yudas Iskariot? Sosok yang diserupakan Allah SWT dengan Nabi Isa alaihisallammenarik untuk disimak. Simak ulasannya berikut ini.Pandangan Islam terhadap Yudas Iskariot termaktub dalam al-Quran yang mengisahkan penyaliban Yesusatau Nabi Isa alaihisallam. Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nisa' ayat 157-158:
بَلْ رَّفَعَهُ اللّٰهُ اِلَيۡهِ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيۡزًا حَكِيۡمًا
"Dan perkataan mereka: 'Bahwa kami telah membunuh Isa al-Masih putera Maryam, utusan Allah', padahal tidaklah mereka membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi disamarkan kepada mereka. Orang-orang yang berselisihan tentangnya selalu dalam keraguan mengenainya. Tiada pengetahuan mereka kecuali mengikuti dugaan, dan tidaklah mereka membunuhnya dengan yakin. Tetapi Allah telah mengangkat (derajat) 'Isa kepada-Nya; karena Allah itu Gagah nan Bijaksana" ( QS An-Nisa' 4 :157-158)
Murid Nabi Isa As
Yudas Iskariot sebenarnya adalah murid Nabi Isa Alaihisallam. Murid utama Nabi Isa ini dikenal juga dengan nama Hawariyyun, dan diketahui berjumlah 12 orang yang merupakan kaum dari golongan Bani Israil. Sebagai murid seorang nabi mereka adalah golongan yang mempercayai Nabi Isa AS sebagai utusan Allah SWT.Ke-12 murid Nabi Isa atau Hawariyyun, mereka adalah Andreas, Barnabas, Bartholomeus, Matius, Philipus, Simon Petrus, Thadeus, Yahya bin Zabdi, Yakub bin Zabdi, Yakub bin Alpius, Yahuda, dan Yahudza al- skharyuti atau Yudas Iskariot.
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, kaum Hawariyyun dalam suatu pendapat dijelaskan jika mereka merupakan orang-orang yang bertubuh pendek. Menurut pendapat yang lainnya, mereka dinamakan Hawariyyun karena pakaian yang selalu mereka kenakan berwarna putih. Sedangkan menurut pendapat yang lainnya menyebutkan bahwa mereka adalah para pemburu.
Dalam Al Qur'an, Hawariyyun tercantum dalam Surat Ali Imran ayat 52. Allah SWT Berfirman :
Artinya : "Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil), dia berkata, "Siapakah yang akan menjadi penolong untuk (menegakkan agama) Allah?" Para Hawariyun (sahabat setianya) menjawab, "Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Muslim."
Sosok Yudas Iskariot
Jumlah murid utama Nabi Isa AS juga dijelaskan dalam Bible. Namun, ada seorang yang telah berkhianat dengan jalan menjual informasi mengenai keberadaan Isa terhadap para ahli Taurat dan orang-orang Romawi. Murid tersebut diyakini bernama Yahudza al- skharyuti atau Yudas Iskariot.Yudas Iskariot digambarkan memiliki rencana yang jahat terhadap Isa al-Masih setelah acara jamuan makan malam al-Maidah selesai dengan membocorkan rahasia keberadaan sang Nabi kepada musuh-musuhnya sehingga mereka melakukan penyerbuan terhadap persembunyian Isa al-Masih.
Namun sesuai dengan janji Allah, bahwa rencana yang jahat tidak akan menimpa selain kepada orang yang sudah membuat rencana itu sendiri, begitu pula halnya dengan diri 'Isa al-Masih, beliau telah diselamatkan Allah dari tragedi tewasnya di atas salib.
Sementara Yudas yang merupakan otak dari semua rencana jahat itu akhirnya mati dengan mengenaskan, gantung diri dan tubuhnya jatuh terjerumus dalam keadaan perut pecah.
Demikianlah kiranya Allah telah menentukan keputusan-Nya untuk memberikan hukuman terhadap orang yang telah merencanakan hal yang keji atas diri Nabi-Nya dengan azab yang pedih.
"Dan adalah aku menjadi penjaga atas mereka selama aku ada pada mereka; maka tatkala Engkau mewafatkan aku, adalah Engkau menjadi pengurus mereka; dan sungguh Engkau menyaksikan segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka itu hamba-hambaMu; dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sungguh Engkaulah Maha Kuasa nan Bijaksana." ( QS al-Maidah 5 :117-118)
Dalam ayat tersebut Nabi Isa menyerahkan segala urusan itu kepada kehendak Allah. Bila karena perbuatan umatnya yang salah telah menyebabkan Allah menjadi murka dan menghukum mereka, maka itu adalah hak prerogatif Allah, sebab Dia adalah penguasa dan pencipta seluruh makhluk yang mampu bertindak dan berkehendak sebebas-bebasnya kepada siapapun sebab mereka hanyalah hamba-hamba Allah yang tidak akan bisa menghentikan kehendak Allah.
Kisah-kisah dalam Al Quran : Penyaliban Nabi Isa Alaihisallam dan Kekufuran Bani Israil
Kisah-kisah dalam Al Quran sangat menarik untuk disimak. Salah satunya kisah tentang penyaliban Nabi Isa alaihissalam dan sosok Yudas Iskariot yang diserupakan... | Halaman Lengkap [1,176] url asal
#kisah-kisah-dalam-alquran #nabi-isa-as #bani-israil #kisah-nabi-isa #kisah-para-nabi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 05/04/26 08:33
v/181812/
Kisah-kisah dalam Al Quran sangat menarik untuk disimak. Salah satunya kisah tentang penyalibanNabi Isa alaihissalamdan sosok Yudas Iskariot yang diserupakan dengan Nabi Isa ini tergambar dalam Surat An-Nisa ayat 157-158.Allah SWT berfirman :
بَلْ رَّفَعَهُ اللّٰهُ اِلَيۡهِ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيۡزًا حَكِيۡمًا
"Dan perkataan mereka: 'Bahwa kami telah membunuh Isa al-Masih putera Maryam, utusan Allah', padahal tidaklah mereka membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi disamarkan kepada mereka. Orang-orang yang berselisihan tentangnya selalu dalam keraguan mengenainya. Tiada pengetahuan mereka kecuali mengikuti dugaan, dan tidaklah mereka membunuhnya dengan yakin. Tetapi Allah telah mengangkat (derajat) 'Isa kepada-Nya; karena Allah itu Gagah nan Bijaksana" ( QS An-Nisa' 4 :157-158)
Di sisi lain, dalam Bible dijelaskan bahwa dari 12 orang murid utama Isa, ada seorang yang telah berkhianat dengan jalan menjual informasi mengenai keberadaan Isa terhadap para ahli Taurat dan orang-orang Romawi. Murid tersebut diyakini bernama Yahudza al- skharyuti atau Yudas Iskariot.
Yudas digambarkan memiliki rencana yang jahat terhadap Isa al-Masih setelah acara jamuan makan malam al-Maidah selesai dengan membocorkan rahasia keberadaan sang Nabi kepada musuh-musuhnya sehingga mereka melakukan penyerbuan terhadap persembunyian Isa al-Masih.
Namun sesuai dengan janji Allah, bahwa rencana yang jahat tidak akan menimpa selain kepada orang yang sudah membuat rencana itu sendiri, begitu pula halnya dengan diri 'Isa al-Masih, beliau telah diselamatkan Allah dari tragedi tewasnya di atas salib.
Sementara Yudas yang merupakan otak dari semua rencana jahat itu akhirnya mati dengan mengenaskan, gantung diri dan tubuhnya jatuh terjerumus dalam keadaan perut pecah.
Demikianlah kiranya Allah telah menentukan keputusan-Nya untuk memberikan hukuman terhadap orang yang telah merencanakan hal yang keji atas diri Nabi-Nya dengan azab yang pedih.
"Dan adalah aku menjadi penjaga atas mereka selama aku ada pada mereka; maka tatkala Engkau mewafatkan aku, adalah Engkau menjadi pengurus mereka; dan sungguh Engkau menyaksikan segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka itu hamba-hambaMu; dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sungguh Engkaulah Maha Kuasa nan Bijaksana." ( QS al-Maidah 5 :117-118)
Dalam ayat tersebut Nabi Isa menyerahkan segala urusan itu kepada kehendak Allah. Bila karena perbuatan umatnya yang salah telah menyebabkan Allah menjadi murka dan menghukum mereka, maka itu adalah hak prerogatif Allah, sebab Dia adalah penguasa dan pencipta seluruh makhluk yang mampu bertindak dan berkehendak sebebas-bebasnya kepada siapapun sebab mereka hanyalah hamba-hamba Allah yang tidak akan bisa menghentikan kehendak Allah.
Kekufuran Bani Israil
Kisah kekufuran Bani Israil sudah secara gamblang dipaparkan oleh al-Qur'an, sejak dari mulai masa kenabian Musa as dan Harun hingga pada periode 'Isa al-Masih dan Muhammad SAW bahkan hingga jaman-jaman yang akan datang.Kisah penyaliban atas diri Nabi 'Isa al-Masih putera Maryam telah dipercayai oleh semua orang disebabkan karena terjadinya pengkhianatan di antara para sahabatnya yang setia. Kisah pengkhianatan ini sebenarnya tidak hanya bisa kita peroleh dari dalam Bible yang diyakini oleh kaum Nasrani namun juga al-Qur'an sudah menggambarkan akan peristiwa tersebut.
Dimulai dari saat-saat akan diturunkannya Hidangan (al-Maidah) atas keinginan para sahabat Nabi 'Isa al-Masih :
"Tatkala Hawariyyun (sahabat-sahabat setia) berkata: Wahai 'Isa putera Maryam! Apakah berkuasa Tuhanmu menurunkan kepada kami satu hidangan dari langit? Maka 'Isa menjawab: Takutlah kepada Allah jika memang kamu betul-betul orang-orang yang beriman!" Mereka berkata: Kami ingin agar kami makan darinya dan supaya kami yakin bahwa sesungguhnya engkau sudah berkata yang benar terhadap kami dan jadilah kami ini orang-orang yang menyaksikan." ( QS al-Maidah 5 :112-113)
Di sini sebenarnya kita sudah melihat adanya bibit-bibit kekurangpercayaan orang-orang yang berada di sekitar 'Isa al-Masih terhadap dirinya dan Allah, sama persis seperti yang sudah sering kita baca dan kita bahas mengenai perilaku murid-murid 'Isa yang sering membangkang terhadapnya di dalam Bible.
Sekian lama mereka menjalani kehidupan bersama, menyebarkan dakwah di bawah bimbingan Nabi Isa kepada masyarakat dan membuktikan sendiri mukjizat-mukjizat kenabian 'Isa al-Masih, namun mereka masih tetap merasa kurang yakin.
Kita lihat dalam jawabannya, 'Isa menegur kelakuan para sahabatnya ini yang seolah tidak beriman kepada Allah dan dirinya selaku Rasul; Ini bukan teguran 'Isa yang pertama terhadap sikap para sahabatnya semacam ini,
"Ketika 'Isa merasa akan kekufuran dari mereka, ia bertanya: Siapakah penolong-penolongku kejalan Allah?; Maka para sahabatnya menjawab: Kami adalah pelayan-pelayan Allah, kami telah beriman kepada Allah dan lihatlah, bahwa sesungguhnya kami orang-orang yang muslimin."( QS. ali Imran 3 :52)
Atas jawaban para Hawariyin atau hawariyyun ini, Allah memberikan jawaban yang sangat jelas sekali bagi kita untuk menjadi bukti atas kebenaran ucapan mereka ini didalam ayat selanjutnya :
"Dan mereka membuat tipu daya, namun Allah (juga) membuat tipu daya; dan sesungguhnya Allah itu sepandai-pandainya menipudaya." ( QS. Ali Imran 3 : 54)
Di sini bisa kita pahami, bahwa ayat ini merupakan tanggapan Allah atas pernyataan Hawariyin yang mengaku telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya yaitu 'Isa al-Masih yang dikatakan pada ayat sebelumnya dan dari sini kita bisa menangkap satu fenomena bahwa diantara para sahabat tersebut tidak semuanya mereka ini benar-benar beriman sebagaimana yang diucapkan oleh mulutnya, sebab menurut Allah, mereka telah mengatur satu rencana yang jahat, membuat satu tipu daya yang ditujukan kepada Rasul-Nya namun rencana tersebut akan dikalahkan oleh Allah dengan tipu daya pula.
Karena kesombongan dibumi dan merencanakan tipu daya yang jahat, padahal rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain kepada orang yang merencanakannya sendiri". ( Qs. Faathir 35 :43)
Dari ayat-ayat ini kita bisa mentafsirkan bahwa satu tipu daya yang jahat yang telah diatur oleh sebagian dari Hawariyin untuk 'Isa akan dibalas oleh Allah dengan tipu daya-Nya pula dengan menjadikan orang yang merencanakan makar ini termakan oleh rencananya sendiri.
"Tatkala Allah berkata: Wahai 'Isa! Sungguh Aku akan mewafatkanmu dan akan mengangkatmu kepada-Ku, dan akan membersihkanmu dari mereka yang kafir, serta akan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas mereka yang kafir hingga hari kiamat." (QS ali Imran 3:55)
Ayat ini merupakan lanjutan dari ayat sebelumnya yang mengatakan bahwa Allah akan membalas tipu daya orang-orang yang jahat kepada Rasul-Nya. Dari sini kita juga bisa mengambil satu kesimpulan bahwa rencana jahat yang dimaksudkan terhadap diri Nabi 'Isa tidak akan bisa terjadi terhadap sang Nabi akan tetapi Allah akan mengembalikan rencana jahat tersebut menimpa kepada orang itu sendiri dan Allah akan menyelamatkan Nabi-Nya tersebut dari rencana jahat itu dengan peristiwa pengangkatan dan membersihkan nama baiknya.
"Maka adapun mereka yang kufur itu, Aku akan menyiksa mereka satu siksaan yang keras di dunia dan akhirat; dan mereka tidak akan mendapatkan penolong-penolong."(Qs. ali Imran 3:56)
Ayat ini juga menceritakan peringatan Allah terhadap kaum Hawariyin di saat penurunan Hidangan dari langit didalam surah al-Maaidah :
"Allah berkata: Sesungguhnya Aku akan menurunkannya untukmu, tetapi barang siapa dari antara kamu yang kufur sesudah itu, maka akan Aku azab dia dengan satu azab yang tidak pernah Aku perbuat terhadap seorangpun daripada makhluk-makhluk." (Qs. al-Maidah 5:115)
Di ayat ini kita juga menemukan isyarat langsung dari Allah, bahwa akan ada yang Kufur terhadap Allah dan Rasul-Nya di antara kaum Hawariyin tersebut setelah usainya Hidangan dari langit diturunkan, yaitu sesudah terjadinya jamuan makan malam ketuhanan menurut teologi Nasrani.
Adakah Persamaan Nabi Isa dan Yesus? Begini Menurut Ustaz Felix Siauw dan Dondy Tan
Adakah persamaan antara Nabi Isa alaihissalam dan Yesus Kristus? Kebanyakan umat Islam meyakini jika Yesus Kristus dari umat Kristiani adalah Nabi Isa as, yakni... | Halaman Lengkap [455] url asal
#yesus #nabi-isa-as #isa-almasih #kenaikan-yesus-kristus
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 25/12/25 12:44
v/84759/
Sedikitnya ada 7 persamaan Nabi Isa alaihissalamdan Yesus Kristus. Kebanyakan umat Islam meyakini jika Yesus Kristus yang merupakan Tuhan dari umat Kristiani adalah Nabi Isa as, yakni salah satu Nabi dan Rasul yang harus diimani.Dirangkum dari berbagi sumber, berikut beberapa persamaan antara Nabi Isa as dan Yesusdi antaranya:
1. Sama-sama diutus ke bangsa atau bani Israil untuk menyampaikan Injil.
2. Keduanya memiliki ibu bernama Maryam.
3. Keduanya disembah oleh pengikutnya.
4. Isa Al-Masih adalah bahasa Arab untuk Isa sang Mesias.
5. Maryam adalah bahasa Arab untuk Miriam/Maria, yang merupakan ibu Yesus.
6. Orang-orang muslim meyakini bahwa Maryam melahirkan Isa tanpa sentuhan pria.
7. Keduanya dikabarkan disalib, namun proses penyalibannya berbeda
Namun sebenarnya apakah memang benar jika Yesus dan Nabi Isa adalah orang yang sama? Ustaz Felix Siauw dan Dondy Tan pernah menjawab soal ini.
Dalam sebuah Podcast di kanal Youtube @Samuel Christ, Ustaz Felix Siauw menjelaskan jika di setiap materi yang dibawakannya, ia selalu menyampaikan jika Yesus itu adalah Isa.
"Karena kenapa? Karena memang ada banyak sekali perbedaan-perbedaan yang memang hanya disebabkan oleh perbedaan bahasa saja, misalnya Muhammad itu dalam Bahasa Indonesia, tetapi dalam Bahasa Turki menjadi Mehmet," terang Ustaz Felix.
"Jadi boleh tidak kita menyebut Yesus Kristus? Menurut saya boleh-boleh saja karena Yesus adalah translasi dari Isa Al Masih, dia punya Ibu bernama Maryam, kalau di Kristen namanya Maria," lanjut Ustaz Felix Siauw.
Ustaz Felix Siauw juga menjelaskan jika "Yesus di dalam Alkitab itu berbeda dengan Yesus di dalam Al Qur'an, itu memang benar, tetapi tidak menjadikan orangnya berbeda."
Sementara Dondy Tan sempat menjelaskan tentang persamaan antara Yesus Kristus dengan Isa Al Masih melalui Alkitab dalam kanal Youtube dr. Richard Lee, MARS.
Dondy Tan memberikan contoh yang ada di dalam Kitab Injil, di mana terdapat beberapa kalimat yang menyebutkan jika Al Mesias atau sang Penyelamat yang ditunjukkan pada Yesus Kristus juga memiliki arti Isa Al Masih.
Memang berbeda antara Isa dalam Al-Qur’an dan pemahaman Yesus menurut tradisi gereja Kristen, baik Katolik maupun Protestan. Soal statusnya dalam teologi Trinitas, dan teologi Tauhid (keesaan Tuhan) dalam Islam.
Tradisi Islam memahami Isa sebagai Nabi sebagaimana Nabi Muhammad SAW. Sementara Yesus dalam teologi Trinitas mengandung unsur keilahian Putra, bersama Bapa, dan Roh Kudus.
Terkait penyaliban juga berbeda. Bagi umat Kristiani, penyaliban adalah sakral, penebusan dosa, dan diulang-ulang narasinya dalam banyak ritual. Sementara Al-Quran menyebut Isa diangkat ke langit, tidak terjadi penyaliban. Ini juga perbedaan yang lain.
Mukjizat, kelahiran, para murid-muridnya, dan bagaimana akhir hidupnya juga banyak versi, baik Yesus ataupun Isa.
Terlepas dari sama tidaknya Nabi Isa dan Yesus Kristus ini, mari kita sebagai umat Muslim tetap menghormati perbedaan ini tanpa harus bertengkar dan merenggangkan. Karena akan sulit untuk menerima kebenaran dari masing-masing.
Mengenal 12 Murid Nabi Isa Alaihissalam, Cek di Sini Saja!
Ada 12 murid Nabi Isa Alaihissalam yanag dikenal atau populer dengan sebutan Hawariyyun dan mereka merupakan kaum dari golongan Bani Israil. Ada 12 murid Nabi Isa... | Halaman Lengkap [414] url asal
#nabi-isa-as #isa-almasih #murid #kenaikan-isa-almasih #kisah-nabi-isa
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 25/12/25 09:30
v/84643/
Ada 12 murid Nabi Isa Alaihissalamyanag dikenal atau populer dengan sebutan Hawariyyun. Mereka merupakan kaum dari golongan Bani Israil, sebagai murid seorang nabi mereka adalah golongan yang mempercayai Nabi Isa AS sebagai utusan Allah SWT.Ke-12 murid Nabi Isa atau Hawariyyun, mereka adalah Andreas, Barnabas, Bartholomeus, Matius, Philipus, Simon Petrus, Thadeus, Yahya bin Zabdi, Yakub bin Zabdi, Yakub bin Alpius, Yahuda, dan Yahuda Iskariot.
Para Hawariyyun ini menjadi golongan orang yang membantu Nabi Isa setelah menerima wahyu. Dalam beberapa kitab dan kisah disebutkan Nabi Isa menerima wahyu pada usia 30 tahun.
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, kaum Hawariyyun dalam suatu pendapat dijelaskan jika mereka merupakan orang-orang yang bertubuh pendek.
Menurut pendapat yang lainnya, mereka dinamakan Hawariyyun karena pakaian yang selalu mereka kenakan berwarna putih. Sedangkan menurut pendapat yang lainnya menyebutkan bahwa mereka adalah para pemburu.
Dalam Al Qur'an, Hawariyyun tercantum dalam Surat Ali Imran ayat 52. Allah SWT Berfirman :
Artinya : "Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil), dia berkata, "Siapakah yang akan menjadi penolong untuk (menegakkan agama) Allah?" Para Hawariyun (sahabat setianya) menjawab, "Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Muslim."
Tafsir dari Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia, menyebutkan jika ayat tersebut menjelaskan tentang Para sahabat setia Isa yang menjadi penolong-penolong agama Allah dan para penyeru kepadanya.
Para Hawariyyun juga digambarkan sebagai kaum yang taat terhadap perintah Allah SWT yang diturunkan pada Nabi Isa AS. Karena mereka menyebutkan jika diri mereka beriman kepada Allah SWT dan Nabi Isa.
Selain dalam Surat Ali Imran ayat 52, Hawariyyun juga sempat dijelaskan dalam Surat As Shaff ayat 14. Allah SWT berfirman :
Artinya : "Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah," lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang."
Dalam ayat ini juga menjelaskan tentang hal yang sama pernah dilakukan sahabat-sahabat terdekat Nabi Isa yang berkata kepada mereka, "Siapakah penolong agama Allah?" Mereka menjawab, "Kamilah penolong-penolong agama Allah."
Dalam menghadapi orang-orang yang mengingkari seruan Nabi Isa itu serta mengada-adakan kebohongan tentangnya, maka Allah menguatkan hati orang-orang yang beriman dari mereka, sehingga mereka berhasil mengalahkan musuh-musuh Nabi Isa. Wallahu A'lam
9 Mukjizat Nabi Isa AS dalam Al Quran, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Nabi Isa AS merupakan salah satu nabi yang termasuk dalam golongan rasul. Sebab itulah yang membuat kisah dan cerita tentang mukjizatnya banyak tercantum dalam... | Halaman Lengkap [798] url asal
#mukjizat #nabi-isa-as #kisah-nabi-isa #mukjizat-para-nabi #doa-nabi-isa
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 25/12/25 05:15
v/84514/
Apa saja mukjizat Nabi Isa alaihissalam ? Berikut penjelasannya dalam Al Qur'an. Nabi Isa ASmerupakan salah satu nabi yang termasuk dalam golongan rasul. Sebab itulah yang membuat kisah dan cerita tentang mukjizatnya banyak tercantum dalam beberapa kitab suci.Terkait mukjizat Nabi Isa ASyang telah dijelaskan dalam Al Quran maupun kitab lain, berikut ini daftarnya.
Mukjizat Nabi Isa AS
1. Dilahirkan Tanpa Ayah
Kelahiran Nabi Isa AS dijelaskan dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 59. Allah SWT berfirman :Artinya : "Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia."(QS.Ali Imran :59)
2. Dapat Berbicara Ketika Bayi
Artinya : "Berkata Isa, "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberikan Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,". (QS. Maryam ayat 30)
Dalam Surat Maryam ayat 30 dijelaskan tentang kalimat yang dilontarkan Nabi Isa yang dapat berbicara ketika masih bayi. Maksud dari kalimat tersebut adalah Isa yang lahir untuk membersihkan nama ibunya dari tuduhan berzina yang dilontarkan oleh kaumnya.
3. Menciptakan Burung dari Tanah
Mukjizat Nabi Isa AS selanjutnya ini dijelaskan dalam Surat Al Maidah ayat 110. Allah SWT berfirman :"Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku." (QS.Al Maidah : 110)
Selain itu, dijelaskan pula dalam Surat Ali Imran ayat 49. Allah SWT berfirman :
"Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), "Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah." (QS.Ali Imran : 49)
4. Menyembuhkan Orang Sakit dan Buta
Mukjizat satu ini juga dijelaskan dalam Surat Al Maidah ayat 110, selain itu terdapat pula dalam Surat Ali Imran ayat49. Allah SWT berfirman :
"Dan ingatlah ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku." (QS.Al Maidah : 110)
"Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta." (QS.Ali Imran : 49)
5. Menghidupkan Orang Mati
Masih dari Al Quran Surat Al Maidah ayat 110 dan Ali Imran ayat 49, dijelaskan juga jika salah satu Mukjizat Nabi Isa adalah menghidupkan orang mati."Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah," (QS.Ali Imran : 49)
"Dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku." (QS.Al Maidah : 110)
6. Mengetahui Rahasia Orang
Dalam Surat Ali Imran ayat 49, Allah SWT berfirman :"dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman." (QS.Ali Imran : 49)
7. Kitab Injil
Dalam Surat Maryam ayat 30, Allah SWT berfirman :Artinya : "Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi." (Maryam: 30)
8. Menurunkan Makanan dari Langit
Mukjizat ini dijelaskan dalam Surat Al Maidah ayat 112-114. Allah SWT berfirman :Artinya : "Ingatlah ketika pengikut-pengikut Isa berkata, "Hai Isa putra Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” Isa menjawab, "Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kalian orang yang beriman." Mereka menjawab, "Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu." Isa putra Maryam berdoa, "Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezeki kami, dan Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama.” Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepada kalian, barangsiapa yang kafir di antara kalian sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia.” Inilah kisah maidah atau hidangan yang nama surat ini dikaitkan dengannya, karena itu disebut "surat Al-Maidah". Hidangan ini merupakan salah satu dari anugerah Allah yang diberikan kepada hamba dan rasul-Nya, yaitu Isa a.s. ketika Dia memperkenankan doanya yang memohon agar diturunkan hidangan dari langit. Maka Allah Swt. menurunkannya sebagai mukjizat yang cemerlang dan hujjah yang nyata." (QS Al Maidah 112-114)
9. Diangkat ke Langit
Peristiwa ini dijelaskan dalam QS Ali Imran Ayat 55, berbunyi:Artinya: (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".
Ayat-ayat Al Quran Tentang Kisah Nabi Isa AS, Cek di Sini!
Dalam Al-Quran, kisah Nabi Isa alaihissalam diceritakan dalam banyak ayat. Di antaranya, Surat Maryam ayat 16-36; Surat Ali Imran ayat 49-55; dan Surat Al-Maidah... | Halaman Lengkap [592] url asal
#kisah-kisah-dalam-alquran #nabi-isa-as #ayat-ayat-al-quran #surat-surat-al-quran #kisah-nabi-isa
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 24/12/25 15:21
v/84023/
Kisah Nabi Isa di dalam Al Quran ada di surat apa? Dalam Al-Qur'an, kisah Nabi Isa 'alaihissalam diceritakan dalam banyak ayat. Di antaranya, Surat Maryam ayat 16-36; Surat Ali 'Imran ayat 49-55; dan Surat Al-Ma'idah ayat 110-118.Tentang kelahiran Nabi Isasebenarnya Al-Qur'an cukup menjadi rujukan, sebab pengetahuan tentang hal ini hanya Allah Yang Maha Tahu. Mari kita simak penjelasan Gus Musa Muhammad dalam satu kajiannya berikut.
Kita awali dari sekitar 550 tahun sebelum Baginda Nabi Muhammad SAW lahir. Kelahiran Nabi Isa dalam pandangan umat Kristiani adalahh bulan Desember. Perlu dicermati, Desember adalah musim dingin (winter), dimana matahari sedang berada di bumi bagian selatan, dan bumi bagian utara mengalami musim dingin. Adapun sesuai geografi posisi Palestina (wilayah dimana Nabi Isa dilahirkan) berada di lingar garis utara, yang artinya mengalami 4 musim summer, auntum, winter, spring (panas, gugur, dingin, semi).
Kelahiran Nabi Isa (Isa ibnu Maryam) diceritakan dalam Surat Maryam di mana saat itu sedang musim buah kurma. Dan buah kurma itu tidak berbuah pada musim dingin. Sebab, kurma mulai berbuah pada musim semi dan masak (ranum) di awal musim panas. Al-Qur'an mengisyaratkan kelahiran Nabi Isa sebagaimana firman-Nya berikut:
Artinya: "Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, "Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan." (QS Maryam ayat 23)
Ayat berikutnya: "Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, "Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu." (QS Maryam ayat 24)
"Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu." (QS Maryam ayat 25)
"Maka makan, minum dan bersenanghatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini." (QS. Maryam ayat 26)
Gus Musa Muhammad menerangkan, keterangan ayat di atas menunjukkan bahwa kelahiran Nabi Isa bukan di musim dingin Desember, melainkan pada musim gugur kurma yaitu musim panas antara Juni-Juli. Informasi Al-Qur'an ini menjadi bantahan bilakah Isa ibnu Maryam dilahirkan di musim dingin dimana semua pohon tidak berdaun apalagi berbuah?
Sehingga timbul pertanyaan, perayaan Natal 25 Desember itu, perayaan lahirnya siapa? Untuk diketahui, Nabi Isa selama hidupnya tidak pernah menyatakan kepada Bani Israil bahwa dirinya dan ibunya, Maryam, adalah tuhan dan tidak pernah pula memerintahkan untuk menyembah mereka berdua.
Hal ini diabadikan dalam Surat Al-Maidah, Allah berfirman yang artinya: "Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?" (Isa) menjawab, "Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib." (QS. Al-Maidah Ayat 116)
"Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu," dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu." (QS. Al-Maidah Ayat 117)
Pada ayat di atas, Nabi Isa tidak pernah menyatakan diri atau ibunya sebagai tuhan yang harus disembah. Bahkan beliau menyatakan bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah dan dia mengajak para pengikutnya untuk menyembah hanya kepada Allah yang satu. Wallahu A'lam
Nama-nama Nabi Isa AS dan Ciri-cirinya dalam Berbagai Bahasa, Cek di Sini!
Ternyata ada beragam nama Nabi Isa alaihissalam dalam beberapa bahasa yang menarik untuk diketahui. Dalam perspektif Islam, Nabi Isa merupakan seorang Rasul Allah... | Halaman Lengkap [787] url asal
#nabi-isa-as #kisah-nabi-isa #nama-nama-nabi-isa #ciri-ciri-nabi-isa #kisah-para-nabi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 24/12/25 12:21
v/83806/
Ternyata ada beragam nama Nabi Isa 'alaihissalamdalam beberapa bahasa yang menarik untuk diketahui. Dalam perspektif Islam, Nabi Isa merupakan seorang Rasul Allah yang diutus untuk Bani Israil.Nabi Isa AS termasuk satu dari lima Rasul bergelar 'Ulul Azmi, yaitu Rasul yang sabar dan tabah mendakwahkan ajaran Allah. Dalam Al-Qur'an, nama Nabi Isa disebut sebanyak 25 kali, disebut Al-Masih 11 kali, disebut Ibnu Maryam sebanyak 23 kali.
Kisahnya diabadikan dalam Surat Ali 'Imranayat 49-55: Surat Al-Ma'idah ayat 110-118; Surat Maryam ayat 24-36. Dalam Alkitab, kisahnya disebutkan dalam Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Namun, terkait kelahirannya, masing-masing agama memberikan argumennya sendiri.
Terkait sosok Nabi Isa, Yahudi menganggapnya Nabi/Mesias palsu yang menyesatkan Bani Israil. Sementara pandangan Kristen menganggap bahwa Isa Almasih atau lebih dikenal Yesus Kristus adalah Tuhan dan salah satu dari Trinitas (Allah Anak) serta juru selamat mereka.
Ciri-ciri Nabi Isa
Tentang ciri-ciri Nabi Isa 'alaihissalam disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam beberapa Hadis. Nabi Isa sosoknya berpostur tubuh sedang, berdada bidang, kulitnya kemerah-merahan seperti baru keluar dari pemandian. (HR Al-Bukhari, Muslim)Dalam riwayat Ibn Abbas, kulit Nabi Isa ibn Maryam yang dilihat oleh Rasulullah SAW ketika Isra Mi'raj adalah putih kemerahan (al-hamrah wal bayadh).
Nabi Isa bin Maryam dengan kulit putih kemerahan inilah yang nanti pada akhir zaman turun ke bumi.Hal ini diketengahkan dalam Hadis Mustadrak Al-Hakim:
Artinya: "Sesungguhnya ruhullah, Isa akan turun di tengah-tengah kalian. Maka jika kalian melihatnya, maka kenalilah dia. Dia adalah berkulit putih kemerah-merahan dan mengenakan dua baju, seakan kepalanya meneteskan air dan basah. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapuskan hukum jizyah dan menyeru manusia pada Islam, membinasakan Dajjal dan meletakkan amanah (keamanan) di atas muka bumi sehingga singa dengan unta bergembala bersama, singa dengan sapi, serigala dengan kambing dan anak kecil bermain ular, tidak membahayakan mereka. Nabi Isa akan menetap 40 tahun, kemudian meninggal dan disholati oleh kaum muslimin."
Nama Nabi Isa dalam Beberapa Bahasa
Ada beberapa pendapat mengenai nama Nabi Isa. Mengutip "Catholic Encyclopedia: The Name of Jesus Christ" menyatakan bahwa nama Ibrani (ישע) Yesyua' atau Y'syua' merupakan nama asli Isa. Nama ini disebut merupakan kependekan dari (יהושע) Yehosyua'.Klemens dari Aleksandria dan Sirilus dari Yerusalem berpendapat bahwa nama Yunani ('ησοῦς Iēsous) merupakan nama asli Isa dan nama ini bukan turunan dari bentuk Ibraninya.
Pendapat lain yang dikutip dari Jennings dan The Encyclopaedia Brittanica (1911) 11th Edition menyatakan nama asli Isa menggunakan nama Aram (ܝܫܘܥ), dibaca Yesyu' dalam dialek Suryani Barat atau Isyo' dalam dialek Suryani Timur, mengingat dia tumbuh dan berdakwah utamanya dengan bahasa Aram.
Sedangkan Nama Yesus yang digunakan umat Kristen diturunkan dari nama Yunani Iēsous. Umat Kristen Arab menyebut Isa dengan (يسوع) atau Yasuu' yang diturunkan dari Yesyua' dengan perubahan fonetik (Reynolds 2007, hlm235).
Yasuu' digunakan sejak sebelum masa Islam dan dan digunakan pada masa-masa setelahnya (Beaumont 2005, hlm175). Isa juga digunakan oleh beberapa kelompok Kristen di negara-negara Muslim.
Dalam Al-Qur'an, Kisah Nabi Isa dimulai dari kelahiran Maryam, putri dari Imran, berlanjut dengan tumbuh kembangnya dalam asuhan Nabi Zakariya, serta kelahiran Nabi Yahya. Kemudian Al-Qur'an menceritakan keajaiban kelahiran Nabi Isa sebagai anak (putra) Maryam tanpa ayah. Berikut firman Allah:
Artinya: "(Ingatlah), ketika para Malaikat berkata, "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)." (QS. Ali 'Imran Ayat 45)
Nabi Isa disebut dengan "kalimat Allah", sebagai pemberitahuan tentang proses penciptaannya yang berbeda dengan kejadian manusia biasa. Nabi Isa dinamai Al-Masih yang merupakan gelar istimewa (raja). Karena kata Almasih dalam Taurat dan Injil berarti "yang disapu atau yang diminyaki". Menyapu dan meminyaki itu adalah satu ketentuan dalam adat istiadat mereka bahwa siapa yang telah disapu dengan minyak suci oleh kepala agama, maka dia sudah menjadi suci pula, cakap untuk memegang kerajaan, memiliki ilmu pengetahuan dan kekuasaan, lagi mendapat berkah.
Di sini Allah, menunjukkan bahwa Isa, senantiasa mendapat berkah walaupun belum pernah disapu dengan minyak suci itu. Ada pula yang mengatakan bahwa nama Isa berasal dari kata Yunani "Yasu", artinya yang diselamatkan, yang terpilih.
Berikut nama Nabi Isa dalam beberapa bahasa:
1. Jesus Christ, Messiah (Bahasa Inggris)
2. Yesus Kristus, Mesias (Indonesia)
3. Yeshua, Yesu'a, Yeshu'a, Yehoshu'a, Masiaḥ (Ibrani atau Ivrit)
4. M'sheekha (Aram), Məšîḥā (Aram/Syria)
5. Isha, Isho, Mar Isho, Eesho, Easho, Ishu (Aram dan India)
6. Isa Al-Masih, Isa ibnu Maryam (Arab)
7. Isha Masih, Issa Mashiha, Hazrat Issa, Issa (India)
8. Yuzu Asaph, Yuz Asaf (India-Kashmir)
9 . Yesu, Yeshu (Ibrani)
10. Iēsous Christos (Yunani).
Tadabur Surat Ali Imran Ayat 51: Nabi Isa AS Membawa Konsep Tauhid
Tadabur Al Quran kali ini tentang Surat Ali Imran ayat 51. Ayat Al Quran tersebut tentang Nabi Isa alaihissalam yang menjelaskan jalan yang lurus dan Nabi Isa AS... | Halaman Lengkap [681] url asal
#nabi-isa-as #tadabur-ayat-al-quran #surat-ali-imran #kisah-nabi-isa #ayat-ayat-al-quran
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 24/12/25 10:20
v/83653/
Tadabur Al Quran kali ini tentang Surat Ali Imranayat 51. Ayat Al Quran tersebut tentang Nabi Isa alaihissalam yang menjelaskan jalan yang lurus dan Nabi Isa AS dengan tegas menyatakan konsep tauhid.Allah Ta'ala berfirman:
Artinya "Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus."
Pada ayat ini dijelaskan ucapan Nabi Isa kepada kaumnya, bahwa Allah swt adalah Tuhan mereka bersama-sama yang harus disembah, dengan pernyataan keesaan Allah dan pengakuan bahwasanya Allah itu adalah Tuhan alam semesta, karena itu sembahlah Dia.
Inilah di antara perintah Nabi Isa kepada kaumnya, agar mereka mempunyai kepercayaan yang benar yaitu tauhid, selalu menunaikan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya lahir dan batin. Itulah jalan yang lurus dan lapang yang digariskan oleh para rasul, yaitu jalan yang menuju kepada kebahagiaan dunia dan akhirat".
Al-Qur’an memberikan banyak keterangan mengenai Nabi Isa yang tersebar di berbagai ayat. Salah satu surah yang menyoroti kisahnya adalah surah Maryam, yang merupakan surah ke-19 dalam Al-Qur’an. Nama surah ini sendiri merujuk pada ibu Nabi Isa, yaitu Maryam, dan di dalamnya terdapat penjelasan rinci mengenai peristiwa kelahirannya.
Dalam surah ini, Al-Qur’an menggambarkan percakapan antara Maryam dan malaikat. Maryam merasa terkejut ketika diberi kabar bahwa ia akan memiliki seorang anak, padahal ia tidak pernah disentuh oleh seorang laki-laki dan bukan seorang pezina. Malaikat Jibril pun menjelaskan bahwa hal tersebut adalah kehendak Allah dan merupakan tanda kebesaran-Nya bagi manusia serta sebagai bentuk rahmat dari-Nya (QS 19:20-21).
Nabi Isa lahir melalui proses yang luar biasa, sebagai bagian dari ketetapan Allah. Setelah kelahirannya, ia dikaruniai berbagai mukjizat, seperti menyembuhkan orang buta, menyembuhkan penderita kusta, dan bahkan menghidupkan orang mati. Dalam ajaran Islam, semua keajaiban yang dilakukan oleh Nabi Isa terjadi atas izin dan kehendak Allah.
Sebagai seorang Rasul, Nabi Isa membawa banyak mukjizat yang menjadi bukti kekuasaan Allah di dunia. Al-Qur’an menegaskan bahwa ia adalah seorang nabi dan utusan Allah. Bahkan, ia disebut sebagai Al-Masih atau Mesias, sebagaimana yang juga dikenal dalam ajaran Kristiani. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah yang berbunyi, "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat dari-Nya, yaitu seorang putra bernama Al-Masih Isa putra Maryam. Ia terkemuka di dunia dan di akhirat serta termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah” (QS 3:45).
Istilah Mesias berasal dari bahasa Ibrani Ha-Mashiach, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai Christos. Banyak yang mengira bahwa hanya umat Kristiani yang meyakini Isa sebagai Kristus, tetapi dalam Islam, Nabi Isa juga diakui sebagai Kristus yang diutus oleh Allah untuk menjalankan misi tertentu.
Dalam perspektif Islam, Nabi Isa melanjutkan tugas para nabi sebelumnya dengan menyampaikan ajaran tauhid atau keesaan Allah. Ia menyerukan umatnya untuk beribadah hanya kepada Allah dan mengikuti hukum-hukum yang telah ditetapkan, meskipun terdapat beberapa perubahan dalam ajaran yang dibawanya.
Nabi Isa juga menegaskan bahwa dirinya membenarkan ajaran Taurat yang telah ada sebelumnya. Namun, ia juga membawa sejumlah perubahan terhadap beberapa ketentuan hukum. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an,
“Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan agar aku menghalalkan bagi kamu sebagian dari yang telah diharamkan untukmu. Dan aku datang kepadamu membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku” (QS 3:50).
Dengan demikian, Nabi Isa tetap mengikuti sebagian hukum yang ada dalam Taurat, tetapi juga membatalkan atau memodifikasi beberapa di antaranya sesuai dengan wahyu yang diterimanya. Ajaran yang dibawanya tetap berpegang teguh pada konsep tauhid, sebagaimana para nabi sebelumnya.
Dalam ajaran Islam, Nabi Isa dihormati sebagai utusan Allah yang memiliki tugas khusus dalam menyampaikan risalah-Nya kepada umat manusia. Keberadaannya dalam sejarah Islam bukan hanya sebagai seorang nabi, tetapi juga sebagai sosok yang akan memiliki peran penting pada akhir zaman sesuai dengan kepercayaan dalam eskatologi Islam.
Nabi Isa tetap menjadi salah satu figur yang sangat dihormati dalam Islam. Kisahnya dalam Al-Qur’an memberikan banyak pelajaran tentang keimanan, ketakwaan, dan ketaatan kepada Allah. Ia diutus untuk mengingatkan manusia agar selalu beribadah hanya kepada Allah dan mengikuti ajaran yang telah ditetapkan oleh-Nya.
Kelahiran dan Misi Nabi Isa AS sebagai Rasul Allah SWT, Simak di Sini!
Kelahiran Nabi Isa Alaihissalam dan misinya sebagai Rasul Allah Subhanahu wa taala merupakan salah satu hal dasar bagi keyakinan umat Islam. Mengapa demikian?... | Halaman Lengkap [1,631] url asal
#kisah-nabi-dan-rasul #nabi-isa-as #kisah-nabi-isa #kelahiran-nabi-isa-almasih #kisah-para-nabi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 24/12/25 08:38
v/83506/
Kelahiran Nabi Isa Alaihissalam dalam Islam dan misinya sebagai Rasul Allah Subhanahu wa ta'ala merupakan salah satu hal dasar bagi keyakinan umat Islam.Nabi Isa Alaihissalam atau Isa Al-Masih adalah salah satu dari 5 Nabi bergelar Ulul Azmi. Nabi Isa disebut di dalam ayat-ayat Al-Qur'ansebanyak 21 kali, disebut Al-Masih 11 kali, disebut Ibn Maryam 23 kali.
Bagi umat nasrani, Nabi Isa disebut dengan Jesus Christ (Yesus Kristus). Sedangkan orang Kristen Arab menyebutnya dengan Yasu' Al-Masih. Dalam bahasa Yahudi (yaitu bahasa Ivrit atau Ibrani), Nabi Isa disebut Yeshua. Kelahiran Nabi Isa pun menuai kontroversi, masing-masing agama memberikan argumennya sendiri.
Nurhidayat dalam tesisnya "Kisah Nabi Isa dalam Al-Qur'an (Suatu Kajian Sejarah)" Program Pasca Sarjana UIN Alauddin Makassar 2017 menyebutkan, ketika kelahiran Nabi Isa 'alaihissalam , tidak ada hal-hal yang khusus yang terdapat padanya. Tidak ada tanda-tanda bahwa ia akan menjadi manusia yang luar biasa nantinya.
Akan tetapi yang dialami oleh Maryam terdapat hal yang tidak biasa, karena Maryam mengandung tanpa berhubungan dengan seorang laki-laki. Ada keterangan berbeda antara umat Nasrani dan Islam mengenai orang tua Nabi Isa. Bagi umat Nasrani, Nabi Isa memiliki ayah yaitu Yususf an-Najar, sedangkan umat Islam menganggap bahwa Nabi Isa tidak memiliki ayah.
Menurut penuturan Injil, Nabi Isa lahir dari keluarga Raja Daud, ayahnya Yusuf dan ibunya adalah Maria. Akan tetapi, di antara empat Injil (Markus, Yahya, Matius dan Lukas) hanya Injil Matius dan Lukas yang menyatakan bahwa Yesus lahir dari darah Maryam dan perantaran Roh Kudus. Dalam Injil Markus dan Yahya menyatakan Yesus lahir tanpa dari darah Maryam tanpa dicampuri oleh seorang laki-laki. Jadi dalam kitab Injil sendiri terjadi perbedaan dalam hal ini.
Nurhidayat menerangkan, mengenai tempat kelahirannya juga ada dua pendapat yaitu pertama, Nabi Isa lahir di Nazaret di daerah Galilea. Kedua, Nabi Isa lahir di Betlehem di dekat Yerussalem sebagaimana dalam penuturan Injil Matius.
Mengenai kapan lahir Nabi Isa terdapat beberapa pendapat. Pendapat umum menyatakan bahwa Nabi Isa lahir pada tanggal 25 Desember yang dikenal dengan Hari Natal. Ada pula yang menyebut tahun saja yaitu bertepatan 1 Masehi. Ada pula pendapat yang mengatakan tahun ke-7 dan ke-5 Masehi. Tetapi yang jelas tanggal, hari dan bulan serta tahun kelahiran Nabi Isa tidak dapat dipastikan, begitu juga mengenai ayah Yusuf.
Terkait tempat kelahiran Nabi Isa 'alaihissalam, Allah berfirman dalam Surah Maryam Ayat 22-23:
"Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, Dia berkata: "Aduhai, Alangkah baiknya aku
mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan."
Berdasarkan ayat itu, maka tergambar dalam Al-Qur'an bahwa Maryam melahirkan di tempat yang jauh dan tidak terjangkau oleh orang.
Menurut mufassir Quraish Shihab, mayoritas ulama menegaskan bahwa kelahiran Nabi Isa yakni kehamilan selama sembilan bulan, bukan seperti pendapat sementara bahwa itu terjadi hanya sekejap Nabi Isa dilahirkan dengan kalimat "kun fayakun".
Banyak ulama berpendapat nahwa lokasi yang dipilihnya adalah Baitul al-Lahm, sebuah daerah sebelah Selatan al-Qudus (Yerusalem) di Palestina, dan disanalah Nabi Isa dilahirkan. Maryam mengasingkan dirinya. Oleh sebab Maryam melahirkan seorang anak yang lahir tanpa bapak, sehingga takut akan kecaman orang lalu bersandar pada pohon kurma saat merasakan rasa sakit saat melahirkan. Dan tidak dijelaskan secara mendetail bahwa tempat kurma tersebut, tetapi yang pasti bukan tempat jorok.
Kelahirannya tanpa bapak, membuat sejumlah umatnya menganggap Nabi Isa sebagai Anak Tuhan. Bukan hanya dalam arti 'simbolis', melainkan benar-benar dalam arti 'biologis'. Seperti terbaca dalam Inijl Lukas 1:28-32: "Maka Malaikat itupun datanglah kepadanya serta berkata sejahterah lah engkau yang sudah beroleh anugrah Tuhanlah beserta engkau Maka terkejutlah ia sebab katanya demikian, serta berfikir akan pengertian salam ini. Maka kata Malaikat kepada Maryam, janganlah takut hai Maryam karena engkau sudah beroleh anugrah Allah. Sesungguhnya engkau akan hamil dan beranakkan seorang laki-laki maka hendaklah engaku namakan dia Yesus Maka ia akan menjadi besar, ia akan dikatakan anak Allah yang maha tinggi, maka Allah Tuhan kita mengaruniakan tahta Daud nenek moyangnya itu. dan tiadalah Yusuf bersetubuh dengan Maryam sehingga Maryam melahirkan seorang anak laki-laki lalu diberinya nama Yesus."
Allah Ta'ala membantah hal itu dalam Surah Yunus Ayat 68, Allah berfirman: "Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: "Allah mempuyai anak". Maha suci Allah; Dia-lah yang Maha Kaya; Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?"
Fitnah Yahudi
Demikian pula perbedaan pendapat dalam hal tempat dan kapan Nabi Isa dilahirkan. Perihal kelahiran itu ternyata mengundang perhatian orang Yahudi sehingga Maryam dituduh berzina. Talmud menyatakan bahwa al-Masih terlahir sebagai anak haram, karena ibunya Maryam hamil ketika sedang haid.Ia juga diselimuti oleh roh Esau. Berawal dari kelahiran inilah, sehingga kemudian orang-orang memuliakan Nabi Isa bahkan dianggap sebagai Tuhan oleh para pengikutnya di kemudian hari.
Dalam hal kelahiran Nabi Isa seperti yang telah disebutkan di atas maka sangat jelas bahwa Nabi Isa lahir tanpa bapak karena atas izin Allah. Nabi Isa tiada lain hanya utusan Allah sama seperti Nabi-nabi Allah lainnya.
Misi Nabi Isa Sebagai Rasul Allah
Setiap Nabi diutus oleh Allah Ta'ala memiliki tujuan atau misi dalam berdakwah. Adapun misi dakwah seorang nabi sesuai dengan situasi dan kondisi umatnya. Nabi Isa adalah Nabi yang melanjutkan risalah kenabian sebelumnya, yakni risalah Nabi Musa sebagaimana terdapat dalam Surah as-Shaf Ayat 6, Allah berfirman:"Dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, Yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata."
Sejak usia enam tahun, Nabi Isa sudah memasuki perguruan Taurat. Ia memahami hukum Taurat lebih cepat dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Pada usia 12 tahun, dia bertanya jawab soal Taurat dengan orang- orang Yahudi yang jauh lebi tua, baik soal hukum sampai soal ketuhanan.
Setelah Nabi Isa berusia 30 tahun, Malaikat Jibril datang sebagai utusan Allah untuk mengangkat Isa menjadi Rasul Allah, menyambung pelajaran yang pernah diajarkan rasul-rasul sebelumnya dan memberi kabar kepada manusia tentang kedatangan seorang Nabi terakhir yakni Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.
Menurut keterangan Perjanjian Baru dalam kitab Injil karangan Lukas 4:23: "Maka Yesus sendiri tatkala ia mulai mengajar, umurnya kira-kira 30 tahun, maka sangka orang ia itu anak Yusuf, anak Heli."
Sumber lain mengatakan bahwa setelah berumur 30 tahun, saudara sepupu Yahya bin Zakaria diakui sebagai guru oleh ulama Yahudi, Yesus dimandikan (dibabtis) sebagai isyarat pengakuan bahwa ilmunya sudah cukup untuk mengajar. Oleh Karena memandikan Yesus maka Yahya diberi gelar "Yahya Pembabtis" (Yohane de Dooper).
Dalam Al-Qur'an tidak dijelaskan kapan Nabi Isa diangkat menjadi Nabi, dan di mana tempatnya. Akan tetapi, perintah kenabian Nabi Isa dikenal sejak beliau lahir dan sejak berbicara kepada Bani Israil ketika masih dalam buaian. Seperti yang terdapat dalam Surah Maryam Ayat 30, Allah berfirman:
"Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi."
Setelah Yahya wafat, wahyu diturunkan kepada Nabi Isa. Malaikat Jibril menyampaikan wahyu tersebut kepada Nabi Isa as sebagai tanda kenabian dan memberi kitab Injil. Hal ini tertuang dalam QS Ali-Imran Ayat 49, Allah berfirman:
"Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus".
Salah satu misi Nabi Isa yakni memberitakan bahwa kemudian hari akan diutus oleh Allah seorang rasul, yakni Nabi Muhammmad SAW yang dibekali sebuah Kitab Suci (Al-Qur'an) yang membenarkan kitab-kitab suci sebelumnya yang akan disampaikan kepada manusia.
Dalam QS as-Shaf Ayat 4, Allah berfirman:
"Dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, Yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".
Setelah Nabi Isa dibaptis, maka semakin berani pula beliau mengoreksi para ulama Yahudi yang dianggap menyeleweng dalam ajaran Taurat. Dalam berdakwa Nabi Isa as terkenal sebagai seseorang yang sering berkelana (berpindah-pindah) tempat untuk membawa kabar gembira akan keselamatan. Diperjalanan Nabi Isa as melarang pengikutnya membawa tongkat, bekal, uang dan senjata.
Misi Nabi Isa as dalam berdakwah adalah menyiarkan agama yang benar, membongkar akan kesalahan dan kesesatan pendeta Yahudi yan telah jauh menyimpang dari ajaran Nabi Musa yang sebenarnya. Bahkan terbukti kepada Nabi Isa bahwa mereka telah lupa dengan ajaran-ajaran yang diberikan Nabi Musa dalam kitab suci Taurat. Sudah banyak pula yang tidak kenal kepada Allah, Nabi Isa menyampaikan kehadirannya memerintahkan untuk menyembah Allah.
Hal itu diungkap dalam Surah az-Zukhruf Ayat 63-64, Allah berfirman:
"Dan tatkala Isa datang membawa keterangan Dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat10 dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku".
Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu Maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus".
Wallahu A'lam
Sumber Sejarah:
1. Nabi Isa yang ditulis oleh Hilmy Ali Sya'ban.
2. Qishas Al-Anbiya, Abdul wahhab al-Najjar.
3. Qishash Anbiya yang di tulis oleh Hadiyah Salim.
4. Al-Sirah Annabawiyah, Ibn Hisyam, Terjemahan.
5. Buku kisah teladan 25 nabi dan rasul karangan Mutiah Ahmad.
6. Isa Al-Masih dalam teologi Muslim, skripsi Azis Basuki.
7. Kematian dan penyaliban Nabi Isa dalam Tafsir al-Manar.
Kisah Siti Maryam Melahirkan Nabi Isa yang Dijelaskan dalam Al Quran
Kisah Siti Maryam melahirkan Nabi Isa alaihissalam ini penting diketahui umat Muslim, karena Nabi Isa termasuk salah satu nabi dan Rasul yang diutus Allah SWT.... | Halaman Lengkap [1,162] url asal
#nabi-isa-as #kisah-maryam #ibunda-para-rasul #maryam-binti-imran #kisah-nabi-isa
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 24/12/25 08:03
v/83478/
Kisah Siti Maryam melahirkan Nabi Isa alaihissalam ini penting diketahui umat Muslim, karena Nabi Isa termasuk salah satu nabi dan Rasul yang diutus Allah SWT.Kisah lahirnya Nabi Isa ASsendiri diceritakan dalam Al Qur'an Surat Ali Imran, Surat Maryam dan Surat At Tahrim. Begini penjelasan kisahnya:
Al-Quran menyatakan bahwa Siti Maryam adalah putri Imran, atau Maryam binti Imran. Beliau dinazarkan kepada Allah ketika masih dalam perut ibunya. Ha ini diinformasikan Allah Taala melalui firman-Nya pada surat Ali Imran ayat 35-36.
Allah SWT berfirman: "(Ingatlah) ketika istri Imran berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'
Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk.'" ( QS Ali Imran : 35-36)
Abdul Halim Abu Syuqqah dalam kitabnya berjudul "Tahrirul-Ma'rah fi 'Ashrir-Risalah" dan telah diterjemahkan Drs As'ad Yasin menjadi "Kebebasan Wanita" menjelaskan bahwa istri Imran telah bernazar bahwa dia akan menjadikan anak yang ada dalam kandungannya semata-mata untuk berkhidmat di Baitullah , yaitu Baitul Maqdis , dibebaskan dari segala kesibukan duniawi.
Suaminya, Imran, meninggal dunia ketika dia dalam keadaan mengandung. Ketika dia melahirkan bayi perempuan --padahal sebenarnya dia berharap bayi lelaki, sebab yang dinazarkan untuk Baitullah hanyalah anak laki-laki-- ia berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkan seorang anak perempuan. Tiadalah sama anak lelaki yang kuminta dengan anak perempuan yang Engkau berikan."
Anak lelaki dimaksudkan untuk berkhidmat, sementara anak perempuan tidak cocok, karena lemah. Hal itu ia katakan untuk minta maaf kepada Tuhan karena dia tidak bisa menepati janjinya. Akan tetapi, Allah SWT Yang Menciptakan laki-laki dan perempuan menenangkan hati si ibu ini dengan cara menerima anak perempuannya untuk berkhidmat di Baitul Maqdis.
Maka jadilah Maryam sebagai hamba wanita yang sangat tekun beribadah dan jujur serta melebihi, atau setidaknya, hampir melebihi kaum laki-laki dalam soal ketekunan beribadah. Sementara permohonan perlindungan kepada Allah (taawwudz) agar putrinya, Maryam, dan keturunannya terpelihara dari godaan setan, juga telah diperkenankan oleh Allah SWT.
Benar apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW ini: "Setiap anak Adam akan disentuh oleh setan pada hari ia dilahirkan oleh ibunya kecuali Maryam dan anak laki-lakinya (Isa)." (HR Bukhari dan Muslim)
Allah SWT berfirman: "Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: 'Hai Maryam, dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?' Maryam menjawab: 'Makanan itu dari sisi Allah.' Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Di sanalah Zakariya berdoa kepada Tuhannya seraya berkata: 'Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.'" ( QS Ali Imran : 37-38)
Allah SWT berfirman: "Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah Timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka: lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata: 'Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.' Ia (Jibril) berkata: 'Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.'
Maryam berkata: 'Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!'
Jibril berkata: "Demikianlah Tuhanmu berfirman: 'Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.'" Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma.
Dia berkata: 'Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi dilupakan.'
Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang; hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: 'Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang; manusia pun pada hari ini.'"
Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: 'Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat munkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina.' Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: 'Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?" Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberi Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.'" ( QS Maryam : 16-30)
Allah SWT berfirman: "Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan) disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: 'Hati kami tertutup.' Bahkan sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina)." ( QS an-Nisa' : 155-156)
Abdul Halim Abu Syuqqah menyatakan bahwa Allah SWT memilih Maryam atas segala wanita di dunia. Allah SWT berfirman: "Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: 'Hai Maryam sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa, dengan kamu). Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang ruku.'" (QS Ali Imran: 42-43)
"Demikianlah Allah mengangkat derajat dan martabat wanita setinggi-tingginya. Sebagaimana halnya terhadap hamba-hambanya yang lelaki, Allah juga memilih hamba-hambanya yang perempuan," jelas Abdul Halim Abu Syuqqah.
Benar sekali sabda Rasul kita yang berbunyi: "Tidak ada yang sempurna dari kalangan wanita selain Maryam binti Imran dan Asiah istri Fir'aun." (HR Bukhari dan Muslim)
Selanjutnya, Allah SWT menjadikan Maryam sebagai teladan dalam perjalanan hidup dan kemuliaan sifat-sifatnya. Allah SWT berfirman: "Dan Allah membuat istri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: 'Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dan kaum yang zalim,' dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-Kitab-Nya dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat." ( QS at-Tahrim : 11-12)
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)