#30 tag 24jam
Keutamaan 10 Hari Pertama Zulhijjah, Bulan Haji dan Berkurban!
Bulan Zulhijjah termasuk bulan yang di dalamnya terdapat banyak keistimewaan dan keutamaan. Karena itu, Syariat Islam memerintahkan umat Islam untuk menyemarakkannya... | Halaman Lengkap [939] url asal
#haji #kurban #amalan-bulan-dzulhijjah #amalan-10-hari-pertama-dzulhijjah #keutamaan-bulan-zulhijjah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 15/05/26 16:54
v/217856/
Bulan Zulhijjah termasuk bulan yang di dalamnya terdapat banyak keistimewaan dan keutamaan. Karena itu, Syariat Islam memerintahkan umat Islam untuk menyemarakkannya dengan berbagai amal saleh yang istimewa.Mengapa disebut bulan istimewa dan banyak keutamaannya? Bulan Zulhijjah disebut banyak keutamaan karena ada banyak amalan yang disunnahkan pada bulan tersebut, terutama di 10 hari pertama bulan yang dikenal sebagai bulan haji atau bulan kurbantersebut.
Keutamaan di 10 Hari Pertama Bulan Zulhijjah:
1. Allah ‘azza wa jalla bersumpah dengannya
Allah Ta'ala berfirman,“Demi waktu fajar. Dan demi sepuluh malam.” (QS. Al-Fajr : 1-2)
Makna sepuluh malam dalam ayat yang mulia ini adalah sepuluh malam yang pertama dalam bulan Dzulhijjah, menurut mayoritas ulama tafsir, dan inilah pendapat yang benar menurut penelitian Imam Ibnu Katsir ad-Dimasyqi.
2. Ia merupakan hari-hari yang disyariatkan secara khusus untuk memperbanyak zikir
Allah Ta'ala berfirman,“Supaya mereka mempersaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (QS. Al-Haj : 28)
Menurut mayoritas ulama tafsir, termasuk di antaranya sahabat Ibnu Umar dan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, maksud dari menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
3. Sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah adalah hari-hari di dunia yang paling mulia
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis berikut ini.Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hari-hari di dunia yang paling utama adalah sepuluh hari (pertama bulan Dzulhijjah).”
Para sahabat bertanya, “Hari-hari yang dipergunakan (jihad) di jalan Allah juga tidak menandinginya?”
Beliau menjawab, “Hari-hari yang dipergunakan di jalan Allah juga tidak mampu menandinginya, kecuali seseorang yang wajahnya terjerembab di dalam debu (gugur di medan jihad hingga wajahnya beralaskan tanah).” (HR. Al-Bazzar)
4. Hari Arafah
Wuquf di Arafah jatuh pada tanggal 9 Zulhijjah setiap tahun. Hari wuquf di Arafah adalah hari yang sangat agung. Pada saat tersebut Allah mengabulkan doa, mengampuni dosa, menerima taubat, dan membebaskan hamba-hamba yang diridhai-Nya dari siksa api neraka. Begitu agungnya hari tersebut, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Haji adalah (wuquf di) Arafah.” (HR. At-Tirmidzi; HR. An-Nasai; HR. Ibnu Majah; HR. Ahmad. Hadits shahih)
5. Hari penyembelihan
Hari penyembelihan atau biasa disebut yaum an-nahr dan idul Adha, jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahun. Ia merupakan hari raya seluruh umat Islam, dan bagi para jamaah haji merupakan salah satu rangkaian manasik haji yang sangat penting.Sebagian ulama bahkan berpendapat hari tersebut merupakan hari paling mulia dalam satu tahun, sebagaimana hadis dari Abdullah bin Qurth radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari penyembelihan dan hari sesudahnya.” (HR. Ahmad; HR. An-Nasai; HR. Ibnu Khuzaimah; HR. Ibnu Hibban; HR. Ath-Thabarani; HR. Al-Hakim; HR. Al-Baihaqi; HR. Abu Nu’aim al-Asbahani. Dinyatakan shahih oleh Al-Arnauth dan Al-Albani)
6. Induk berbagai ibadah terkumpul pada hari-hari tersebut
Al-hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari mengatakan, “Tampaknya hal yang menyebabkan keistimewaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah berkumpulnya induk-induk ibadah pada hari-hari tersebut, yaitu sholat, shaum, sedekah, dan haji. Hal itu tidak mungkin terkumpul pada hari-hari yang lain.”Keutamaan Amal Shaleh Bulan Zulhijjah
Karena keistimewaannya, maka 10 hari pertama bulan Zulhijjah ini juga memberikan keutamaan terhadap amal shaleh yang dilakukan setiap muslim. Terdapat beberapa hadis shahih yang menerangkan keutamaan amal shalih pada sepuluh hari pertama bulan zulhijjah. Di antaranya adalah:Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak ada hari-hari yang amal shalih pada waktu tersebut lebih dicintai Allah melebihi hari-hari sepuluh (bulan Zulhijjah ini).”
Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak juga amalan jihad di jalan Allah?”
Beliau menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berperang di jalan Allah dengan nyawa dan hartanya, lalu ia tidak kembali dengan membawa sesuatu pun (ia gugur di jalan Allah).” (HR. Al-Bukhari; HR. Abu Daud; HR. Tirmidzi; HR. Ibnu Majah; HR. Ahmad)
Dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya tengah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu disebutkan beberapa amal shalih, maka beliau bersabda,
‘Tidak ada hari-hari yang amal shaleh pada waktu tersebut lebih mulia daripada hari-hari sepuluh (bulan Dzulhijjah ini).’
Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, tidak juga amalan jihad di jalan Allah?’
Beliau menjawab, ‘Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berperang di jalan Allah dengan nyawa dan hartanya, kemudian ia gugur di jalan Allah.’” (HR. Ahmad; HR. Ath-Thahawi; HR. Abu Nu’aim al-Asbhani. Dinyatakan shahih oleh muhaqqiq Hilyatul Awliya’ dan dinyatakan hasan oleh al-Albani)
Imam At-Tirmidzi menyatakan terdapat hadis dengan lafal yang serupa dari jalur Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu. Kedua hadis di atas dan hadis-hadis penguatnya menunjukkan beberapa pelajaran penting bagi umat Islam:
1. Amal shaleh apapun lebih dicintai oleh Allah jika dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah, melebihi cinta Allah apabila amal shalih tersebut dikerjakan di hari-hari yang lain.
2. Karena amal shaleh yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah lebih dicintai oleh Allah, maka hal itu bermakna ama tersebut lebih mulia dan lebih utama di sisi Allah.
3. Orang yang beramal shaleh pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah lebih utama daripada orang yang berjihad dengan nyawa dan hartanya di hari-hari yang lain lalu ia bisa kembali kepada keluarganya dengan selamat.
4. Semua amal shaleh pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah, tanpa terkecuali, akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah ‘azza wa jalla.
Khotbah Jumat : Keutamaan Bulan Zulhijjah dan Amalan yang Dianjurkan
Khotbah Jumat kali ini mengangkat tema keutamaan bulan Zulhijjah dan beberapa amalan yang dianjurkan. Dalam beberapa hari ke depan, umat Islam akan memasuki bulan... | Halaman Lengkap [839] url asal
#khotbah-jumat #keutamaan-bulan-zulhijjah #amalan-bulan-zulhijjah #bulan-haram
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 15/05/26 11:35
v/221681/
Khotbah Jumat kali ini mengangkat tema keutamaan bulan Zulhijjah dan beberapa amalan yang dianjurkan. Dalam beberapa hari ke depan, umat Islam akan memasuki bulan baru hijriyah yakni Bulan Zulhijjah. Diprediksi 1 Zulhijjah bertepatan dengan hari Senin tanggal 18 Mei 2026.Berikut khotbah Jumat menyambut Zulhijjah oleh Dr Miftahul Huda MAg dikutip dari laman NU Ponorogo. Semoga khutbah ini menambah semangat kita untuk beramal saleh di bulan Zulhijjah.
Khotbah Pertama
Jamaah Jum'ah yang Berbahagia!
Mari kita tingkatkan ketakwaaan kita kepada Allah SWT dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jangan sampai kita meninggal kecuali dalam keadaan memeluk agama Islam.
Perlu diketahui, bulan Dzulhijjah adalah bulan di antara empat bulan yang bernama Asyhurul hurum, yaitu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Artinya, Allah memberikan keistimewaan yang tidak diberikan kepada bulan yang lainnya.
Dalam Kitab Nuzhatul Majalis karya Syekh Abdurrohman bin 'Abdissalam bin Abdirrohman bin 'Ustman al-Syafi'i disebutkan bahwa bulan Dzulhijjah ini dimuliakan oleh Allah karena adanya syariat berupa Puasa Arofah. Di bulan Dzulhijjah, Allah memuliakan kepada empat Nabi, yaitu Allah menerima taubat Nabi Adam; Allah memberi perintah secara langsung kepada Nabi Musa di Gunung Thur; Allah memberi kemuliaan kepada Nabi Muhammad SAW penyempurnaan Rukun Islam dengan melaksanakan Haji. Dan yang terakhir, Nabi Ibrahim menyembelih Nabi Ismail, kemudian Allah menggantinya dengan domba.
Salah satu keistimewaan bulan Zulhijjah, disebutkan dalam Kitab Nuzhatul Majalis, bahwa Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda:
Artinya: "Barang siapa puasa hari Tarwiyah maka Allah memberinya pahala sebagaimana pahala yang diberikan Allah kepada Nabi Ayub atas cobaan yang diberikan kepadanya. Dan barang siapa puasa Hari Arofah maka Allah memberinya pahala sebagaimana pahala yang diberikan kepada Nabi Isa."
Sebagaimana dinyatakan oleh Imam al-Rozi bahwa tanggal 8 Dzulhijjah disebut Tarwiyah, sedangkan tanggal 9 Dzulhijjah disebut Arofah. Untuk itu, berkenaan dengan kemuliaan kedua hari tersebut, masih mengutip keterangan dari kitab Nuzhatul Majalis terdapat riwayat sebagai berikut:
Artinya: "Diceritakan oleh Sayidah ‘Aisyah dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW, dawuh: "Sesungguhnya di dalam surga terdapat Istana-istana yang terbuat dari Mutiara, dari Yaqut, dari Intan berlian, dari Zabarjad, emas dan perak." Kemudian aku bertanya kepada Nabi: "Ya Rasulallah, untuk siapa istana-istana tersebut?" Nabi menjawab: "Bagi orang-orang yang Puasa Arofah. Wahai Aisyah, barang siapa puasa Hari Arofah maka Allah akan membukakan untuknya 30 pintu kebaikan, ditutup untuknya 30 pintu keburukan dan ketika dia berbuka puasa kemudian ia minum seteguk air maka semua keringat yang ada dalam tubuhnya akan memintakan ampun untuknya."
Terdapat keterangan lagi tentang keutamaan Hari Arofah dalam riwayat berikut:
Artinya: "Diceritakan dari sahabat Fadlol ibnil 'Abbas, dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barang siapa menjaga lisannya, pendengarannya dan penglihatannya pada Hari Arofah maka dosa-dosanya diampuni sampai hari Arofah yang akan datang."
Berpijak pada hadits tersebut dan dalam rangka meraih keutamaan-keutamaan sebagaimana keterangan di atas, mari mulai saat ini juga, terlebih pada hari Arofah yang akan datang, kita berusaha menjaga lisan, telinga dan mata kita dari hal-hal yang tidak baik, hal-hal yang mengakibatkan dosa sehingga menyebabkan murka Allah. Jangan sampai lisan ini berkata tidak jujur, berbohong dan menipu orang.
Perkara yang menyebabkan murka Allah, seperti berbohong, gosip, mendengarkan atau melihat perkara yang dilarang oleh Agama sebaiknya ditinggalkan, terlebih pada hari Tarwiyah dan Arofah.
Jamaah Jum'ah yang Berbahagia!
Kemuliaan bulan Dzulhijjah selain karena terdapat hari Tarwiyah dan hari Arofah, juga dikarenakan tanggal 10 Zulhijjah merupakan Hari Raya umat Islam di seluruh dunia yang disebut dengan hari raya Idul Adha atau hari raya Kurban. Pada hari raya ini, banyak sekali amaliah-amaliah yang apabila dikerjakan mendapat pahalanya berlipat ganda.
Salah satu dari sekian amalan tersebut adalah ibadah kurban atau menyembelih hewan kurban. Dalam Hadits disebutkan bahwa ibadah ini paling dicintai Allah pada saat hari raya Idul Adha. Diriwayatkan oleh Imam Turmudzi bahwa:
مَا عَمِلَ أَدَمِيٌ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلىَ اللّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأتِي يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأنَّ الدّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ اْلأَرْضِ فَطِيْبُوا بِهَا نَفْسًا
Artinya: "Tidak ada amal/pekerjaan di hari raya Kurban (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah dari pada mengalirkan darah yakni menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya, kelak di hari Kiamat hewan qurban itu akan datang lengkap dengan tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya, pahala kurban itu, telah sampai pada Allah sebelum darah dari qurban yang disembelih itu menetes di tanah. Oleh karenanya, ikhlaskan hatimu." (HR Imam at-Turmudzi)
Berkenaan dengan keutamaan ibadah kurban, sebagaimana dikatakan Syaikh Abdul Qadir al-Jailani dalam Kitab karyanya Al-Ghunyah bahwa: "Nabi Daud bertanya kepada Allah, 'Wahai Allah, apa balasan umat Nabi Muhammad yang mau berkurban?" Kemudian Allah menjawab:
Artinya: "Balasannya adalah, pada tiap-tiap bulu dari hewan kurbannya, Aku beri dia 10 kebaikan, aku hapus 10 dosa-dosanya dan aku angkat dia dengan 10 derajat. Ketahuilah wahai engkau Nabi Daud, bahwa 'Sesungguhnya, hewan kurban itu adalah kendaraan dan sesungguhnya hewan kurban itu adalah penghapus kesalahan-kesalahan."
Artinya: "Sesungguhnya hewan Kurban itu jadi kendaraan, dan sesungguhnya hewan kurban itu melebur dosa dan kesalahan."
Jamaah Jum'ah rohimakumullah!
Berdasarkan sabda di atas dan keutamaan puasa Tarwiyah dan Arofah, dan keutamaan Kurban, marilah kita semua ber-'azam dengan niat dalam hati, menjalankan semua amalan di atas menurut kemampuan kita. Yang memiliki harta, mari berkurban sapi atau kambing. Kurban ini hukumnya Sunnah Muakkad artinya sunah yang sangat dianjurkan oleh agama.
Khotbah Kedua
أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ الِلّٰهِ! اِتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
قَالَ اللّٰهُ تَعاَلَى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِالِلّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسۡمِ ٱلِلّٰهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيْمِ. إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُـمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُـمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ سَلَامَةًفِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَ قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَالْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَالْمَوْتِ، اَللّٰهُـمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ. اَللّٰهُـمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Jadwal Puasa Zulhijjah, Niat dan Keutamaannya
Jadwal puasa Zulhijjah ini penting diketahui umat Islam. Sebab dalam hitungan hari, salah satu bulan mulia ini akan segera tiba. Berdasarkan kalender Hijriah 1447... | Halaman Lengkap [346] url asal
#haji #bulan-haram #keutamaan-bulan-zulhijjah #amalan-bulan-zulhijjah #puasa-zulhijjah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 15/05/26 08:34
v/221548/
Jadwal puasa Zulhijjahini penting diketahui umat Islam. Sebab dalam hitungan hari, salah satu bulan mulia ini akan segera tiba. Berdasarkan kalender Hijriah1447 H, tanggal 1 Zulhijjah akan jatuh pada hari Senin (18 Mei 2026) mendatang.Pada bulan Zulhijjah ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, termasuk menjalankan puasa sunnah sebelum Hari Raya Iduladha. Selain mendatangkan pahala besar, ibadah sunnah di awal Zulhijah juga menjadi momentum memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini.” HR. Bukhari
Jadwal Ibadah Sunnah Menjelang Iduladha
Berikut perkiraan jadwal puasa sunnah di awal Zulhijah tahun 2026:
- 1 Zulhijah Senin, 18 Mei 2026 Awal Puasa Sunnah- 2 Zulhijah Selasa, 19 Mei 2026 Puasa Sunnah
- 3 Zulhijah Rabu, 20 Mei 2026 Puasa Sunnah
- 4 Zulhijah Kamis, 21 Mei 2026 Puasa Sunnah
- 5 Zulhijah Jumat, 22 Mei 2026 Puasa Sunnah
- 6 Zulhijah Sabtu, 23 Mei 2026 Puasa Sunnah
- 7 Zulhijah Minggu, 24 Mei 2026 Puasa Sunnah
- 8 Zulhijah Senin, 25 Mei 2026 Puasa Tarwiyah
- 9 Zulhijah Selasa, 26 Mei 2026 Puasa Arafah
- 10 Zulhijah Rabu, 27 Mei 2026 Idul Adha
Namun, jadwal tersebut masih menunggu hasil sidang isbat dari Kementerian Agama RI yang rencananya akan digelar 17 Mei 2026 besok.
Bacaan Niat Puasa Sunnah Zulhijah
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillaahi ta‘aalaa
Artinya “Saya berniat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”
Niat dapat dibaca sejak malam hari hingga sebelum tergelincir matahari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Keistimewaan Amalan di Bulan Zulhijah
Ada banyak keutamaan yang bisa didapatkan ketika memperbanyak ibadah di awal bulan Zulhijah.1. Amal Saleh Sangat Dicintai Allah
Sepuluh hari pertama Zulhijah termasuk waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah, dzikir, sedekah, dan puasa sunnah.2. Menghapus Dosa
Khusus pada tanggal 9 Zulhijah, umat Islam dianjurkan menjalankan puasa Arafah.Rasulullah SAW bersabda: “Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” HR. Muslim
3. Melatih Ketakwaan
Selain menahan lapar dan haus, ibadah sunnah ini juga membantu melatih kesabaran, keikhlasan, dan kedisiplinan.Dengan demikian, hati menjadi lebih dekat kepada Allah SWT.
Mengapa Zulhijjah Termasuk Bulan Haram? Begini Penjelasannya
Bulan Zulhijjah akan segera datang, dan mengapa bulan tersebut disebut sebagai bulan mulia atau bulan haram? Simak ulasan dan penjelasannya. Bulan Zulhijjah akan... | Halaman Lengkap [358] url asal
#keutamaan-bulan-zulhijjah #dzulhijjah #puasa #puasa-sunnah #puasa-dzulhijjah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 12/05/26 15:03
v/219047/
Bulan Zulhijjah akan segera datang, dan mengapa bulan tersebut disebut sebagai bulan mulia atau bulan haram? Berikut penjelasannya.Dalam kalender Hijriyah, bulan Zulhijjah (ذو الحجة) merupakan bulan ke-12 atau bulan terakhir dalam kalender Islam. Bulan ini dipahami sebagai bulannya orang berhaji ke Makkah. Sebelum Islam datang, orang-orang Arab juga sudah punya kebiasaan melakukan thawaf di Kakbah.
Zulhijjah diambil dari dua kata, yaitu "Dzu" yang artinya pemilik dan "Al-Hijjah" yang artinya Haji. Secara bahasa, Zulhijah artinya pemilik haji atau disebut juga bulan haji.
Zulhijjah disebut bulan Haram karena termasuk bulan yang sangat dihormati dan disucikan Allah bersama Zulkaidah, Muharram dan Rajab. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur'an, berikut firman-Nya:
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu." (QS. At-Taubah: Ayat 36)
Dalam Islam, bulan-bulan haram disebut dengan Al-Asyhurul Hurum (الأشهر الحرم) atau bulan-bulan yang disucikan. Bulan-bulan itu terdiri dari Muharram, Rajab, Zulkaidah dan Zulhijjah. Dalam tradisi Arab, Asyhurul Hurum pertanda harus berhenti dari berperang. "Janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu."
Sejak zaman Nabi Ibrahim 'alahissalam perang tidak boleh dilakukan pada empat bulan itu. Apabila terjadi pembunuhan, maka akan dikenakan Diyah (denda). Al-Qodhi Abu Ya'la rahimahullah berkata: "Dinamakan bulan haram karena dua makna: Pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian. Pada bulan itu larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan." (Lihat Zaadul Masiir, tafsir Surat At Taubah ayat 36)
Karena pada bulan itu adalah waktu sangat baik melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para Salaf sangat suka berpuasa pada bulan haram. Sufyan Ats-Tsauri mengatakan: "Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya."
Bahkan Ibnu Umar, Al-Hasan Al-Bashri dan Abu Ishaq As-Sa'ibi melakukan puasa pada seluruh bulan haram, bukan hanya bulan Rajab atau salah satu dari bulan haram lainnya. (Lihat Latho-if Al Ma'arif, 214)
Keutamaan dan Larangan di Bulan Zulhijjah, Kaum Muslim Wajib Tahu
Ada banyak keutamaan bulan Zulhijjah di antaranya disebutkan bahwa 10 hari pertama di bulan itu dijadikan salah satu media bersumpah oleh Allah Taala. Simak ulasan... | Halaman Lengkap [1,510] url asal
#kalender-hijriyah #dzulhijjah #amalan-bulan-dzulhijjah #keistimewaan-bulan-dzulhijjah #keutamaan-bulan-zulhijjah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 12/05/26 07:30
v/218510/
Ada banyak keutamaan bulan Zulhijjahdi antaranya disebutkan bahwa 10 hari pertama di bulan itu dijadikan salah satu media bersumpah oleh Allah Ta'ala.Ustaz Muhammad Ajib (pengajar Rumah Fiqih Indonesia) dalam bukunya "Fiqih Qurban Perspektif Madzhab Syafi'i" menyebutkan ketika ada salah satu makhluk-Nya yang dijadikan sumpah dalam ayat Al-Qur'an , maka hal itu menunjukkan keistimewaan yang sangat luar biasa.
Betapa mulianya 10 hari pertama di bulan Zulhijjahhingga Allah Ta'ala mengabadikannya dalam satu surah Al-Qur'an yaitu ayat kedua dari Surat Al-Fajr juz 30. Allah Ta'ala berfirman:
"Dan demi malam-malam yang sepuluh". (QS Al-Fajr Ayat 2).
Imam Ibnu Katsir, seorang pakar ahli tafsir menyebutkan, "Dan malam-malam yang sepuluh maksudnya adalah sepuluh (pertama) dari bulan Zulhijjah , sebagaimana telah dikatakan oleh Ibnu 'Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan selain mereka baik dari kalangan salaf maupun khalaf.
Selain keistimewaan di atas, sebuah hadis menjelaskan bahwa amal shalih yang dilakukan pada 10 hari pertama di bulan Zulhijjah merupakan amalan yang sangat dicintai oleh AllahTa'ala. Dari Sayyidina Abdullah ibn 'Abbas, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) bersabda:
"Tidaklah ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih Allah cintai dari hari-hari ini (maksudnya sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah ). 'Para shahabat bertanya, "Termasuk jihad fi sabilillah?' Rasulullah SAW bersabda: "Termasuk jihad fi sabilillah. Kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak ada yangkembali sama sekali". (HR. Al-Bukhari)
Hadis ini menunjukkan kepada kita tentang adanya kesempatan emas bahwa amal shalih apapun yangkita lakukan akan bernilai istimewa di hadapan AllahTa'ala dan akan sangat disukai oleh Allah Ta'ala. Yangpenting syaratnya adalah amal shalih itu harus dilakukan di 10 hari pertama bulan Zulhijjah.
Amalan Utama
Ibadah yang paling utama pada bulan Zulhijjah adalah menyembelih hewan untuk kurban karena Allah. Sebab pada hari kiamat nanti, hewan itu akan mendatangi orang yang menyembelihnya dalam keadaan utuh seperti di dunia, setiap anggotanya tidak ada yang kurang sedikit pun dan semuanya akan menjadi nilai pahala baginya. Ibadah kurban yang dilaksanakan pada Hari Raya Iduladha sampai hari tasyrik , tiada lain bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah.Disamping itu, kurban juga berarti menghilangkan sikap egoisme , nafsu serakah, dan sifat individual dalam diri seorang muslim. Dengan berkurban, diharapkan seseorang akan memaknai hidupnya untuk mencapai ridha Allah semata.
Disebutkan dalam periwayatan hadis bahwa :
Dari 'Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada Hari Raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.” (Hadis hasan, riwayat al-Tirmidzi dan Ibn Majah)
Seorang hamba yang berkurban dengan hewan ternak hakikatnya adalah dia “mengorbankan” segalanya (jiwa, harta, dan keluarga) hanya untuk-Nya. Oleh karena itu, pada hakikatnya, yang diterima Allah dari ibadah kurban itu bukanlah daging atau darah hewan yang dikurbakan, melainkan ketakwaan dan ketulusan dari orang yang berkurban, itulah yang sampai kepada-Nya. Allah Ta'ala Berfirman :
"Daging dan darah binatang korban atau hadiah itu tidak sekali-kali akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepadaNya ialah amal yang ikhlas yang berdasarkan taqwa dari kamu. Demikianlah Ia memudahkan binatang-binatang itu bagi kamu supaya kamu membesarkan Allah kerana mendapat nikmat petunjukNya. Dan sampaikanlah berita gembira (dengan balasan yang sebaik-baiknya) kepada orang-orang yang berusaha supaya baik amalnya." (QS Al-Hajj : 37).
Hal-hal yang Terlarang
Selain banyak amalan yang dianjurkan dilakukan, ada juga beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan di bulan tersebut. Apa saja amalan yang dilarang tersebut? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut larangannya :1. Larangan berbuat zalim
Allah Ta'ala berfirman:“Sesungguhnya bilangan pada bulan pada sisi Allah ada dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At Taubah : 36).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa jumlah bulan dalam setahun yang ditetapkan ada 12 bulan. Di antara bulan-bulan tersebut, ada 4 bulan haram yaitu Dzulkadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Maka, umat muslim dilarang untuk melakukan kezaliman untuk diri sendiri. Bahkan tidak hanya karena bulan Dzhulhijjah saja, tetapi untuk setiap harinya di bulan-bulan yang lainnya juga. Umat muslim yang melakukan suatu amalan di bulan Dzulhijjah akan mendapatkan pahala begitu besar.
2. Dilarang memberi kesusahan pada orang Lain
Dari Aisyah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, barangsiapa yang mengurusi umatku lantas dia merepotkan (membuat susah) umatku, maka repotkanlah dia.” (HR. Muslim)Hadis ini menjelaskan mengenai doa dari Rasulullah SAW terhadap orang yang diberikan kemudahan oleh Allah untuk mengurusi kaum sesamanya, tetapi dia tidak melakukannya dengan baik malah memberikan kesusahan. Maka, orang tersebut akan mendapatkan kesusahan pula.
Sedangkan, orang yang memberikan kemudahan dan mengurusi urusan kaum sesamanya dengan baik walaupun ada yang di luar kemampuannya. Maka orang tersebut akan mendapatkan pahala.
3. Melalaikan kesempatan beramal saleh
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Tiada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini. Yakni 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah, mereka (para sahabat) bertanya: Wahai Rasulullah, dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya)?, beliau bersabda: Dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya), kecuali seseorang yang berjuang dengan dirinya dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan apapun.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka dari itu sangat disayangkan jika hari-hari di bulan Dzulhijjah, kita lewatkan begitu saja. Karena, kita tidak akan pernah tahu kapan kesempatan baik tersebut bisa dirasakan lagi.
4. Meremehkan amalan sunah
Banyak hal yang dapat mempengaruhi dalam meremehkan amalan sunah, beberapa di antaranya seperti menganggap bahwa amalan wajib sudah cukup atau merasa sudah sempurna jadi tidak perlu ditambahkan dengan amalan sunnah, memiliki rasa malas, merasa sibuk dengan urusan dunia, dan lain-lain. Padahal jika sering melakukan amalan sunnah, maka kita akan mendapatkan pahalanya lebih banyak lagi untuk bekal di akhirat.5. Tidak banyak berdoa
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baiknya doa adala di hari Arafah.” (HR. At-Tirmidzi).Kita sebagai umat muslim yang lemah tidak boleh sombong kepada Allah dengan tidak berdoa kepada-Nya dan termasuk perbuatan dosa, padahal Allah sangat menyukai umat-umat yang berdoa kepada-Nya. Terlebih lagi sangat dianjurkan untuk berdoa di hari ke 10 di bulan Dzulhijjah, karena hari tersebut hari di mana doa paling cepat dikabulkan oleh Allah.
6. Memotong kuku bagi yang berudhhiyah
Jika umat muslim melakukan berkurban, maka dianjurkan untuk tidak memotong kuku agar amalannya dapat diterima. Seperti yang dijelaskan dalam hadis ini, “Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijjah (1 Dzulhijjah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berkurban.” (HR. Muslim no. 1997).Sedangkan, bagi orang yang tidak melakukan kurban diperbolehkan untuk memotong kukunya.
7. Memotong rambut bagi yang Kurban
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian melihat hilal Dzulhijjah dan seseorang dari kalian ingin berkurban, maka hendaklah menahan diri (tidak memotong) rambut dan kuku-kukunya.” (HR. Muslim dari Ummu Salamah ra).Sebagian ulama menjelaskan alasan untuk tidak mencukur rambut agar seluruh bagian tubuh tersebut tetap mendapatkan kekebalan dari api neraka. Tetapi sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa hal ini sama dilakukan dengan jamaah haji yang sedang melakukan ihram.
8. Tidak menjalankan aturan dalam Berudhhiyah
Aturan-aturan selama bulan Dzulhijjah harus dilakukan, agar mendapatkan pahala dan menjadikan amalan tersebut sempurna. Misalnya, larangan untuk tidak memotong rambut yang ada di sekitar badan. Menurut Asy-Syaukhani menjelaskan bahwa, “Hikmah larangan tersebut, agar balasan berupa terhindarnya badan dari api neraka tetap sempurna.” (Nailil Authar, 5/133).9. Riya dalam beramal
Riya termasuk ke dalam perbuatan sombong dan dosa. Jika seseorang ingin berqurban dengan niat yang riya atau hanya ingin dipandang mampu maka tidak akan mendapatkan pahala tersebut. Tetapi, jika niat berqurban hanya karena ingin beribadah kepada Allah maka termasuk perbuatan yang baik dan akan mendapatkan pahala dari Allah.10. Tidak mandi sebelum salat Iduladha
Mandi sangat dianjurkan untuk semua orang. Tidak hanya untuk kebersihan, tetapi sebagai rasa menghargai dalam menyambut hari raya dalam agama Islam. Seperti yang dijelaskan dalam hadis ini, “Seorang lelaki bertanya kepada Ali radhiallahu’anhu tentang mandi, ia menjawab: ‘Mandilah setiap hari jika engkau mau.’ Lelaki tadi berkata: ‘Bukan itu, tapi mandi yang benar-benar mandi.’ Ali menjawab: ‘Mandi di hari Jum’at, Idul Fitri, Idul Adha dan hari Arafah.” (HR. Al Baihaqi)11. Tidak kurban bagi yang Mampu
Hukum berkurban dalam Islam yaitu sunnah muakkadah. Menurut Mazhab Hanafi sunnah muakkadah disebut dengan istilah Sunanul Huda, yang mendekati dengan hukum wajib. Bagi orang yang menjalankannya akan mendapatkan pahala, sedangkan orang yang meninggalkannya tidak akan berdosa namun ada peringatan. Tetapi ada sebagian ulama berpendapat bahwa wajib hukumnya bagi yang mampu untuk berqurban. Seperti yang ditafsirkan dalam hadis, “Barangsiapa yang memiliki kemampuan namun tidak berqurban, maka jangan sekali-kali mendekat ke tempat salat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).Wallahu A'lam
Kapan 1 Zulhijah 1447 Hijriah? Cek Penjelasannya di Sini!
Dalam kalender Islam, Zulhijjah merupakan bulan terakhir dalam perhitungan hijriah. Lantas, kapan 1 Zulhijjah 1447 Hijriah atau tahun 2026 dimulai? Simak penjelasannya... | Halaman Lengkap [326] url asal
#keutamaan-bulan-zulhijjah #dzulhijjah #kalender-hijriyah #kalender-islam #sidang-isbat
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 12/05/26 05:15
v/218426/
Kapan 1 Zulhijjah 1447 Hijriah atau tahun 2026? Dalam kalender Islam, Zulhijjah merupakan bulan terakhir dalam perhitungan hijriah. Dan bulan Zulhijjah, salah satu bulan haram (mulia) sehingga umat muslim disunahkan untuk menunaikan berbagai macam amalan berpahala.Dikutip dari dalam buku berjudul Penanggalan Islam, Muh.Hadi Bashori, S.HI (2014:184) kalender Islamatau yang dikenal sebagai kalender Hijriah merupakan sistem penanggalan yang dihitung berdasarkan pada pergerakan dengan posisi revolusi mengelilingi bumi yang terkait dengan posisi matahari.
Pergerakan tersebut secara umum dikenal dengan pergerakan sinodis bulan dengan batas penampakan awal hilal sebagai permulaan hari dalam hitungan bulan. Salah satu bulan yang ada dalam kalender Hijriah adalah bulan Zulhijjah.
Lantas kapan bulan Zulhijjah pada tahun 2026 dimulai? Berdasarkan perhitungan Kalender oleh Muhammadiyah, 1 Zulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026.
Penanggalan tersebut dihitung melalui metode hisab astronomis yang mempertimbangkan posisi bulan secara global. Perhitungan ini bisa membantu penentuan tanggal 1 Zulhijjah 1447 hijriyah lebih awal tanpa harus menunggu hasil pengamatan hilal secara langsung.
Penetapan ini merupakan bagian dari sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sistem kalender Islam ini dirancang agar umat Islam di berbagai negara memiliki acuan waktu yang sama.
Awal bulan Hijriah tidak lagi berbeda-beda berdasarkan wilayah dengan pendekatan tersebut. Namun, mengikuti parameter astronomis global yang telah dihitung secara ilmiah.
Meski kalender sudah memberikan gambaran, pemerintah tetap akan menggelar sidang isbat pada tanggal 17 Mei 2026 untuk menetapkan secara resmi awal Zulhijjah. Sidang ini menggunakan metode rukyatul hilal (pengamatan hilal) untuk memastikan tanggal yang tepat berdasarkan posisi bulan di langit.
Iduladha versi Muhammadiyah
Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan tanggal 1 Zulhijjah 1447 H jatuh pada hari Senin, 88 Mei 2026. Penetapan ini berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang menggunakan perhitungan astronomi. Kesamaan tanggal ini memudahkan umat Islam di Indonesia dalam merayakan Idulaadha secara serentak.Berikut Tanggal Penting di Bulan Zulhijjah 2026
- 1 Zulhijjah: 18 Mei 2026
- 9 Zulhijjah (Hari Arafah): 26 Mei 2026
- 10 Zulhijjah (Iduladha): 27 Mei 2026
Bulan Zulhijjah : Ibadah Haji, Kurban dan Keistimewaan Amalannya
Bulan Zulhijjah tinggal menghitung hari. Bulan yang penuh keistimewaan dan keutamaan ini juga memiliki banyak amalan yang bertabur pahala, terutama pada 10 hari... | Halaman Lengkap [610] url asal
#haji #kurban #iduladha #keutamaan-bulan-zulhijjah #amalan-bulan-zulhijjah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/05/26 13:47
v/217728/
Bulan Zulhijjah tinggal menghitung hari. Bulan yang penuh keistimewaan dan keutamaan ini juga memiliki banyak amalan yang bertabur pahala, terutama pada 10 hari pertama bulan tersebut.Awal bulan Zulhijjah sendiri akan ditentukan dalam sidang Isbat pada 17 Mei mendatang, karena berkaitan dengan kapan Hari Raya Iduladhadimulai.
Selain termasuk bulan haram yang mulia, Allah Ta'ala juga bersumpah dengan menyebut sepuluh hari pertama Zulhijjah sebagaiman firman-Nya:
Artinya: "Demi (waktu) Fajar, dan malam-malam yang sepuluh." (QS Al-Fajr ayat 1-2)
Enam Amalan yang Dianjurkan di Bulan Zulhijjah:
1. Taubat Nasuha
Taubat nasuha adalah amalan yang sangat dianjurkan di bulan ini. Apalagi bulan Zulhijjah merupakan bulan yang dicintai Allah. Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:Artinya: "Tidak ada hari-hari yang amal salih di dalamnya itu lebih dicintai oleh Allah melebihi 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini." Para sahabat bertanya, 'Wahai Rasulullah! Tidak pula jihad di jalan Allah?' Beliau menjawab, "Tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwanya dan hartanya kemudian tidak ada yang kembali sedikit pun dari keduanya itu (yaitu dia gugur syahid dan hartanya lenyap)." (HR Al-Bukhari)
2. Mengerjakan Puasa Sunnah
Amalan berikut adalah puasa sunnah. Banyak ulama menganjurkan untuk berpuasa pada tanggal 1-9 bulan Zulhijjah ini. Dalam hal ini, Imam An-Nawawi mengatakan: "Dan di antara puasa sunnah juga adalah puasa sembilan hari pertama bulan Zulhijjah." (Al-Majmu' Hal 386 jilid 6)Dari Mujibah Al-Bahiliyah dari ayah atau pamannya bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya: "Berpuasalah kamu dari bulan Al-Hurum dan tinggalkan, berpuasalah kamu dari bulan Al-Hurum dan tinggalkan, berpuasalah kamu dari bulan Al-Hurum dan tinggalkan." (HR Al-Baihaqi)
Maksudnya, kamu boleh berpuasa di sebagiannya dan boleh tidak berpuasa di sebagiannya. Bulan Al-Hurum adalah Zulqa'dah, Zzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Rasulullah ﷺ juga melakukan puasa pada tanggal 9 Zulhijjah.
Artinya: "Rasulullah ﷺ biasa berpuasa pada tanggal 9 Zuhijjah (puasa Arafah), dan hari Asyura dan tiga hari setiap bulan." (HR Abu Dawud)
3. Menunaikan Haji dan Umrah
Zulhijjah dikenal dengan bulan Haji karena di bulan inilah umat Islam melaksanakan ibadah Haji dan wukuf di Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah. Rasulullah ﷺ bersabda:Artinya: "Dari satu umrah ke umrah lainnya, itu akan menjadi kaffarah atau penghapus dosa di antara keduanya. Dan Haji Mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." HR Al-Bukhari 1773 dan Muslim 1349)
4. Berkurban
Menyembelih hewan kurban (uddiyah) di hari Raya Idul Adha termasuk ibadah yang pahalanya luar biasa. Dalam banyak riwayat Nabi senantiasa melakukan ibadah kurban setiap bulan Dzulhijjah. Dalam Al-Qur'an Allah berfirman: "Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan bekurbanlah." (QS. Al-Kautsar ayat 2)Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya." (HR Tirmidzi)
5. Memperbanyak Zikir Tahlil, Takbir, Tasbih, dan Tahmid
Rasulullah SAW memerintahkan kita memperbanyak zikir tahlil, takbir, tasbih, dan tahmid. Tidak ada jumlah khusus, namun semakin banyak akan semakin berkah dan berpahala. Apalagi diamalkan pada 10 hari pertama di bulan Zulhijjah maka pahalanya akan berlipat ganda.Dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiada hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal kebaikan pada hari tersebut lebih dicintai oleh Allah, melebihi sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah ini. Maka hendaklah kalian memperbanyak tahlil, takbir, dan tahmid." (HR. Ahmad)
6. Bersedekah
Bersedekah di 10 hari pertama bulan Zulhijjah juga memiliki keutamaan besar. Hal ini disebutkan dalam Hadis. "Tidak ada hari-hari yang amal salih di dalamnya itu lebih dicintai oleh Allah melebihi 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini..." (HR Al-Bukhari)#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)