Bisnis.com, JAKARTA — Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) melalui lini bisnis ride-hailing Gojek berkomitmen terus memperkuat dukungan terhadap program Asta Cita pemerintah melalui penguatan program kesejahteraan komprehensif bagi mitra driver beserta keluarga. Perubahan kebijakan mengenai skema bagi hasil dari 20% menjadi8% tidak membuat kesejahteraan mitra terganggu.
GOTO menyampaikan penguatan program kesejahteraan memiliki tujuan guna mendorong terciptanya lapangan kerja berkualitas dan pemerataan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
Dukungan terhadap visi pemerintah tersebut diwujudkan lewat keberlanjutan seluruh program proteksi eksisting serta peluncuran sejumlah inisiatif baru.
Gojek memastikan fasilitas krusial seperti Bonus Hari Raya (BHR), kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, Bursa Kerja Mitra, layanan ambulans, serta operasional kantor di berbagai kota tetap berjalan penuh.
Sebagai tambahan, korporasi juga merilis tujuh program baru pada awal Mei ini, meliputi program apresiasi, paket Umroh gratis, beasiswa untuk anak mitra, hingga fasilitas "Rumah Mitra".
Direktur Utama GOTO Hans Patuwo menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjaga hubungan harmonis dengan para mitra di lapangan.
“Sebagai bagian dari komitmen yang terus dipegang teguh, Gojek terus memastikan seluruh program kesejahteraan mitra pengemudi yang telah berjalan tetap menjadi prioritas,” ujar Hans di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Komitmen ini hadir di tengah dinamika industri yang menuntut adaptasi cepat. Hans mengakui perubahan skema bagi hasil pada layanan roda dua (GoRide) memicu tantangan tersendiri dan berpotensi memberikan dampak terhadap penurunan pendapatan Gojek pada lini bisnis tersebut. Kendati demikian, diversifikasi bisnis di bawah payung GoTo dinilai menjadi bantalan kuat dalam menghadapi gejolak pasar.
Saat ini, ekosistem GoTo terus menunjukkan tren pertumbuhan positif, ditopang oleh kinerja solid di sektor teknologi finansial (fintech), logistik, serta pengantaran. Sinergi antar-lini bisnis ini diklaim memberikan fondasi yang kokoh bagi perusahaan untuk menjaga keunggulan layanan sekaligus mempertahankan retensi mitra pengemudi.
Melalui kekuatan ekosistem dan inovasi yang berkelanjutan, manajemen optimis mampu melakukan penyesuaian operasional dengan baik. Langkah mitigasi ini diambil demi menjaga stabilitas bisnis jangka panjang Gojek dan GoTo secara keseluruhan.
Di sisi lain, kolaborasi strategis dengan sektor publik juga terus diperluas. Salah satunya tercermin dari keberlanjutan program Cek Kesehatan Gratis yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lewat integrasi program kesehatan, jaminan sosial, dan insentif baru ini, Gojek berharap mampu memitigasi risiko penurunan pendapatan mitra sekaligus memastikan operasional layanan tetap prima dalam menghadapi persaingan pasar yang kian kompetitif.