JAKARTA, KOMPAS.com – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) melaporkan kinerja keuangan tidak diaudit untuk periode kuartal I-2026 dengan profitabilitas yang meningkat di tengah dinamika pendapatan.
Grup CFO MPMX Beatrice Kartika mengatakan, tantangan perlambatan ekonomi masih terasa di sektor otomotif hingga kuartal I tahun ini.
Menurut dia, tantangan dari perlambatan ekonomi masih terasa di sektor otomotif hingga kuartal I tahun ini.
MPMRent PT Mitra Pinasthika Mustika Rent (MPMRent) menegaskan kembali komitmennya sebagai penyedia layanan rental kendaraan korporasi yang andal.Meski demikian, fokus perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas, berhasil mendorong efisiensi operasional, memperkuat profitabilitas, serta menerapkan disiplin dalam pengelolaan risiko, khususnya pada segmen pembiayaan.
"Kami optimis MPMX dapat terus menjaga ketahanan kinerja secara berkelanjutan,” ujar Beatrice dalam siaran pers, Kamis (30/4/2026).
Pada kuartal I 2026, perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 4,0 triliun, atau menurun 4 persen secara tahunan (year on year/YoY), mencerminkan penyesuaian pada beberapa lini usaha.
Meski demikian, laba kotor meningkat 3 persen YoY menjadi Rp 365 miliar, dengan margin laba kotor membaik menjadi 9,1 persen dari 8,5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba usaha juga meningkat sebesar 6 persen YoY menjadi Rp 193 miliar, dengan margin laba usaha naik menjadi 4,8 persen dari 4,3 persen.
Sejalan dengan itu, laba bersih tercatat tumbuh 8 persen YoY menjadi Rp 173 miliar, dengan margin laba bersih meningkat menjadi 4,3 persen dari 3,8 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja segmen usaha beragam
MPMRent Perusahaan penyedia jasa sewa kendaraan PT Mitra Pinasthika Mustika Rent (MPMRent)Secara segmentasi, kinerja perseroan menunjukkan dinamika yang beragam dengan fokus pada penguatan kualitas pendapatan dan efisiensi.
Pada segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua melalui MPMulia, kinerja operasional tercatat beragam.
Penjualan sepeda motor pada bisnis distribusi menurun, namun sebagian diimbangi oleh pertumbuhan di bisnis ritel serta kestabilan pendapatan purna jual.
Bisnis distribusi mencatat penurunan pendapatan penjualan sepeda motor sebesar 5 persen YoY, sementara pendapatan purna jual meningkat 4 persen YoY.
Pada bisnis ritel, pendapatan penjualan meningkat 3 persen YoY, meskipun pendapatan purna jual mengalami penurunan tipis sebesar 2 persen YoY.
Secara keseluruhan, pendapatan bersih segmen ini menurun 3 persen YoY menjadi Rp3.797 miliar. Namun, laba kotor meningkat 2 persen YoY menjadi Rp 321 miliar, dengan margin membaik menjadi 8,5 persen dari 8,0 persen.
Kinerja lini bisnis asuransi dan transportasi
Pada segmen asuransi melalui MPMInsurance, pendapatan tercatat menurun 17 persen YoY menjadi Rp 204 miliar, terutama dipengaruhi oleh penurunan kontribusi pada lini kendaraan bermotor dan properti.
Meski demikian, kinerja operasional menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin dari penurunan biaya pendapatan sebesar 22 persen YoY yang mendorong peningkatan hasil layanan asuransi sebesar 10 persen YoY menjadi Rp 44 miliar.
Selain itu, hasil investasi meningkat 34 persen YoY menjadi Rp 12 miliar.
Di segmen penyewaan kendaraan melalui MPMRent, pendapatan menurun 4 persen YoY menjadi Rp 368 miliar. Namun, laba kotor meningkat 9 persen YoY menjadi Rp 83 miliar, dengan margin laba kotor membaik menjadi 22,6 persen dari 19,9 persen.
Peningkatan tersebut didorong oleh penurunan harga pokok penjualan, peningkatan profitabilitas pada bisnis penyewaan kendaraan, serta kontribusi yang lebih kuat dari penjualan mobil bekas.
Pembiayaan lebih selektif
Sementara itu, pada segmen pembiayaan melalui JACCS MPMFinance Indonesia, pendapatan menurun 43 persen YoY sejalan dengan strategi Perseroan yang lebih selektif dan berfokus pada kualitas aset.
Langkah tersebut diikuti dengan penurunan beban operasional sebesar 40 persen YoY menjadi Rp 160 miliar, serta penurunan beban provisi dan biaya terkait aset.
Dengan demikian, rugi bersih berhasil ditekan sebesar 23 persen YoY menjadi Rp 38 miliar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang