Bisnis.com, JAKARTA —Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) Marlo Budiman mengajukan pengunduran diri di tengah geliat Grup Lippo menggarap proyek rumah susun (rusun) subsidi di Kawasan Meikarta.
Sekretariat Perusahaan Lippo Cikarang Peter Adrian mengatakan perseroan telah menerima surat pengunduran diri Marlo Budiman dari jabatannya sebagai Presiden Direktur perseroan pada 30 Januari 2026.
Merujuk laman resmi perseroan, Marlo menjabat sebagai Presiden Direktur LPCK berdasarkan keputusan RUPS Tahunan pada 21 Mei 2025 sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang akan diadakan pada 2026.
Saat ini, Marlo juga menjabat sebagai Presiden Direktur di PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) dan Presiden Komisaris PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT).
Marlo memiliki karier yang panjang di bidang profesional dan menduduki berbagai posisi manajemen senior. Marlo pernah menjabat sebagai Manager di Kenlin Inc., New York.
Selanjutnya, Marlo berkarier sebagai CFO dan posisi eksekutif lainnya di PT Pindo Deli Pulp Paper Mills and PT Lontar Papyrus Pulp Paper Industry di bawah Asia Pulp Paper milik Sinarmas Group sejak 1997 sampai dengan 2006.
Marlo juga tercatat pernah menjabat Commercial Director di PT Argo Pantes Tbk pada 2006, CFO dan Corporate Resources Officer di PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia pada 2008, Managing Partner di PT Y&K Capital pada 2016, dan Direktur dan Deputi CEO di PT Bumiputera Investasi Indonesia Tbk. pada 2016.
Pada 2018, Marlo bergabung dengan PT Link Net Tbk. (LINK) dengan posisi terakhir sebagai Presiden Direktur dan CEO. Pada Desember 2023, Marlo ditunjuk menjadi Deputi CEO Grup di PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) dan Presiden Direktur di PT Lippo Malls Indonesia.
Latar belakang pendidikan Marlo adalah Sarjana Sains dengan predikat magna cum laude di bidang Administrasi Bisnis, khususnya Finance and Real Estate Urban Analysis, dari The Ohio State University, Amerika Serikat.
“Pelaksanaan rapat umum pemegang saham terkait dengan pengunduran diri tersebut akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” paparnya dalam keterbukaan informasi, Senin (2/2/2026).
Peter menegaskan tidak terdapat dampak dari kejadian, informasi, atau fakta material tersebut terhadap perseroan.
Pengunduran diri Marlo itu terjadi di tengah langkah ekspansi Grup Lippo dengan menggarap pengembangan rumah susun (Rusun) subsidi di Kawasan Meikarta. Rencananya rusun tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare (ha).
Seperti diberitakan Bisnis, Head of Project Management LPKR Fritz Atmodjo menjelaskan bahwa pengembangan rusun subsidi tersebut akan dibangun di 3 area berbeda dengan masing-masing luas lahan tiap kawasan seluas 10 ha.
"Satu tower akan terdiri 2.600 unit, di dalam lahan 10 hektare ini," kata Fritz dalam agenda Land Clearing Rumah Susun Subsidi Untuk Rakyat, di Meikarta, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan rencananya, LPKR bakal membangun 18 tower di setiap kawasan. Artinya, LPKR bakal membangun 54 towerrusun subsidi dengan total unit mencapai 141.000 unit di atas lahan 30 Ha.