Bisnis.com, JAKARTA— PT Eka Mas Republik (MyRepublic), entitas anak PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), mencatat minat masyarakat terhadap layanan internet dengan harga mulai Rp100.000 per 30 hari dan kecepatan hingga 100 Mbps melalui MyRepublic Air cukup positif.
Minat ini terutama datang dari wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan fixed broadband, khususnya fiber to the home (FTTH) milik perusahaan.
Chief Sales & Marketing Officer MyRepublic Iman Syahrizal mengatakan, berdasarkan data pra-registrasi dalam kurang lebih dua bulan terakhir, pihaknya mencatat puluhan ribu calon pelanggan yang menunjukkan minat terhadap layanan MyRepublic Air.
“Angka ini mencerminkan potensi demand yang cukup besar, khususnya di wilayah yang belum sepenuhnya terlayani jaringan fiber,” kata Iman kepada Bisnis pada Selasa (21/4/2026).
Iman menambahkan, minat tersebut diperkirakan akan terus bertumbuh seiring dengan ekspansi jangkauan layanan serta edukasi pasar yang dilakukan secara berkelanjutan. Namun demikian, jumlah pelanggan saat ini masih dalam tahap awal karena layanan baru diluncurkan secara terbatas di beberapa kota, seperti Makassar, Bali, Bandar Lampung, dan Pekanbaru.
Ke depan, seiring dengan kesiapan dan perluasan infrastruktur, perusahaan optimistis dapat menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus mendorong pemerataan akses digital di Indonesia.
Lebih lanjut, Iman mengatakan perusahaan memahami setiap segmen masyarakat memiliki kebutuhan dan pertimbangan berbeda dalam memilih layanan internet. Kehadiran paket Rp100.000-an dengan semangat #AksesInternetRakyat menjadi bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan layanan yang lebih inklusif dan terjangkau.
Menurutnya, produk ini tidak hanya berfokus pada harga, tetapi juga membuka akses bagi masyarakat di wilayah yang sebelumnya belum memiliki pilihan layanan fixed broadband yang andal.
“Kami percaya, seiring dengan meningkatnya kebutuhan digital masyarakat dan perluasan jangkauan layanan, nilai dari produk ini akan semakin dirasakan dan relevan bagi lebih banyak segmen pengguna,” kata Iman.
Sebelumnya, Iman mengungkapkan ekspansi layanan MyRepublic Air ke hingga 180 kota tidak mensyaratkan batas minimum jumlah pelanggan sebelum memasuki suatu wilayah. Layanan ini ditawarkan dengan harga mulai Rp100.000 per 30 hari dan kecepatan hingga 100 Mbps.
Dia menegaskan fokus perusahaan adalah memperluas akses internet secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan jaringan serta potensi kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
“Saat ini layanan sudah komersial di Bali, Lampung, Pekanbaru, dan Makassar,” kata Iman kepada Bisnis pada Rabu (15/4/2026).
Layanan tersebut akan diperluas secara bertahap ke Region II yang mencakup Sumatra, Bali, dan Nusa Tenggara, serta Region III yang meliputi Kalimantan dan Sulawesi. Pada tahap awal, perusahaan menargetkan ekspansi ke total 180 kota. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 kota telah dipersiapkan dari sisi infrastruktur dan akan segera memasuki tahap komersialisasi (go commercial) secara bertahap.
Dalam implementasinya, perusahaan mengedepankan perencanaan berbasis permintaan (demand) dan kualitas layanan (quality of service/QoS), sehingga setiap ekspansi dapat memastikan pengalaman internet yang optimal bagi pelanggan sejak awal.
Dari sisi bisnis dan kesiapan jaringan, pendekatan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara percepatan ekspansi dan kualitas layanan. Dengan teknologi yang digunakan pada MyRepublic Air, perusahaan juga dapat lebih fleksibel menjangkau wilayah yang sebelumnya belum terlayani optimal oleh jaringan FTTH.
“Tanpa harus menunggu skala pelanggan yang besar terlebih dahulu,” katanya.
Sebagai informasi, MyRepublic memenangkan lelang pita frekuensi 1,4 GHz pada Oktober 2025. Perusahaan memperoleh wilayah Regional II dengan nilai penawaran Rp300,8 miliar serta Regional III senilai Rp100 miliar.
Terbaru, MyRepublic meluncurkan layanan fixed wireless access (FWA) bertajuk MyRepublic Air dengan harga mulai Rp100.000 per 30 hari dan kecepatan hingga 100 Mbps. Iman menyebut peluncuran ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pemerataan digital di Indonesia.
“Melalui MyRepublic Air, kami ingin memastikan lebih banyak masyarakat Indonesia dapat terhubung, berkembang, dan berpartisipasi dalam ekonomi digital tanpa batasan lokasi,” kata Iman dalam keterangan resminya pada Selasa (14/4/2026).